Youth Love

Youth Love
Eps 90


__ADS_3

"Kita mau kemana? " tanya Anggia saat Rendi membawanya naik bus


"Kita ke rumah nenek aku"


"Mau ngapain kesana? " tanya Anggia


"Disana ada tempat buat gugurin bayi, kita kesana buat gugurin kandungan kamu"


"Enggak... aku gak mau, kamu udah janji mau tanggung jawab" pekik Anggia membuat mereka jadi pusat perhatian


"Kamu jangan teriak teriak, kalo kita punya anak masa muda kita terganggu, aku akan tetap nikahin kamu setelah anak itu gak ada" ucap Rendi


"Gak.. aku gak mau, jangan lakuin itu"


"Kita akan menikah tapi aku belum siap punya anak" ucap Rendi


"Tapi aku takut... kalo aku kenapa-kenapa gimana?" lirih Anggia


"Aku udah kirim pesan sama papa, nanti biar papa nyusul ke sana" mendengar ucapan Anggia membuat Rendi terkejut


"Kenapa kamu bilang papa kamu? " tanya Rendi, rencananya membawa Anggia untuk menggugurkan kandungannya dan bersembunyi tampaknya akan gagal


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Katanya papa Irene marah marah? tapi tadi kok jadi baik " tanya Allea saat sampai di rumah


"Siapa yang bisa marah kalo liat papa? celetuk Max


"Ada pa... tuh di samping " ucap Millie menunjuk allea sambil tertawa


"Anak ini benar-benar"


"Kalo di marahin mama sih seperti di nyanyikan oleh bidadari, omelan nya begitu merdu" ucap Max sambil tersenyum menatap dan memeluk Allea


"Itu muji apa ngeledek? bukannya kata papa, mama cempreng?" celetukan Millie kini membuat Max mendapatkan pukulan di tangannya


"Kamu tidur sana nanti kesiangan, sodara kamu udah pada tidur" ucap Max


"Iya... Tapi aku mau tidur sama papa dan mama, ya.. ya.. ya.. "Millie yang sudah berdiri kembali duduk di tengah tengah orang tuanya


" Kamu kan udah gede, tidur di kamar sendiri" ucap Allea


"Tau.. nanti ganggu kalo tidur sama kamu" sergah Max


"Ganggu apaan? tinggal tidur udah emangnya mau ngapain lagi? "


"Mau bikin adik" jawab Max


"Adik? itu aja gua beban" cicit Millie


"Kamu ini sama adik sendiri" Allea menoyor kepala Millie


"Ayo lah ma... kali ini aja pa... " Millie merengek


Sesaat kemudian Millie senyum senyum karena berhasil membujuk orang tuanya agar tidur bersama, seperti mengulang waktu kecil Millie juga meminta papanya menceritakan sebuah dongeng

__ADS_1


Millie juga menarik tangan keduanya agar memeluknya saat tidur, Allea dan Max saling memandang dan tersenyum tangan keduanya saling bertaut


Max dan Allea bersamaan mencium pipi Millie si gadis kecil yang dulu begitu nakal dan masih sampai sekarang, gadis yang selalu bermasalah dan paling sering di laporkan hingga kedua orang tuanya harus datang ke sekolah


"Dia sudah tumbuh besar" ucap Allea


"Tapi dia masih gadis kecilku yang nakal dan manja" ucap Max


"Gimana kabar Anggia? " tanya Allea


"Belum ada kabar, aku udah suruh orang orang ku cari pacarnya tapi rumahnya kosong"


''Apa beneran kosong? " tanya Allea


"Iya... ada yang liat katanya emang ada gadis di rumah itu tapi pergi sebelum malam"


"Hah.. anak itu, kasian Cindy dia pasti kepikiran banget"


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Lo udah minum susu? " Ello melakukan panggilan video dengan Irene


"Udah"


"Masih mual? "


"Enggak... cuma pagi doang" setelah itu hening, keduanya merasa bingung harus bicara apa


"Besok masuk kuliah? " tanya Ello


"Kayaknya masuk"


"Enggak.. cuti dua minggu kan kalo jadi Aborsi"


"Kok lo kepikiran sampe setega itu? "


