
Maaf para readers disini sudah dua hari tidak ada jaringan, othor usahakan up kalo ada jaringan lagi
Pertandingan babak selanjutnya dimenangkan oleh para om om tampan, dengan bangganya Millie berlari ke lapangan memeluk sang ayah
"Nah.. nangislah kau sekarang" Ucap Max mengejek Rafael
"Sesuai perjanjian, jadi supir selama sebulan" ternyata di balik pertandingan itu Max bertaruh siapa yang kalah akan menjadi supir pribadi selama satu bulan
"Sayang... aku kalah" Rafael hendak memeluk Millie namun satu jari Max menahan kepala Rafael agar tidak mendekat
"Butuh pelukan? sini peluk" Max memeluk Rafael erat membuat semua orang tertawa
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Kenapa kamu melakukan ini? " Mami Rafael mengunjungi Hendra di penjara
"Aku punya alasan "
"Alasan apa? kamu ingin membahagiakan anak dan istri kamu dengan uang hasil mengambil hak orang lain? " Hendra hanya terdiam
"Kamu membuat saya menyalahkan keluarga Millie, kamu membuat saya membenci mereka"
"Bukan aku yang membuat kamu membenci mereka tapi kamu yang membenci mereka lebih dulu, aku hanya meneruskan sandiwaraku" tentu saja Hendra benar karena pada awalnya yang lebih dulu mengetahui bahwa perusahaan papi Rafael hancur karena ulah Max adalah mami Rafael sendiri
"Kamu yang menyimpulkan itu sendiri dan lebih percaya padaku, kamu yang bodoh.. Kamu akan menanggung sendiri akibat karena telah mengusik anak nya"
"Perusahaanku sudah hancur dan aku yakin itu adalah campur tangannya, sekarang kamu yang akan menderita di buatnya" lanjut Hendra
"Kamu salah... semua perusahaan kamu memang tuan Maxime yang menghancurkannya tapi itu demi mengembalikan perusahaan papi Rafael, sekarang perusahaan itu kembali berdiri" ucap mami Rafael
"Jangan terlalu terlena, kamu tidak tahu apa yang akan menimpamu nanti bisa saja itu hanya umpan yang di pasang Maxime untuk menjatuhkan hidup kamu" Mami Rafael memikirkan hal itu
Sampai di rumah mami Rafael tidak bisa melupakan kata kata Hendra, dia sudah memperlakukan Millie dengan buruk tapi dengan begitu mudahnya Max memberikan kembali perusahaannya membuatnya gelisah
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Millie dan Rafael pergi jalan jalan malam itu tiba-tiba dari belakang terdengar suara bising motor, ternyata werewolf berada di belakang mereka
Sontak saja Rafael mempercepat laju kendaraannya untuk menghindari mereka, semakin cepat motor Rafael makan semakin cepat pula motor mereka melaju
"Mereka mau ngapain lagi sih? kan udah jelas bukan aku yang bunuh Roshie"
"Enggak tau... pegangan" Millie semakin memeluk Rafael
tiba-tiba di hadapan mereka sudah di hadang anggota werewolf yang lain yang memotong jalan, Rafael berhenti dan turun dari motornya bersama Millie
"Kalian mau apa? Millie gak punya urusan lagi sama kalian" ucap Rafael
__ADS_1
"Kita bukan mau nyari ribut bang, kita mau minta maaf" Millie dan Rafael saling pandang
"Kita salah selama ini maafin kita"
"Kita berharap bang Rafael mau balik lagi jadi leader " ucap yang lain, Rafael menggelengkan kepalanya seraya menghampiri mereka
"Gue gak bisa balik lagi, hidup gue bukan di sana sekarang.. buat gue werewolf adalah kesalahan coba kalian pikir berapa banyak kesalahan yang kita buat? gue rasa sekarang gue udah pengen menjalani hidup gue dengan normal" ucap Rafael
"Kalo kalian mau tetep lanjutin silahkan tapi jangan ikuti jejak kita yang dulu, bikin werewolf berguna buat orang banyak kalo pun werewolf bubar gue harap kita masih berkumpul sebagai teman" lanjutnya
"Lo serius bang? "
"Gue serius, gue mau mulai hidup baru gue sebagai orang dewasa yang sesungguhnya, gue mau menata hidup gue bukan waktunya main main lagi"
"Tanpa leader werewolf gak bisa berdiri bang, kita bubarin aja gimana? " Semua anggotanya setuju, mereka melepas jaket dan atribut lalu membakarnya
