
"Mau kemana sih cepet banget jalannya" Rafael mengikuti langkah Millie
"Mau pulang" Ucap Millie tanpa berbalik
"Tunggu... " Rafael menarik tangan Millie hingga dia berbalik dan memeluk pinggangnya
Bagai magnet Millie tertarik menatap wajah Rafael dengan senyuman manisnya, Millie malah mematung menatap wajah mantan pacarnya itu
" Aku tau aku ganteng" Rafael berbisik membuat lamunan Millie buyar seketika
"Pede banget " Millie Millie mendorong dada Rafael dan menjauh
"Kamu pulang sama siapa? " tanya Rafael
"Gue naik taksi online aja"
"Aku anter aja, gimana? udah lama juga gak main ke rumah kamu" Millie menghentikan langkahnya seketika
"Gak usah.. lo jangan kerumah, papa tau kalo lo yang culik gue waktu itu"
"Jadi papa kamu tau? " Millie menganggukkan kepalanya
"Jangan ketemu papa atau lo bisa babak belur"
"Jadi khawatir nih ceritanya? seneng banget di khawatirin sama kamu"
"Tau ah.. nyebelin" Millie meninggalkan Rafael
"Aku mau ajak kamu ke suatu tempat" Rafael menarik tangan Millie sebelum dia mengatakan iya tau pun menolaknya
Rafael juga memakaikan helm di kepala Millie dan menyuruhnya naik namun Millie masih mematung
"Ayo.. aku gak akan macem-macem, lagi pula sebelum aku lakuin itu kamu udah tonjok aku duluan" Millie mengerucutkan bibirnya lalu naik di belakang Rafael
"Mau kemana? " Rafael tidak menjawab dia menjalankan motornya meninggalkan pemakaman
Rafael melihat Millie melamun dengan mata yang berkaca-kaca dari kaca spionnya, Rafael menarik tangan Millie agar melingkarkan tangannya di pinggang Rafael
Millie meletakkan kepalanya di punggung Rafael dan memeluknya erat, Rafael pun mengelus tangan Millie yang melingkar di pinggangnya
Millie masih memiliki perasaan pada Rafael bahkan mungkin sulit melupakannya namun jika kesalahpahaman itu akhirnya terungkap Millie tetap tidak bisa bersama Rafael
Dia tahu betul bagaimana sikap sang ayah pada orang-orang yang berani mengusik anggota keluarganya, hubungan mereka tidak akan mudah jika seandainya mereka kembali bersama
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Non Millie bersama pria itu tuan" seseorang menelpon Max dan memberitahukan keberadaan Millie
"Ikuti saja, jangan melakukan apapun"
"Baik tuan" Max mulai curiga jika Millie sering bertemu dengan Rafael dan mengutus seseorang untuk mengikuti Millie
__ADS_1
Benar saja putrinya itu masih diam diam bertemu dengan Rafael di belakangnya, Max menekan sebuah nomor dan memanggilnya
"Millie dimana? " tanya Max saat teleponnya tersambung
"Aku lagi di bengkel temen pa"
"Temen siapa? Jason? " Max hanya mengenal keempat teman dekat Millie
"Bukan pa.. temen yang lain dia baru buka bengkel kecil kecilan"
"Kamu ketemu Rafael? "
"Eng.. enggak pa.. sebentar lagi aku pulang kok, udah dulunya pa"
"Langsung pulang jangan kemana mana lagi"
"Iya pa" Max memutuskan sambungan teleponnya
"Kamu berani bohong.. liat nanti apa kamu berani ketemu lagi sama dia" gumam Max
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Lo bawa cewek, siapa? " tanya Sony pada salah satu anggota gengnya
"Pacar baru gue bang, cantik, mulus" jawabnya
Sony pun keluar melihat siapa wanita yang di bawa pria itu, wanita itu tersenyum dan mengulurkan tangannya di hadapan Sony
"Sony" Sony menjabat tangan Anggia
"Udah kenalan kan sama temen aku yang lain? mau lanjut jalan? "
"Boleh" jawab Anggia sambil tersenyum
"Gue jalan dulu ya bang"
Anggia diam diam pergi dari asrama dan pergi bersama pacarnya, tinggal di asrama tidak membuatnya berubah menjadi lebih baik
Anggia lebih senang karena jauh dari pantauan kedua orang tuanya, Motor pria itu berhenti di sebuah rumah besar yang sepi
