Youth Love

Youth Love
eps 194


__ADS_3

"Tolong nanti kamu atur semuanya, malam ini jam delapan" Rafael sedang berbicara dengan seseorang di telepon


"Tempatnya? kayak di taman taman gitu, saya kirim contoh fotonya nanti buat sama persis"


"Oke.. pastikan semuanya sempurna tidak boleh ada yang gagal"


Seseorang mendengarkan percakapan Rafael dari balik tembok, Ketika mendengar derap langkah kaki dia segera bersembunyi


"Tuan.. meeting akan segera di mulai " Asisten Rafael menghampiri


"Semua sudah hadir?"


"Sudah.. tinggal nona Anjani yang tadi ke toilet sebentar" Rafael berjalan menuju ruang meeting bersama asistennya


"Rafael mau ngapain nanti malem? aku harus ikutin dia" gumam Anjani


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Manyun aja Lo, gak di kasih jatah?" Jason mengejutkan Millie yang sedang menikmati es jeruknya


"Apa sih? gue minta" Sudah menjadi kebiasaan Millie akan main comot makanan milik ketiga sahabatnya


"Lo gak bawa duit?" tanya Roy


"Enggak.. gue gak sempet minta tadi" jawab Millie


"Mau makan apaan? gue beliin"


"Gak usah, lagian gue masih kenyang"


Dita berlari kecil menghampiri Millie membawa sebuah bingkisan, Sesampainya di hadapan Millie Dita cengengesan menaruh bingkisan tersebut di meja


"Lo kenapa cengengesan? " tanya Millie


"Kak Rafael romantis deh, tadi ada kurir nganter ini katanya buat kamu dari kak Rafael.. tau gak isinya?" Millie dan ketiga sahabatnya menggeleng


"Liat.. ya ampun lucu banget, sampe gak tega mau makan" Dita membuka kotak tersebut


Di dalamnya ada beberapa buah donat yang di buat berbentuk boneka lengkap dengan tulisan 'Sorry', Millie menghela nafas sambil menggelengkan kepalanya


"Kalian makan aja, gue lagi diet" ucap Millie


"Jangan Millie.... ini so sweet, kan sayang banget kalo di makan" Dita menutupi donat donat itu dengan tangannya


"Ya ampun lucu banget" ucap Jason dengan nada mengejek Dita, Jason malah sengaja menusuk salah satu donat dengan jari telunjuknya


"Tuh kan lucu" Jason dan kedua temannya tertawa melihat donat terpanggang di jarinya


"Iihh.. kalian jahat banget, itu kan lucu" Dita cemberut merajuk pada Jason dan temannya padahal donat itu milik Millie


"Ya ampun Dita... donat itu buat di makan, emangnya kalo lucu Lo mau simpen tuh donat sampe jamuran?" Millie mengambil satu donat dan masukkannya ke mulut Dita


"Tapi kan..." mulut Dita tidak bisa berkata-kata lagi Karena disumpel donat oleh Millie


"Enak, kan?" tanya Millie yang hanya di jawab dengan anggukan kepala


"Lo berantem lagi sama kak Rafael?" tanya Jason


"Lo mau tau aja, udah ah gue mau pulang " Millie beranjak dari tempat duduknya


"Millie mau kemana? donatnya gimana?" tanya Dita


"Gue mau balik gak belajar ini, donatnya Lo makan aja semua" ucap Millie sambil berlalu pergi

__ADS_1


Ketika Jason ingin mengambil kembali donatnya Dita menutup kotak donat tersebut, Dita memasukkannya kembali kedalam paper bag


"Ini semua buat aku" ucap Dita sambil menjulurkan lidahnya lalu pergi


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Eehh.. ada bayi" Millie yang baru sampai rumah melihat Allea sedang bermain bersama cucunya


"Main pegang pegang aja, cuci tangan dulu sana" Allea menepis tangan Millie yang hendak menyentuh Karen


"Pelit.. entar aku juga punya lebih lucu dari kalian " Millie menjulurkan lidahnya lalu pergi ke dapur


"Millie udah pulang ma?" tanya Irene


"Baru pulang, kamu ngapain turun udah istirahat aja "


"Malah makin pusing ma kalo tiduran terus, mereka gak rewel kan?" Irene duduk di samping Allea


"Enggak.. liat tuh mereka seneng main sama Oma, iya kan? Baru pertama nginep disini ya" Allea mengajak bayi bayi itu bicara


"Maaf ya ma.. gara gara aku sakit mama jadi repot"


"Enggak kok siapa bilang repot? mama seneng ngasuh mereka, anak anak di rumah ini udah gak ada lucu lucunya" ucap Allea


"Mama jangan salah aku masih lucu sampe sekarang" sergah Millie yang baru saja keluar dari dapur


"Lucu di liat dari mananya? " Allea menyipitkan matanya


"Dari ujung rambut sampai ujung kaki" jawab Millie sambil mengangkat Karen


"Hei.. hati hati maen angkat aja"


"Apa sih mama lebay deh orang kak Irene nya biasa aja, gak mungkin aku banting juga" gerutu Millie


