Youth Love

Youth Love
eps 143


__ADS_3

"Millie itu kan pak Rafael... dia ngapain di sini? " Millie, Dita dan Niko berjalan keluar gedung sekolah menuju parkiran


"Duluan ya daahh.. " Millie berlari kecil menghampiri Rafael


"Pantesan gak galau lagi udah balikan" gumam Dita


"Pacaran putus nyambung kayak layangan" ucap Niko


"Niko gak gitu kan? "


"Ya enggak lah, ayo pulang" Niko merangkul Dita membawanya ke dalam mobil


"Nunggu lama ya? " Millie menghampiri Rafael


"Enggak kok.. ayo pulang" Rafael mengulurkan tangannya namun tiba tiba Anna datang dan menepis nya


"Kak.. udah berapa kali mami bilang jangan deketin dia lagi"


"Lo gak tau apapun, ayo pergi" Rafael menarik tangan Millie


"Kak.. kalo sampai mami tau pasti mam marah, kakak gak inget terakhir kali kakak terbaring di rumah sakit? "


"Lo bisa diem gak sih? mami yang nyuruh gue bawa Millie ke rumah" ucap Rafael lalu pergi bersama Millie


Millie tidak bicara sepanjang perjalanan dia ingin mengatakan sesuatu tapi takut Rafael tersinggung, Rafael dapat melihat Millie sedang memikirkan sesuatu dari raut wajahnya yang dia lihat dari spion


"Kamu mikirin apa? " Tanya Rafael


"Aku langsung pulang aja ya" Millie memeluk Rafael menempelkan hidungnya di bahu Rafael


"Kenapa? mami suruh bawa kamu ke rumah dulu"


"Aku belum siap, nanti aja ya" Rafael mengelus tangan Rafael yang melilit di perutnya


"Gimana dong padahal mami udah masak buat kamu? kamu masih marah sama mami? " Tanya Rafael


"Enggak... aku cuma belum siap aja"


"Mami gak akan nyakitin kamu kok.. Aku akan melindungi kamu" ucap Rafael


Mereka sampai di rumah Rafael namun saat akan masuk Millie mematung di pintu, Rafael menatap Millie mengangkat dagunya dengan jari telunjuknya


"Kamu masih takut? Bukankah ini si gadis pemberani? " Goda Rafael


"Iisshh.. menyebalkan" Millie menepis tangan Rafael


"Kalian sudah datang rupanya, ayo masuk" Rafael menarik tangan Millie masuk


"Mami udah masak banyak, kalian makan ya" Millie tersenyum kikuk.. semua kembali terasa canggung bagi Millie seperti pertama bertemu


Melihat Millie hanya melamun Rafael mencium pipinya membuat Millie terlonjak, Mami Rafael kembali dengan masakan yang baru saja dia ambil


"Kenapa gak di makan? "

__ADS_1


"Makan, mau ini atau ini? " Rafael menunjuk masakan yang ada dimeja


"Udah cukup nanti gak abis" Millie menghentikan tangan Rafael yang menambahkan makanan di piringnya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Panas banget hari ini" Irene menyandarkan tubuhnya di bawah pohon di depan kampus


"Jangan nyender nyender gerah" Irene menggedikkan bahunya saat Ello menyandarkan kepalanya


"Panas ya? " Irene mengangguk kemudian Ello mengipas-ngipasi Irene dengan buku


"Kalian lagi ngapain? " Arumi datang saat Ello sedang mengusap dan mencium perut Irene


"Lagi ngadem aja, lo dari mana? " Tanya Irene


"Ada perlu tadi sama anak anak, perut lo makin keliatan ya" Arumi menatap perut Irene


"Iya... hampir 4 bulan, mau ice cream dong" Irene menunjuk mobil icecream yang berhenti di depan kampus


"Biar gue beliin bentar" ucap Arumi, dia berpikir bisa mencampur obat itu ke dalam icecream


"Gak usah... gue mau lo yang beliin" Irene merengek pada Ello


"Mau rasa apa? " meskipun malas karena panas yang begitu terik tapi dia tetap harus pergi dari pada Irene marah


