
Rafael dan Millie baru saja sampai di halaman kampus, tiba-tiba wajah Rafael kembali di buat masam ketika melihat Bastian menyapa Millie sambil menghampirinya
"Gue udah daftarin Lo dan nanti hari Sabtu kita berangkat" perkataan Bastian yang tiba-tiba membuat Millie kebingungan
"Daftarin soal apa? gue gak ikut kegiatan apapun" Millie mengambil selembaran yang di ulurkan Bastian
"Dia gak akan ikut kegiatan apapun.. minggir" Rafael menabrak bahu Bastian seraya membawa Millie menuju ruang kelasnya
"Kamu gak marah, kan? aku beneran gak niat ikutan" Millie takut Rafael akan memarahinya
"Aku tau.. sekarang masuk dan belajar yang bener" ucap Rafael seraya mengelus kepala Millie
Teman satu kelas menatap mereka apalagi para mahasiswi yang merasa iri dengan Millie, di lorong Ayunda dan Jesica juga menyaksikan keromantisan mereka
"Itu oppa oppa makin hari gue liat liat makin ganteng aja, meleleh gue" ucap Jesica dengan gaya centilnya
"Apa yang mereka liat dari anak baru itu? sama sekali gak ada menarik menariknya" cibir Ayunda
"Dia cantik kok" celetuk Jesica membuat Ayunda semakin kesal
"Ayundaaa tunggu" Jesica menyusul langkah Ayunda yang pergi meninggalkannya
"Aku berangkat kerja dulu... nanti sore aku jemput" ucap Rafael lalu mengecup tangan Millie
"O... my God" Jesica yang berjalan melewati mereka malah berhenti dan menatap Rafael
Rafael dan Millie saling pandang lalu kembali menatap Jesica yang mematung dengan senyum yang tak pudar dari bibirnya, Ayunda yang kesal kembali menarik Jesica namun dia tidak bergerak sama sekali membuat Ayunda akhirnya pergi sendiri
"Maaf ada yang bisa di bantu?" pertanyaan Rafael membuyarkan lamunan Jesica
"Ahh.. iya.. iya.. itu.. anu.. gue Jesica" dengan terbata Jesica lalu mengulurkan tangannya
Sebelum menerima uluran tangan Jesica sesaat Rafael menatap Millie, Millie mengangguk sebagai jawaban barulah Rafael menjabat tangan Jesica
"Rafael " setelah Rafael melepas tangannya Jesica gemetaran memperhatikan tangannya sendiri dengan wajah berbinar
"Gue gak akan pernah cuci tangan ini" gumam Jesica
"Kamu harus pergi, kan? hati hati di jalan" ucap Millie seraya merapikan jas yang di pakai Rafael
"Iya.. kamu jangan nakal" jawab Rafael seraya mencolek hidung Millie
"Iya.. hati hati" Millie melambaikan tangannya saat Rafael pergi seraya melambaikan tangan
Jesica ikut ikutan melambaikan tangannya dengan wajah bodohnya, Millie menggelengkan kepalanya lalu masuk kedalam kelas meninggalkan Jesica yang masih melambaikan tangannya padahal Rafael sudah tidak kelihatan lagi
"Yyeeaaaayy.... tangannya wangi banget.. " Jesica melompat kegirangan sambil mencium tangannya yang baru saja di sentuh Rafael
"Loh.. Ayunda.. Ayunda..kok gue di tinggal sih?" Jesica celingukan saat baru saja tersadar Ayunda sudah tidak berada di sampingnya
"Cih... dasar gila" gumam Millie
__ADS_1
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Lagi lagi sesampainya di kantor Rafael marah marah hanya karena kesalahan kecil pegawainya, dia masih begitu kesal dengan Bastian yang selalu mendekati Millie
Meskipun tahu Millie tidak akan macam macam di belakangnya tapi tetap saja Rafael tidak tenang, dia sampai membayar orang untuk mengawasi gerak gerik Millie di kampus
"Laporkan apapun yang Millie lakukan" Rafael menulis pesan pada orang tersebut
"Kalo aja Millie setuju gue kasih tau seluruh dunia kalo dia itu istri gue" gumam Rafael
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Jeng Vivi... apa anaknya gak di suruh cari calon?"
