Youth Love

Youth Love
eps 75


__ADS_3

...Othor up satu bab lagi......


...jangan lupa like komen vote dan bunganya ya 😍😍🥰😍😍😍...


"Anggia... " Millie berdampingan dengan motor Anggia dan Rendi


"Gawat Millie, lebih cepet" ucap Anggia


"Tunggu Anggia" Rafael mempercepat laju kendaraannya


"Bisa lebih cepat gak? " Tanya Millie


"Aku gak bisa bahayain kamu" Jawab Rafael


"Aku percaya sama kamu.. kita akan baik baik aja" Millie mengeratkan pelukannya ketika Rafael berhasil menyalip mereka


"Anggia turun" Millie dan Rafael berhasil menghadang motor mereka


Millie menghampiri Anggia dan menarik tangannya agar turun dari motor, dengan ketus Anggia menepis tangan Millie


"Kenapa lo gabung sama mereka? mereka berpengaruh buruk buat lo"


"Lo pikir lo cukup baik? lo bahkan bisa bebas setelah bunuh orang, lo sama bokap lo tuh sama.. " Anggia berbicara dengan nada tinggi


"Itu cuma fitnah, lo ikut gue pulang sekarang atau gue akan kasih tau nyokap bokap lo" ancam Millie


"Bilang aja, gue gak peduli.. gue benci lo Millie, gara-gara lo gue di masukin ke asrama"


"Pulang sekarang.. " Millie menarik tangan Anggia


"Gak... gue sekarang satu tujuan sama mereka, gue mau lo mati" Millie berbalik menatap Anggia tajam


Plak


"Sadar Anggia.. kita ini sodara, lo gak pantes bilang gitu" Millie menampar wajah Anggia


"Kenapa? gue benci sama lo sejak lama, lo terlalu beruntung punya keluarga yang percaya dan memberi lo kebebasan, lo selalu dapet apa pun yang lo mau, orang tua lo selalu manjain dan belain lo, lo selalu punya barang barang branded, lo punya banyak temen sementara orang tua gue malah ngirim gue jauh dari mereka.. mereka gak pernah sayang sama gue"


"Justru itu karena orang tua lo sayang sama lo, mereka gak mau lo tenggelam dalam dunia yang akan menghancurkan hidup lo, mereka pengen lo tumbuh dengan baik" jawab Millie


"Gue gak peduli... gue suka hidup gue yang sekarang, gue gak peduli kalo pun lo bilang sama orang tua gue, gue punya mereka" ucap Anggia

__ADS_1


"Mereka bukan orang orang baik"


"Lo jangan sok suci, lo pikir lo cukup baik? " Rendi turun dari motornya dan menarik tangan Anggia dari genggaman tangan Millie


"Gue peduli sama sodara gue, gue gak mau liat dia kenapa napa, kalian cuma akan mengotori hidup nya.. ayo ikut gue pulang" ucap Millie berusaha menarik tangan Anggia


Rendi hendak menampar Millie namun Rafael yang sedari tadi berdiri di belakang Millie menahan tangannya, Rafael menarik Millie ke belakang tubuhnya dan dia berdiri paling depan menghadapi mantan teman-temannya


"Jangan lo berani sentuh cewek gue" Rafael menekankan kata katanya


"Cih... lo pengkhianat bang"


"Kalian yang salah paham, Millie bukan orang yang bunuh Roshie" Rafael kembali menegaskan kata katanya


"Jangan banyak omong hajar" Sony segera menyuruh anak buahnya menyerang sebelum Rafael bicara terlalu jauh


Anggia mundur menjauhi perkelahian mereka melihat teman satu geng pacarnya berjatuhan satu persatu, Millie menatap sengit Sony tangannya lebih cepat dari pada lawan


Setelah berhasil menjatuhkan lawan lawannya Millie mengusap keringat di keningnya dengan nafas terengah, Rafael menoleh kearah Millie ketika sebuah botol kaca melayang tepat ke arahnya


Rafael menghalangi tubuh Millie dan mengangkat kakinya menendang botol tersebut hingga jatuh dan pecah, Anggia ketakutan melihat wajah Rafael yang di penuhi kemarahan


