
"Lo balik sendiri? " Tanya Millie pada Abra
"Iya.. gue mau pergi soalnya"
"Pergi ke mana? " Tanya Millie serius menatap Abra
"Ke tempat yang jauuuuh banget biar lo gak bisa nyari gue" ucap Abra sambil terkekeh
"Sialan.. orang lo yang tiap hari nyariin gue"
"Abis gak ketemu lo sehari kangen banget" Millie malah mendorong bahu Abra
"Basi lo" ucap Millie sambil terkekeh
"Jangan nangis kalo gue gak ada" ucap Abra ketika mengantar Millie ke mobil Ello
"Gue duluan ya, daahh" Millie melambaikan tangannya
"Gue duluan, makasih udah jagain Millie" ucap Ello
"Iya.. hati hati kak" ucap Abra
Abra dan Millie saling menatap sampai mobil Ello benar-benar pergi, Ada yang berbeda dari tatapan Abra hari ini
Millie hampir sampai rumahnya saat handphonenya berdering, Millie menjawab telepon namun setelahnya dia mematung sampai handphonenya terjatuh
"Millie kenapa? "
"Putar balik kak.. putar balik ke rumah Abra" Millie tampak panik
"Tapi kenapa? "
"Ayo kak.. putar balik.. cepet" Millie mencari handphonenya yang jatuh di bawah kursi
"Iya.. iya sabar" Ello memutar mobilnya untuk kembali melewati jalan tadi untuk pergi ke rumah Abra
Di pertengahan jalan dua orang melambaikan tangannya saat melihat mobil Ello, itu adalah Rian dan Roy saat mobil melaju lebih dekat terlihat motor Abra tergeletak hancur
Millie turun bahkan sebelum mobil Ello berhenti sempurna dan berlari menuju ke arah Jason yang sedang memangku tubuh Abra yang bersimbah darah, Millie berlutut di dekat Abra
"Kenapa gak di bawa ke rumah sakit? " tanya Ello
"Dia gak mau, dia mau ketemu sama Millie" jawab Jason
"Millie.. hati hati.. gue ambil ini dari mereka" Abra memberikan sesuatu yang dia genggam, sebuah logo Geng motor yang di cabut Abra
"Jadi bukan kecelakaan? " Abra menggeleng lemah
__ADS_1
"Millie... gue mau jujur sama lo... cewek yang gue ceritain itu lo.. bertahun-tahun gue memendam perasaan... gue baru punya keberanian sekarang.. kalo gue masih hidup setelah ini gue berharap.. uhuk.. uhuk" Abra bicara terbata bata dengan jeda untuk melanjutkan perkataannya, Millie terkejut saat melihat Abra memuntahkan darah dari mulutnya saat batuk
"Abra.. please lo akan baik baik aja, ayo ke rumah sakit" Millie menggenggam tangan Abra
"Kalo gue masih hidup... apa lo mau Terima gue? Tapi kalo pun gue mati.. hari ini setidaknya gue... merasa lega udah ungkapin perasaan gue"
"Lo pasti bertahan demi gue kan? gue Terima lo gue mohon jangan tinggalin gue" Millie menangis menggenggam erat tangan Abra
"Jangan nangis... Jason, Rian, Roy.. kalian teman terbaik maafin gue" ucap Abra lalu menutup matanya bersamaan dengan melemahnya tangan yang di genggam Millie
"Abra bangun.. sialan lo gak boleh mati.. Abraham linggar Wijaya bangun... Abra" teriak Millie.. tangisnya pecah menempelkan kepalanya di dada Abra
Jason yang memangku tubuh Abra pun ikut menitikkan air mata begitupun dua sahabatnya yang lain, bagaimana tidak sejak mereka masuk SMA mereka sudah bersahabat sampai dengan sekarang
"Abra bangun... lo bilang mau jadi pacar gue, ayo Abra.. ayo bangun gue Terima lo" Millie mengguncang tubuh Abra
"Millie udah.. kita harus bawa dia ke rumah sakit" Ello menarik Millie menjauh agar temannya bisa mengangkat tubuh Abra ke ambulance yang baru saja datang
"Abra kak... " Millie menangis sesenggukan duduk di bawah
