
"Kamu bisa gak sih dengerin aku dulu" Ello menarik tangan Irene
"Dengerin apa? dengerin lagunya penjelasan kenapa kamu peluk Arumi? aku udah gak mau dengar apapun lagi" Irene menepis kasar tangannya
"Tadi Arumi hampir jatoh aku cuma bantu dia"
"Terserah... aku mau pulang ke rumah mama" Sebuah taksi kebetulan melintas, Irene segera melambaikan tangannya lalu masuk
Ello sempat mengejar dan mengetuk pintu taksi tersebut namun Irene tak bergeming
"Jalan pak" ucap Irene
"Sial... " Ello memukul tangannya di udara
"Loh.. Irene nya mana? " Tanya Arumi
"Lo telat kenapa gak dari tadi sih kesini, gue gak mau tau lo harus jelasin sama Irene"
"Iya.. nanti gue jelasin" Ello berlalu menuju mobil seketika senyum terbit di bibir Arumi
"Gue lebih suka kalian bertengkar" gumamnya lalu pergi menyusul Ello
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Gimana keadaannya? " tanya Max
"Setelah berbulan-bulan di rawat belum ada kemajuan tuan"
"Bawa aku kesana, aku ingin melihat keadaannya " ucap Max
"Baik tuan"
Max pergi ke rumah sakit jiwa tempat mama Raisa di rawat, di sebuah ruangan seorang wanita dengan pakaian lusuh duduk dengan ikatan di tangan dan kakinya
"Kenapa dia di ikat? " Tanya Max
"Beberapa hari Pasien ini mengamuk dan memukul para perawat juga dapat pasien lain, dia juga tidak mau mandi" ucap perawat yang bersama Max
"Suamiku... mas tolong lepasin, aku gak gila" Max mengernyitkan dahinya saat mama Raisa menyebutnya Suami
"Dia bicara sama siapa? " tanya Max
"Sepertinya pada anda tuan, dia tidak pernah bersikap seperti ini.. biasanya dia tidak mau bicara"
"Benarkah? buka kuncinya" Ucap Max
Saat Max masuk mata mama Raisa begitu berbinar wajahnya pun berseri, Max membuka ikatan pada tangan dan kakinya
__ADS_1
Wanita itu hendak memeluk Max namun dia menahannya, jangankan orang gila di peluk orang waras saja Max akan menolaknya
"Jangan peluk peluk kamu kotor" ucap Max
"Aku mandi dulu ya.. tunggu ya sayang ya.. tunggu" Ucapnya dengan tawa cekikikan
Max memberi isyarat pada perawat untuk membantu mama Raisa mandi, Dia terheran heran jelas jelas wajahnya jauh berbeda dengan papa Raisa yang hitam dan berkumis tebal
"Apa sekarang gue udah jelek ya? " Gumam Max sambil berkaca di handphonenya, Dia merasa berubah menjadi orang jelek karena di samakan dengan papa Raisa
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Mau ketemu tuan ya non? " tanya sekretaris Max
"Iya.. kak Rafael nya ada? "
"Ada tunggu di dalam aja mungkin sebentar lagi meetingnya selesai" jawabnya
"Oke" Millie masuk ke dalam ruangan Rafael setelah itu sekretaris pergi
pintu terbuka membuat Millie segera berbalik dan merentangkan tangannya, namun saat melihat siapa yang datang wajahnya berubah seketika
"Sayaaang... " Wajah Millie yang tadinya berseri berubah dingin
"Mau ngapain kesini? " tanya Millie dengan ketus
"Aku cuma ikut papi aku meeting jadi di suruh nunggu di sini" Jawab wanita anak kolega Rafael itu ternyata masih saja mengikuti kekasihnya
"Maksudnya apa ya? memangnya kenapa kalo aku ikut papi aku, ada masalah sama kamu? "
"Masalahnya lo ikut cuma buat deketin Rafael" batin Millie
"Enggak sih... cuma kasian aja di masa muda gak bisa menikmati waktu buat main atau menikmati kesenangan sama temen"
"Kamu juga ngapain kesini? anak sekolah harusnya pulang dulu ke rumah jangan langsung keluyuran" Millie mencebikkan bibirnya
"Terimakasih nasehatnya, tapi gue udah pulang ke rumah tadi kesini gak ganti baju" jawab Millie, wanita itu tidak menjawab dan langsung duduk di sofa
