Youth Love

Youth Love
eps 74


__ADS_3

Millie tiba di depan bengkel Rafael ternyata disana Rafael sedang bersama seorang wanita seksi, dia pernah melihat wanita itu di rumah sakit saat Rafael di rawat


"Come on.. apa yang kamu harapkan dari anak kecil? " ucapnya


"Lo ngapain sih pake kesini? sama siapapun gue itu bukan urusan lo" ketus Rafael


"Liat aku.. kamu sebenarnya belum move on dari aku kan? Kamu selalu bilang aku selalu bikin kamu puas" Millie mematung melihat wanita itu meraba dada Rafael


Posisi Rafael yang duduk membelakangi jalan membuatnya tidak sadar jika Millie ada di belakangnya, tapi wanita itu sudah tahu dan dia sengaja menggoda Rafael


"Minggir... lo cuma masa lalu gue, dan apapun yang terjadi sama kita gue udah lupain semuanya" Rafael mendorong wanita tersebut


"Apa kamu juga akan melupakan gadis kecil itu kalo kamu udah dapet apa yang kamu mau? "


"Gue cinta tulus sama dia, gue gak akan melakukan hal yang bikin dia benci sama gue.. pergi lo dan jangan kembali lagi kesini" Rafael menyeret tangan wanita itu dan menghempasnya


"Millie... " gumam Rafael


Millie tersenyum berlari ke arah Rafael dan memeluknya, wanita itu menghentakkan kakinya merasa kesal melihat mereka berdua


"Katanya gak mau ketemu" ucap Rafael


"Aku gak bisa.. aku kangen" jawab Millie


Millie meraih rahang Rafael dan berjinjit mencium bibir Rafael di depan wanita itu, Awalnya Rafael mematung sampai akhirnya dia memeluk pinggang Millie dan membalas ciumannya


Wanita itu pergi dengan perasaan dongkol niatnya membuat Millie dan Rafael bertengkar gagal malah dia kepanasan sendiri, setelah mendengar langkah kaki menjauh Millie mendorong tubuh Rafael namun dia tidak bergerak sedikitpun pun


Rafael menekan tengkuk Millie untuk memperdalam ciumannya, Millie yang kesal pun akhirnya menginjak kaki Rafael..


"Arrrggghhh... sakit" Rafael mundur beberapa langkah


"Sukurin.. " ucap Millie seraya beranjak pergi


"Mau kemana? baru juga nyampe" Rafael menahan tangan Millie


"Mau pulang" Millie menepis tangan Rafael


"Kok pulang? baru juga nyampe " Rafael menarik Millie dan memeluknya


"Kan udah ada yang temenin.. siapa tau nanti dia balik lagi"


"Ohh.. cemburu rupanya, gemes banget sih"


"Seneng kan di pegang pegang? di apain lagi tadi? " Rafael terkekeh memutar tubuh Millie agar menghadapnya


"Tadi dia pegang ini, ini dan ini" Rafael menyentuh tangan Millie lalu mengusap bibir Millie dengan jempol dan menunjuk dada Millie


Millie memukul tangan Rafael lalu menyilangkan tangannya di dada, Rafael hanya terkekeh dia begitu gemas melihat Millie

__ADS_1


"Sini... aku kangen banget" Rafael menarik tangan Millie, Millie duduk di pangkuan Rafael dan memeluknya


"Kenapa kamu gak mau ketemu sama aku? "


"Aku denger kamu suka tidur sama mantan kamu, jadi bener ya? salah satunya cewek tadi? " tanya Millie


"Gimana ya ngomongnya? ya kalo kucing di kasih ikan mana bisa nolak, kamu tau sendiri kan tadi mereka yang sering goda aku"


"Itu yang aku takutkan" ucap Millie seraya bangkit dari pangkuan Rafael


"Aku gak akan macem-macem asal kamu jangan minta duluan" ucap Rafael sambil terkekeh


"Jangan berharap" ucap Millie


"Aku gak pernah merayu atau membujuk mereka, mereka yang menawarkan diri, booking hotel sendiri.. apa itu salah aku? apa wajah tampan aku ini bersalah? "


"Menyebalkan, kalo ini sampe ke telinga papa bisa habis kamu" Rafael hanya tertawa melihat wajah Millie


