Youth Love

Youth Love
eps 113


__ADS_3

Hai sayang sayangnya aku 🙌🙌🙌


Besok pengundian di tutup ya, ayo jangan sampai ketinggalan kencengin lagi dukungannya dan jadilah top fans mingguan peringkat satu, dan dapatkan hadiah pulsa senilai 30k


Semangat 👏👏💪💪💪


.


.


"Udah siap? " tanya Ello


"Udah.. hari ini gue ada jadwal pemeriksaan sama dokter"


"Pulang kuliah gue anter" ucap Ello, Irene hanya mengangguk


Tring.. tring.. tring..


Sebuah pesan beruntun masuk di grup kampus mereka, sebuah foto Ello sedang berada di atas tubuh Arumi di komentari seluruh mahasiswa juga di bagikan oleh mereka


Wajah Irene sedikit berubah dia hanya diam memandangi handphonenya, Ello yang sedang menyetir menyadari sesuatu terjadi hingga raut wajah Irene berubah


"Kenapa? " tanya Ello


"Gak apa apa.. bisa agak cepet gak? gue kebelet" ucap Irene


Sesampainya di kampus Ello bermaksud menuntun tangan Irene namun Irene pergi lebih dulu mendahului Ello, sepanjang perjalanan menuju kelas semua orang menatap Ello sambil kasak kusuk


"Sini" Ellia menarik tangan Ello


"Jelasin ini apa? gimana kalo foto ini sampai ke tangan orang tua Irene atau mama sama papa? " Ello mengambil handphone Ellia


"Ini.. ini siapa yang kirim? " tanya Ello


"Biang gosip di kelas kita siapa lagi? jelasin dulu sama aku kenapa kamu bisa ada di foto ini? "


"Arumi berniat bunuh diri hari itu, gue datang ke rumahnya buat cek keadaannya aja.. Tiba-tiba dia narik gue sampai gue jatuh di atas tubuhnya" ucap Ello


"Apa Irene tau? " tanya Ellia


"Kayaknya.. raut wajahnya berubah"


"Jelasin sama dia, jangan sampai kejadian ini mempengaruhi kandungannya" ucap Ellia


Ello masuk ke dalam kelas disana dia melihat Irene sedang berbincang dengan teman satu kelasnya, tampaknya Irene sudah kembali ceria dia bisa tersenyum dan sesekali tertawa


"Apa? " tanya Irene ketika Ello mencolek colek lengannya


"Gue mau ngomong"


"Ya ngomong aja, gak ada yang larang kok" jawab Irene


"Hei bro... gak nyangka lo doyan cewek juga" ucap seseorang yang baru saja masuk


"Itu salah paham, gue sama dia gak ngapa-ngapain "


"Ello.. Ello mana ada maling ngaku" sergah yang lain


"Dimana Rina? " tanya Ello mencari orang yang menyebarkan foto itu

__ADS_1


"Gue disini kenapa? " gadis itu tidak menunjukkan rasa bersalah sama sekali


"Gue juga punya foto lain" lanjutnya


"Darimana lo punya foto itu? "


"Gue gak tau siapa yang ngirim foto itu kerumah gue, gue cuma mau share sama kalian biar tau gimana kelakuan si pria dingin ingin" jawabnya


Handphone orang orang kembali berdering ketika Rina mengirimkan kembali foto foto yang dia miliki, diantaranya adalah foto Ello memeluk Arumi yang sedang menangis di depan pintu kamar hotel


Juga ada foto Arumi sedang berada di kamarnya dengan berbagai aktivitas, Tiba-tiba saja Arumi datang menangis menghampiri Irene


"Lo kenapa? " tanya Irene


"Gue mau ngomong sama lo berdua" ucap Arumi lalu menarik tangan keduanya keluar


"Tolongin gue.. ada orang yang suka foto gue diem diem"


"Maksudnya? " tanya Irene.


"Itu foto gue di kamar, gue gak tau siapa yang ambil foto itu dan foto foto kita yang lain"


"Jadi bukan lo yang sebar? " tanya Ello


"Bukan.. gue gak gila sampe harus sebar aib gue sendiri"


"Kita harus cek kamar lo, siapa tau di dalem kamar lo ada kamera tersembunyi" ucap Irene


"Iya.. gue minta maaf sama lo, foto itu cuma ada kesalahpahaman aja.. gue waktu itu peluk Ello tiba-tiba dia jadi jatuh di atas gue"


"Gak apa apa.. " lirih Irene


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Siapa lo? ngapain ke sini? " tanya seseorang disana.


