
Tok.. tok.. tok
"Kamu udah tidur an? " mami Rafael mengetuk pintu kamar Anna
"Belum.. ada apa mi? " tanya Anna
"Mami mau bicara sama kamu"
"Masuk mi" Anna membuka lebar pintu kamarnya "
Mami Rafael duduk di tepi ranjang bersama anna, Mami Rafael mengelus kepala Anna dia sudah menganggap gadis itu seperti anaknya sendiri
"Mami tau kamu anak Baik.. Rafael mengadu pada mami dia bilang kamu selalu masuk ke kamarnya, kenapa? " tanya mami Rafael dengan lembut
"Itu... itu.. "
"Kamu sebenarnya kenapa?"
"Sebenarnya aku suka sama kak dari dulu tapi sejak aku menyatakan perasaan aku Kak Rafael menjauh" lirih Anna
"Sayang... Rafael menganggapmu sebagai adiknya, kamu tau dia keras dan tidak pernah mau berkorban demi orang lain, dia mencintai dirinya sendiri, Rafael hanya akan mengikuti apa kata hatinya, apa keinginannya.. kamu jangan bertindak seperti itu lagi atau dia akan membenci kamu" ucap mami Rafael dengan lembut
"Tapi mi.. aku kurang apa? kenapa kak Rafael tidak tertarik sedikitpun sama aku? apa karena Millie cantik atau dia kaya? "
"Rafael mencintai Millie karena dia baik, humoris bukan hanya cantik, Rafael mengatakan ada hal lain dalam diri Millie yang tidak dia temukan pada wanita lain"
"Baik? yang berduaan di bengkel sepi malam malam mesra mesraan, itu baik? " ucap Anna
"Mami percaya sama mereka, jangan sampai keegoisan kamu membuat Rafael membenci kamu, mami udah anggap kamu seperti anak mami sendiri tapi mami gak pernah memaksa Rafael untuk hal apapun" ucap mami Rafael lalu keluar
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Gue harus siap.. gue gak boleh ragu, hari ini kita harus berpisah" ucap Irene seraya menatap bayangannya di cermin
"Doain gue ya.. hari ini gue mau melakukan tindakan itu"
"Kak.. lo jangan gila, pikirin lagi lah jangan gegabah" ucap Millie ketika Irene menelponnya
"Gue udah pertimbangkan ini selama seminggu dan ini keputusan gue, udah dulu ya" Irene mematikan sambungan teleponnya
Di depan rumahnya Aldi sudah menunggu Irene untuk mengantarkannya ke klinik, Tidak bisa di pungkiri wajah Irene begitu tegang
Aldi sesekali melirik kearahnya sambil mengemudi, Aldi juga mengulur waktu dengan memperlambat laju mobilnya
"Kenapa lama banget? perasaan gak terlalu jauh" ucap Irene
__ADS_1
"Masa sih? "
"Agak cepet lagi bawa mobilnya" Akhirnya Aldi melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang
Irene terus menggenggam tangannya sendiri karena kegugupannya, sesampainya di rumah sakit Irene langsung bertemu dengan dokter yang sudah di jadwalkan melakukan itu hari ini
Dengan ragu Irene masuk ke dalam ruangan sementara Aldi menunggu di luar memegangi tas Irene, sebelum benar-benar masuk Aldi menggenggam tangan Irene
"Apa lo yakin? " tanya Aldi
"Ya... ini pilihan gue, ini jalan terakhir" ucap Irene lalu masuk dan seorang perawat menutup pintunya
Aldi bagaikan suami yang sedang menunggu istrinya yang hendak melahirkan, dia mondar-mandir dengan tas wanita yang menggantung di bahunya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Sudah siap? " Ello tidak bersemangat
Max dan Allea bersama kedua anak laki-laki paling kecil satu mobil sementara Ello bersama Ellia dan Millie di mobil lain, Ello berhenti sejenak untuk membeli bensin saat ia mengambil uang tiba-tiba uang itu terjatuh
Ello mengambilnya dan menemukan sesuatu di bawah sana, gelang yang di cari cari Millie ternyata sadar di mobilnya
