Youth Love

Youth Love
eps 28


__ADS_3

"Gue pulang nanti kak ada perlu dulu" ucap Millie pada Ello


"Mau kemana? entar mama nanyain gue gak mau ribet"


"Gue pulang sama kak Rafael, ada buku yang harus di cari" Millie terpaksa berbohong pada Ello


"Ya udah.. baik baik ya jangan bikin ulah nanti gue dimarahin sama papa"


"Iya.. tapi.. punya cash gak? hehe" Millie menadahkan tangannya


"Heh.. kebiasaan" Ello mengambil uang di dompetnya


"Apaan nih? cukup buat apa lima puluh ribu? "


"Bersyukur.. orang dapet segitu susah harus kerja dulu, dah lah gue mau pulang, laper" Millie hanya manyun setelah Ello pergi


"Gue punya ide" Millie kembali masuk ke dalam sekolah menuju ruangan Rafael


Millie hanya mengintip dari jendela yang tinggi karena di dalam masih ada guru lain, seperti biasa Rafael sedang di kerumuni ibu guru muda


Rafael hanya melihat mata Millie dari balik jendela membuatnya tertawa kecil, Rafael berdiri meninggalkan meja nya


"Saya ada urusan dulu bu, permisi" ucap Rafael lalu pergi


Setelah Rafael keluar Millie pergi lebih dulu di ikuti Rafael dari belakang ke tempat sepi, Millie menunggu sambil memainkan kuku


"Kenapa ngintip ngintip kayak gitu? " Rafael melipat tangannya di dada


"Itu... itu.. aku.. aku.. mau pinjem uang boleh? " Ucap Millie ragu ragu


"Berapa? "


"Itu sebenarnya aku ada uang tapi pake bayar hutang kemaren sama Abra, aku pinjem satu juta aja besok aku ganti" Millie menunduk malu malu


"Cash atau transfer? " tanya Rafael


"Transfer aja " Millie menyebutkan satu persatu nomor rekeningnya


"Cium dulu baru aku transfer"Rafael mencondongkan kepalanya


Satu kali Millie sudah mencium Rafael namun dia belum menarik kembali kepalanya, hingga seluruh wajahnya di cium Millie barulah dia menjauh sambil terkekeh


" Tua tua keladi emang" gumam Millie


"Apa? coba bilang sekali lagi? "


"Ganteng banget sih kamu, cepet transfer" Millie mencubit kedua pipi, Rafael memeluk pinggang Millie dan mencium bibirnya


"Udah aku transfer, mau aku anter pulang? " tanya Rafael


"Gak usah.. aku naik taksi aja, makasih ya besok aku ganti" Millie melihat notifikasi di handphone

__ADS_1


"Tunggu.. " Millie menarik sabuk Rafael dari belakang ketika dia hendak pergi


"Apa lagi? "


"Ini nol nya lebih, aku Transfer balik ya" ucap Millie


"Itu buat kamu, gak usah di ganti" Rafael mengusap pipi Millie sambil tersenyum


"Ini.. ini.. serius? Aku gak pernah di kasih uang sama orang lain" Millie menatap tak percaya


"Aku bukan orang lain, aku pacar kamu" Millie menyunggingkan senyum lebarnya


"Makasih.. " Millie memeluk Rafael lalu mengecup pipinya dan pergi berjalan berjingkrak-jingkrak


"Kenapa rasanya bahagia liat dia kesenengan gitu? hah... gue ini kenapa" Rafael duduk mengusap wajahnya kasar


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Lo kenapa senyum senyum gitu? " tanya Abra


"Gue di kasih duit 10jt sama pacar gue" Millie keceplosan sambil menatap handphonenya


"Pacar? gila sejak kapan lo pacaran? " tanya Abra


"Ehh.. gue salah ngomong.. maksudnya.. maksudnya.. "


"Sebagai temen gue cuma sekedar mengingatkan ya sama lo, hati hati sama cowok yang sering ngasih banyak hal sama lo suatu saat dia pasti minta bayarannya" Ucap Abra


"Bayarannya apa? duit? atau perusahaan papa gue kayak di film film? " tanya Millie


"Apa sih? gak jelas lo"


"Beneran Millie, cowok itu awalnya berani cium cium, pegang pegang dan akhirnya dia minta... " Abra memeragakan tangannya meremas sesuatu


