Youth Love

Youth Love
eps 175


__ADS_3

"Bibir gue keliatan gak ya? sialan emang si Rafael pengen gue tampol palanya" Millie menggerutu sambil berkaca dari ponselnya


"Hayoo.. kak Millie abis di apain? " tiba-tiba saja Michelle muncul di hadapan Millie


"Lo apaan banget dah.. kayak jin tau gak nongol sembarangan"


"Haaah... bibir kakak kenapa? abis filler ya? " goda Michelle


"Tau ahh.. sana lo minggir" Millie mendorong Michelle yang menghalangi jalannya


Saat hendak makan malam biasanya Allea selalu berisik memanggil anak anaknya namun kali ini ibu lima anak itu lebih banyak diam, Anak anak saling melempar kode saat meja makan begitu terasa sepi


"Waahh... pahanya tinggal satu nih" ucap Millie mencairkan suasana


"Ini punya aku kak" Exel menarik ujung paham ayam tersebut


"Kamu tiap ada ayam pasti ngambil paha, gantian dong" mereka saling tarik dan membuat kegaduhan


"Kalian makan aja ya mama gak enak badan, jangan berebut" Allea berdiri dari duduknya dan pergi


"Gak biasanya mama kayak gini" Anak anaknya sengaja membuat keributan agar sang ibu menggerutu


"Papa juga belum pulang, orang tuan kita kenapa sih? " ucap Millie


"Udah kalian makan dulu nanti aku yang anter makanannya ke kamar mama" ucap Ellia


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Kemana dia? " Tanya Max pada anak buahnya saat Papa Raisa tidak ada di tempatnya


"Maaf tuan kami di serang" anak buah Max tumbang setelah di serang sekelompok orang


"Di serang? kalian sebanyak ini kalah? yang bener aja" Max begitu marah saat sarangnya diacak acak oleh orang yang menyelamatkan Papa Raisa


Max baru saja mengetahui bahwa ternyata mama Raisa merekayasa gangguan jiwa nya, Dia bekerja sama dengan sang suami sebelum suaminya itu di bawa oleh Max karena awalnya dia berada di kantor polisi


Max membawa pasangan itu dan menaruhnya di tempat yang berbeda, jika Papa Raisa dalam penjara maka berbeda dengan mamanya


Mama Raisa berada di sebuah villa yang mewah dia belum tahu bahwa Max mengetahui semuanya dan merencanakan sesuatu untuknya


"Halo.. kamu tambah dosis nya, buat dia gila dengan waktu singkat" ucap Max


"Kalian terus cari sampai kita mendapatkannya" titah Max


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Aku mau pergi dari sini ma.. aku gak gila" Arumi menangis meraung ketika ibunya mengunjunginya

__ADS_1


"Itu kesalahan kamu sendiri, mama sudah pernah memperingatkan kamu tapi kamu gak pernah mau dengar"


"Mama udah gak sayang lagi sama aku, mama jahat" teriak Arumi di dalam sel


"Mama sayang sama kamu nak, mama melakukan ini karena mama sayang sama kamu, mama mau kamu sembuh"


"Mama jahat... aku akan membalas kalian semua, aaarrrggghhh" Ibu Arumi hanya bisa menghapus air matanya melihat sang anak


Dia merasa sangat bersalah karena keegoisan kedua keluarga nya membuat Arumi depresi, Dia selalu mencurahkan kasih sayangnya namun tidak mengerti apa yang di inginkan putrinya


"Kamu harus sembuh... apapun yang kamu mau akan mama turuti sayang, mama sayang sama kamu''


" Kembali sama papa, Aku mau kita seperti dulu lagi ma" Ibu Arumi tidak bisa berkata kata


Bagaimana bisa mereka kembali jika mereka sudah mempunyai keluarga baru, Tidak bisa menjawab apapun akhirnya Ibu Arumi memilih pergi dari pada terus di desak anaknya agar kembali pada ayahnya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Ma... pinjem pengering rambut ya" Millie masuk ke dalam kamar Allea