"Gue mau ketemu sama orang yang namanya Sony, siapa diantara kalian yang bernama Sony? "


"Kenapa lo nyari gue? " Sony keluar dari markasnya


"Langsung ke intinya aja, lo cari flashdisk punya lo kan? gue tau dimana flashdisk lo"


"Lo gak bohong kan? " tanya Sony


"Enggak.. kak William yang ambil flashdisk itu dan sekarang flashdisk nya ada di tangan Millie" Sony terkejut mendengar hal itu


"Maksudnya mereka bekerja sama? "


"Ya... cuma itu yang mau gue kasih tau sama lo" Setelah mengatakan itu Anna pergi begitu saja


"Ternyata William udah sembuh.. gawat"


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Kenapa kamu gak kasih tau tante kalo kamu udah bisa jalan? "


"Aku... "


"Aku apa? kenapa kasih tau Millie duluan? kamu sama aja ya sama Rafael" ucap mami Rafael

__ADS_1


"Bukan gitu tan, tante salah paham sama Millie.. aku punya bukti kalo bukan Millie yang bunuh Roshie"


"Dia atau bukan yang membunuh Roshie tante gak ada urusan, dia udah bikin usaha yang di bangun papi Rafael bangkrut dan tante gak bisa memaafkan itu" Mami Rafael pergi setelah mengatakan itu


"Berat juga, gue pasti bantuin lo.. satu persatu kita bongkar semuanya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Sepulang sekolah Millie mampir ke sebuah cafe karena rasa laparnya yang sudah tidak bisa dia tahan, saat hendak pulang tiba tiba Sony dan teman-temannya mengejar Millie


" Mereka lagi" Millie mempercepat laju motornya namun tetap saja mereka bisa menghadang Millie


"Kalian mau apa lagi sih? " Sony dan Millie sudah berhadapan


"Balikkin flashdisk itu" ucap Sony


"Flashdisk apa? gue gak tau" jawab Millie


"Lo bukan pembohong yang handal, gue tau lo simpan flashdisk yang di ambil William di rumah gue"


"Lo salah orang, sekarang bawa anak buah lo atau gue bikin perhitungan sama kalian " ancam Millie


"Cih.. gadis cantik gak baik ngancam orang" ucap Sony sambil mencolek dagu Millie


"Kurang ajar" Millie yang geram menyerang Sony namun dapat di tangkis olehnya


"Jangan sok jual mahal, gue tau lo udah di apa apain sama Rafael kan? mustahil cowok kayak dia gak memanfaatkan sesuatu yang indah"


"Dia bukan orang seperti itu" Millie marah mendengar Sony menjelekkan Rafael


Millie membuat beberapa dari mereka tergeletak dan beberapa orang masih menyerang, Sony bangun dan menarik tas yang di bawa Millie hingga robek dan isinya berhamburan


flashdisk itu terjatuh dan saat Sony hampir mengambilnya Millie menendang flashdisk itu hingga terpental entah jatuh dimana, Sony yang kesal mengambil sebuah botol dan hendak memukul kepala Millie yang sedang melawan anak buahnya


Namun sebuah tangan menghalanginya dan botol itu pun pecah membuat darahnya menetes dari tangan orang tersebut


"Lo gak apa apa? " Millie menghampirinya


"Gak apa apa, hati hati" William menarik Millie kedalam pelukannya saat seseorang dari belakang hendak menyerangnya, William juga menendang orang tersebut dengan kaki panjangnya


Hati William berdebar ketika memeluk Millie namun Millie tidak pernah merasakan apapun pada pria lain selain Rafael, hatinya sepertinya sudah diambil oleh pemuda itu


Sony dan teman-temannya kabur saat mendengar suara mobil polisi padahal yang lewat adalah mobil pemadam kebakaran, William tidak bergerak dia masih memeluk Millie sepertinya jiwanya dibawa oleh lamunannya


"Kak lepasin.. kenapa malah bengong sih? " William tidak mendengar perkataan Millie


Akhirnya Millie menginjak kaki William hingga dia tersadar dari lamunannya, William melepaskan Millie sambil menggelengkan kepalanya


"Sorry" ucap William


"Kita obatin dulu tangan lo berdarah" kini William dan Millie duduk di sebuah taman di dekat sana, Millie membantu membalut luka William dengan plester yang dia bawa


"Flashdisknya ilang" ucap Millie


"Gak apa apa.. yang penting lo gak kenapa-napa"


"Nanti gimana kejahatannya bisa terungkap kalo barang buktinya ilang? " tanya Millie


"Kejahatan seburuk apapun akan terungkap saat waktunya tiba, tenang aja kalo udah jalannya gak perlu pake flashdisk itu juga akan terungkap"

__ADS_1


Seseorang diam diam memotret setiap momen Millie dan William


"Gue akan bikin kesalahpahaman diantara kalian, dengan begitu kak Rafael akan kembali ke rumah setelah mendapat penghianatan dari kalian" gumam Anna


__ADS_2