
"Halo... siapa nih? " Millie menjawab telepon dari nomor baru
"Ini kak Irene, susah banget dapet nomor kamu yang baru" ucap Irene
"Oh.. kenapa kak? " tanya Millie
"Kakak mau ketemu sama kamu bisa gak? pulang sekolah nanti kakak jemput"
"Oke bisa" jawab Millie
"Sampai ketemu nanti, bye"
Sepulang sekolah Irene benar benar sudah menunggu di depan sekolah Millie, Millie berlari kecil menuju mobil Irene karena gerimis saat itu
"Mau makan dimana? " tanya Irene
"Dimana aja terserah kakak" Irene dan Millie kini berada di sebuah restauran
"Emmhh.. Millie, kira kira apa hal di sukai Ello dan yang gak di sukai Ello? " tanya Irene
"Maksudnya tentang apa? "
"Tentang apapun, dan jangan berbohong" ucap Irene
"Kamu cantik, kenapa mengejar kakakku yang sudah jelas sulit di dekati? "
"Karena dia misterius, aku yakin dia akan menjadi pacar yang setia karena dia tidak pernah tebar pesona" ucap Irene
"Yakin? "
"Yakin.. makanya kakak tanya sama kamu" Millie berpikir sejenak
"Aku gak tau dia sukanya apa, kalo makanan dia suka apa aja tapi kalo soal tipe cewek aku gak tau.. selama ini dia gak pernah punya pacar"
"Serius? masa dia gak pernah pacaran? " tanya Irene
"Emmhh.. pernah sih tapi udah lama mungkin waktu SMA "
"Apa dia gak pernah bilang tipe ceweknya kayak gimana yang dia suka? "
"Gak tau.. aku emang paling deket sama dia tapi dia gak mau denger kalo aku bahas cewek yang suka sama dia" jawab Millie
"Bisa gak kalo kamu ajak kakak kamu sering ketemu sama aku? " Millie berpikir sebelum menjawab
"Aku usahakan tapi aku gak janji, aku cukup suka sama kakak tapi kak Ello belum tentu"
"Aku akan beri apa apa yang kamu mau kalo kamu mau bantu aku"
"Oke"
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Kamu betah gak tinggal di asrama? " Cindy menelpon Anggia
"Betah gak betah di bikin betah aja"
"Maafin mama sayang, mama melakukan ini untuk kebaikan kamu.. mama gak mau kalo kamu sampai salah pergaulan" ucap Cindy
__ADS_1
"Ya.. aku tau, udah dulu ya ma, disini jam 9 harus udah tidur" Anggia memutuskan sambungan teleponnya
Anggia bangun dari tempat tidur dan mengganti pakaiannya untuk pergi dari Asrama, dia turun lewat jendela yang cukup tinggi
"Kalo aja mama kayak tante Allea yang bebasin anaknya memilih pilihannya sendiri, aku gak perlu membangkang di belakang mama" Ucap Anggia setelah berhasil turun
Anggia juga memanjat pagar asrama dan pergi bersama Rendi yang sudah menunggunya di ujung jalan, begitu cara Anggia kabur setiap malam dan belum pernah ketahuan sekalipun
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Kamu belum tidur? "
"Belum.. kamu udah makan? "
"Udah.. kamu gak bisa tidur karena mikirin aku ya? "
"Gak usah kepedean deh, yang ada kamu kali"
"Aku? tentu setiap hari selalu mikirin kamu, aku kangen" Millie tersenyum mendengar suara Rafael dari balik telepon
"Aku gak percaya kata kata buaya" ucap Millie
"Kok aku di katain buaya sih? beneran tau, aku kangen sama kamu"
"Tapi aku enggak" ucap Millie
"Ya gak apa apa, aku cuma bilang yang sebenarnya kalo aku kangen, aku gak bilang kamu juga harus kangen sama aku meskipun aku mau dengar itu dari mulut kamu"
"Kalo aku gak mau gimana? "
"Aku akan datang kesitu sekarang, aku ada di depan" mendengar itu Millie menjadi panik dan segera membuka jendela untuk memastikan
"Kamu pasti lagi berdiri di balkon, kamu gampang di bohongin" Rafael terkekeh membuat bibir Millie mengerucut
"Bibir kamu pasti lagi cemberut, kamu juga lagi ketuk ketuk layarr HP kamu karena kesal di bohongin kan? " Millie benar benar bingung dari mana dia tahu apa yang di lakukan Millie
"Kok kamu tau? " Millie celingukan mencari keberadaan Rafael
"Aku bisa tebak apapun tentang kamu" ucap Rafael, padahal Rafael sedang bersembunyi memandangi Millie yang berada di atas balkon
"Kamu ada disini kan? aku mohon pergi dari sini" lirih Millie, dia khawatir terjadi sesuatu pada Rafael
"Bilang kangen dulu, aku pergi kalo kamu bilang kangen sama aku"
"Aku... aku.. kangen sama kamu" ucap Millie
"Apa? aku gak dengar"
"Aku kangen sama kamu, udah pergi sana"
"Kalo kangen harusnya ketemu kan? turun aku mau ketemu sama kamu" Rafael tidak ingin meninggalkan tempat persembunyiannya
"Rafael pergi please.. aku gak mau kenapa napa, pergi sekarang aku ketemu kamu besok, aku janji"
"Janji? kalo kamu gak dateng aku yang dateng kesini, aku gak peduli apapun yang terjadi"
"Aku janji.. "
__ADS_1
"Aku sayang sama kamu" Millie tersenyum ketika Rafael mengatakan menyayanginya
"Ya.. " jawab Millie
"Jangan cuma senyum.. jawab"
"Siapa yang senyum, jangan ngarang deh" gerutu Millie.
