Youth Love

Youth Love
Eps 52


__ADS_3

Pintu kamar Millie terbuka ketika allea membuka pintunya dengan kunci cadangan, dia duduk di sebelah Millie mengusap pipinya yang masih memerah karena tamparan Max


"Kenapa kamu selalu membuat mama khawatir? kenapa selalu kamu yang di pukul sama papa? kenapa Millie gak pernah dengerin mama sama papa? " Allea mengoleskan salep pada luka Millie


"Millie selalu buat papa marah, Millie tau papa itu gak bisa nahan emosinya mama gak bisa belain Millie.. mama sakit liat Millie luka, mama sakit liat Millie dipukul papa" Allea terisak mengusap kepala Millie lalu mencium keningnya


Setelah mengobati luka Millie kini Allea pergi kembali menutup dan mengunci pintu kamar Millie, setelah kepergian ibunya Millie membuka matanya


"Papa emang emosian, gimana nasib Rafael setelah ini" gumam Millie, dia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada hidup Rafael


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Dita gak apa apa? " Millie berbisik menarik tangan Dita ketika baru saja datang ke sekolah


"Gak apa apa.. makasih ya Millie udah bantuin Dita" Jawabnya sambil memeluk Millie


"syukur deh kalo gak apa apa, nanti pulang di jemput? "


"Iya... kak Dirga jemput"


"Jangan pergi kemana mana sendirian lagi, oke? "


"Iya... Dita gak tau kalo kemaren Millie gak dateng mungkin Dita udah... "


"Ssttt... jangan di pikirin lagi, mereka pasti di urus sama polisi " Millie membawa Dita menuju kelas


"Muka Millie kenapa? gara gara nolongin Dita ya? " Dita melihat wajah Millie yang terdapat memar


"Gak apa apa, cuma luka kecil" jawab Millie menyingkirkan tangan Dita yang memegang lukanya


"Pasti sakit, tapi semalem kayaknya Millie gak luka" ucap Dita


"Mungkin gak keliatan" jawab Millie, jelas saja waktu menolong Dita luka itu tidak ada karena luka itu dia dapat saat mendatangi markas Rafael


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Siapa yang nyuruh kalian lakuin itu? gue gak pernah bilang kalian harus melakukan hal keji semacam itu" Rafael memarahi beberapa orang yang terlibat dengan pelecehan terhadap Dita


"Bang... kita inisiatif sendiri karena lo gak gerak sejak awal, lo malah asik pacaran sama musuh kita"


"Diem lo... gue selalu berusaha celakain dia tapi selalu gagal" bentak Rafael


"Itu cuma alasan lo doang bang, anak anak udah hampir lumpuhin dia tapi lo malah lindungin dia"


"Iya bener, contohnya semalem kalo bang Rafael gak bantu dia mungkin pagi ini adalah hari pemakamannya" ucap yang lain


"Lo gak sadar apa bang? udah tiga korban loh karena dia, Eloy bang dia kehilangan dua tangannya gara-gara cewek itu"


"Lo gak tau kan yang sebenarnya terjadi, Eloy bersikap kurang ajar dia mau melecehkan Millie jadi gak salah kalo dia melawan" ucap Rafael

__ADS_1


"Itu yang buat lo beda bang, lo memaklumi musuh kita ketika dengan alasan wajar.. dulu lo gak pernah peduli walaupun musuh itu kita gilir rame rame"


"Lo udah gak sejalan lagi sama kita bang, gara-gara dia lo berubah"


"Terus mau lo apa? mau kalian apa? " teriak Rafael


"Kita udah berunding sejak lama, kita mau lo serahin jabatan sebagai leader sama Sony " yang lain setuju dengan ucapan orang tersebut


"Kalo perlu lo keluar aja bang, kita rasa dengan adanya lo di geng kita cuma bikin geng berpecah belah"


"Oke... gue keluar, mulai hari ini gue gak ada hubungan sama kalian lagi" Rafael melepaskan jaketnya dan melemparkannya ke meja


"Gue juga keluar"


"Gue juga"


"Gue juga" tiga orang ikut melepaskan jaketnya lalu pergi bersama Rafael


"Kenapa kalian ikut keluar? " tanya Rafael setelah berada di luar markas


"Gue pikir selama ini kita udah banyak ngelakuin dosa dengan geng ini"


"Iya bang, apalagi sekarang geng makin kacau gue udah gak mau terlibat lagi"


"Kita udah pengen keluar sejak lama tapi sungkan sama bang Rafael"


