
"Gimana kak? mama udah ketemu?" Millie baru saja pulang
Semua anak anaknya sudah berkumpul di rumah tanpa Max, Ellia masih menangis di pelukan Irene
"Papa lagi liat proyek kayaknya gak ada sinyal gak bisa di hubungi" ucap Ello
"Terus kita harus gimana? " Millie sudah seperti setrikaan mondar mandir kesana kemari
"Udah lapor polisi? " tanya Rafael
"Udah... nomor plat kendaraan juga sempet Ellia lihat"
"Berapa nomornya? " Ellia enyebutkan nomor plat kendaraan tersebut
Rafael menelpon salah satu temannya yang bisa membajak setiap CCTV yang di lalui menuju rumah Max, Rafael dan orang tersebut sedang melihat sudut CCTV yang merekam mobil itu
"Disini plat itu gak keliatan, kayaknya mereka pake plat palsu dan di copot di tempat sepi dan gak terekam CCTV" teman Rafael menunjukkan di detik terakhir sebelum mobil itu menghilang
"Tunggu.. putar ke belakang" Ucap Millie, Millie memperhatikan dengan sesama rekaman video tersebut
"Stop.. ini mobil yang sama dengan mobil tadi"
"Bisa aja salah yang" ucap Rafael
"Enggak... list putih kecil ini kayaknya ada tulisannya, coba di liat plat mobil yang tadi dan perbesar gambarnya" mereka memperbesar gambarnya dan mengikuti kemana mobil itu pergi
"Cuma sampai sini, kayaknya ini ke kawasan pabrik deh" ucap teman Rafael
"Yang bener lo? "
"Beneran Raf.... ini ada tandanya di CCTV terakhir" jawabnya
"Sialan" gumam Millie
Millie berlari menuju ruang kerja Sang ayah dan diikuti Rafael juga Ello, Millie membuka menarik sebuah buku dan membuat rak buku bergeser terbuka
"Kamu mau ngapain? " Rafael menarik tangan Millie yang hendak melangkah masuk
"Mama akua dalam bahaya aku gak bisa diem aja" Millie menarik tangannya dan bergegas masuk
Di dalam ternyata tempat dimana Max menyimpan senjata senjata nya, Ello terkejut dia tidak tahu sama sekali Ayahnya memiliki senjata api
"Millie... lo mau ngapain? " Tanya Ello
"Gue mau cari mama, apa lo cuma mau diem aja? nyawa mama dalam bahaya" Gadis itu mengambil sebuah wadah senjata dan memasangnya di paha di balik rok sekolahnya
"Millie kalo lo ketauan polisi lo akan di tangkap" ucap Ello
"Gue gak peduli" Millie mengambil amunisinya juga lalu pergi keluar
"Sayang.. kamu tunggu di rumah biar aku sama Ello yang pergi" Rafael membujuk Millie
Mereka masih berdebat karena Millie kekeh membawa senjata Apinya, Millie akhirnya kesal karena orang tuanya dalam bahaya sementara mereka terus menahannya
Millie mengacungkan senjatanya dan menembak pot besar yang ada di belakang Ello, Semua orang berteriak kemudian hening tak ada yang berani bersuara
"Jangan halangi gue" ucap Millie lalu pergi
__ADS_1
"Adek lo" Rafael menggeleng melihat sifat keras Millie
"Sayang kamu tunggu di rumah sama Ellia nanti disini biar di jaga sama Dirga dan temen temennya" ucap Ello pada Irene
"Iya.. kamu hati hati, jaga Millie" Ello mengejar Millie yang sudah pergi lebih dulu
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Kamu sama siapa kesini malem malem? " Tanya mami pada Raisa
"Sendiri tan.. aku mau jenguk oma"
"Ohh.. oma ada di kamar, ini tante juga bawa makan malam buat oma" ucap mami Rafael
"Sini tan biar aku aja"
"Ya udah.. makasih ya kebetulan tante lagi masak satu lagi nanti kita makan malam sama sama, hati hati masih panas" ucap mami Rafael menyerahkan nampan pada Raisa
"Rafael kemana tan? "
"Rafael nganter pacarnya pulang tadi siang abis jagain oma" jawab Mami Rafael, raut wajah Raisa berubah setelah mendengar Millie siang tadi menjaga oma bersama Rafael
Raisa masuk ke kamar Oma membawa makanan yang di siapkan mami Rafael, baru saja masuk oma tampak ketakutan melihat kedatangan Raisa dengan senyum smirk nya
"Halo nenek tua, denger denger tadi di jaga sama calon cucu menantu ya? gimana rasanya di jagain sama anak kecil? " Oma Rafael ingin berontak namun tubuhnya begitu kaku
"Kasian.. mau kabur ya? " Raisa mencengkram kedua sisi rahang oma
Raisa memasukkan sup yang masih panas ke mulut Oma membuat air mata oma berlinang karena kepanasan, makanan keluar dari mulutnya mungkin sekarang lidahnya sudah melepuh karena bibirnya pun memerah
"Kayaknya kurang banyak deh" Raisa kembali menekan pipi Oma dan memasukkan beberapa sendok makanan panas ke mulutnya