"Biarin aja" Millie menahan tangan Rafael ketika hendak menghampiri Anggia


"Lo gak mau nurut jangan salahin gue kalo video ini sampe ke tangan orang tua lo, ayo pergi" Millie menahan tangan Rafael


"Bang lo udah di pengaruhi cewek itu, dia licik " Rafael tidak menghiraukan perkataan anggota geng itu


"Jangan salahin kita kalo cewek itu mati, nyawa harus di balas nyawa" ucap Rendi


"Kejadian sebenarnya belum terungkap, cari CCTV di tempat kejadian itu baru gue akan percaya" ucap Rafael lalu naik ke motornya di ikuti Millie


"Sayang kamu gak apa apa? gimana nih.. orang tua aku pasti marah" Anggia menghampiri Rendi yang duduk memegangi rahangnya yang di pukul Millie


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Aduh.. kepala gue pusing banget" mata Irene mengerjap terkena sinar matahari, tubuhnya di tutupi selimut


Irene bangun mengedarkan pandangannya ternyata semalaman dia tidur di bangku taman bersama Aldi, Aldi mengambil sesuatu di bawah bangku taman


"Nih makan mumpung masih anget" Sebuah rantang dan botol air di berikan pada Irene

__ADS_1


"Ambil aja, gue tadi telepon bibi suruh anter kesini.. gak di racun kok" lanjut Aldi


"Lo semaleman tidur disini? selimut ini ? "


"Kalo gue gak tidur disini entar lo di apa apain orang mau bawa ke rumah gue takut di bilang kurang ajar, semalem bibi juga nganter selimut sama lotion anti nyamuk" Irene terkekeh mendengar ucapan Aldi


"Lo sweet juga, tapi sangat di sayangkan ada cewek yang gak suka sama cowok kaya lo" ucap Irene


"Ya makanya jangan bilang semua cowok brengsek, gue termasuk spesies langka" Aldi membanggakan diri


"Sini makanannya kebetulan gue laper" Irene dan Aldi akhirnya makan bersama sebelum Irene pulang


"Mbak.. boleh minta nomor gak? siapa tau nanti lo butuh temen gue bisa temenin" Irene mengernyitkan dahinya


"Boleh tapi jangan panggil mbak kesannya gue kayak tua banget panggil Irene aja... makasih buat semalem, sorry kalo ada omongan gue yang gak enak di denger" Irene kemudian memberikan nomornya pada Aldi


"Kasian banget, cewek cantik gitu ketemu sama cowok brengsek" gumam Aldi menatap kepergian Irene


Tanpa sadar Irene menceritakan hal yang membuatnya selalu bersedih dan menangis di taman itu, Aldi yang tidak terlalu mabuk mengingat setiap ucapan Irene


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Hari ini dia gak masuk? dia pasti malu" batin Ello melihat Kursi Irene kosong


"Kamu liatin apa? " tanya Arumi


"Gak ada" jawab Ello


"Kemaren Arumi ngomong apa? sejak kemaren aku gak liat dia lagi"


"Gak penting juga" Ello menjawab dengan singkat dan dingin


"Kamu bisa gak sih jangan dingin sikapnya, kita udah pacaran loh"


"Seengaknya gue udah penuhi tanggung jawab gue, jangan minta yang aneh aneh" ketus Ello


"Aku ngerasa sedih aja, kalo kamu terpaksa gak apa apa aku gak akan nuntut apapun lagi.. kamu bisa tinggalin aku" lirih Arumi


"Gak usah melow gitu deh, gue gak suka cewek cengeng" ucap Ello lalu pergi


"Sialan kenapa sekarang dia gak luluh? apa sebenarnya yang di omongin sama Irene kemaren? " batin Arumi

__ADS_1


Ello merasa tidak enak setelah mengatakan hal itu pada Irene tapi dia benar-benar muak dengan sikap Irene yang selalu mencari perhatian padanya selama ini, Ello tidak bermaksud untuk menyakiti perasaan Irene tapi Irene begitu terdengar mengada-ada dengan mengatakan dia berada di kamar itu sementara yang ada diluar kamar hotel adalah Arumi


__ADS_2