Youth Love

Youth Love
eps 104


__ADS_3

"Assalamu'alaikum.. " ucap Millie


"Waalaikumsalam.. kebetulan banget kita baru mau makan siang, ayo masuk" Allea membawa Rafael dan Millie menuju meja makan


Millie dan Rafael menyapa orang orang yang ada di meja makan sebelum duduk, saat makan Millie hanya melamun sambil menyuap makanannya


Rafael mencolek-colek tangan Millie dari bawah meja, Millie menoleh seraya mengangkat kedua alisnya


"Kamu kenapa? " bisik Rafael


"Gak apa apa... gak laper" jawab Millie juga dengan bisikan


"Kayaknya nanti abis kak Ello bakal ada yang nikah lagi deh" celetuk Michelle


"Ya iyalah.. kan kak Ellia usianya juga sama kayak kak Ello" jawab Exel


"Bukan.. noh yang di ujung" Michelle menunjuk Millie dengan dagunya


Merasa di sebut oleh adiknya Millie pun menoleh dengan tatapan mengintimidasi, Michelle hanya cengir kuda dengan tatapan mengejek


"Bacot" ucap Millie namun tanpa suara dia hanya menggerakkan bibirnya


"Pa.. kak Millie ngomong kasar" ucap Michelle, mengadu pada Max


"Kapan? gak ada.. aku gak ngomong apa apa"


"Kalian ini kenapa sih? malu kan ada tamu masa gitu" Allea menengahi keduanya


Millie mengancam dengan tatapannya seraya mengacungkan pisau di dadanya, tanpa takut Michelle malah menjulurkan lidahnya


"Jadi seperti apa nanti pernikahan kak Ello sama kak Irene? " tanya Millie, Ello menatap Irene sebelum menjawab


"Yang sederhana aja, yang di undang cuma keluarga besar aja sama temen deket"


"Bikin acara gede gedean lah.. malu masa cuma keluarga doang" Millie tidak setuju jika pernikahan kakaknya di gelar sederhana


"Kamu ini yang nikah siapa yang ribet siapa" ucap Allea


"Kan pernikahan itu momen yang di idamkan setiap wanita ma.. harus berkesan dong"


"Mama dulu gak ada acara acaraan, yang pentingkan pernikahannya kedepannya, pesta cuma ritual" ucap Allea


"Nanti kalo aku nikah pokoknya acaranya harus meriah, megah, mewah dan cetar membahana kalo perlu 7hari 7 malem pestanya gak berhenti berhenti" celetuk Millie


"Berat nih" ucap Rafael


"Apanya yang berat? " tanya Millie


"Syaratnya berat" sontak saja jawaban Rafael di tertawakan


"Sok sokan 7hari 7malem.. lo pikir gak pake duit? " ucap Ello


"Sebaik baiknya wanita ialah yang paling murah maharnya, tidak memberatkan pria juga tidak merendahkan si wanita" spontan Exel bicara


"Baik Pak ustadz... maaf saya ralat perkataan saya" ucap Millie seraya mengatupkan tangannya di dada

__ADS_1


Tawa kembali terdengar riuh melihat kelakuan Millie dan anak anak Max yang lainnya, tawa mereka terhenti saat kedatangan seseorang


"Arumi" gumam Rafael


"Selamat siang semuanya" mereka memandang Arumi, dia benar-benar tidak punya malu setelah berbohong dia masih berani datang kesana


"Aku udah selesai" Max berdiri di ikuti Allea lalu anggota keluarga yang lain, hanya tersisa Ello, Irene dan Ellia di meja makan


"Sini.. udah makan? " tanya Irene


"Udah.. gue kesini mau minta tolong, boleh? " Irene menatap Ello sejenak


"Minta tolong apa? gue mau minta waktu Ello buat anter gue ke rumah sakit" lirihnya


"Gue gak ada waktu" Ello langsung menolak


"Ya udah gak apa apa.. gue cuma merasa gugup ketemu psikiater"


"Gue aja yang anter ya, gimana? " tanya Irene


"Lo serius mau nganter? " Irene menganggukkan kepalanya


"Yaudah gue anter, gue takut Irene kenapa napa" ucap Ello, ada kekesalan dihati Arumi saat Ello mengkhawatirkan Irene


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Lukanya bertambah, apa tidak ada orang di rumah yang bisa memperhatikan kamu? " tanya dokter pada Arumi


"Saya tinggal sendiri di rumah"


