Youth Love

Youth Love
eps 189


__ADS_3

Ketika Ello sampai di halaman rumah dia melihat Irene membayar taksi lalu masuk dengan terburu-buru, sekilas Ello melihat Irene mengusap kedua matanya sambil berjalan masuk


Ello mengikuti Irene ke kamar mereka dan ternyata Irene sedang membongkar isi lemarinya, Ello memutar tubuh Irene untuk memastikan keadaan istrinya


"Ada apa ini? kamu nangis?" tanya Ello


"Enggak... aku cuma kelilipan aja" lirih Irene sambil menundukkan wajahnya


"Jangan bohong.. kenapa kamu bongkar semua isi lemari?"


"Aku.. aku cuma.." Irene tampak ragu untuk bicara


"Hei.. liat aku, kalo kamu punya masalah cerita" Ello mengangkat dagu Irene dengan jari telunjuknya


"Aku ngerasa semua baju aku sekarang gak ada yang cocok, badan aku udah gak ideal kayak dulu.. aku cuma mau merubah penampilan aku yang sekarang biar lebih menarik"


"Tapi kenapa?" tanya Ello


"Aku gak percaya diri jalan sama kamu, aku gendut, gak terawat, sementara kamu di kagumi banyak cewek.. aku cuma takut kamu berpaling ke cewek lain"


Mendengar ucapan Irene malah membuat Ello terkekeh, Ello memeluk Irene sesekali mengecup kepalanya


"Aku gak akan berpaling... mana mungkin aku berpaling dari seorang wanita yang melahirkan dan merawat anak aku dengan baik, kamu seperti sekarang karena aku, kamu sibuk ngurus dua bayi juga aku jadi kamu gak sempet rawat diri kamu sendiri"


"Aku gak tau diri kalo berpaling ke cewek lain cuma karena perubahan fisik kamu, buat aku kamu tetap yang paling cantik jadi jangan pernah ingin terlihat sempurna di depan orang lain cukup cantik Dimata aku aja" lanjut Ello


"Bohong.. sejak kapan kamu pinter ngegombal?" Irene melepas pelukan Ello dan memukul lengannya


"Aku gak bohong.. aku semakin cinta sama kamu setelah anak anak kita lahir"


"Jadi dulu kamu gak cinta sama aku?" Irene pura pura cemberut padahal hatinya sedang berbunga


"Gak juga.. aku dulu cuma bingung aja sama perasaan aku tapi sekarang aku yakin, cuma kamu yang aku cinta" Irene tersipu mendengar ucapan Ello


"Cih ... kamu paling pinter kalo ngomong " ucap Irene


"Haiihh.. ya udah kalo gak percaya, aku laper temenin aku makan ya?"


"Tapi bajunya?" Irene menunjuk tumpukan baju yang sudah dia keluarkan


"Biar bibi aja yang beresin, ayo aku laper banget" Ello merangkul Irene dan membawanya keluar kamar


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Tuh suami Lo jemput" bisik Jason ketika melihat Rafael di parkiran


"Gue juga liat, gue duluan ya " Millie berlari kecil menghampiri Rafael


"Katanya pulang telat, kenapa malah jemput?" tanya Millie


"Aku mau ngajak kamu pergi kesana" jawab Rafael sambil membukakan pintu mobil


"Bukannya mau pergi sendiri?"


"Tadi pagi aku cuma bercanda.. aku emang niat mau ajak kamu cuma pengen bikin kamu cemburu aja" jawab Rafael


"Cih... kalo mau pergi sendiri pergi aja"

__ADS_1


"Ngapain juga aku pergi sendiri? itu undangan di luar pekerjaan sebenarnya males mau dateng tapi lebih ke menghargai aja" Millie mencebikkan bibirnya


"Sabar ini masih di jalan tunggu sampe rumah" ucap Rafael membuat Millie mengernyitkan dahi


"Maksudnya?"


"Itu bibirnya ngapain kayak gitu, minta di servis?" Millie hanya menggelengkan kepala dengan pemikiran suaminya


"Kenapa? udah sah ini, aku masih baik gak paksa kamu buat minta jatah" ucap Rafael


"Jatah apaan, gak ngerti" Millie hanya bisa berpura-pura tidak mengerti ucapan Rafael


"Beneran gak ngerti? mau di jelasin apa langsung praktek aja?" Rafael menghentikan mobilnya


"Dia mau ngapain? jangan jangan.... " batin Millie


Rafael melepas sabuk pengamannya dan tubuhnya mulai mendekat kearah Millie, Millie dengan cepat menahan dada Rafael agar tidak semakin mendekat


"Kamu jangan gila, masa gituan di mobil" ucap Millie dengan panik


"Gituan apa? aku cuma mau ngambil ini" Rafael mengambil paper bag yang ada di belakang kursi Millie


Millie memalingkan wajahnya yang memerah keluar jendela, betapa malunya dia mengira Rafael akan melakukan sesuatu yang gila di dalam mobil


