Youth Love

Youth Love
eps 196


__ADS_3

"Tuan saya bawa jadwal hari ini" sekretaris Max masuk keruangan


"Bacakan" ucap Max dingin


Dia mulai membacakan jadwal apa saja yang akan Max lakukan hari ini, namun suaranya manja mendayu-dayu membuat Max menggelengkan kepalanya


"Kamu lagi batuk? kalo lagi batuk minum obat, suara kamu mengganggu" ucap Max


Sekretaris itu memang tidak tahu malu dia malah tersenyum nakal, Max mengernyitkan dahinya lalu menjatuhkan buku dengan kencang diatas meja


Bughh


Sekretaris itu terlonjak seketika


"Bawa semua buku itu keluar" ucap Max lalu kembali menatap layar komputernya


"Per.. permisi tuan"


"Masih ada orang kayak gitu?" gumam Max


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Millie sama Rafael gak pulang?" tanya Allea saat sedang momong anak Ello


"Rafael bilang nginep di luar ma, dia semalem pulang terus pergi lagi" jawab Irene


"Ohh.. pengantin baru kayaknya gak mau di ganggu" ucap Allea


"Tapi Rafael semalem aneh deh ma"


"Aneh kenapa?" tanya Allea


"Dia periksa semua kamar tamu, waktu aku tanya kayak kaget gitu"


"Ngapain ya?" tanya Allea


"Gak tau.. mau tanya tapi dia pergi"


"Mungkin cari barang yang ketinggalan kali"


"Mungkin"


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Di jalan saat lampu merah Rafael melihat Millie dengan motornya, dia mengikuti Millie sampai ke rumahnya


Baru saja Millie turun Rafael menarik tangan Millie hingga mereka berhadapan, Millie memandang Rafael dengan senyum smirk


"Kalo mau ngomong sekarang aja, aku masih ngantuk mau tidur lagi" ucap Millie


"Darimana kamu semalem? "


"Dimana pun aku semalem yang penting gak sama lawan jenis" jawab Millie


"Jawab yang bener " Rafael mencengkeram tangan Millie sambil menekan kata katanya


"Dari tempat Abra, aku tidur disana"


"Sama siapa? pasti sama temen temen kamu kan?" Millie tertawa mendengarnya


"Emangnya kenapa? apa peduli kamu?" Rafael marah dan mencengkeram kedua sisi wajah Millie


"Ngapain aja kamu sama mereka?"


"Yang jelas bukan urusan kamu, urusin aja cewek itu kenapa harus repot-repot ngurusin urusan orang " Millie juga tersulut emosi dan mendorong Rafael


"Kamu istri aku, aku jelas harus tau apa yang kamu lakukan semalaman sama mereka?"

__ADS_1


"Istri? suami macam apa yang biarin istrinya pulang sendiri sementara dia nganter wanita lain?" Rafael mengusap wajahnya kasar


"Itu karena kamu keras kepala, kamu asal nuduh orang sampai nyakitin dia.. aku punya bisnis sama dia jadi harus menjalin hubungan yang baik"


"Terserah... aku ngomong berapa kali pun kamu gak akan percaya" Millie hendak berbalik pergi namun Rafael kembali menariknya


"Aku belum selesai "


"Aku harap kamu selesaikan sekarang juga jangan lupa sekalian sama hubungan kita, aku muak sama kamu" Rafael mendorong Millie dan menyudutkannya di dinding


"Sampai kapanpun aku gak akan melakukan itu, kamu milik aku cuma milik aku" mereka mengira pertengkaran mereka tidak di ketahui orang lain


Namun mereka salah, bibi melihat mereka dari jendela ketika sedang membersihkan rumah


Millie dengan kesal menampar wajah Rafael beberapa kali lalu pergi, sesampainya di dalam rumah mereka terlihat seolah tidak memiliki masalah apapun


"Sayaaang... udah wangi, ganteng dan cantik lagi" Millie mencium kedua keponakannya


"Udah pada makan? kalo belum aku panasin makanannya " ucap Irene


"Gak usah kak, kakak lagi sakit nanti aku panasin sendiri" jawab Millie


Millie menggendong Daren sementara Rafael mengajak bayi itu main sambil berdiri di samping Millie


"Aku mau olahraga dulu, nih kak" Millie menyerahkan Daren pada Irene


Rafael dan Millie masuk kedalam kamar namun sesampainya disana mereka saling diam, Millie masuk ke kamar mandi lalu keluar dengan crop top dan celana olahraga


Millie melampiaskan kemarahannya pada samsak tinju, setelah berjam-jam Millie pergi Rafael mulai mencarinya


Millie hanya diam duduk dilantai dengan keringat bercucuran ketika Rafael sampai di ruang olahraga


"Millie..."