"Lo pikir gue gak mikirin setiap hari? pikiran gue selalu berkecamuk, gue gak mau anak ini tapi gue juga gak tega, tapi harus gimana lagi bapaknya gak mau ngakuin" Jawab Irene dengan nada menyindir


"Siapa bapak nya? " goda Ello


"Gak tau" ketus Irene


"Seneng dong sekarang di akuin? bukannya dulu ngejar ngejar? "


"Itu dulu, sekarang perasaan gue udah biasa aja mungkin karena sekarang gue benci sama lo" ucap Irene


"Masa sih? "


"Gue ngerasa biasa aja sekarang, malah terkesan gak peduli lagi sama lo" tutur Irene


"Masa mau nikah lo malah benci sama gue? "


"Ya.. kalo lo gak mau gak apa apa gue emang dari awal gak berniat nikah sama lo, soal anak tenang aja gue bisa kembali ke klinik itu lagi" ucap Irene


"Lo apaan sih, gue mau anak itu"

__ADS_1


"Tapi sebenarnya lo itu gak mau nikahin gue kan? lo cuma peduli sama anak doang" lirih Irene


"Kata siapa? gue ngerasa sepi gak ada lo yang gangguin setiap hari, gue mau nikahin pengganggu itu biar hidup gue gak sepi lagi"


"Lo pikir gue hiburan? "


"Bisa jadi"


"Tau ahh.. gue ngantuk" ucap Irene


"Ya udah tidur.. jaga anak gue"


"Iya tau" singkat Irene


"Kata orang janin bisa denger kalo kita ajak ngobrol, coba gue mau ngomong sama anak gue" Irene pun meletakkan handphonenya di atas perut


"Sayang ini papa.. jangan nakal ya, jangan bikin mama mual kasian.. kamu mau apa? besok papa bawain" Irene tersenyum dia merasa geli ketika Ello bicara lembut pada bayinya


"Gue geli denger lo bicara gitu, biasanya singkat padat jelas dan menyakitkan" ucap Irene


"Itu karena gue gak suka di ganggu"


"Udah malem gue tidur ya ngantuk banget" ucap Irene


"Ya tidur aja.. besok gue jemput"


"Terserah deh"


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Anggia terbangun saat di bus dia mencari keberadaan Rendi yang tidak terlihat batang hidungnya, bus berhenti di halte selanjutnya jadi dia turun dengan kebingungan


Anggia bertanya pada orang orang ternyata Rendi meninggalkannya di halte sebelumnya, Handphone dan uangnya juga di bawa oleh Rendi membuat dia semakin kebingungan


Dia menangis duduk dan di kerubungi para penumpang bus tersebut, Akhirnya seseorang meminjamkan handphonenya untuk menelpon orang tuanya


Anggia di antar untuk menunggu di kantor polisi terdekat


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Ngapain kamu kesini? " Ketus Millie pada Rafael yang menjemputnya pagi itu


"Jemput kamu lah.. ayo udah siap? "


"Aku berangkat sama kak Ello aja" Millie hendak masuk ke mobil Ello


"Sorry... gue gak antar, gue harus jemput Irene" Ello menarik tas Millie ke belakang


Rafael tersenyum karena mobil Max dan Ellia juga sudah tidak ada, Millie masih marah karena Rafael belum jujur tentang masalah dirinya dan Anna


Sebenarnya bukan dia tidak mau jujur hanya saja seperti apapun Anna dia tidak ingin Millie membencinya, Anna temannya sejak kecil rasa sayang pasti lah ada meskipun hanya rasa sayang sebagai kakak pada adiknya


Dia tidak ingin Anna di benci oleh orang lain


Millie mengambil kasar helm dari tangan Rafael lalu memakainya, pada akhirnya dia tetap berangkat bersama Rafael karena terpaksa karena kakak kakak sudah berangkat lebih dulu

__ADS_1


"Kamu lagi sariawan ya? " goda Rafael melihat Millie dari kaca spion


Millie memalingkan wajahnya dia tidak ingin di lihat oleh Rafael, Rafael terus menjahili nya dengan cara menghentikan motornya tiba-tiba hingga Millie terdorong ke depan dan menabrak punggungnya


__ADS_2