"Ambil aja di meja rias " jawab Allea dari kamar mandi


Millie mencari pengering rambut diatas meja namun tidak menemukannya, Millie membuka laci di bawah meja lalu mengambil pengering rambut tersebut


Ketika hendak menutup laci Millie melihat sebuah map yang bertuliskan pengadilan agama, Millie mengambil dan membaca isi map tersebut


"Kamu lagi apa? " Tanya Allea


"Itu gak bener kan ma? jawab aku ma"


"Kamu udah besar Millie, kamu hanya perlu menghargai keputusan mama, kamu pilih ikut mama atau papa itu terserah kamu" ucap Allea


"Ma... tapi kenapa harus pisah? apa salah papa? "


"Kamu gak perlu tau" lirih Allea, Allea tidak ingin sang suami di pandang buruk di mata anak anaknya


"Mama harus jelaskan semuanya? mama gak mungkin minta pisah kalo kesalahan papa gak fatal iya kan? "


"Jawab aku ma.. " Millie mendesak Allea


"Kamu bisa liat sendiri" Allea memutarkan video dan memberikannya ditangan Millie


"Gak mungkin " Millie menggelengkan kepalanya


"Jangan beritahu dulu sodara sodaramu, biar ini menjadi rahasia kita" tanpa mengatakan apapun Millie berlari keluar


Max baru saja pulang dan berpapasan dengan Millie, sapaan sang ayah tidak di jawab oleh Millie dia malah melewati Max sambil menabrak bahunya

__ADS_1


"Sayang.. " Millie tidak menoleh sedikitpun, Millie mengendarai motor nya dengan kencang hingga suara knalpotnya terdengar nyaring


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Terima kasih sudah menyelamatkanku, disana rasanya bagai di neraka" ucap papa Raisa


"Kita mempunyai dendam pada orang yang sama, Karena aku telah menyelamatkanmu jadilah kaki tanganku untuk membalas dendam" ucap seorang pria misterius


"Baiklah... kita mempunyai tujuan yang sama sekarang"


Seseorang yang mempunyai dendam terhadap Max menyelamatkan Papa Raisa agar dia mempunyai perantara untuk membalas dendam tanpa turun tangan sendiri, Tampaknya orang ini adalah orang yang sangat licik


"Jangan dulu keluar, balas dendam kita tunda dulu sampai dia lengah setelah itu kita akan membuat mereka hancur"


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Lo kenapa sih galau banget? berantem lagi sama calon Suami? " Jason menggoda Millie


"Diem lo.. gue lagi kesel"


"Cerita dong mil jangan diem mulu, gak seru kalo lo diem terus" ucap Rian


"Iya lo kayak lagi sariawan aja" sahut Roy


"Nyokap gue minta cerai sama bokap gue, menurut kalian gue harus ikut siapa? " Tanya Millie


"Cerai? bukannya mereka adem ayem aja? kayaknya bokap lo juga bucin banget"


"Itu dia Jes gue bingung juga, gue gak nyangka papa punya istri lain" lirih Millie


"What? " ketiganya berteriak


"Sialan kuping gue ampe berdengung" Millie memukul ketiga temannya sambil mengucek telinganya


"Gue gak salah denger nih? "


"Bokap lo yang bucin punya istri lain? "


"Ternyata sesempurna apapun seorang cewek tetep aja di khianati" ucap Rian


"Kalo nyokap lo jadi janda boleh lah gue daftar jadi bapak tiri lo" ucap Rian


"Sialan.. gue gak mau punya bokap tiri kayak lo, amit amit"


"Jadi selama ini lo naksir nyokapnya Millie? " ucap Jason


"Mana berani kalo masih sama bokapnya Millie tapi kalo janda bolehlah gue daftar" jawab Jason sambil menaik turunkan alisnya

__ADS_1


"Gak sudi" ucap Millie sambil mengusap wajah Rian


Roy dan Jason mengangkat tubuh Rian dan memasukkannya kedalam tong sampah, Millie akhirnya tertawa juga karena kelakuan teman-temannya yang absurd


__ADS_2