"Maafin aku yang dulu" Ucap Rafael sambil memeluk Millie


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Gue bodoh banget.. kenapa juga harus bilang sama dia? kesannya dia rendahin gue banget" Irene meneguk minuman beralkohol yang dia bawa


"Gak baik cewek minum minuman beralkohol" Aldi mengambil botol tersebut dari tangan Irene


"Lo apaan sih? ngapain disini udah malem pulang sana, nongol mulu kayak setan"


"Jangan panggil gue mbak.. sini balikin itu mahal" Irene berusaha mengambil botol tersebut dari tangan Aldi


"Lo lagi banyak masalah ya? dari pada minum sendiri gimana kalo gue temenin aja? "


"Ehh.. bocil minum susu aja sana, anak kecil pengen minum ginian" Irene berhasil mengambilnya lalu meminumnya


"Gue sukanya susu padat, sini gue minta" keduanya menghabiskan botol tersebut


Irene sudah setengah sadar dia menyandarkan kepalanya di kepala Aldi, Alfi hanya diam saja mengetuk botol kosong tersebut ke kursi taman


"Lo sebenarnya kenapa sih? kayaknya kacau banget" Irene mendongakkan kepalanya


"Cowok yang keliatannya baik ternyata gak sesuai dengan kelihatannya, Brengsek" ucap Irene


"Siapa yang brengsek? " Tanya Aldi


"Spesies lo, cowok emang semuanya brengsek"


"Gak semuanya brengsek cuma lo aja ketemu orang yang salah, masih banyak cowok baik baik" ucap Aldi


"Dimana? coba lo kasih tau gue dimana cowok baik berada? " tanya Irene

__ADS_1


"Di samping lo, gue cowok yang baik, humoris, menyenangkan dan bonusnya gue tampan" ucap Aldi


"Haha... lo terlalu percaya diri" Irene tertawa mendengar perkataan Aldi


Irene selaku di buat tertawa oleh Aldi hingga tanpa mereka sadari keduanya tertidur, Irene tidur bersandar di bahu Aldi, sementara Aldi menopang kepalanya dengan kepala Irene


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Maaf ya aku gak bisa ajak kamu makan di tempat mewah" ucap Rafael


"Gak apa apa.. aku suka kok makanan di sini"


"Uang aku ke pake buat belanja alat-alat bengkel, tapi lain kali aku akan bawa kamu ke tempat yang mewah" Rafael membelai kepala Millie


"Hmm.. nanti aku bilang papa deh biar kamu dapet kerjaan" ucap Millie


"Enggak usah.. lagian kan bengkel gak ada yang jagain" jawab Rafael


"Mami apa kabar? " tanya Millie


"Baik.. tapi mami lagi sedih karena papa udah beberapa hari gak pulang"


"Kemana emang? kamu udah cariin? " tanya Millie


"Aku sekarang curiga bisa jadi papa kamu bener, mau bilang sama mami tapi gak tega" ucap Rafael


"Aku bantu kalo kamu butuh bantuan" Rafael tersenyum melirik Millie


"Anak kecil bisa bantu apa sih? " Rafael menggoda Millie mencubit pelan hidungnya


"Bantu doa.. hehe"


"Gemes banget sih, kalo gak ada orang udah aku, eemm.. " Rafael mengangkat kedua tangannya Seolah hendak menerkam Millie


"Liat... itu werewolf dan... itu Anggia" Millie melihat Anggia bersama anggota werewolf di jalan ugal-ugalan dan meneriaki pengguna jalan lain


"Sayang mau kemana? " Rafael menahan tangan Millie


"Aku ngerti sekarang.. Anggia bagian dari mereka, aku harus mengingatkan dia" ucap Millie


"Mereka terlalu banyak, kamu gak ingat kejadian terakhir yang hampir membuat kita mati? "


"Kamu takut? biar aku sendiri aja kamu gak perlu ikut" Millie beranjak meninggalkan Rafael


"Oke.. oke.. aku kalah" Rafael memakai helmnya lalu menaiki motornya


"Gitu dong" Millie naik di jok belakang lalu memeluk Rafael


"Bentar" Rafael membuka helmnya

__ADS_1


"Cium dulu" Rafael memalingkan wajahnya agar pipinya bisa di cium Millie


"Sekarang lebih semangat, ayo pergi sayang" Rafael dan Millie akhirnya pergi mengejar geng werewolf


__ADS_2