
"Tunggu... gue mau ngomong sama lo" Millie mencegat kakak kelasnya saat pulang sekolah
"Wiihh.. hebat dapet yang mulus lagi nih" temannya meledek
"Kenapa cantik? ngefans juga sama gue ya? "
"Cih... najis" Millie tersenyum Smirk
"Lo gak tau aja gue bisa bikin lo berada di atas langit ke tujuh dalam satu kali sentuhan" kakak kelasnya mencolek dagu Millie
"Dan dengan satu sentuhan gue bisa bikin lo masuk rumah sakit" ucap Millie lalu memelintir tangan pemuda tersebut
"Woi.. lepasin gak? " teman temannya menyerang Millie dan berhasil Millie kalahkan dengan beberapa gerakan
"Gue gak ada urusan sama kalian" pemuda itu memanfaatkan situasi dan segera melarikan diri
Millie mengejarnya tanpa memperhatikan jalanan yang ada di depannya, Rafael menarik pinggang Millie ketika dia hampir tertabrak mobil yang baru keluar dari parkiran
"Jalan liat liat dong, kalo ke tabrak gimana? "
"Iihh.. gara gara kamu sih jadi dia kabur" Millie menepis tangan Rafael dengan kesal
Millie menjadi pusat perhatian saat marah pada Rafael yang di kenal sebagai guru mereka di sekolah, Millie juga memukul lengan Rafael lalu pergi setelah melihat gadis itu
"Astrid.. Astrid tunggu" gadis itu mempercepat jalannya agar Millie tidak dapat mengejarnya
"Tunggu, lo kenapa menghindar dari gue? semalem gak apa apa" ucap Millie
"Jangan ganggu gue sama ibu lagi, semuanya udah selesai gue putuskan untuk tidak mempertahankan anak ini"
"Kok gitu? lo udah ngelakuin dosa dan lo mau tambah dosa lagi? itu nyawa meskipun dia belum bisa gerak tapi itu nyawa dia manusia" ucap Millie
"Gue takut.. gue gak tau harus apa, banyak hal yang terjadi di hidup gue dan sekarang ibu kehilangan pekerjaan gara gara Roy" Astrid menepis tangan Millie
"Maksud lo? "
"Dia dateng ke rumah dan ngancam kita, ayahnya polisi gue rasa akan percuma walaupun kita jebloskan dia ke penjara.. gara gara dia ibu jadi di pecat dari tempat kerja" Millie menggenggam tangan Astrid
"Gue akan bantu, gue minta bantuan papa juga, gue yakin lo akan mendapatkan keadilan"
"Gue ragu... lebih baik kita gak berharap lagi, gue udah capek" Astrid pergi kini semangatnya kembali dipatahkan
"Liat aja nanti, gue gak akan nyerah gitu aja" Gumam Millie
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Millie langsung ke kantor papanya sepulang sekolah diantar Abra, dia harus menunggu lama karena papanya sedang meeting di luar
Pintu ruangan terbuka Millie langsung berdiri dan berlari memeluk papanya, Millie mengintip ke belakang Max rupanya Max kembali bersama tamu
"Kenapa kesini? papa lagi banyak kerjaan"
"Tadinya aku mau bilang sesuatu tapi nanti aja deh di rumah, aku pulang duluan ya pa" Millie mencium tangan Max
"Pulang sama siapa? " tanya Max
__ADS_1
"Naik taksi aja pa soalnya temen aku udah pulang" Jawab Millie
"Ada supir papa di luar minta anterin aja"
"Oke" Millie membulatkan tangan-Nya lalu pergi
"Putri anda cantik sekali" pujian itu keluar dari mulut koleganya
"Tentu.. saya papanya" jawaban Max membuat para koleganya tertawa
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Ellia bisa liat tugas gue gak? kalo ada yang salah nanti koreksi" Ellia tersenyum saat Arumi meminta bantuannya
"Boleh.. mana tugasnya? " Setelah Arumi menyerahkannya Ellia membacanya dengan teliti
"Udah bagus kok, Emmhh.. Arumi mau ikut makan siang gak? " Tanya Ellia
"Aku boleh gabung? "
"Boleh kok, Ayo disana banyak temen temen kamu bisa kenalan jangan malu malu" Ellia dan Arumi berjalan bersama menuju kantin
"Kamu kemana aja? " tanya Dirga saat mereka baru saja sampai di kantin
