
"Sayang.. tunggu, aku gak peluk dia" Rafael menahan tangan Millie di pintu rumah
"Terus kenapa kalian nempel nempel? "
"Aku gak tau dia keluar nangis tiba-tiba peluk aku, bukan salah aku dong" jawab Rafael
"Tetep salah kamu, kenapa kamu gak menghindar? "
"Ya aku salah.. maaf, sayang sumpah aku gak ngapa-ngapain " Millie berbalik menatap Rafael
"Beneran? "
"Beneran, aku cuma mau peluk kamu aja" Ucap Rafael seraya menarik pinggang Millie
Rafael menatap wajah Millie dalam dalam begitu pun Millie, wajah mereka semakin mengikis jarak bibir mereka hampir bertabrakan, namun......
"Ehem.... " suara bariton Max mengejutkan keduanya
Rafael melepaskan Millie lalu menjauh dan mereka berdua menunduk, Max mendekat ke arah keduanya dengan gulungan koran di tangannya
"Mau ngapain tadi? " tanya Max
"Gak ngapa-ngapain om" jawab Rafael
"Bohong kamu" Max memukulkan koran tersebut ke lengan Rafael
"Mau.. mau.. anu om" Rafael terbata
"Jawab yang tegas, cowok kok au.. au.. "
"Millie mau cium om" sontak saja Millie melotot seraya menginjak kaki Rafael, bersamaan dengan itu Max juga memukul pahanya
"Ampun bapak sama anak kasar banget" batin Rafael
"Kamu menggerutu dalam hati? " tanya Rafael
"Enggak om" jawab Rafael dengan segera
"Dia cenayang? " batin Rafael
"Saya bukan cenayang, saya udah faham aja sama orang kayak kamu" Rafael di buat cengo
"Kamu udah makan siang? " tanya Max
"Udah om"
"Langsung ke belakang, kerjaan kamu udah nunggu disana" ucap Max lalu pergi
"Kamu apaan sih kok nyalahin aku"
"Emang kamu juga mau kan? kalo aku bilang mau cium kamu bisa mati aku" jawab Rafael
"Cih... "
"Jangan cemberut dong, aku pergi dulu ya, ada tugas dari calon mertua" Rafael mencolek dagu Millie lalu pergi menuju halaman belakang
__ADS_1
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Makan" ucap Ello ketika hanya tinggal mereka berdua dimeja makan
"Gak mau.. gue mau pulang, entar sore orang tua gue balik dinas" ucap Irene
"Gue tau lo marah sama gue, gue emang bodoh percaya gitu aja sama Arumi, maafin gue" ucap Ello
"Gak masalah, lupain aja" Hanya itu yang di katakan Irene lalu mengambil tasnya dan pergi
"Mau kemana Irene? " tanya Allea yang berada di ruang keluarga bersama Aldi dan anak anaknya
"Aku mau pamit tante, makasih makan siangnya.. Aldi masih mau disini apa pulang? " tanya Irene
"Gue ikut pulang aja, tante saya duluan.. makasih makan siang sama udah obatin luka saya"
"Sama sama.. Irene biar dianter Ello aja" Allea tahu bahwa Irene menyimpan kebencian pada Ello
"Gak usah tan, kan ada Aldi.. aku permisi ya semuanya" ucap Irene seraya tersenyum
"Kamu jaga kesehatan, jangan coba aneh aneh lagi, tante sama om nanti datang ke rumah kamu buat bicara sama orang tua kamu"
"Iya tan" singkat Irene
Irene pergi bersama Aldi sementara Ello baru keluar dari dapur, Allea melihat wajahnya yang terlihat tidak bersemangat
"Kamu sebentar lagi menjadi seorang ayah, jangan menyerah lambat laun dia akan memaafkan kamu" ucap Allea sambil mengusap punggung anaknya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Dia menghubungi teman temannya Anggia untuk menanyakan keberadaan anak semata wayangnya itu, namun tidak ada satu orang pun yang tahu di mana keberadaannya
Cindy juga terus menghubungi Anggia namun tidak ada jawaban sama sekali, Di tengah kebingungannya Cindy pergi ke rumah Millie untuk meminta bantuan Max
