
"Sayang bangun " Millie bermimpi Rafael tidur memeluknya
"Hmm" Millie hanya bergumam
"Yang bangun" Millie mengibaskan tangannya saat hembusan angin menyapu telinganya
"Ini apa sih Rafael ada di mana mana, gak di dunia nyata gak di mimpi nyebelin" Ucap Millie sambil mengucek matanya
"Ohh.. Jadi aku nyebelin" Millie terlonjak saat Rafael berada di sampingnya
Rafael berbaring di sebelah Millie lengkap dengan baju kerjanya, menopang kepalanya dengan satu tangan
"Mau tidur lagi? Sini aku peluk" Rafael menarik Millie ke dalam pelukannya
"Astaga.. Kalo orang tua aku masuk gimana? " Millie segera bangun dari tidurnya
"Kamu kesini lewat balkon? " Tanya Millie
"Enggak.. Orang mama mertua yang nyuruh bangunin"
"Keluar sana gak enak sama mama kalo kamu kelamaan disini" Millie beranjak dari tempat tidur namun Rafael kembali menariknya
"Mau yang enak gak? " Millie mengernyitkan dahinya saat Rafael memberi pertanyaan yang ambigu
"Apa sih.. Sana keluar, aku mau mandi"
"Mandi sekali lagi gak apa apa lah, ayo aku temenin " Rafael menarik tangan Millie ke kamar mandi namun Millie menepis nya
"Jangan bercanda deh.. Sana pergi"
" Aku mandiin aja ya... " Rafael senang sekali menggoda kekasih kecilnya itu
"Kamu mandi sendiri aja biar aku mandi di kamar tamu" Ucap Millie lalu berbalik pergi
Baru beberapa langkah tangan Millie di tarik oleh Rafael dan menggulingkannya di ranjang, Rafael memeluk erat Millie sambil memaksa bertukar saliva meskipun Millie menolak
"Hah.. Hah.. Hah.. Kamu gila, aku bisa mati kehabisan nafas " Millie terengah saat Rafael melepaskannya
"Mandi sana, jangan lama aku tunggu di meja makan" Ucap Rafael
"Tadi juga mau mandi, ada orang gak jelas jadi gak jadi mandi"
"Siapa orang gak jelas itu? " Tanya Rafael sambil mendekatkan wajahnya
''Tau ah.. Sana pergi" Millie mendorong wajah Rafael
"Sekali lagi" Rafael mencium Millie meskipun dia berontak
Rafael pergi dengan senyum puas di bibirnya sementara Millie menatap kesal sambil mengusap kasar bibirnya dengan punggung tangan
__ADS_1
"Dasar jorok orang belum mandi maen cium cium aja" Gerutu Millie
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Semua orang di rumah Raisa sedang sibuk dengan pekerjaannya masing masing, setelah suami dan anaknya pergi seperti biasa mama Raisa sedang memanjakan diri dengan maskeran
Tiba-tiba sekelompok pria bertubuh kekar dan berbaju serba hitam masuk secara paksa ke rumah mereka, semua orang yang ada di rumah di ringkus dan di bawa keluar
Salah satu orang memotong selang yang tersambung ke gas, setelah rumah kosong tiba-tiba terdengar bunyi yang keras berasal dari dapur
Rumah Raisa terbakar setengahnya membuat Mama Raisa menangis ketakutan, para pria itu pergi begitu saja setelah melakukan itu
"Jangan berani macam macam pada tuan kami lagi" Hanya itu yang di katakan pria yang bisa di pastikan adalah pemimpin mereka
"Siapa kalian? Aku akan melaporkan ini pada polisi, awas kaliaaaan" Teriak mama Raisa sambil menangis
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Selamat pagi oma" Raisa berdiri di samping ranjang oma Rafael
"Gimana kabar hari ini? Seneng gak cuma bisa tiduran gini? Anggap aja latihan mati" Oma Rafael ketakutan hingga menggelepar
Dia ingin berteriak namun suaranya tak kunjung keluar, tubuhnya tidak bisa di gerakan hanya bergerak gerak tak beraturan
