Youth Love

Youth Love
eps 157


__ADS_3

"Jangan liatin gitu" Millie berbicara setengah berbisik ketika Rafael memandangnya sambil tersenyum


"Aduhh... kenapa malah jadi bengong? cincinnya pasang" Mami Rafael berbisik ketika mereka tidak juga mengambil cincinnya


Mereka mengadakan acara pertunangan yang megah di sebuah gedung Milik keluarga Millie, Millie langsung mengambil cincin untuk Rafael dan memasangkannya di jari Rafael begitu saja


"Jangan buru buru dong, kan harus di foto dulu" ucap Fotografer, Millie hanya nyengir lalu melepaskan kembali cincin itu dan memasangnya perlahan


Acara pertunangan selesai dan para tamu sedang menikmati makanan yang tersedia juga beberapa orang berdansa, Millie di tarik oleh Rafael ke lantai Dansa karena terus menerus menolak ajakannya untuk berdansa


"Aku gak bisa" ucap Millie


"Ikutin aku aja pelan pelan" Rafael memberi aba-aba untuk setiap gerakan


"Boleh cium gak sih? " Ucap Rafael sambil terkekeh


"Jangan aneh aneh deh, nanti di liat orang.. ada yang foto jadi masalah lagi"


"Bibir kamu menggiurkan" bisik Rafael


"Oh... kalo gini, gimana? " Millie menggigit bibir bawahnya untuk menggoda Rafael, Tiba-tiba lampu menjadi redup tanpa menunggu Rafael pun memanfaatkan kesempatan


Lampu kembali menyala Rafael mengusap bibir Millie yang sedang cemberut


"Kamu sih pasti luntur" Millie menggerutu mengusap bibirnya


"Makanya pake lipstik yang mahal biar gak luntur" Cicit Rafael


"Gimana gak luntur kalo di gituin, untung gak di makan " gerutu Millie membuat Rafael Terkekeh


"Cepet selesaikan sekolah kamu, kuliah kamu, aku udah gak sabar nikahin kamu" Rafael memeluk pinggang Millie dan membelai wajah Millie


"Siapa juga yang mau nikah sama kamu"


"Hei.. kalo pun kamu gak mau aku akan gunakan 1001 macam cara biar bisa nikahin kamu" Millie mencebikkan bibirnya


"Jangan gitu, mau lagi? " mendengar ucapan Rafael Millie segera menutup bibirnya dengan Kedua tangannya membuat Rafael tertawa kecil


"Astaga... kamu gemesin banget sih, coba kalo kamu udah dewasa udah aku karungin kamu "


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Masuk ke gedung itu dan buat kekacauan Seolah itu adalah kecelakaan"


"Baik tuan"


"Jangan sedih lagi sayang.. semua rasa malu kita akan di bayar lunas " Raisa masih saja menangis karena pemberitaan di luar


Raisa di sebut sebut sebagai orang ketiga yang ingin menghancurkan hubungan Millie dan Rafael lewat Oma Rafael, padahal yang menjodohkan dan menjanjikan perjodohan itu adalah Oma Rafael


Papa Raisa ingin membalas dendam dengan mengacaukan acara pertunangan Millie, tanpa di sadari anak buahnya diam diam masuk menjadi pelayan disana


Dua orang itu memotong selang dari gas hingga membuat kebocoran gas, saat para koki hendak memasak dan menyalakan api tiba-tiba api menyambar dan terjadi ledakan


Keluarga dan para tamu yang datang terkejut mendengar suara ledakan dan Kepulan asap tebal mulai menyebar, orang orang panik berhamburan keluar gedung


Beruntung acara tersebut diadakan di lantai satu mereka tidak perlu naik turun tangga, Ello memeluk Irene agar tidak terdorong oleh orang orang begitu pun Rafael memeluk Millie


"Ini kenapa? " Millie bertanya-tanya

__ADS_1


"Sepertinya ada masalah di bagian dapur, kita harus keluar dulu" Jawab Rafael


Pemadam kebakaran sudah bertindak memadamkan api dan beberapa korban di bawa ke mobil ambulans, beruntung tidak ada yang meninggal hanya beberapa koki mengalami sejumlah luka bakar


Sebagai penanggung jawab Max dan Allea pergi ke rumah sakit dengan para korban, Acara itu kacau dan semua tamu pulang satu persatu


"Kalian gak apa apa? " tanya Ello pada semua orang yang masih tersisa


"Kaget banget.. ada apa sih sebenarnya? " Tanya Ellia


"Tadi aku denger katanya ada kebocoran gas" jawab Michelle


"Kita pulang aja, lagian orang orang juga udah pada pulang" Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang ke rumah Max


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Bagaimana semua ini bisa terjadi? "


"Dari CCTV kami melihat ada dua pelayan yang mencurigakan, ketika kami tanya kepada pelayan lain mereka tidak mengenali kedua orang tersebut"


"Dan dari hasil olahraga TKP selang gas ada yang menyabotase hingga terjadi kebakaran dan meledak" lanjutnya


Max menggeram mengepalkan tangannya mendengar hal itu, allea seperti biasa hanya akan mengusap lengan suaminya agar dia sedikit lebih tenang


"Sayang.. sudah biar mereka yang cari tahu, kita harus periksa anak anak takutnya ada yang luka" ucap Allea


"Ya.. kamu benar, aku sampai lupa sama anak anak"