"Kamu m*s*m" bisik Rafael membuat Millie terperanjat


"Apaan sih ngagetin aja, siapa juga yang m*s*m?" gerutu Millie


"Kamu.. sok sok gak ngerti apa apa padahal otaknya sering traveling kemana mana" cibir Rafael


"Aku turun disini aja" Millie dengan wajah cemberut hendak membuka pintu mobil


"Aku bisa minta papa"


"Aku udah bilang sama papa jangan kasih kamu uang walaupun kamu minta, jadi masih tetep mau turun?" Millie menghela nafas kasar kembali menutup pintu mobilnya


Melihat bibir Millie yang cemberut membuat Rafael tergoda, tiba-tiba saja akal bulusnya muncul


"Aduh.. tolong liat kayaknya ada yang masuk ke mata aku" Rafael pura pura mengucek matanya


"Lebay deh"


"Beneran.. liatin dulu semut apa bukan?" Millie mendekat hendak meniup mata Rafael namun tiba-tiba...


Cup


Rafael mencium bibir Millie yang sudah siap untuk meniup, Millie tak terima dan memukuli Rafael


"Dasar gila... nyebelin" pekik Millie namun Rafael hanya cekikikan


"Manis... wangi strawberry" goda Rafael sambil tertawa


Millie semakin cemberut namun sesaat kemudian dia tersenyum sendiri, Millie mendapatkan ide untuk membalas Rafael


"Jangan cemberut gitu dong, masa suami mau cium aja gak boleh"


"Boleh kok... mau lagi?" Millie malah menawarkan diri membuat Rafael kembali menghentikan mobilnya

__ADS_1


Millie mendekat dan menangkup kedua sisi wajah Rafael, semakin lama jarak diantara mereka semakin terkikis


Millie menggigit kecil bibir Rafael untuk membalasnya namun malah dia yang kelimpungan karena Rafael tak melepaskannya meskipun bibirnya berdarah


Millie memukul dada Rafael karena dia hampir mati kehabisan nafas, Millie terengah saat Rafael melepaskannya


"Gimana rasanya?" tanya Rafael dengan penuh kemenangan


"Bau darah" Millie mengusap bibirnya


Di perjalanan Millie terus melirik bibir Rafael sepertinya dia merasa bersalah membuat luka bibir suaminya, ketika Rafael meliriknya Millie segera mengedarkan pandangannya kearah lain


"Sakit ya?" tanya Millie setelah waktu cukup lama dia diam


"Gak apa apa.. kan ada obatnya " jawab Rafael sambil menaik turunkan alisnya


"Ya udah nanti mampir apotek buat beli obat"


"Bukan obat itu.. obatnya ada di samping aku" ucap Rafael


"Halo.. halo.. barusan ngomong apa ya gak jelas? disini sinyalnya jelek" Millie berpura-pura menelpon dengan menggunakan jarinya


"Anak nakal" Rafael hanya tersenyum sambil mengacak pelan rambut Millie


Rafael membawa Millie ke sebuah salon untuk di rias sebelum pergi memenuhi undangan Anjani, berjam-jam dia menunggu istrinya selesai perawatan juga di make over


"Ehem..." suara seseorang membuat Rafael yang sedang membaca majalah menoleh


Millie bersama pemilik salon baru saja keluar, Rafael tidak berkedip melihat istri kecilnya yang tomboi di sulap bak wanita dewasa yang elegan dan anggun


"Sampe gak kedip gitu.. gimana cantik, kan?" Rafael hanya mengangguk dengan tatapan masih menatap Millie dengan mata berbinar


"Ehem.. mau sampe kapan di liatin gitu terus ? entar makeup nya keburu luntur " goda pemilik salon yang sudah menjadi langganan maminya


"Makasih Tan.. aku transfer pembayarannya " ucap Rafael


"Oke sip.. Tante tinggal dulu ya"


Setelah kepergian pemilik salon Rafael mendekati Millie dan merangkul pinggangnya, Millie sedikit bergeser namun Rafael kembali menariknya


"Kamu cantik banget, wangi, kulit kamu lembut" bisik Rafael seraya mencium pipi juga bahu Millie yang terbuka


"Jangan gini malu diliatin orang" bisik Millie tertahan saking geramnya dengan kelakuan suaminya yang tidak tahu tempat dan tidak tahu malu


"Gemes.. jadi pengen makan kamu" ucap Rafael lalu menggigit pelan bahu Millie


"Iisshh .. ayo pergi" Millie menarik Rafael keluar dari salon itu karena malu menjadi pusat perhatian orang orang


"Oke baby let's go " Rafael menghidupkan mobilnya namun masih menatap Millie dengan tatapan nakal


"Hadeuh.. pengen gue colok matanya" batin Millie seraya memutar Bola matanya jengah


Hai para readers...


othor mau ngingetin jangan lupa dukungannya ya..


seperti biasa jangan lupa like setelah membaca lalu berikan vote dan gift untuk karya othor

__ADS_1


Selamat membaca 🥰🥰🥰


__ADS_2