Oma Rafael jatuh dari tempat tidur hingga kening dan hidungnya berdarah bukannya menolong Raisa hanya diam dan tertawa, mendengar suara langkah kaki mendekat Raisa mendekati pintu dan berpura-pura baru saja datang dan membantu oma
"Ya ampun mama kenapa? " Mami Rafael datang baru saja membeli sarapan
Oma di naikkan ke atas ranjang namun masih seperti ingin mengamuk, Mami Rafael pergi keluar untuk memanggil dokter
"Hei nenek tua... Rasakan itu, kamu sudah membuat aku di permalukan.. Rasanya mempermainkanmu adalah kesenangan baru untukku" Bisik Raisa
Oma Rafael ketakutan sampai menangis tak berhenti bergerak berusaha menjauhi Raisa, Raisa mencubit perut oma Rafael dengan kencang membuat tangisnya semakin berderai air mata
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Berbeda dengan keributan di kamar Millie sebaliknya di kamar Ello sedang terjadi acara manja-manjaan, entah ada angin apa tiba-tiba Irene begitu menempel padanya
"Apa? Kamu mau sesuatu? " tanya Ello sambil memainkan rambut Irene di jarinya
Irene menyandarkan tubuhnya di dada bidang Ello sambil menulis abstrak di sana, Ello hanya mengelus dan memainkan rambut Irene juga sesekali mencium kepala nya
"Arumi ajak aku jalan hari ini, boleh kan? "
"Enggak... Hari ini aku ada tugas ke luar kota, kamu diam di rumah atau ikut aku" Jawab Ello
"Kok gitu sih... Ayo lah, aku bosen"
"Kamu cuma boleh pergi sama aku, aku juga cuma sehari doang, geser aja waktunya" Irene memberangus kesal menjauhkan tubuhnya
__ADS_1
"Ya udah.. " Ucap nya beranjak dari tempat tidur
"Marah.. Hmm? " Ello menariknya dan kembali memeluknya
"Enggak.. Lepasin aku mau sarapan dulu"
"Kamu boleh pergi deh.. Tapi bawa Millie sama Ellia juga" Ucap Ello
"Kok bawa dua Duanya? "
"Millie bisa bela diri tapi teledor, kamu nanti bisa di jagain Ellia dia bisa di kasih amanah, anggap aja Millie bodyguard kamu" Jawab Ello
"Jangan gitu lah, aku malu sama mereka masa jalan aja harus ngerepotin mereka? "
"Biar aku yang suruh nanti mereka pasti mau, senyum dulu dong" Ucap Ello sambil mengangkat dagu Irene
Bukan hanya tersenyum Irene juga kembali memeluk suaminya..
Begitulah wanita.. kalau ada maunya pasti manja gak ketulungan kalo di larang manyunnya minta ampun
Ada yang sama? 🤣🤣
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Mama.. ini kenapa? " Raisa baru saja pulang dan melihat setengah rumahnya terbakar
"Mama gak tau.. Tiba-tiba ada orang orang datang seret kita keluar terus bakar rumah kita" Mama Raisa masih menangis ketakutan
"Kalian gak apa apa kan? " papa Raisa terburu-buru pulang setelah mendapat telepon dari sang istri
"beruntung kita gak apa apa pa, rumah kita setengahnya ke bakat" jawab Raisa
"Siapa yang melakukan ini? " tanyanya dengan marah
"Gak tau pa.. tapi mama denger kata kata mereka sebelum pergi"
"Apa? " tanya papa Raisa
"Jangan macam macam dengan tuan kami, hanya itu saja"
"Siapa orang orang itu? siapa yang sudah aku singgung? " gumam papa Raisa
"Mereka tinggi besar dengan pakaian serba hitam seperti seragam" Papa Raisa berpikir sejenak mengingat-ngingat siapa yang berurusan dengannya akhir akhir ini
"Maxime... dia sudah tau rupanya"
Papa Raisa pergi entah kemana setelah mengingat nama Max, sepertinya akan ada balas dendam kedua setelah ini
Hai kalian yang punya ide bisa kasih tau othor di grup yang tersedia, ide cerita yang bagus akan othor tuangkan dalam novel...
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote dan bunganya ya ...