
"Gue punya foto aib kakak lo, kalo lo mau foto itu datang malam ini ke club xx sendirian " Ucap Sony ketika bertemu Millie di pinggir jalan
"Apa kak Ellia sebodoh itu? ****... lo ngerepotin gue" Gumam Millie setelah Sony pergi
Millie masuk ke dalam kelas dengan kondisi kelasnya yang selalu berisik, Millie duduk membuka bukunya seperti biasa dia mengerjakan PR di sekolah
"Millie.. Millie.. nonton drakor dong mumpung waktu masuk masih lama" Anggia duduk di kursi sebelah Millie
"Entar.. gue kerjain PR dulu, atau nih lo aja yang nonton" Millie memberikan handphonenya pada Anggia
Bukan hanya Anggia saja yang menonton ternyata teman satu kelasnya ikut menonton di depan, mereka sampai ada yang rebahan di lantai dan bertumpuk tumpuk
"Hihi.. baper banget"
"Please ini cowoknya ganteng banget woi"
"Aaaa... dia mau ngapain"
"Di cium dong guys" mereka ribut sendiri menonton serial drama Korea di handphone Millie
Karena penasaran Millie yang baru saja menyelesaikan prnya menyingkirkan teman teman yang lain dan duduk paling depan, Rafael masuk ke dalam kelas dan melihat anak anak muridnya berkumpul di depan
"Millie" Niko hendak memberitahu namun Rafael menaruh jari telunjuknya di bibir
Semua murid menoleh kecuali Millie yang sedang senyum senyum sendiri di depan, teman temannya yang lain kembali ke tempat duduknya masing masing hanya Millie yang ada di depan
"Gila.. maen nyosor nyosor aja" ucap Millie
"Pernah di sosor gitu? "
"Gak.. pacaran aja gak pernah, ketauan pacaran bisa di amuk babeh gue" jawab Millie tanpa menoleh
"Anak baik ternyata ya... itu tontonan 18+, apa usiamu sudah 18 tahun? "
"Belum.. baru 17 tahun" Millie kembali menjawab
"Bangun.. " Rafael mengambil handphone Millie dari atas
Saat Millie mendongak betapa terkejutnya dia wajah Rafael berada begitu dekat dengannya, Rafael memasukkan handphone Millie ke dalam sakunya
"Kembali ke kursi kamu"
"Hp saya pak" Millie menadahkan tangannya
"Ambil pulang sekolah ke ruangan saya" ucap Rafael seraya duduk
"Gara gara lo" Millie menatap tajam pada Anggia saat melewatinya
"Sorry.. " Anggia hanya nyengir, dia tidak menyangka guru akan masuk sebelum waktunya
Setelah selesai semua mata pelajaran Millie kini berjalan menuju ruangan Rafael, disana masih ada beberapa guru wanita yang sedang berbincang di meja Rafael
Tok.. tok.. tok..
"Cari siapa Millie? " tanya seorang guru wanita, mereka mengenal Millie yang selalu mendapatkan juara saat mengikuti setiap lomba
"Saya cari pak Rafael bu.. pak mana... " belum selesai Millie bicara Rafael sudah menyela
"Maaf ibu ibu.. seseorang sudah menjemput saya untuk pulang" Rafael membereskan semua barangnya, Millie tentu saja melongo menatap Rafael
"Tapi pak.. saya cuma.. "
"Ayo Millie.. kita makan dulu saya lapar" Rafael merangkul Millie dan membawanya pergi
Para guru wanita itu membelalakkan mata saat mengira Rafael dan Millie memiliki hubungan, Millie cemberut berada di dalam mobil Rafael pasalnya dia merangkul Millie sampai ke mobil membuat para murid menyorakinya
"Nih.. udah jangan cemberut saya traktir makan sepuasnya" ucap Rafael seraya memberikan handphone Millie
"Saya malu pak.. bapak maen peluk peluk aja di depan anak anak"
__ADS_1
"Malu kenapa? emangnya muka saya memalukan? " tanya Rafael
"Enggak pak.. saya malu nanti mereka ngira saya ada apa apa sama bapak"
"Ya gak apa apa dong, saya gak jelek, kamu juga gak pernah pacaran kan? lagi pula kalo gak ada orang kamu gak perlu panggil bapak karena saya bukan bapak kamu" Millie benar-benar kesal
"Bapak kan guru saya, lagian bapak udah tua"
"Tua? kamu pikir saya sudah tua? kita hanya beda 6 tahun Millie" Millie berpikir sejenak
"Beda jauh.. itu tandanya bapak udah tua"
"Turun" Rafael menghentikan mobilnya
"Kok gitu? kan belum nyampe rumah saya pak"
"Panggil aku kakak kalo cuma berdua" ucap Rafael
"Perkara panggilan doang, kalo udah tua emang gitu gampang ngambek" gumam Millie
"Dan berhenti bilang aku tua" Millie mengulum senyumnya ternyata Rafael mendengar ucapannya
"Kakak... bisa gak anterin aku sampe rumah? ayolah kakak yang baik, yang muda dan tampan" Millie membuat wajahnya seimut mungkin
"Menggemaskan" batin Rafael
"Jadi kalo di luar panggil aku apa? "
"Kakak" jawab Millie seraya memutar bola matanya jengah
"Bagus.. aku antar pulang sekarang, nanti malem aku jemput.. aku traktir makan malam aja"
"Gak bisa.. aku ada janji sama orang" jawab Millie
"Sama siapa? " tanya Rafael
"Gak usah kepo pak.. eh.. kak" Millie meralat ucapannya
"Jangan.. nanti papa marah, aku gak boleh pacaran sebelum lulus SMA"
"Emang siapa yang ngajak pacaran? " tanya Rafael membuat Millie malu