"Ada yang harus di beresin dulu tadi" Jawab Ellia
"Kenalan dulu dong, ini Ello kembaran aku, ini Dirga, ini Irene, dan Lusi"
"Hai.. gue Arumi" ucapnya
"Gak apa apa, gue bisa duduk di tempat lain" ucap Arumi
"Disini aja, kita bisa pinjem kursi lain" Ellia mengambilkan kursi dari meja lain
"Makasih" ucap Arumi, Irene memutar matanya jengah ketika Arumi duduk di sebelah Ello
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Millie sedang jalan jalan bersama keempat teman laki-lakinya, mereka melihat lihat sepatu di mall yang mereka datangi
"Keren banget" Millie mengambil sepatu yang dia lihat
"Coba mil keren tuh" ucap Jason, Millie pun mencobanya
"Selamat malam kak, ada yang bisa di bantu? " pelayan menghampiri mereka
"Ini ada warna lain gak mbak? " tanya Millie
"Ini tinggal yang terakhir kak, sepatu terlaris dan hanya ada sepuluh pasang aja kak "
"Ukurannya pas gak? " tanya Abra
"Udah pas, saya ambil ini aja mbak" Millie mengambil sepatu tersebut dan menyerahkannya untuk di bawa ke kasir
"Waahh.. lucu banget, masih ada yang lain gak? " tiba-tiba Anggia mengambil sepatu tersebut
__ADS_1
"Maaf kakak, sepatu ini sudah punya kakak ini dan ini stok terakhir"
"Yahh... buat gue aja, gue bayar lebih deh" ucap Anggia
"Maaf kakak tidak bisa"
"Millie kita bayar siapa yang paling bayar lebih tinggi dia yang dapet" Anggia menantang Millie
"Boleh.. " Millie mengikuti Anggia menuju kasir
"Berapa harga sepatunya? " Tanya Anggia
"Dua juta lima ratus tiga puluh kak"
"Gue bayar tiga juta" ucap Anggia
"Tiga juta lima ratus" ucap Millie
"Empat juta" Millie tampak berpikir sejenak
"Lo menang deh" ucap Millie membuat Anggia tersenyum puas
"Uangnya tadi empat juta kan? sini sisanya" ucap Millie, kasir pun memberikan sisa uang tersebut
"Nah.. ini buat kalian bagi dua ya, ini buat lo pada" Millie memberikan separuh uangnya pada pelayan dan kasir lalu pada temannya
"Makasih kak" ucap keduanya
"Makasih Anggia gue pergi ya, oh.. satu lagi jangan berusaha keras menginginkan milik orang lain, bye" Millie pergi meninggalkan tempat itu
"Iiihhh... kesel " pekik Anggia menghentakkan kakinya membuat pelayan dan kasir itu terkekeh
"Lo gak jadi beli sepatu? " tanya Abra
"Udah gak nafsu, cari cemilan yuk" Millie kesal kini kesabarannya habis, Anggia selalu menginginkan apa yang Millie punya sampai-sampai mereka sering memakai barang yang sama
Dari kejauhan seseorang mengikuti Millie kemanapun Millie pergi, dia mengambil handphonenya dan menelpon seseorang
"Cari sepatu yang limited edition, ukuran beberapa ya? kayaknya 38 deh badannya juga pendek" Rafael tahu Millie kesal karena Anggia mengambil sepatunya hingga dia memesan sepatu dari temannya yang berada di luar negeri
Ketika Rafael sedang melihat beberapa foto sepatu yang di kirimkan temannya dia kehilangan jejak Millie, Rafael celingukan mencari Millie dan tiba-tiba dari belakang seseorang menepuk punggungnya
"Loh.. kamu kenapa di sini? " Rafael terkejut ketika melihat Millie ada di belakangnya
"Harusnya dimana? harusnya di depan kamu gitu? dasar penguntit" Millie melihat Rafael bersembunyi di balik tiang saat sedang melihat handphonenya
Millie pun berpisah dengan teman temannya untuk menemui Rafael, Rafael terkekeh memakaikan topinya pada Millie laku merangkul bahunya
"Aku khawatir makanya aku ikutin" ucap Rafael
"Bukannya karena gak percaya aku pergi sama temen-temen aku? "
"Ya.. bukan gitu, aku cuma khawatir " Rafael mencubit hidung Millie
Dari tempat tersembunyi ada seseorang yang memotret kebersamaan Millie dan Rafael, beberapa potret mesra Millie dan Rafael dia dapatkan
__ADS_1