"Kenapa salting gitu? tinggal bilang aku juga sayang sama kamu, apa susahnya? "
"Karena aku gak sayang, jadi susah mau bilang sayang" ucap Millie, senyumnya tidak pernah pudar dari wajahnya
"Aku sayang sama kamu.. aku sayang sama kamu.. aku sayang sama kamu" senyum Millie semakin lebar membuat Rafael gemas melihatnya
"Aku mau ketemu kamu, aku mau peluk kamu, Aku kangen ciuman kamu" ucap Rafael sambil terkekeh
"Dasar mesum" Rafael keluar dari tempat persembunyiannya dan melambaikan tangannya
Millie membulatkan matanya melihat Rafael berada di hadapan rumahnya, Rafael memberikan flying kiss pada Millie dan Millie berpura-pura mengambilnya dan meletakkan tangannya yang mengepal di dadanya
"Jangan menghindar lagi, aku yakin sekarang.. aku akan meluruskan kesalahpahaman diantara kita" Millie hanya mengangguk sambil tersenyum
"Kamu lagi ngapain disitu" Millie tersentak saat suara sang ayah berada di belakangnya
"Papa.. ngagetin aja, aku lagi cari angin " Millie bisa bernafas lega setelah Rafael menghilang dari sana
"Cepet tidur besok sekolah, kamu kan susah di bangunin"
"Iya pa... papa tentang Rafael... " belum selesai Millie bicara Max sudah memotongnya
"Papa gak mau dengar apa apa lagi, sekali tidak tetap tidak.. papa gak mau kamu terluka lagi"
"Tapi pa... " dengan satu jari telunjuk Max mampu membuat Millie diam
"Nurut sama papa atau tidak ada kebebasan buat kamu" Millie hanya bisa menunduk lemah
"Sekarang tidur, jangan macam macam dan jangan bertemu dia di belakang papa" ucap Max lalu pergi
"Aku juga sayang sama kamu, tapi.. kamu pasti dalam masalah kalo kita bersama" gumam Millie
Millie menjatuhkan kasar tubuhnya di ranjang pikirannya menerawang jauh ke masa dimana dia dan Rafael masih bersama
"Kenapa harus seperti ini? kenapa keadaan jadi serumit ini? " gumam Millie
"Semoga mimpi indah" handphone Millie bergetar dan sebuah pesan masuk dari Rafael
"Kamu juga" Millie membalasnya
Millie membuka galeri dan melihat kembali foto fotonya bersama Rafael, Millie memeluk handphonenya dan tanpa sadar dia tertidur memeluk foto Rafael
Millie tidak tahu bahwa handphonenya tertelan saat tidur dan mengirim foto tersebut pada akun media sosialnya, lebih kebetulan keterangan foto itu hanya lambang hati merah
Komentar memenuhi foto tersebut dari teman teman sekolahnya, padahal yang punya handphone tidak tahu apapun dan malah sedang tidur pulas
"Dia upload foto ini? berani sekali" Rafael dengan senyum bahagia nya
Foto Rafael mencium pipi Millie dengan wajah terkejutnya dan mata membulat, sebenarnya Millie tidak menyangka Rafael akan menciumnya saat itu
__ADS_1
Rafael meminta foto selfie dengan Millie namun saat Millie bersiap memotret Rafael tiba-tiba mencium pipinya, besok akan menjadi berita heboh di sekolah