Pintu kembali terbuka dan kini bukan Millie yang merentangkan tangannya melainkan Rafael, Keduanya berpelukan saking gemasnya Rafael tubuh Millie sampai terangkat
"Ehem... " wanita itu bersuara membuat Rafael menoleh, Millie kembali memutar kepala Rafael agar melihat kearahnya
"Tuan Rafael bisa anda mengantar mega... " papi wanita itu masuk karena pintunya tidak di kunci
saat dia masuk melihat Rafael sedang berhadapan memeluk Millie sementara anaknya duduk di sofa sendirian
"Ehm.. tuan Rafael bisakah anda mengantar mega membeli tas yang dia inginkan? " Tanya papi Mega
__ADS_1
"Sepertinya tidak bisa tuan maaf sekali, calon istri saya mau makan siang" jawab Rafael
"Gak apa apa sayang kita sekalian makan siang bareng aja" Millie merencanakan sesuatu
"Baiklah... Saya akan mengantar putri Anda"
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Itu bukannya Rafael? dia sama wanita lain? " Keenan melihat Rafael berjalan berdampingan bersama Mega saat Millie pergi ke toilet
"Kemana cewek jagoan lo? " Keenan menghampiri mereka
"Lo mau apa lagi sih? kita udah gak punya urusan" ucap Rafael
"Kata siapa? kita belum selesai"
"Oke gue minta maaf udah salah sangka, tapi lo juga udah habisin dia kan? gue juga minta maaf udah bikin lo koma" Keenan tersebut smirk
"Gue pengen lo ngerasain jadi gue, dan... gue mau salah satu pacar lo" Keenan mencolek lengan Mega
"Lo udah gila? "
"Hajar" Keenan mengisyaratkan dengan tangannya agar anak buahnya menghajar Rafael
Ketika Rafael sedang melawan anak buahnya Keenan menarik Mega agar ikut bersamanya, Terjadi tarik menarik diantara mereka hingga seseorang menepuk bahu Keenan
Saat Keenan menoleh tiba-tiba hidungnya di pukul oleh seseorang, Millie kembali dari toilet melihat kekasihnya dan si cewek parasit sedang di ganggu
Keenan membalas pukulan Millie namun meleset, Ketika hendak kembali menyerang tiba-tiba saja Millie membuka pintu mobil hingga kepala Keenan terbentur dan mundur
Millie mendorong paksa Mega untuk masuk ke dalam mobil tidak peduli kepalanya terantuk atau tidak, Millie menutup pintu mobil dengan satu kaki terangkat kebelakang menendang perut Keenan hingga dia terjatuh
"Udah lah.. kalian kenapa masih ganggu? " ucap Millie
"Gue gak akan pernah berhenti sebelum liat Rafael terbaring di rumah sakit sama kayak gue, dan gue pengen Rafael merasakan bagaimana sakitnya wanita yang dia sayangi hancur di tangan laki-laki brengsek"
"Dan lo akan menjadi laki-laki brengsek itu? lo sakit hati saat wanita yang lo sayang di rusak, apa lo gak akan sakit hati saat melakukan itu sama wanita lain? apa lo gak akan ingat bagaimana saat adik lo di paksa, berontak dan kesakitan gak berdaya buat melawan? lo gak akan inget adik lo saat melakukan itu? " Raut wajah Keenan berubah seketika, sepertinya perkataan Millie berpengaruh
"Ini belum selesai, tunggu lain kali lo akan habis" Keenan pergi begitu saja
"Kamu gak apa apa sayang? " tanya Rafael
"Enggak... ayo pulang"
Saat mereka masuk Mega di kursi belakang sedang mengusap-usap keningnya, Millie dan Rafael sudah duduk di kursi belakang menoleh pada Mega
"Lo kenapa? " tanya Millie
__ADS_1
"Gak liat nih... lain kali nolongin sih nolongin tapi liat liat dulu" Mega menunjukkan dahinya yang benjol karena terantuk pintu mobil
Pada awalnya Rafael dan Millie menahan tawanya namun sepertinya kedua pasangan itu tidak dapat menahannya lagi hingga tertawa terbahak-bahak, Mega hanya memberangus kesal karena menjadi bahan tertawaan