
"Apa liat liat? " ucap Ello pada Millie yang menatapnya dengan tatapan sebal
"Gak.. gue pengen pukul pala lo pake palu" ucap Millie
"Adek laknat.. beruntung lo gak gue bilangin papa"
"Bilangin apa? " Tanya Max yang kebetulan lewat
"Astaga... " Millie mencubit tangan Ello
"Gak pa.. gak apa apa" Jawab Ello
"Kalo ada apa apa bilang sama papa jangan pusing sendiri" Ucap Max
"Iya Pa" jawab keduanya bersamaan
"Lo sih" Millie menyikut Ello
"Heh gue sebagai kakak cuma khawatir lo salah pergaulan, gue tau gimana sifat Rafael.. gue cuma takut sesuatu yang tidak di inginkan terjadi"
"Kalo lo masih gak percaya gue mau kok di ajak periksa ke dokter, biar lo puas sekalian" Jawab Millie
"Lo beneran gak macem macem kan? " Tanya Ello
"Ya enggak lah.. gue masih waras " ucap Millie lalu pergi
"Ye... di khawatirin gitu balesannya"
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Oma gimana keadaannya? " Tanya Raisa pada mami Rafael
"Ya seperti yang terlihat, sejak kejadian itu mama gak bisa bangun bahkan gak bisa bicara" Jawab mami Rafael
"Maaf ya tan gara gara keteledoran aku oma jadi begini, kalo aja hari itu aku gak pergi" lirih Raisa dengan wajah sedih
"Bukan salah kamu, semua sudah terjadi "
"Mi.. ini sarapannya aku mau jemput Millie dulu" Rafael baru saja kembali setelah membeli sarapan untuk Maminya
"Ya udah hati hati, kamu jangan lupa sarapan nanti"
"Iya... aku berangkat ya mi" Rafael mencium tangan sang ibu sebelum berangkat
"Rafael tunggu" Raisa menghentikan langkah Rafael
"Boleh numpang gak? searah kok sebelum sekolah tunangan kamu"
"Gue bawa cewek gue, lo pergi sendiri aja nanti dia salah paham" ucap Rafael
"Gue nanti yang ngomong sama dia, please gue lupa gak bawa HP sama dompet karena Buru buru kesini denger Oma jatuh"
"Ya udah deh, nanti lo bilang kalo numpang sama gue" Ucap Rafael
__ADS_1
"Oke" Raisa dengan hati senang mengikuti langkah kaki Rafael
Sesampainya di rumah tunangan kecilnya Rafael turun menghampiri Millie yang sudah menunggu di depan teras, Millie berlari kecil lalu memeluk lengan Rafael bergelayut manja di sana
Rafael membuka pintu depan untuk Millie namun Raisa tidak mau turun, Millie menatap Rafael dengan tatapan mautnya membuat Rafael gelapan
"Sayang.. sayang.. dia cuma numpang abis jenguk Oma"
"Kenapa gak biarin main taksi? " tanya Millie dengan nada dingin
"Dia bilang gak bawa HP sama dompet... lo kok gak ngomong ? " Rafael kesal melihat Raisa hanya diam saja
"Kamu yang nawarin aku buat ikut, aku berubah pikiran buat bohong sama Millie" Mendengar ucapan Raisa wajah Millie benar-benar menunjukkan kemarahannya
"Sayang dia yang bohong, aku gak ajak dia" ucap Rafael
"Bodo amat siapa pun yang bohong gak peduli, berangkat udah siang nih" Millie langsung masuk ke pintu belakang
"Sayang kok di situ? " tanya Rafael
"Kan di pintu depan udah ada yang isi, cepetan berangkat atau aku naik motor aja? " bukannya naik di kursi pengemudi Rafael malah duduk di kursi belakang
"Loh.. ini siapa yang nyetir? " tanya Raisa
"Lo aja yang nyetir, bukannya kekeh pengen di kursi depan" ucap Rafael
Sesaat kemudian Raisa dengan wajah muramnya mengemudi sambil sesekali melihat kedua pasangan itu di kursi belakang, Rafael selalu mencuri curi kesempatan untuk mencium Millie meskipun gadis itu sudah marah marah
"Enggak.. aku mau kuliah dulu, kerja dulu, main main dulu"