"Ini rumah siapa? " tanya Anggia
"Rumah aku, orang tua aku lagi pergi.. ayo masuk" Anggia menggandeng tangan pria tersebut Anggia masuk ke rumah tersebut dan di bawa menuju kamar pacarnya
"Kamu tunggu disini aku ambil minum dulu" Anggia hanya mengangguk
Pacarnya Kembali membawa whiskey juga beberapa cemilan, Saat dia kembali Anggia sedang melihat koleksi film di laptopnya
"Kamu lagi apa? " pria itu duduk di samping Anggia
"Kamu koleksi film horor? Aku mau nonton ya"
__ADS_1
"Boleh sini.. kita nonton berdua" pria itu menuangkan whiskey di gelas dan memberikannya pada Anggia
Sudah beberapa gelas mereka minum dan tampaknya Anggia sedikit mabuk, pria itu mengganti filmnya dengan film dewasa
"Kenapa jadi ini? " tanya Anggia
"Liat aja" bisik pria itu seraya mencium telinga Anggia
Sejak menonton film itu Anggia menjadi gelisah dalam duduknya, pria itu melirik dengan senyum smirk
"Kamu mau ngapain? " Anggia menahan tangan pria itu yang mulai menyusup di balik bajunya
"Aku kedinginan, gak apa apa.. aku gak akan macem-macem" Anggia percaya saja
Lama semakin lama mereka melewati batasnya menyentuh area terlarang satu sama lain, nafas keduanya memburu
Pria itu mengangkat tubuh Anggia seperti koala sambil mencium bibirnya, pria itu menjatuhkan tubuh Anggia di atas ranjang dan kembali mencumbu nya
"Jangan... " Anggia menahan tangan pria itu yang mulai melepas satu persatu kain yang melekat pada tubuhnya
"Sebentar aja, aku janji gak akan ninggalin kamu.. ini sebagai pengikat biar kamu gak selingkuh di belakang aku, aku takut kehilangan kamu" ucapnya, dan lagi lagi Anggia percaya
"Kamu janji? kamu gak akan ninggalin aku? kalo aku hamil? "
"Aku tanggung jawab sayang, aku sayang sama kamu " pria itu berhasil membangun kepercayaan Anggia
Setelah menanggalkan semuanya pria itu menutup tubuh keduanya dengan Selimut, dia tidak menghiraukan jeritan Anggia yang kesakitan dia melakukannya dengan kasar
Hingga Anggia tak sadarkan diri setelah melakukannya berulang kali
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Kelihatannya ini berantakan, coba gue bantu susun ulang" Millie dan Rafael kembali merubah tempat tempat penyimpanan agar lebih rapih
Rafael tak pernah lepas memandang wajah cantik Millie apalagi ketika rambutnya dia gulung sembarangan di atas kepalanya, ternyata Millie adalah orang yang sangat mementingkan kerapihan hingga dalam bengkel di buat serapih mungkin
"Kalo gini keliatan lebih luas kan? "ucap Millie seraya mengusap keringat di dahi dengan punggung tangannya
Rafael mendekat dan menarik dagu Millie dengan satu tangannya, wajah mereka begitu dekat hingga nafas hangat keduanya menerpa kulit satu sama lain
Rafael mengusap wajah Millie yang kotor dengan sapu tangannya, mata keduanya bertemu dan saling menatap dalam penuh pertanyaan di hati keduanya
Millie mengangkat tangannya yang hitam karena barang-barang di bengkel lalu mengelap wajah Rafael hingga noda hitam itu menempel di wajahnya, Rafael mengusap wajahnya yang di sentuh Millie membuat gadis itu tertawa
Rafael membalas mencoret wajah Millie dengan noda hitam di tangannya, mereka saling mencoret dan saling mengejar untuk mendapatkan satu sama lain
Sejenak mereka melupakan masalah diantara keduanya, Rafael menarik pinggang Millie hingga menempel di tubuhnya, Rafael memeluk tubuh Millie melepaskan kerinduannya
Tangan Millie hanya tergantung dia ingin membalas pelukan Rafael namun sesuatu mengganjal di hatinya, dia membiarkan Rafael memeluknya sejenak tanpa membalas pelukannya
Jangan lupa like komen vote dan bunganya ya 😍🥰😍😍🥰🥰
__ADS_1