"Iya.. usianya udah cukup buat nikah loh"
"Eehh... kan anaknya jeng Vivi udah tunangan sama anaknya jeng Allea"
"Ya.. anak itu kan baru keluar SMA sepertinya masih lama kalo di ajak serius"
Mami Rafael hanya menanggapi dengan senyum tipis berbeda dengan Oma yang sudah memasang wajah kecut, Mereka terus membanggakan anak anak mereka yang sudah memberikan cucu ataupun masih dalam kandungan
"Kita pulang aja.. mama gak betah lama lama disini" tanpa menunggu acara arisan selesai mami Rafael membawa Oma pulang
Sepanjang perjalanan Oma terus menggerutu meluapkan kekesalannya, mami Rafael yang memang sudah terbiasa hanya diam tanpa mengatakan apapun
"Memangnya apa hebatnya punya cucu lebih dulu, aku yakin anak Rafael akan lebih unggul dari segi apapun"
"Cih... wajah cucu mereka tidak lucu sama sekali" gerutunya
"Tapi ma..." mami Rafael tidak ingin anak dan menantunya diintimidasi oleh Oma
"Gak ada tapi tapian, kalo kamu gak mau mama bisa pergi sendiri"
"Baiklah... tapi mama harus janji jangan memaksa mereka tentang apapun, biarkan mereka menjalani kehidupan seperti yang mereka inginkan" ucap mami Rafael
"Kamu bawel banget, kamu gak bisa urus anak menantu biar mama aja yang urus mereka" Mami Rafael hanya bisa tertunduk
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Hai..."
"Gue gak ada waktu buat ladenin Lo" ucap Millie saat Bastian menghampirinya
"Kok gitu sih... tentang acara nanti Sabtu Lo pasti suka, nih liat" Bastian menunjukkan daftar kegiatan yang akan mereka lakukan
Millie membaca daftar tersebut lalu mengembalikan kertasnya pada Bastian, dalam hatinya Millie memang ingin sekali ikut dalam kegiatan itu namun dia memikirkan Rafael
"Pasti seru, kan? ada latihan menembak, memanah, panjat tebing, atau kalo Lo takut izin sama orang tua Lo nanti gue aja yang minta izin" ucap Bastian
"Gak usah... gue gak minat"
__ADS_1
"Tapi udah gue daftarin.. gue juga udah bayarin semuanya, apa Lo gak kasihan sama gue? gue cuma pengen berteman aja sama Lo"
"Gue ganti nanti uangnya, lain kali Lo gak usah melakukan sesuatu tanpa persetujuan gue" ucap Millie
"Lo kenapa sih gak mau coba berbaur sama orang lain? Lo gak kesepian apa disini gak ada temen? atau karena cowok Lo?"
"Lo kepo banget sih" Bastian terus saja mengikuti Millie sampai gerbang keluar
Bastian bicara panjang lebar membujuk Millie agar mau ikut, ketika melihat mobil Rafael masuk Bastian memasukan kertas kedalam tas Millie lalu pergi
"Tumben dia pergi, biasanya dia sengaja deketin gue depan Rafael " gumam Millie
"Dia ganggu kamu lagi?" tanya Rafael
"Enggak.. dia ngajak ikut acara itu nanti hari Sabtu tapi aku udah nolak kok" jawab Millie
"Ayo pulang... kita makan di rumah aja ya, soalnya Oma sama mami ada di rumah "
"Oh.. oke"
Tak berselang lama mereka akhirnya sampai di rumah, seperti biasa Millie akan menempel pada ibu mertuanya ketika mereka bertemu
"Coba ini" Mami Rafael menyuapi Millie dengan masakan yang sedang dia masak
"Masakan mami selalu enak, mami kenapa repot repot masak sih? kak Rafael beli makanan banyak tau"
"Mami udah lama gak masakin kalian, kalian sibuk sampe gak pernah main ke rumah" ucap mami Rafael
"Kak Rafael lagi banyak kerjaan mi, jemput aku aja sering telat"
"Kalian jangan terlalu lelah, istirahat yang cukup jangan terlalu memaksakan diri harus menyelesaikan pekerjaan hari itu juga" Mami Rafael bicara sambil tangannya bekerja
"Iya... Oma mau kalian secepatnya kasih Oma cicit" Sergah Oma yang baru saja masuk ke dapur
"Bukannya Oma yang bilang jangan dulu punya anak, kejar karir dulu" jawab Millie
"Beruang kecil... Oma berubah pikiran, Oma takut mati sebelum melihat anak kalian lahir"
"Oma jangan ngomong gitu... aku yakin Oma akan panjang umur dan menggendong cicit cicit Oma" Sergah Rafael seraya merangkul bahu sang nenek
Mendengar ucapan Oma raut wajah Millie berubah seketika, Millie duduk sambil menunduk memainkan sendok dan garpu
"Kalian makan aja Oma udah kenyang mau istirahat dulu" Oma dengan jalan tertatih pergi meninggalkan meja makan
"Ngelamunin apa" Rafael memeluk Millie sambil mencium pipinya
"Ihh.. malu ada mami" Millie mendorong wajah Rafael yang berada di belakangnya
"Mami gak liat juga, lagi sibuk masak" bisik Rafael
Ketika Oma hendak masuk ke kamar langkahnya terhenti saat melihat pintu ruangan kerja Rafael terbuka, Oma melihat meja kerjanya berantakan dan berniat membereskannya
__ADS_1
Oma merapikan semua dokumen dan hendak memasukkannya ke dalam meja, tiba tiba sebuah amplop jatuh dan Oma mengambilnya
Oma melebarkan matanya sambil menutup mulutnya, Oma benar benar terkejut sepertinya ketika membaca isi dari amplop tersebut