Youth Love

Youth Love
eps 202


__ADS_3

Rafael mencari Millie sampai mengelilingi rumah Max yang begitu besar, saat melewati kebun belakang dia melihat bibi sedang menyiram tanaman


"Bi... liat Millie gak?" tanya Rafael


"Tadi non Millie keluar jalan kaki, mungkin ke warung Deket sini" Rafael celingukan di gerbang mengira-ngira kemana arah Millie pergi


Tiba-tiba Millie datang dengan ojek online membuat Rafael berkacak pinggang, Millie hendak masuk namun Rafael menghalanginya


"Apa lagi?" tanya Millie dengan wajah datar


"Kamu dari mana? kenapa pergi gak bilang? aku nyariin kemana mana tau gak? "


"Aku beli keperluan di minimarket, minggir" Millie menerobos masuk melewati Rafael


"Beli apa?"


"Kepo banget sih" Rafael masih saja mengekori sang istri


"Aku harus tau dong kamu beli apa? pergi sama siapa? kamu ada dimana" Millie tiba-tiba menghentikan langkahnya membuat Rafael tak sengaja menabraknya


"Aku beli pembalut, sama jamu buat haid, aku pergi naek ojek, aku cuma pergi ke minimarket doang.. puas?" Millie berbalik bahkan menunjukkan barang belanjaannya pada Rafael


"Yang... tunggu" Rafael mempercepat langkahnya menyusul Millie yang sudah menaiki tangga


"Aku lupa.. hari itu kita ada undangan, aku mau ajak kamu pergi"


"Aku gak mau... kamu ajak Anjani aja" jawab Millie


"Tapi kamu istri aku yang"


"Gak ada yang tau juga, aku lagi males" Rafael mencegat Millie di depan pintu kamarnya


"Kalo aku nanti mabuk lagi, gak inget apa apa terus tau tau udah ada di kamar cewek lain gimana?"


"Terserah kamu... tapi kalo sampai itu terjadi lagi, kita selesai sampai disini " Rafael tersenyum meskipun Millie menabrak bahunya


"Berarti kamu masih cinta dong sama aku? buktinya gak mau kalo aku ngelakuin itu lagi"


"Aku cuma jijik.. seenggaknya kalo mau sama cewek lain pergi jauh jauh dari aku" ucap Millie


"Aku cuma mau kamu... ya sayang please.. mau ya temenin aku" Rafael memeluk istri kecilnya dari belakang


"Gak"


"Ini undangannya dari Anjani, dia ulang tahun dan semua rekan bisnisnya di undang.. kalo aku gak Dateng aku takut dia ngomong yang enggak enggak tentang aku sama rekan bisnis kita " Millie menatap wajah Rafael yang memohon dari pantulan cermin


"Ya udah iya... minggir, gerah" Millie melepaskan tangan Rafael dari tubuhnya


"Makasih say..ang" belum selesai Rafael bicara Millie masuk ke kamar mandi dan membanting pintunya


"Sayang buka.. kita mandinya barengan aja biar cepet"


"Ogah... mandi aja di laut sama hiu" jawab Millie


"Mati dong aku"

__ADS_1


"Gak apa apa.. biar aku bisa cari cowok lain" Rafael mendengus mendengar ucapan istrinya


"Awas aja" Rafael mencari kunci cadangan di dalam laci lalu membuka pintu kamar mandi tersebut


Millie tampak sedang berendam sambil menggosok tubuhnya dengan bersenandung, Rafael tiba-tiba menyentuh bahu Millie membuatnya terkejut


Millie yang terkejut spontan mengambil spray berisi cairan sabun dan menyemprotkannya tepat ke wajah Rafael


"Aduuhh... perih yang" Rafael mengucek matanya


"Sorry.. sorry.. aku pikir orang jahat, sini aku bantu bersihin" Rafael menarik tangan Rafael supaya dia mendekat dan lebih mempermudah Millie membersihkan wajah Rafael


"Masih perih gak?" tanya Millie saat Rafael masih mengucek matanya


"Kayaknya ada yang masuk deh, coba liat lebih Deket" Rafael masuk ke dalam bathtub tanpa Millie sadari


Millie membuka sedikit mata Rafael dan meniupnya, tanpa sadar tangan Rafael sudah membelit tubuh ramping Millie


"Iihh... lepasin gak? kamu cari kesempatan"


"Mata aku perih sayang, liat kamu begini udah kayak obat" ucap Rafael dengan tatapan nakal


"Dasar m*s*m.. "pekik Millie saat tangan Rafael bermain nakal


Rafael malah tertawa dan semakin menjadi ketika Millie marah marah


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Siapa disana?" Anjani melihat sekelebat bayangan dari balik jendela


"Apa perasaan aku aja ya? nanti suruh scurity aja yang cek" lanjutnya sambil membenarkan riasan wajahnya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Bergerak seperti biasa, cari bukti yang akurat dan beri dia pelajaran berharga" Max sedang menelpon seseorang


"Pelajaran berharga apa ? " tanya Allea yang tak sengaja mendengar percakapan Max


"Aah.. itu di kantor ada orang yang main kotor, dia menggelapkan uang perusahaan" jawab Max


"Terus kamu udah lapor polisi, kan?"