"Kita udah pilih yang terbaik, sekarang saatnya kita hidup lebih baik dan merangkak pergi dari kubangan dosa" ucap Rafael


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Halo... kenapa pa? " Mami Rafael menjawab telepon dari sang suami


"Apa? tapi kenapa? " seketika mami Rafael menangis mendengar keadaan suaminya


Mami Rafael mendapat telepon bahwa suaminya terkena serangan jantung mendadak karena perusahaannya bangkrut seketika, dia bertanya tanya mustahil jika dalam sekejap mata perusahaannya yang semula baik baik saja kini mengalami kebangkrutan


Mami Rafael menelpon anak anaknya dan bergegas menuju rumah sakit


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Aku udah bilang, aku gak ngapa-ngapain" gerutu Millie setelah melakukan pemeriksaan di rumah sakit


"Maafin mama nak, mama gak bisa bela Millie" ucap Allea


"Ya udah lah.. udah terbukti juga"


Saat mereka hendak pulang Millie melihat mami Rafael menangis di tenangkan oleh Andin dan Rafael, Millie dan Allea menghampiri mereka


"Mami... "

__ADS_1


"Sayang kamu disini? " Millie langsung memeluk mami Rafael yang tampak bersedih


"Mami kenapa? " tanya Millie


"Suami mami masuk rumah sakit karena serangan jantung, perusahaan kami bangkrut dalam sekejap mata" lirih mami di sela isak tangisnya


"Mami yang sabar ya" Millie mengelus punggung Mami Rafael


"Semua baik baik aja, mami baru pulang setelah perjalanan bisnis tapi mami gak tau apa yang salah sampai bisa seperti ini" mami menangis tersedu


Millie terpikirkan sesuatu yang sangat mengganggunya, Millie pamit untuk pergi pada mami Rafael dan yang lainnya, Millie juga berpisah dengan Allea di rumah sakit berdalih akan membeli sesuatu


Disini Millie sekarang...


Di depan perusahaan papanya dengan kekesalan yang memuncak, Millie langsung naik ke ruangan papanya meskipun sudah di larang karena Max sedang ada meeting


Millie menunggu di ruangan Max sampai dia selesai meeting dan kembali ke ruangannya, Pintu terbuka Max melangkah dengan gagah memasuki ruangan kerjanya


"Pa... aku tau papa yang lakuin ini, please pa jangan jadi orang jahat" ucap Millie tanpa basa basi


"Mana hasil pemeriksaaan kamu" Max mengalihkan pembicaraan karena dia tahu kemana arah pembicaraan Millie


"Ini, sekarang papa kembaliin perusahaan papanya Rafael" Millie meletakkan selembar kertas di atas meja


"Bagus... maaf papa udah nuduh kamu"


"Papa jawab dulu, kembaliin perusahaan papa Rafael seperti semula, ini gak ada urusannya sama orang tuanya pa"


"Gak ada urusannya? lalu waktu dia dan teman-temannya pukulin kamu apa mereka mikirin urusannya nanti sama papa? enggak kan? keputusan papa gak bisa di ganggu gugat dan asal kamu tahu meskipun Rafael pintar tapi tidak akan satu perusahaan pun yang akan menerima dia"


"Papa keterlaluan.. papa jahat" pekik Millie


"Papa lakuin itu buat kamu, awas kalo kamu berani ketemu sama dia" ancam Max


"Papa kenapa sih? kenapa papa harus hancurin hidup orang lain? dendam gak akan menyelesaikan masalah pa"


"Kamu pulang, papa masih banyak kerjaan" ucap Max


"Pa... jangan gini ayolah pa, aku tau papa itu baik, pikirin lagi pa.. " Millie memohon memegangi tangan Max


"Kamu pulang jangan keluyuran, papa gak akan ubah keputusan papa" Max menarik tangan Millie keluar lalu menghempas nya dan mengunci pintunya


"Pa.. papa buka pa.. Millie benci papa.. papa... " Millie berteriak memukul dan menendang pintu ruangan Max


"Maaf Millie... papa cuma mau lindungin kamu, dengan begini dia gak akan melakukan apapun karena semua asetnya hilang, papa cuma gak mau sampe kamu di ganggu orang orang jahat" gumam Max


Jangan lupa like komen vote dan sajen, diem diem bae tuh jempol entar karatan 🤣


Othor up satu lagi ya..

__ADS_1


Jangan lupa like setelah membaca dan sajennya kencengin 😁😁


__ADS_2