Millie menatap sesuatu yang ada di tangannya, Millie berdiri mengusap air matanya meremas benda tersebut
"Kamu mau kemana? Millie.. " Ello menahan tangan Millie yang hendak pergi penuh amarah
"Jangan pergi dengan emosi, itu akan membuat keadaan semakin kacau"
"Millie liat.. itu ada CCTV , kita harus dapetin videonya disana pasti ada rekaman mereka mengeroyok Abra"
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Yang sebenarnya terjadi pada Abra saat itu dia baru pulang sekolah dan di perjalanan dia di hadang empat orang anggota werewolf, Awalnya Abra tidak ingin meladeni mereka dan mempercepat laju motornya
Mereka masih mengejar Abra dan menabrakkan motornya hingga Abra terpental dari motornya, melihat Abra masih bisa berdiri mereka turun dan memukuli Abra yang sudah tidak berdaya
Dengan sisa tenaganya Abra menarik jaket salah satu dari mereka hingga logo werewolf di jaketnya terlepas, mereka meninggalkan Abra ketika mobil Jason dan Rian mendekat
Akhirnya Millie mendapatkan rekaman CCTV yang membuktikan kejadian itu, setelah mendapat rekaman CCTV-nya Millie dan Ello pergi ke rumah sakit
"Tante ini rekaman CCTV-nya, ini bisa jadi bukti saat tante melapor pada polisi" Millie memberikan video tersebut pada orang tua Abra
"Terimakasih nak... tante harap orang orang itu akan di hukum seberat-beratnya"
"Gimana keadaan Abraham tante? " tanya Millie
"Dia sudah melewati masa kritisnya" Millie bernafas lega setelah mendengar kabar Abra
"Udah tenang kan? kita bisa pulang dulu, besok gue anter lagi kesini" Ello merangkul bahu Millie
__ADS_1
"Tante Millie pulang dulu ya, kalo ada apa apa telepon Millie"
"Iya nak.. Terima kasih sudah repot repot mencari bukti" Millie memeluk ibu Abra sebelum pulang
"Lo tenang aja, gue, Rian dan Roy nungguin disini nanti gue kabarin kalo ada kabar terbaru dari Abra" ucap Jason
"Besok gue kesini lagi" Millie dan Ello pun pulang ke rumahnya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Lo tau William? hari ini Millie maki maki gue, gadis kecil itu beneran benci sama gue"
"Dia juga ngomong kalo dia gak salah tapi gue pikir alibi dia sendiri gak bisa di percaya, gak mungkin temen temen kita berkhianat kan? " Tangan William kembali bergerak
"Jadi menurut lo gimana? gue gak ngerti kalo cuma tangan lo aja yang gerak, lo selalu respon kalo gue bahas Millie, apa karena lo mau balas dendam? " William kembali menggerakkan tangannya
"Harusnya lo cepet sadar kalo lo mau bilang sesuatu, gue bingung kalo cuma jari jari lo yang gerak"
"Gue cari makan dulu, lo tenang aja disini lo di jaga dan gak ada yang bisa masuk kecuali gue dan dokter" ucap Rafael
Rafael berjalan melewati beberapa pintu kamar rawat pasien lain, di salah satu kamar rawat dia melihat Jason di luar dan menghampirinya
"Kamu nunggu siapa? " tanya Rafael
"Pak... saya nunggu Abra pak dia di keroyok orang sampe kritis, bapak ngapain disini? "
"Saya lagi nemenin temen saya juga, Boleh saya liat Abra? " tanya Rafael
"Masuk aja pak.. ada ibunya sama dua temen saya di dalam" Rafael pun masuk untuk sekedar melihat keadaan anak didiknya
Jangan lupa like komen vote dan bunganya ya 🥰🥰🥰🥰😘😘😘😘
Bantu karya-karya othor yuk
caranya:
Buka ini
dan cari cerita Othor di kolom ini
Dan bantu vote
Dukungan kalian sangat berarti untuk author
__ADS_1