"Kamu tenang aja.. aku bisa ngurus semuanya dengan baik" jawab Max


"Aku gak mau ada kekerasan ya.. jangan sampai kamu turun tangan menghukum dia, biarlah pihak yang berwajib yang menentukan hukumannya "


"Iya sayang... istri aku ini perhatian banget sih" ucap Max seraya memeluk Allea


"Aku cuma gak mau kamu melakukan hal yang aneh aneh.. aku mau hidup kita dan anak anak tentram bahagia "


"Aku pastikan itu akan terwujud, kamu akan selalu bahagia melihat keluarga kita yang hidup bahagia pula" ucap Max tanpa melepaskan pelukannya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Millie dan Rafael baru saja sampai di tempat yang di maksud dalam undangan tersebut, ketika sampai di pintu masuk mereka di hadang dua orang penjaga

__ADS_1


"Selamat malam.. bisa saya lihat undangannya?" tanya penjaga


Rafael memberikan undangan tersebut kemudian penjaga mempersilahkan Rafael namun menahan Millie karena tidak punya undangan, Rafael dan penjaga itu bersitegang begitupun Millie yang menyalahkan Rafael Karena membawanya kesana


"Ada apa ini?" Anjani keluar dari pintu masuk


"Nona ini tidak mempunyai undangan tapi tuan ini memaksa untuk mengajaknya masuk" si penjaga menjelaskan


"Saya kenal dia.. biarkan dia masuk" ucapnya lalu kembali masuk


"Iiihh... pengen gue tarik aja bibirnya" batin Millie seraya mengepalkan tangannya


Anjani sengaja mengatur undangan itu agar mempersulit Millie dan membuatnya bersitegang dengan Rafael, dia ingin membuat emosi Millie meledak pada saatnya


"Selamat ulang tahun... ini hadiah kecil dari kami" ucap Rafael


"Terimakasih" Anjani bersikap seolah canggung dengan Rafael


"Hai bro... gue telepon gak di jawab, gue pikir Lo gak Dateng" ucap salah satu teman Rafael yang ada disana


"Sorry.. handphone gue..." belum selesai Rafael bicara Anjani Sudah menyergah


"Handphone anda tuan Rafael.. waktu itu tertinggal di rumah saya" ucap Anjani seraya mengulurkan handphone Rafael


"Ohh iya.. sayang ini Andi temen sekaligus rekan bisnis aku sama nona Anjani" Rafael memperkenalkan temannya pada Millie


"Millie"


"Andi" keduanya berjabat tangan


"Gak usah lama lama" Rafael memisahkan tangan keduanya


"Lo selalu pinter cari cewek, selain cantik bodynya.." bisik Andi pada Rafael


"Jangan liatin tunangan gue" ucap Rafael seraya mengusap wajah Andi


"Cemburuan Lo" ledek Andi


"Silahkan nikmati pestanya, tuan Rafael mungkin tunangan anda merasa tidak nyaman dengan kehadiran tamu yang lain anda bisa membawanya ke ruangan yang sudah saya siapkan" ucap Anjani


"Gimana sayang? " tanya Rafael


"Boleh... nanti kita keluar waktu acara puncaknya aja" jawab Millie


"Silahkan ikut saya" Millie dan Rafael mengikuti Anjani ke sebuah ruangan


Saat berjalan mengikuti Anjani mata Millie menangkap sosok seseorang yang dia kenal ada di sana, Millie mempertajam penglihatannya dan benar saja dia mengenali orang itu


"Itu pak Marko, ngapain dia disini?" batin Millie


"Sayang.. kamu liat apa?" tanya Rafael


"Enggak.. aku mau ambil makanan dulu disana, kamu masuk duluan aja" ucap Millie


"Jangan lama"

__ADS_1


"Iya.. kamu mau aku bawain sekalian?" tanya Millie


"Boleh" Millie pergi menuju arah meja yang di penuhi banyak hidangan untuk para tamu sementara Rafael masuk bersama Anjani


__ADS_2