"Gue mau makan sama Millie, kalo kalian mau ikut silahkan tapi gue gak bisa traktir" ucap Rafael sambil terkekeh merangkul Millie dan membawa ke motornya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Kamu tau sesuatu tentang Arumi gak? " tanya mama Irene
"Sesuatu apa ma? "
"Kamu gak lihat ada yang mencurigakan apa? " Irene mengernyitkan dahinya
"Mama ngomong apa sih? gak ngerti deh"
"Mama cerita apa sih sebenernya? to the poin aja gitu loh gak usah berbelit belit"
"Iihh... mama mau bikin penasaran dulu, kamu kayak papa gak asik" gerutu mama Irene
"Jadi mau cerita gak? " tanya Irene
"Iya... jadi obat itu mama cari tau ke apoteker ternyata obat penggugur kandungan, pantesan beda sama obat dari psikiater nya"
"Penggugur kandungan? emang dia hamil? " tanya Irene
"Gak tau... makanya mama nanya kali aja dia ada aneh aneh gitu"
Setelah membantu sang ibu memotong sayuran Irene masuk ke kamarnya, Ello menaruh laptopnya saat melihat kedatangan Irene
"Mau tidur siang? " Tanya Ello
"Heem.." Irene mengangguk sambil naik ke tempat tidur
"Kenapa sih? " Ello ikut berbaring memeluk Irene yang tampaknya sedang memikirkan sesuatu
__ADS_1
"Kata mama Arumi punya obat penggugur kandungan, apa mungkin dia juga hamil? "
"Masa sih? mama tau dari mana? " Tanya Ello
"Obatnya jatuh karena mama penasaran obatnya beda sama yang dari psikiater jadi di tanya sama apoteker"
"Ngapain sih mikirin orang lain? udah tidur katanya mau tidur" Ello semakin memeluk pinggang Irene
"Kasihan aja, kalo beneran hamil dia pasti berniat gugurin anaknya ya kan? "
"Gak usah ikut campur urusan orang, udah tidur" Irene menyembunyikan wajahnya di dada Ello
Rasa Kantuknya menjadi hilang bukannya tidur dia hanya melamun sambil mengusap usap dada Ello, Tiba-tiba Ello menangkap tangan Irene
"Jangan mancing mancing lo belum boleh di apa apain" Irene hanya nyengir kuda menarik tangannya kembali
"Cuma ngelus doang kok"
"Itu dia... ngelus-ngelus jadi nyambung kemana mana" Irene terkekeh malah dengan sengaja memasukkan tangannya ke dalam baju Ello
"Lo pikir lo doang yang bisa? gue juga bisa" Ello juga melakukan hal yang sama bahkan menyentuh setiap titik tubuh Irene
"Udah tidur jangan minta lebih" ucap Ello membuat wajah Irene bersemu merah
"Suka ya? " bisik Ello sambil memeluk Irene yang membelakanginya
"Iisshh.. tau ah.. sana pergi" Ello tertawa melihat Irene malu malu
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Masuk" pintu ruangan Max di ketuk seseorang
"Permisi tuan... ada yang ingin bertemu"
"Silahkan masuk" ucap Max masih berkutat dengan pekerjaan di hadapannya
"Selamat siang" mendengar suara seseorang Max mengangkat kepalanya
"Silahkan kan duduk ibu Vivi, mau minum apa? " tanya Max
"Tidak perlu.. Saya langsung ke intinya saja, Rafael memberitahu saya bahwa anda mengembalikan perusahaan alm suami saya"
"Ya benar.. ada masalah dengan itu?" tanya Max
"Apa yang anda rencanakan? saya tahu semua yang terjadi dengan perusahaan saya dan perusahaan baru Hendra yang hancur di bawah kendali anda dan sekarang anda kembali memberikan perusahaan itu secara cuma cuma, apa anda ingin membalas dendam untuk perlakuan buruk saya terhadap anak anda? "
"Cih... dengar bu vivi jika bukan karena anak saya mencintai anak anda mungkin saya tidak ada menyisakan sedikitpun kebahagiaan di hidup anda, berterima kasihlah pada anak Saya karena berhasil membujuk saya agar mengembalikan semua aset juga mendirikan kembali perusahaan alm suami anda " jawab Max
__ADS_1
"Awalnya saya mau berter perusahaan itu dengan perasaan anak anda terhadap Millie, namun karena cinta anak anda begitu besar untuk anak saya dia rela mengembalikan perusahaan itu dari pada meninggalkan Millie"
"Saya tidak akan mengusik ketenangan kalian selama anda tidak membuat ulah pada anak saya, anak anak saling mencintai biarlah mereka bersama" lanjut Max