"Kamu kan grasak grusuk nanti badan mereka sakit, pelan pelan aja"


"Millie kok udah pulang ?" tanya Irene


"Pengen pulang aja, gak belajar kok bentar lagi kelulusan ''


"Udah tau mau lanjut kuliah dimana?" Millie sempat berpikir sejenak


"Mama pengennya Millie masuk universitas yang sama kayak kakak " sergah Allea


"Enggak ahh.. aku udah ada kampus pilihan aku sendiri"


"Biar kamu ada yang ngawasin, kamu gak mau bareng sama kakak kakak kamu pasti karena gak mau di awasi" Millie hanya tersenyum mendengar sang ibu


"Lagian kakak usahain lulus tahun ini ma, jadi kalo aku masuk mungkin mereka udah lulus" ucap Millie


"Iya ma.. Ello juga bilang lagi usahain tahun ini selesai " jawab Irene


"Kamu mau masuk jurusan apa?" tanya Allea


"Kedokteran.. biar kayak mama"


"Permisi nyonya.. saya di suruh jemput non Millie, tadi saya ke sekolah tapi katanya non Millie udah pulang " ucap supir Max


"Papa suruh jemput aku? mau ngapain?"


"Saya di suruh sama den Rafael, non" jawab sang supir


"Bilangin aja saya gak mau pak, saya capek"

__ADS_1


"Tapi non.."


"Kamu gak boleh gitu, siapa tau ada hal penting" ucap Allea


"Ya udah iya.. aku pergi" Millie mengambil handphonenya lalu ikut bersama supir


Millie ternyata di bawa ke sebuah butik lalu salon kecantikan, Millie hanya menurut saja apa yang di lakukan para pegawai salon


"Masih lama mbak? udah 3 jam saya disini" Millie tidak menyangka perawatan dari ujung kaki sampai ujung rambut ini tidak cukup dengan waktu tiga jam


"Rileks aja mbak.. gak boleh ada yang terlewat, kita udah di bayar mahal" jawab para pegawai salon tersebut


"Suka suka kalian aja lah" Millie sampai tertidur dan kembali di bangunkan saat hendak memakaikan makeup


Selesai dengan semuanya kini Millie mengganti bajunya dengan gaun yang sudah di pesan Rafael, saat Millie mematut dirinya di cermin tiba-tiba Rafael muncul di belakangnya


"Cantik" ucap Rafael


"Udah dari lahir" jawab Millie dengan tatapan sinis


"Masih marah hhmm? aku minta maaf" Rafael memeluk Millie dari belakang


"Iisshh.. malu" Millie menepis tangan Rafael


"Malu sama siapa? kamu gak sadar tempat ini kosong?" Rafael memutar tubuh Millie agar menghadapnya lalu menekan pinggangnya agar lebih dekat


"Kamu sebenarnya ngapain sih ngelakuin ini? buang buang duit tau gak?"


"Biar istri aku seneng, aku gak tau gimana caranya biar kamu maafin aku.. sekarang ikut aku " Rafael menarik lembut tangan Millie


"Mau kemana?" tanya Millie


"Ikut aja''


Millie dan Rafael diantar kesebuah restoran mewah, mereka di sambut dan diarahkan kesebuah ruangan


Namun bukan ruangan, itu sebuah taman yang luas dengan dekorasi romantis di kelilingi lilin juga bunga


"Ini..."


"Ya.. aku yang siapkan ini buat kamu, suka gak?" Millie menatap Rafael yang berdiri di sampingnya


"Tapi ngapain? ya ampun.. bikin kayak gini mending di taman rumah aja, sayang duitnya" raut wajah Rafael berubah seketika


"Kamu cewek apa bukan sih? " tanya Rafael


"Menurut kamu? aku cuma lebih suka uangnya dari pada beginian paling cuma buat foto doang " Rafael menggaruk tengkuknya


Kalau tau Millie lebih suka uang dia tidak akan repot repot menyiapkan semua ini, dia timbun saja Millie dengan tumpukan uangnya


"Udah terlanjur juga.. nikmati aja, nanti aku kasih kamu uang yang banyak" Rafael menarik kursi untuk Millie


"Udah kayak film romantis aja" gumam Millie ketika para pelayan membawakan makanan diiringi musik romantis


"Aku udah capek capek siapin ini semua, kamu mau maafin aku kan?"


"Melihat usaha kamu boleh lah.. jangan ulangi lagi" jawab Millie


"Iya... aku janji" Rafael mencium tangan Millie


Ketika mereka sedang menikmati suasana romantis berdua tiba tiba saja pintu yang menuju taman tersebut terbuka, seseorang berlari hingga menabrak meja yang di duduki Millie dan Rafael hingga membuat makanannya tumpah


"Ini apa apaan sih?" gerutu Millie sambil berdiri membersihkan gaunnya

__ADS_1


"Tolong.. tolong saya di kejar seseorang" ucap wanita tersebut


Millie menatap kesal pada wanita tersebut yang kini memeluk lengan Rafael


__ADS_2