Oma benar-benar menangis tak kuasa menahan panas mulutnya yaang dicekoki makanan panas, Raisa lupa menutup pintu hingga keberadaan mami Rafael tak di sadarinya
"Raisa apa yang kamu lakukan? " Raisa terlonjak dan langsung berdiri
"Kamu kenapa kasih makanan yang masih panas sama oma? " Raisa hanya diam saja
Raisa hendak kabur namun Mami Rafael menahannya dan terjadilah tarik menarik diantara mereka, Raisa mendorong mami Rafael hingga tersungkur lalu kabur
"Awww.. " mami Rafael hendak mengejar namun sepertinya kaki wanita itu terkilir
"Mama gak apa apa? maafin aku udah percaya sama dia, padahal sejak awal mungkin mama udah kasih tanda mama gak mau ketemu dia" ucap mami Rafael berlutut di hadapan Oma yang sedang menangis dengan air mata yang deras mengalir
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Lepasin... " Allea berada di dalam sebuah akuarium besar dimana air sedikit demi sedikit mengalir dan diatasnya terdapat kabel yang dialiri listrik
"Mana suami kamu? suruh dia datang kesini"
"Siapa kamu? saya gak kenal kamu" ucap Allea
"Suami kamu kenal siapa saya, asal kamu tahu gara gara suami kamu menolak kerjasama dengan perusahaan saya dan mengkritik habisan perusahaan saya di depan para pemimpin perusahaan lain membuat saya rugi dan tidak ada yang mau menjalin kerja sama"
"Kedua... Kalian sudah mempermalukan anak saya Raisa, pertunangan anak kalian membuat anak saya di permalukan oleh orang lain" ucap papa Raisa
"Saya gak tau apa apa, kenapa kamu melibatkan saya? "
__ADS_1
"Agar si Maxime itu merasakan bagaimana rasanya kehilangan orang yang sangat dia cintai" ucap Papa Raisa sambil tertawa
"Kamu pikir kamu akan hidup tenang setelah membalas dendam? silahkan bunuh saya tapi saya jamin setiap jam, setiap menit, setiap detik di hidup kamu tidak akan pernah tenang dan akan selalu di bayang bayangi rasa bersalah"
"Persetan.. kalian sudah banyak membuat saya marah" teriak Papa Raisa
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Kenapa kak? " Max baru bisa menghubungi Ellia
"Pa.. mama di culik orang, Millie lagi cari tapi dia bawa pistol pa"
"Pistol? pistol darimana? " Max cukup terkejut mendengar anak perempuannya memiliki pistol
"Gak tau.. tadi masuk ke ruang kerja papa"
"Astaga... sekarang mereka kemana? " tanya Max
"Gak tau.. coba papa hubungin Ello dia tadi sama Millie" Max menghubungi Ello beberapa kali namun tidak ada jawaban sama sekali
Max mengkhawatirkan istri juga anak anaknya terlebih Millie yang selalu gegabah dan tidak banyak berpikir, Max menelpon anak buahnya untuk datang dan melacak keberadaan anak anaknya
"Terakhir di dekat sebuah pabrik pembuatan korek api tuan"
"Kesana sekarang, bawa semakin banyak orang" ucap Max pada anak buahnya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Mama di bawa kemana? rasanya frustasi banget" Millie duduk di tanah menutup wajahnya dengan telapak tangannya
"Papa telepon banyak banget" Ello hendak menelpon kembali namun sialnya mereka tidak mendapatkan sinyal
"Sial.. gak ada sinyal" ucap Ello
"Tunggu... itu bukannya mobil yang tadi? " Rafael melihat mobil tadi keluar dari jalan sebelah kiri
"Ya... dari sana, ayo" Millie dengan antusias menarik tangan Rafael untuk berdiri
"Disini cuma ada satu pabrik.. apa mungkin mama disini? " dari kejauhan mereka mengamati pabrik tersebut
"Kalo dari gerak gerik orang di dalam kayaknya ada yang lagi mereka jaga" ucap Rafael
"Kalo gitu ayo kesana" Millie hendak pergi namun Ello menarik kerah bajunya
"Lo jangan gegabah.. di dalem pasti lebih banyak penjaga"
"Terus sampe kapan nunggu disini? " tanya Millie
"Liat gue" Ello melemparkan batu kearah drum yang ada di sebrang mereka lalu mengendap kesana
Penjaga pertama mendekat untuk mengecek lalu Ello membekap mulutnya dan memukul tengkuknya, kemudian penjaga selanjutnya merasa temannya tak kunjung kembali ikut memeriksa dan Ello juga melakukan hal yang sama hingga penjaga di luar habis
"Ayo" mereka mengendap dengan waspada masuk ke dalam mencari ke setiap ruangan
"Sial... " langkah mereka terhenti saat para penjaga berdiri di hadapan mereka
Akankah mereka bisa membebaskan Sang ibu dan selamat keluar dari sana atau akan ada yang harus korban agar mereka selamat?
__ADS_1