Millie pura pura tidur untuk menghindari pertanyaan Rafael, Rafael melajukan mobil sambil sesekali menoleh pada Millie yang benar-benar tertidur
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Awas aja si bajingan itu kalo berani macem-macem sama kak Ellia" Millie masuk ke sebuah club malam yang di katakan
Millie masuk kedalam sebenarnya dia tidak suka dengan bisingnya club malam tersebut, Sony melambaikan tangannya bersama sekumpulan teman temannya
"Gue udah disini.. sekarang mana fotonya hapus sekarang" ucap Millie sambil berdiri
" Duduk dulu lah Millie.. mau kemana sih buru buru banget? " Sony menarik tangan Millie namun di tepisnya
"Gue gak minum alkohol" ketus Millie
"Minum satu gelas, gue hapus langsung fotonya di hadapan lo" Sony memperlihatkan foto itu hanya sekilas pada Millie
"Apa bener itu foto kak Ellia? " tanya Millie
"Bener lah.. secara gue pacaran sama dia berapa tahun, gue udah puas nikmatin tubuhnya"
"Jaga bacot lo, kalo lo masih mau pake tuh mulut" Millie mencekik Sony
"Sabar sabar... sedikit aja lo bertingkah foto sama video Ellia akan gue kirim ke media sosial" Millie langsung menghempas kasar Sony ke belakang
Millie mengambil gelas tersebut dan menenggaknya sampai habis, Sony mengulur waktu agar obat yang dia masukkan ke dalam minuman bereaksi
"Hapus sekarang juga" Millie sudah menggelengkan kepalanya yang terasa berputar
__ADS_1
Teman trman Sony pindah duduk disamping Millie seraya merangkul Millie kiri dan kanan, dengan sisa kesadarannya Millie bangun meskipun sempoyongan
Mereka menarik Millie hendak melecehkannya namun Millie masih bisa melawan, Millie melawan mereka meskipun pandangannya sudah berputar putar
Millie menabrak seseorang ketika dia hendak berlari lalu penglihatannya buram dan tak sadarkan diri, Millie tersadar ketika merasakan dinginnya air yang di siramkan ke tubuhnya
Millie memegangi kepalanya yang terasa berat perlahan membuka matanya, seorang pria duduk di kloset menghadap Millie
"Dimana ini? " Millie berusaha berdiri
"Di rumahku"
"Pak tua.. ahh.. maksudnya kak Rafael " ucap Millie sambil terkekeh
"Masih bisa ketawa? beruntung aku gak langsung bawa kamu pulang"
"Aku kenapa? " tanya Millie
"Mana aku tau, aku nemuin kamu tergeletak pinggir jalan, mana bau alkohol lagi" Millie mengingat kejadian sebelum dia pingsan
"Si bajingan itu mau jebak gue, tapi siapa yang nolong gue? kenapa gue di tinggalin di pinggir jalan? " batin Millie
"Kenapa ngelamun? Mau pulang sekarang apa nanti? "
"Jam berapa sekarang? " tanya Millie
"Jam dua belas malem"
"Astaga... papa pasti ngamuk" Millie bergegas keluar dari kamar mandi dan mencari barang barangnya
"Kak anterin pulang ya please" Millie memohon pada Rafael
"Ehh.. udah bangun ya? mau kemana? " seorang wanita cantik masuk
"Mami" ucap Rafael ketika Millie menatapnya
"Tante.. maaf saya ngerepotin" ucap Millie
"Gak sama sekali, kamu mau kemana? "
"Pulang tante.. mama papa saya pasti marah" jawab Millie
"Kenapa gak nginep aja? jarang jarang loh Rafael bawa pacar ke rumah" Millie mematung sejenak lalu menatap Rafael
"Saya bukan... "
"Aahh.. udah lah kamu gak usah ngeles, kalian pacaran kan? mau makan sesuatu? ayo tante buatkan" Mami Rafael merangkul Millie dan membawanya keluar dari kamar
Rafael hanya mengikuti mereka dari belakang tanpa berkata apapun, Maminya begitu memanjakan Millie sepertinya dia senang dengan kedatangan Millie
"Makan.. kamu habis di kerjain temen kamu ya? jangan temenan sama orang kayak gitu ya bahaya"Mami Rafael mengupas buah untuk Millie, Millie hanya tersenyum kikuk, dia mengerti sepertinya Rafael mengarang cerita pada orang tuanya
" Mami.. anak orang mau pulang jangan di tahan nanti di kira nyulik anak orang lagi"
"Yaahh.. mami kesepian di rumah sendirian, lagian punya anak ngebosenin banget, jarang di rumah lagi" Mami Rafael mengerucutkan bibirnya
"Mami kan bentar lagi punya cucu, mami kebiasaan deh "
"Kakak kamu kan punya rumah sendiri tetep aja mama kesepian" Lirihnya
"Kan ada papa, mami main sama papa aja"
"Hiiisshh.. ya udah kalo mau pulang ganti baju dulu nanti papa kamu marah cium bau alkohol di baju kamu"
"Gak usah tan... " belum sempat Millie melanjutkan kata katanya mami Rafael sudah menariknya ke kamarnya
Millie di suruh ganti baju lalu di poles sedikit riasan oleh mami Rafael, mami Rafael memang suka mendandani anak perempuan karena dia hanya punya anak laki-laki saja
Millie keluar dari kamar mami Rafael dengan dress sangat cantik dan cocok untuknya, Rafael sampai tidak berkedip melihat nya
__ADS_1
"Nih.. mami pulangin, nanti kapan kapan bawa main kesini lagi ya.. cantik banget kayak barbie" ucap mami Rafael sambil mencubit hidung Millie