"Mix aja" Jawab Irene


"Kasih vitamin dulu" Ello mencium pipi dan perut Irene sebelum pergi


"Gue juga gak nyangka dia yang dingin bisa selembut dan sehumoris itu sekarang"


"Tapi dia cuma bersikap kayak gitu di depan lo doang, depan orang lain dia tetap Ello yang dingin dan ketus" ucap Arumi


"Arumi gue mau tanya sesuatu tapi lo jangan marah"


"Tanya apa? " ucap Arumi


"Itu.... "


"Ini ice creamnya" Irene tidak melanjutkan kata katanya dia takut Arumi akan malu karena ada Ello disana


"Makasih" Ucap Irene


"Kita pulang aja ya? " Ello mengajak pulang seraya menaik turunkan alisnya, Irene sudah tau apa yang di maksud suaminya


"Gak mau panas, udah tau kalo udah begini" jawab Irene


"Kan ada AC, ayolah" Ello mengambil tangan Irene dan menciumi tangannya


"Kan belum di bolehin, kalo kenapa napa gimana? "


"Udah kok, aku udah tanya dokternya" ucap Ello

__ADS_1


"Ihh.. gak punya malu ngapain nanya nanya begituan? " Irene menggerutu seraya mencubit tangan Ello


"Kalian ngomongin apa sih? " tanya Arumi


"Gak ada" jawab Irene


"Urusan rumah tangga, ayo pulang" Ello menarik tangan Irene meskipun istrinya itu menolak


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Anak papa kenapa? " Max menghampiri Millie yang melamun di pinggir kolam


"Gak apa apa.. aku cuma lagi ngerasa aneh aja kok tiba tiba mami baik sama aku"


"Baik gimana? " Tanya Max


"Jadi gini" Millie menceritakan semuanya pada sang ayah


Flashback on


Selesai makan Millie dan Rafael duduk di ruang tamu sambil mengerjakan beberapa pr milik Millie, Mami Rafael duduk di hadapan mereka membuat Millie langsung membereskan buku buku yang berserakan


"Millie masih marah sama mami? " tanya Mami Rafael


"Eng.. enggak" Millie segera menggelengkan kepalanya


"Mami mau minta maaf sama Millie, selama ini mami menyalahkan Millie padahal maksud papa Millie baik mau menyelamatkan perusahaan Alm papi Rafael"


"Lupain aja tante gak apa apa, semua orang pernah berbuat salah"


"Panggil mami aja gak apa apa, mami benar-benar minta maaf.. Mami sudah berbuat buruk sama kamu, kamu mau kan maafin mami? " Lirih mami Rafael wajahnya di penuhi rasa bersalah


"Aku udah maafin tan.. mami sebelum mami minta maaf, Aku juga mau minta maaf mewakili papa udah bikin mami sama kak Rafael susah" Mami Rafael beralih duduk di samping Millie dan mereka saling memeluk, Rafael memeluk keduanya dia sangat senang akhirnya mami nya bisa menerima Millie kembali


Flashback off


"Rafael gak cerita emang? " tanya Max


"Cerita apa? "


"Kemarin waktu dia datang kesini papa kasih berkas berkas perusahaan dia, papa kembaliin perusahaan papi Rafael" Wajah Millie berbinar mendengar hal itu


"Papa baik banget, aku gak nyangka papa kembalikan perusahaan papi Rafael" Millie memeluk Max dengan perasaan begitu bahagia


"Ini semua demi anak papa, kalo anak papa gak cinta mati sama anak bu Vivi udah papa jual perusahaan yang gak seberapa itu"


"Ihh.. papa siapa yang cinta mati" Millie mendorong papanya


"Eemmhh... Liat tuh pipinya merah,hidungnya kembang kempis, lagi salting nih ceritanya" Max mencolek hidung Millie


"Iihh.. tau aah.. papa iseng"


"Kamu segitu cintanya sama Rafael, masih bau kencur juga.. emang yakin dia serius"

__ADS_1


"Tau ahh.. aku gak mau dengar" Millie yang malu berlari ke dalam rumah


"Bilangin sama Rafael kalo berani bikin anak papa nangis, papa bikin dia jadi gembel" Ucap Max


__ADS_2