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Wow.. " Rafael terpukau saat melihat tubuh calon mertuanya itu
Tubuhnya yang kekar di penuhi tatto membuat dia semakin gagah saja, Rafael di suruh mencangkul untuk menanam bunga kesukaan sang istri
"Cangkul yang benar, masa cowok lembek gitu? " Cibir Max melihat pekerjaan Rafael
"Ini udah pake tenaga om" Jawab Rafael
"Tenaga? yang begitu? nih liat" Max mengambil cangkul dari tangan Rafael
Rafael berdiri di samping Max melihat calon mertuanya itu mencangkul hingga otot otot di lengannya menonjol
"Yang sebelah situ om" Rafael menunjuk di samping Max
"Yang mana? yang ini? " Max mencangkul tanah yang di maksud Rafael
Sesaat kemudian Max tersadar dia menghentikan pekerjaannya menatap Rafael yang nyengir kuda, Max memberikan cangkul itu dengan kasar ke tangan Rafael
"Kurang ajar.. cangkul sampai beres" titahnya lalu pergi, Rafael terkekeh sambil mencangkul
__ADS_1
Rafael sesekali menengok kebelakang dimana Max sedang menanam bunga di pot sambil di suapi kue oleh Allea, Rafael mencebikkan bibirnya melihat pria yang bertubuh kekar itu ternyata sangat manja dan bucin pada istrinya
"Ayang gue mana nih? ngasih minum kek, gak tau apa pacarnya kerja rodi " gumam Max
"Cieee... menantu yang rajin" Goda Millie sambil berjalan membawa jus dan beberapa makanan
"Sayang ngapain di situ? sini nak di situ panas" ucap Max
"Iya.. sebentar pa" jawab Millie
"Hhiiss... papa mertua pengen gue botakin aja rambutnya pake cangkul" gumam Rafael
"Kamu ngomong apa? " tanya Millie ketika mendengar seperti Rafael mengatakan sesuatu
"Enggak... "
"Minum dulu, aku mau kesana ya" ucap Millie
"Mau kemana? tolong aku mau minum tangannya kotor" Millie membantu Rafael minum lalu mengusap bibirnya ketika jusnya sedikit tumpah
"Manis deh kayak yang bikin" goda Rafael
"Masa? yang bikin kan bibi" jawab Millie sambil terkekeh
"Yang semangat ya.. biar di sayang mertua" ucap Millie sambil pergi menghampiri orang tuanya
"Emmhh.. untung sayang" gumam Rafael
"Ma... mama... ada tante Cindy di depan nangis nangis" ucap Michelle
"Kenapa? " Allea berdiri dari duduknya
"Gak tau ma... denger denger kak Anggia ilang, itu lagi di tenangin sama kak Ellia
Max dan Allea pun pergi meninggalkan tempat itu di ikuti Millie, Rafael mematung sendiri karena tidak ada yang mengajaknya
" Ayo sayang, ngapain bengong di situ" Millie memeluk Tangan Rafael
"Jangan gini, aku keringetan entar bau" ucap Rafael
"Kamu wangi kok" ucap Millie seraya mencium ketiak Rafael
"Cantik cantik jorok"
"Gak apa apa.. emang kamu wangi kok" ucap Millie sambil mencebikkan bibirnya
Setelah mencuci tangan Millie dan Rafael menyusul ke ruangan dimana Cindy sedang menangis meminta bantuan untuk mencari Anggia, dia mengira anaknya itu di culik sementara Millie dan Rafael yang tau kebenarannya hanya menghela nafas kasar
Rafael dan Millie saling memandang sambil bermain mata seolah sedang bicara dengan bahasa tubuhnya
"Tante sebenarnya Anggia... " perkataan Millie tergantung ketika Allea menghentikannya
"Kita bantu cari jangan panik ya" ucap Allea
Allea tahu Anggia akan mengatakan kebenarannya tentang Anggia namun saat ini bukan waktu yang tepat sebelum Anggia di temukan, Allea juga pernah melihat Anggia bersama geng motor ugal-ugalan di jalan
__ADS_1
Maaf telat guys othor lagi eror nih otaknya lagi sulit inspirasi 🤣🤣