
Hari ini acara resepsi Ello dan Irene di adakan secara besar besaran, selain acara pernikahan resepsi itu juga untuk mengenalkan cucu pertama mereka pada rekan rekan bisnis
"Kayaknya Karen kepanasan deh" ucap Millie melihat Karen yang gelisah di kereta bayi
"Padahal ada ac, bawa ke tempat yang sepi aja kali aja dia ngantuk" ucap Rafael
"Mama aku bawa Karen dulu ya kayaknya dia ngantuk"
"Iya sayang, nanti tidurin di kamar aja" disana memang sudah menyiapkan kamar untuk istirahat bayi bayi itu
Millie dan Rafael membawa Karen ke kamar dan benar saja bayi itu terlihat lebih nyaman, Lama dia bermain dengan uncle dan aunty nya namun kemudian dia menangis kencang
"Eehh... kenapa nih?"
"Pengen ganti popok kali" jawab Rafael
Millie memeriksa popok bayi tersebut namun masih bersih, Sepertinya Karen lapar dan menginginkan asi
"Susunya dimana ya? kayaknya dia lapar"
"Aku cari dulu" Rafael membantu Milli mencari susu untuk Karen
"Ada gak? bisa agak cepet gak sih?" Millie sedikit menggerutu tidak sabaran
"Bentar yang, kasih punya kamu aja dulu" jawab Rafael dengan entengnya
"Apa? jangan macem macem" Millie melempar Rafael dengan bantal namun pria itu hanya tertawa
Beberapa saat kemudian susu di temukan kini Millie sedang memberikan susu sambil menggendong Karen, Rafael tiba tiba saja memeluknya dari belakang dan menopang dagunya di bahu Millie
"Aku juga mau punya bayi" ucap Rafael
"Adopsi aja gampang kan? lagian belum nikah udah mau bayi"
"Kita nikah aja ya, lagian kan kamu bentar lagi lulus sekolah" bujuk Rafael
"No.. no.. no.. aku mau kuliah dan kerja, aku mau menikmati asa muda aku''
"Udah nikah juga bisa yang, aku gak akan membatasi hidup kamu" ucap Rafael
"Gak... sekali enggak tetap enggak, aku masih muda aku gak mau mengurus orang lain di usia muda aku" bukan Millie namanya kalau mudah di bujuk
"Kalo aku cari cewek lain buat di nikahin gimana?"
"Ya udah cari aja, gak usah nunggu aku" ucap Millie
__ADS_1
"Sayang kok gitu? aku kirain kamu bakal larang gitu"
"Kamu udah gak sabar pengen nikah kan, ya udah cari cewek yang udah siap aja" Millie benar benar teguh pendirian
"Liat aja nanti" Batin Rafael, sepertinya dia merencanakan sesuatu
Setelah Karen tidur Millie dan Rafael kembali turun karena Karen sudah di jaga oleh bibi, Millie di tarik oleh Rafael untuk mengambil bunga yang akan di lemparkan Irene
Awalnya Millie berdiri di samping Rafael namun dia diam diam menyelinap keluar dari barisan, Rafael yang ngebet ingin menikah tampaknya salah memilih pacar
Kenyataanya Millie sama sekali tidak ingin menikah dalam waktu dekat, dia anak muda yang berjiwa bebas tidak ingin di halangi apapun
Saat bunga di lempar Rafael yang tingginya menjulang sedikit melompat dan berhasil mendapatkan bunga tersebut, Spontan Rafael merangkul Seseorang di sampingnya yang dia sangka itu adalah Millie
"Kok melar?" batin Rafael, saat merasakan seseorang yang di rangkulnya mungkin tiga kali lebih besar dari tubuh Millie
Saat melirik orang tersebut betapa terkejutnya Rafael, disampingnya mungkin wanita yang usianya lebih tua darinya dengan makeup yang tebal dan bertubuh gempal
Wanita tersebut mengedipkan mata nya pada Rafael membuat pemuda itu bergidik, Millie yang melihat itu cekikikan dari kejauhan
"Sayang kok kamu pergi? liat aku dapat bunganya, kita bentar lagi bisa nyusul merek" Rafael begitu sumringah menghampiri Millie
"Sini bunganya" Millie mengambil bunga tersebut lalu memberikannya pada Dirga dn Ellia
"Aku kecewa" Rafael mengerucutkan bibirnya
"Gawat..." Rafael segera bersembunyi di belakang tubuh Millie
"Hai.. tadi aku liat disini ada cowok tampan , dimana ya?"