"Itu bisa dilakukan setelah kita menikah" Millie menatap wajah Rafael
"Tapi aku gak bisa cari perhatian sama cowok lain" ucap Millie
"Apa? berani kamu ya? sini kamu " Rafael menggelitik Millie, keduanya tertawa, bercanda mesra sementara Raisa bagaikan obat nyamuk di kursi depan
Mobil yang di kendarai Raisa hampir menabrak pembatas jalan ketika dia melihat Rafael dan Millie dari kaca spion, pantas saja suara keduanya tidak terdengar lagi ternyata mereka sedang bertukar saliva sampai sampai Rafael mendudukkan Millie di atas pangkuannya
"Ini kenapa sih? " Gerutu Rafael dia terkejut karena Raisa menginjak rem mendadak hingga Millie hampir terjatuh, beruntung Rafael segera memeluknya
"Kalian yang kenapa? bisa gak menghargai orang yang ada di depan kalian? " Raisa terdengar sangat marah
"Siapa suruh ikut" Ucap Millie yang masih duduk di pangkuan Rafael sambil mengalungkan tangannya
"Anak kecil kelakuan udah begitu, dasar gampangan"
"Jangan ngomong sembarangan tentang cewek gue, keluar lo sekarang" bentak Rafael
Karena takut dengan kemarahan Rafael akhirnya Raisa memilih turun di tengah jalan, Millie dan Rafael meneruskan perjalanan tanpa obat nyamuk lagi
"Gila... dasar cewek murahan, gue yakin dia udah tidur sama Rafael" ucap Raisa
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
__ADS_1
"Ketemu? " tanya Max pada anak buahnya
"Sudah tuan" Anak buahnya memperlihatkan data data keluarga Raisa
"Buat hal yang sama seperti di pertunangan Millie kemarin"
"Kalau ada orang lain di rumah bagaimana tuan? " Tanya anak buahnya
"Pastikan semua orang sudah keluar, ini hanya sebagai peringatan awal, kalau mereka berani mengganggu lagi ratakan saja semuanya" ucap Max
"Baik tuan"
"Mau macem macem dia, anaknya gak laku apa? " gumam Max menggerutu sendiri
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Cantik banget sih" Ello memeluk Irene yang baru selesai memoles wajahnya dengan sedikit make-up
"Awas dulu " Irene melepaskan tangan Ello dari pinggangnya
"Sini biar aku aja" Ello mendudukkan Irene lalu mulai menyisir rambut Irene
"Aku mau di iket aja rambutnya"
"Oke" awal Ello menyisir rambut Irene ke atas kepalanya namun dia berhenti
"Kenapa? " tanya Irene
"jangan... nanti orang lain liat leher kamu"
"Tapi kan.... jangan" Irene mendengus kesal saat Ello mengecup lehernya memutar ke belakang dengan penuh bercak kemerahan
"Kalo gini kamu gak akan iket rambut, iya kan? "
"Gak gini juga.. kalo keliatan orang malu, pasti banyak" ucap Irene sambil berkaca melihat tanda merah di sekitar leher dan tengkuknya
"Enggak kok.. cuma satu.. dua.. tiga.. empat.. cuma empat" ucap Ello Seolah tanpa dosa
"Nyebelin tau gak? " Irene hendak menutupnya dengan foundation nya namun Ello menahannya
"Atau kalo malu kita gak usah pergi kuliah" Ello memeluk Irene sambil tangannya menjalar kemana mana
"Gak ah.. udah tau kalo kayak gini " Ello hanya terkekeh sambil melanjutkan aksinya
"Ayo berangkat" rengek Irene
"Enggak.. kita libur sehari doang, aku gak bisa menahan ini" Ello kembali mengecup tengkuk Irene
Irene sudah tahu akhirnya jika seperti ini dia tidak bisa pergi kemana mana, Irene hanya pasrah dengan apa yang di lakukan suaminya
Jangan lupa like komen, vote dan bunganya ya 🥰🥰🥰
Othor lagi galau lencana turun level turun, tahun baru bukannya dapet hadiah malah kerja keras othor jadi sia sia 😭😭
__ADS_1