"Ayo kita pulang dulu, urusan di rumah sakit sudah selesai"


"Kalau ada informasi lagi segera laporkan pada saya" ucap Max


"Baik tuan"


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Siapa yang menjadi korban? aku berharap Irene salah satu dari mereka" ucapnya lagi


"Non mau kemana? " tanya bibi ketika melihat Arumi sudah bersiap


"Mau pergi dulu bi" Arumi pergi dengan mobilnya menuju kediaman Max, dia ingin memastikan langsung keadaan mereka


Rafael yang sedang membantu Exel membetulkan sepeda di depan rumah Millie melihat Arumi memperhatikan rumah Max dari kejauhan


"Tunggu dulu bentar ya, nanti kakak benerin lagi" Max berjalan menghampiri Arumi


"Lo ngapain kesini? jangan cari gara gara lagi" ucap Rafael


"Enggak.. gue cuma khawatir sama keadaan kalian aja" jawab Arumi


"Kenapa lo gak masuk malah celingukan di sini kayak maling? " tanya Rafael


"Gue takut.. orang tuanya Ello gak suka sama gue"


"Masuk aja mereka gak ada kok, kalo lo punya itikad baik harusnya gak gini, datang aja baik baik kalo salah minta maaf" ucap Rafael


"Xel.. kak Rafael mana? " tanya Millie


"Ke depan" jawab Exel

__ADS_1


"Ngapain dia ke depan? " Millie menyusul Rafael untuk melihat apa yang di lakukannya


Rafael terlihat sedang berbincang dengan seseorang yang terhalang tubuhnya, Millie semakin mendekat tiba-tiba melihat Arumi memeluk Rafael dan keduanya tidak menyadari bahwa Millie berada di sana


"Kalo mau pulang kenapa gak bilang? " ucap Millie mengejutkan keduanya


"Sayang.. siapa yang mau pulang? " Rafael menghampiri Millie


"Tunggu bentar disini, aku ambilin baju kamu dulu" Millie bergegas kembali untuk mengambil setelan jas milik Rafael karena dia sudah melepasnya dan meminjam baju Ello


"Sayang tunggu.. aku gak mau pulang, kamu ngusir aku? " Rafael mengejar Millie dan menahan tangannya


"Gak sebaiknya kamu pulang aja? kamu pasti capek kan? aku juga capek, kamu kesini gak bawa mobil biar Arumi yang anterin kamu pulang"


"Kamu kenapa sih? aku gak mau pulang" Rafael kembali menarik tangan Millie yang hendak pergi


"Kamu yang kenapa? aku cuma mempermudah kamu buat pergi dari sini, bisa aja kan kamu gak enak mau pamit jadi aku yang nyuruh kamu pulang duluan" Millie menarik tangannya dan mengambil baju Rafael lalu memberikannya


"Millie tunggu.. Millie buka" Rafael mengetuk pintu rumah yang di kunci oleh Millie


"Millie sama Rafael kenapa? " tanya Ellia yang kebetulan sedang duduk di ruang tamu bersama Irene dan Ello


"Kurang ajar emang tuh orang, udah sukur gue gak tendang dia dari sini" gerutu Millie


"Millie kenapa? kok Rafaelnya gak di ajak masuk? " Tanya Ellia


"Udah biarin, jangan ada yang buka pintu" Millie begitu galak mengancam kakak kakaknya


Rafael bukan anak kecil dia bisa mencari jalan sendiri untuk mencari Millie, Rafael naik ke atas balkon di kamar Millie dan masuk ke kamarnya


"Sialan emang tuh orang, kalo dasarnya playboy ya playboy aja" Millie masih menggerutu


Millie tidur menelungkup menggunakan earphone di telinganya sambil terus marah marah sendiri, Rafael masih berdiri mendengar umpatan demi umpatan yang di lontarkan Millie


"Dasar buaya darat, enak banget peluk cewek lain.. jangan salahin gue kalo gue juga peluk cowok lain sesuka gue"


"Kamu boleh marah marah tapi jangan coba coba peluk cowok lain" Rafael mengambil Earphone dari telinga Millie sambil memeluknya dari atas


"Lepasin gak... udah pulang sana, ngapain masih disini? "


"Masih kangen lah.. jangan marah marah gitu dong kan belum dengerin penjelasan aku" ucap Rafael


"Gak perlu.. udah pergi sana, aku mau tidur"


"Aku juga mau tidur kalo gitu" Rafael merebahkan tubuhnya diatas Millie


"Berat.. minggir gak, jangan gini nanti papa datang bisa marah"


"Gak apa apa.. aku bilang aja udah pengen nikah, biar kita di nikahin" ucap Rafael


"Jangan gila... aku masih sekolah, cari yang mau di nikahin jangan pacaran sama anak kecil"


"Siapa yang anak kecil? kamu? kamu udah besar, liat aja semua anggota tubuh kamu udah membesar" jawab Rafael sambil terkekeh


"Dasar mesum... pergi gak" Millie berontak ingin di lepaskan


"Kamu bikin gemes tau gak? aku jadi pengen khilaf sama kamu"


"Gak mau... gak sudi.. sana pergi" Rafael senang sekali mengerjai Millie meskipun ada resiko yang harus dia tanggung sendiri

__ADS_1


Hayoo... apa tuh resikonya??🤣🤣


__ADS_2