Mungkin gelang itu terjatuh saat Millie dan ello pergi ke supermarket beberapa hari yang lalu tanpa di sadari Millie, Ello mengambil gelang tersebut dan melihatnya dengan jelas
Dia merasa familiar dengan gelang itu sampai beberapa kali dia putar ketika melihatnya, Ello belum memberitahu Millie dan memasukkan gelang tersebut ke dalam sakunya
Dia menatap intens gelang itu dan melihat desainnya secara teliti, rantai rantai kecil yang menjuntai menghiasi gelang itu sama persis dengan yang dia miliki
Ello mengambilnya di dalam dompet dan menyamakan rantai kecil tersebut, benar saja gelang tersebut kehilangan satu rantainya
Ketika di lihat lebih dekat ternyata di dalam bunga di ujung rantai kecil itu mempunyai huruf, huruf tersebut merupakan nama Irene dan yang di pegang Ello adalah salah satunya
Ello segera memasukkannya ke dalam saku jas dan menarik Millie pergi dari sana, semua orang terkejut sekaligus heran mengapa Ello menarik Millie pergi padahal acara pertunangan belum di mulai
"Ello... tunggu.. Ellooo" Arumi berlariengejar Ello yang sudah pergi dengan mobilnya
"Bagaimana ini tuan? kenapa anak anda lari sebelum pertunangan di mulai? "
"Maaf... kami mohon maaf atas perlakuan anak kami" ucap Allea
"Kami akan menyusulnya, sebaiknya pertunangan ini di tunda dulu" Max dan keluarganya pulang karena Ello juga sudah pergi lebih dulu
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Lo kenapa sih main tarik tarik aja? " Gerutu Millie
__ADS_1
"Dimana rumah Irene? hubungi dia cepat"
"Kenapa tiba-tiba tanya rumah Irene? lo aneh tau gak? "
"Jangan banyak tanya, sekarang cepat hubungi Irene"
Pekik Ello
"Jelasin dulu kenapa harus ke rumahnya, dia juga gak ada disana dia mau melakukan aborsi hari ini" Ello langsung menghentikan mobilnya mendadak
Ello mengambil handphone Millie dan memanggil nomor Irene, beberapa kali tidak ada jawaban membuatnya frustasi
Ello terus berusaha menelpon seraya mengemudi dengan rasa penyesalan yang membuncah di hatinya, Millie mengerutkan dahinya menatap kakaknya terheran-heran
"Halo... Millie? " yang menjawab adalah suara lelaki
"Aldi? kenapa HP kak Irene ada sama lo? " tanya Millie mengenali suara Aldi
"Gue lagi sama dia"
"Dimana Irene sekarang? " sergah Ello
"Gue di larang kasih tau" jawab Aldi
"Apa kak Irene udah di klinik buat aborsi? apa temen yang di maksud Irene itu lo? " ucap Millie
"Lo tau? "
"Jangan bertanya, sekarang cepat katakan dimana Irene" bentak Ello
"Di klinik xxx, dia sedang melakukan proses itu.. sebenarnya gue udah larang tapi... " belum selesai Aldi bicara Ello sudah mematikan teleponnya
"Apa hubungannya kehamilan kak sama Irene sama lo? " tanya Millie
"Gue yang hamilin Irene" jawaban Ello benar-benar membuat Millie terkejut
"Apa? lo gila? tapi Arumi? "
"Kita bahas nanti" ucap Ello
Sesampainya di klinik tersebut Millie dan Ello menghampiri Aldi yang mondar-mandir sendiri, melihat kedatangan Ello membuat amarah Aldi memuncak
Aldi melayangkan tinjunya namun Ello bisa menangkis nya dan menghempaskan Aldi, tanpa basa basi Ello masuk ke ruangan dimana Irene sedang berbaring lemas
Dokter bersiap mengambil tindakan setelah membius Irene, Ello langsung mengambil tubuh Irene tanpa basa-basi dan pergi di ikuti Millie dan Aldi
__ADS_1
Pihak klinik itu sudah mencegah namun Ello tetap menerobos dan membawa Irene ke mobilnya, Millie masih belum mengerti ada apa dengan mereka sebenarnya