"Aku capek, ngomongnya nanti aja" Millie memotong ucapan Rafael


"Aku juga gak bisa, tapi gak ada yang perlu di bicarain lagi satu satunya cara kita harus memotong akar permasalahannya" ucap Millie


"Aku salah dan aku minta maaf, gak seharusnya aku biarin kamu pulang sendiri "


"Gak apa apa.. tapi bukan itu masalahnya, akar permasalahannya ada di pernikahan kita, kita belum dewasa kita sama sama belum siap buat jalani ini semua" Millie beranjak dari tempat duduknya


"Apa maksudnya? kita bisa bicara baik-baik, perlahan kita akan belajar dari kesalahan kita"


"Kita akan sama sama memiliki luka nantinya, akhiri sebelum semua terlambat Rafael " ucap Millie


"Aku gak bisa, aku sayang sama kamu"


"Kita bicara lagi nanti " Millie meninggalkan Rafael ketika melihat baju bibi yang bersembunyi dari balik tembok


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Rafael pergi untuk menemui Jason di tempat semalam Millie tinggal, disana rupanya ada cctv untuk menjaga tempat itu agar tetap aman


"Liat sendiri kan? Millie sendirian semalem, dia emang ke rumah buat minta ongkos taksi, selimut sama obat nyamuk, ini juga rantang semalem belum di balikin" ucap Jason


"Kamu menuduh Millie dan kami melakukan hal yang bukan bukan?" tanya Jason


"Bukan gitu.. "


"Kak Rafael nanya kita ngapain semalem aja itu udah mengarah kesana, kan? kami udah kayak keluarga kak mana berani juga kita ngapa-ngapain Millie, kita tau betul bapak nya gimana"


"Millie bukan cewek gampangan, dia emang urakan tapi gak gampangan, sebenarnya pertanyaan kak Rafael menyakiti hati kita, bukan cuma kakak yang sayang sama Millie tapi kita juga sayang sama dia sebagai sahabat, sebagai keluarga" Rafael diam mendengar ucapan Jason


"Millie bukan orang yang suka bohong, harusnya kakak dengerin dulu dia ngomong dan kalo gak percaya cari dulu buktinya jangan asal nuduh dia bohong, kalo Millie udah sakit hati susah buat dapetin hati dia lagi "


"Gue bener bener minta maaf... gue terlalu cemburu sama kedekatan kalian" ucap Rafael

__ADS_1


"Minta maaf sama Millie, kami gak ambil hati omongan kakak tapi Millie belum tentu "


"Thanks udah mau jelasin semuanya, gue pergi dulu" Jason sebenarnya malas menemui Rafael yang bertanya seolah mereka melakukan hal yang macam-macam semalam


"Kalo gak liat Millie udah gue keroyok Lo" gumam Jason


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Di kantor Rafael tidak bisa berkonsentrasi dia masih teringat akan ucapan Millie yang ingin mengakhiri pernikahan mereka


"Aaarrrgghh... sial" Rafael membanting apapun yang ada di dekatnya


"Ada apa ini?" Anjani masuk dan melihat ruangan Rafael berantakan


"Keluar... jangan temui saya jika tidak ada hal yang penting" ucap Rafael dingin


"Tapi kerjasama kita.."


"Kita punya asisten, sekretaris, bisa melalui mereka dan kita hanya akan bertemu saat meeting jangan temui saya secara pribadi karena itu menimbulkan masalah antara saya dan Millie" tegas Rafael


"Maaf.. saya hanya.. hanya.."


"Atau kita bisa batalkan kerjasama ini" sergah Rafael


"Gak nyangka cuma gara gara anak ingusan itu Rafael bisa berantakan gini, dia sampai merelakan kerjasama yang untungnya lumayan besar" batin Anjani


"Tidak perlu di batalkan tuan, saya tidak akan menemui anda di luar pekerjaan, permisi" Anjani keluar dengan perasaan kecewa


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Bibi kenapa mondar mandir?" Tanya Irene


"Bibi mau bicara non tapi takut kedengaran sama nyonya dan non Millie"


"Ada apa sih bi? jangan bikin khawatir deh" ucap Irene melihat bibi panik sendiri


"Sini non" bibi sampai menarik Irene ke kamarnya


"Ini kenapa sampe harus ngumpet disini?"


"Non Deket sama non Millie, kan? bibi mau cerita tapi jangan kasih tau non Millie" Irene mengangguk dan duduk di ranjang kecil milik bibi


"Kenapa bi?"


"Non Millie sama den Rafael sebenarnya lagi berantem, kayaknya masalahnya gede" Irene mengernyitkan dahinya


"Masa sih bi? mereka baik baik aja kok"


"Itu dia bibi juga bingung mereka baru berantem tapi sedetik kemudian di depan orang lain biasa biasa aja, bibi liat tadi pagi mereka berantem di garasi, non Millie sampe di gini gini" bibi memeragakan bagaimana Rafael mencengkeram wajah Millie


"Terus? "


"Non Millie nampar den Rafael bolak balik, tadi di ruang olahraga bibi denger non Millie minta udahan" Irene terkejut mendengar ucapan bibi


"Udahan apanya? bibi salah denger kali"


"Enggak non... non Millie mau cerai tapi den Rafael gak mau, tapi bibi gak tau mereka punya masalah apa? " kalau bibi tidak mengatakannya mungkin semua orang tidak akan menyadari bahwa Rafael dan Millie mempunyai masalah yang cukup serius


"Nanti aku coba ngomong sama Millie"


"Jangan bilang tau dari bibi ya non, jangan sampe kedengeran sama tuan dan nyonya juga, bibi takut mereka ributnya makin gede, non kan tau gimana tuan"


"Bibi tenang aja, bibi aman" ucap Irene sebelum pergi


"Pinter banget mereka berkamuflase sampe orang satu rumah gak ada yang sadar" batin Irene


Mana nih vote sama bunganya? jangan lupa ya.. biar othor tambah semangat up-nya

__ADS_1


__ADS_2