" Self harm... sejak dia pindah kesini dia sudah menjadi pasien saya, selfie harm ini merupakan tindakan menyakiti diri sendiri, umumnya menyayat tangan (cutting). Hal ini jika terus dibiarkan menjadi bahaya. Selain menyakiti fisik dan menimbulkan luka, self harm ternyata menjadi salah satu gejala dan pertanda dari sebuah gangguan jiwa untuk mengontrol emosi, dia memiliki masalah serius dalam keluarganya itu yang menyebabkan dia mengalihkan rasa sakitnya dengan melukai dirinya sendiri"


Irene tertegun ternyata permasalahan Arumi tidak bisa di anggap remeh, Irene dan Ello mengantar Arumi kembali ke rumahnya


"Lo tenangin pikiran dulu, kita ada buat kapanpun lo butuh kita" ucap Irene


"Makasih... maaf gue ngerepotin kalian"


"Kita pulang, Irene butuh banyak istirahat" Ello menarik tangan Irene


"Gue boleh gak kalo hadir di acara pernikahan lo? " tanya Arumi, Irene dan saling pandang lalu Irene mengangguk meminta persetujuan Ello


"Boleh dengan catatan lo jangan mengacau" ucap Ello


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Ada hubungan apa Arumi sama kalian? " Tanya Rafael


"Hari itu kakak kakak aku pergi ke bandung, Yang ikut itu kak Irene karena ada yang mau dia bicarakan tapi malam itu kak Irene sama kak Ello kayak orang yang gak sadar tapi yang ngaku di kamar itu sama kak Ello Arumi sementara paginya kak Irene kabur pagi pagi karena ketakutan menyangka kak Ello orang lain"


"Gak sadar gimana? " Tanya Rafael


"Mereka.. mereka begituan" Millie enggan membicarakan detailnya


"Begituan gimana? " goda Rafael pura-pura tidak mengerti

__ADS_1


"Iihh... pokoknya begituan, tau ah" Rafael tertawa melihat Millie malu sendiri


"Aku kan gak ngerti" ucapnya pura-pura polos


"Mustahil kalo gak ngerti, kamu kan pernah begituan" sinis Millie


"Kata siapa? "


"Ada yang bilang, kamu selalu begituan kalo pacaran" Rafael menggaruk tengkuknya tak gatal


"Kenapa diem? bener kan? " lanjut Millie


"Itu kan masa lalu, yang penting kan sama kamu aku gak berani ngapa-ngapain" jawab Rafael


"Pulang sana" Millie mengusir Rafael


"Kok aku di usir? sayang.. "


"Kita gak pacaran, jangan panggil sayang" ketus Millie


"Sayang sebagai adik atau teman kan bisa? atau kita pacaran lagi aja, gimana? " Rafael bergeser duduk mendekati Millie


"Sana jauh jauh.. dasar pk"


"Apaan pk? " tanya Rafael


"Penjahat k*l*m*n"


"Astaga... sayang kamu jahat banget sebut aku kek gitu" Millie bangun dari duduknya dan pergi meninggalkan Rafael di taman di samping rumahnya


"Sayang... mau kemana? " Rafael mengikuti Millie


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Lo lagi mikirin apa? " tanya Ello saat mereka di perjalanan pulang


"Apa yang terjadi sebenarnya sama Arumi? "


"Dia sempet bilang sama gue kalo kalo kakak baru meninggal, Orang yang dia percaya pergi mengejar cintanya, orang tuanya sibuk dengan keluarga barunya mungkin itu penyebabnya" Ello menceritakan apa yang dikatakan Arumi


"Kita jangan biarkan dia sendiri, kasian"


"Buat apa? dia punya keluarga kita cuma perlu kasih tau keluarganya" jawab Ello


"Ini sebagai rasa kemanusiaan aja, belum tentu keluarganya peduli.. dia gak sampai stres kalo keluarga peduli sama dia"


"Terserah deh.. tapi jangan sampai mengorbankan diri buat bantu dia"


"Maksudnya? " tanya Irene


"Jangan memaksakan diri untuk memenuhi keinginannya, kalo emang gak bisa bilang gak bisa jangan memaksakan"


"Oh... iya tau"


othor tambah satu bab ya.. jangan lupa like komen vote dan bunganya

__ADS_1


Dukung karya author dan dapatkan pulsa gratis dari author, pengumuman pemenang hari senin 12 desember 2022


__ADS_2