"Oohh.. yang ini kak" millie sengaja menarik Rafael keluar
"Hai... boleh kenalan gak?" wanita tersebut mengulurkan tangannya
"Enggak.. itu.." Rafael hendak menjawab namun Millie menyergah
"Boleh banget, kenalin ini kakak aku namanya Jhony kebetulan dia ngebet pengen cari jodoh" ucap Millie
"Jhony... aku martha, Kalo gitu sama dong aku juga lagi nyari jodoh" ucapnya sambil malu malu
"Ya udah kalian ngobrol aja, aku mau liat keponakan aku dulu.. bye" Millie kabur dari sana menuju kamar dimana Karen tidur
Wanita itu dengan cepat memeluk lengan Rafael membuat Rafael beringsut menarik tangannya
"Maaf saya ada urusan lain" ucap Rafael lalu lari ke atas menuju kamar Karen
__ADS_1
Saat masuk rupanya sang kekasih masih tertawa sendiri mengingat kejadian yang menimpa Rafael, Rafael masuk lalu memutar tubuh Millie yang sedang membelakangi pintu lalu mendorongnya hingga terjerembap di atas ranjang
"Kamu mau ngapain?" tanya Millie dengan wajah panik
"Aku mau kasih kamu pelajaran" ucap Rafael yang kini sedang berada di atasnya
"Minggir.. kalo ada orang masuk gimana?" Millie berontak hingga terjadi perkelahian kecil diantara mereka
Rafael kembali berhasil mengukung Millie di bawah tubuhnya, tiba-tiba saja pintu terbuka saat Rafael sedang mencium bibir Millie
"Astaga..." mendengar suara wanita yang familiar di telinga keduanya Rafael langsung berdiri begitu pun Millie
"Mama/mami" ucap Rafael dan Millie bersamaan
Kedua orang tua mereka mematung di depan pintu mengira anaknya telah melakukan perbuatan yang aneh aneh, apalagi melihat gaun Millie sedikit tersingkap dengan Rafael yang menindihnya
"Ma... jangan salah paham" ucap Millie
"Jangan salah paham apanya? sudah seperti ini masih mau bilang salah paham?"
"Gak gitu ma.. jelasin dong" Millie yang kesal menyikut Rafael
"Tante sebenarnya..." Millie sudah merasa lega Rafael akan menjelaskannya, namun sesaat kemudian kata kata Rafael membuat Millie frustasi
"Sebenarnya kami memang melakukannya, maaf Tante tapi kami saling mencintai dan saya akan bertanggung jawab" ucap Rafael, semua orang yang ada di situ membulatkan matanya
"Bohong ma.. aku.. aku gak di apa apain"
"Untuk apa saya berbohong tante? kalau pun saya berbohong pasti saya akan menolak bertanggung jawab dan mengatakan tidak ada yang terjadi, saya sudah mengatakan pada Millie akan bertanggung jawab tapi dia tidak ingin menikah setelah melakukan itu" Millie memukul tangan Rafael lalu mendekati Allea
"Enggak ma dia bohong" Millie memegangi tangan Allea
"Memang lebih baik kamu menikah secepatnya, lagi pula kelulusan kamu tinggal beberapa Minggu lagi" Allea menarik tangannya lalu pergi
"Kalian benar benar" Mami Rafael juga pergi
"Kamu...." Millie marah dan memukuli Rafael yang hanya tertawa cekikikan
"Akhirnya kita nikah"
"Gak... aku gak akan biarin, papa pasti percaya sama aku" ucap Millie tidak terima
"Aku juga gak akan biarin pernikahan ini gagal, akhirnya sebentar lagi aku punya bayi" ucap Rafael dengan raut wajah mengejek
"Aaarrgghh... dasar gila" teriak Millie lalu pergi meninggalkan Rafael sendiri
__ADS_1
"Udah gue bilang kan, tunggu aja" gumam Rafael
Tanpa di duga hal ini akan terjadi entah kebetulan atau memang keberuntungan berpihak pada pria yang sedang ngebet pengen kawin ini