"Minta apa? " Millie masih penasaran tapi menyilangkan tangannya di dada


"ML" bisik Abra


"Iihh.. lo jorok, lo kali yang kayak gitu"


"Justru gue cowok jadi tahu, kalo sama pacar bawaannya naek mulu" ucap Abra sambil tertawa


"Ihh.. gue jadi takut temenan sama lo" Ucap Millie


"Yang ada gue takut sama lo, macem-macem dikit leher gue bisa patah" Jawab Abra


"Jangan gitu lo sama cewek, kasian anak orang lo rusak"


"Ehh gila.. gue cuma bilang kalo deket naek gue gak bilang kalo gue lakuin itu ke dia, gue masih punya otak kalo bunting berabe gue masih sekolah"


"Yang harus hati hati itu lo... jangan sampe masuk perangkap buaya" lanjut Abra

__ADS_1


"Lo bikin gue takut deh" lirih Millie, dia mengingat kata kata Abra sama persis dengan yang di lakukan Rafael


"Hati hati aja, kalo pacar lo macem macem sikat aja jangan karena lo sayang lo mau aja di apa apain"


"Ya kali.. bokap gue bisa ngamuk kalo gue kayak gitu" jawab Millie


"Sekarang mau kemana? " Tanya Abra


"Ke rumah cewek kemaren, ternyata dia adik kelas kita" jawab Millie


Millie dan Abra telah sampai di rumah gadis itu mereka pun langsung turun dan mengetuk pintu rumah tersebut, Ibu gadis itu membuka pintu dengan wajah yang tidak ramah


"Mau ngapain kamu kesini? " ketusnya


"Saya mau ketemu sama anak ibu" jawab Millie


"Gak ada... kamu cuma bawa pengaruh buruk buat dia, kamu anak yang sering bikin ulah di sekolah kan? "


"Pengaruh buruk dari mana? kenal aja baru sekarang, ibu tau gak kemaren anak ibu mau bunuh diri di jembatan? kemaren saya yang bujuk dia buat pulang, saya anterin sampe rumah jahat banget ibu nuduh saya" Begitulah Millie orang lain bicara beberapa kata maka dia akan menjawab dengan Serangkaian kata yang akan membuat orang lain pusing


"Jangan temui kami lagi" ibu itu menutup pintunya namun Millie menahannya dengan kaki


"Saya cuma mau bantuin anak ibu biar cowok itu mau bertanggung jawab" ucap Millie, Abra hanya diam dia tidak tahu harus bicara apa


"Gak mungkin, dia aja gak mau bilang siapa yang bikin dia kayak gini mana mungkin kamu bisa bujuk dia"


"Kita gak bisa kalo belum coba, kalo dia nolak saya janji gak akan ganggu kalian lagi" ibu itu akhirnya membuka pintunya


"Dia di kamar, gak mau keluar dan gak mau makan saya udah frustasi" ucap ibunya seraya duduk lemah


"Saya yang bawa makanannya ke atas, saya bujuk dia" Millie mengetuk pintu kamar gadis itu seraya membawa makanan


"Lo di dalam? gue udah janji kemaren mau kesini bantuin lo, kalo lo percaya sama gue, gue akan bantu lo sampai selesai" pintu terbuka gadis itu tampaknya terus menangis sampai matanya sembab, Millie masuk ke dalam kamar yang berantakan itu


"Makan dulu.. anak di kandungan lo gak bersalah jadi jangan siksa dia" ucap Millie


Gadis itu mulai makan perlahan sementara Millie melihat isi kamar gadis itu untuk menemukan petunjuk, di bawah meja ada kertas yang di robek Millie pun mengambilnya dan menyusunnya


Ternyata itu adalah sebuah foto dirinya dan anak laki-laki yang bisa di pastikan itu adalah pacarnya, Millie duduk disamping gadis yang hampir menghabiskan makanannya


"Foto yang lo sobek itu ayah dari bayi ini? " tanya Millie, gadis itu hanya mengangguk


"Dia sekolah dimana? apa lo udah minta pertanggungjawaban? "


"Di sekolah kita.. dia kakak kelas kita" lirih nya, pemuda itu satu sekolah dengan mereka dan kakak kelas Millie


"Siapa namanya? kelas berapa? Apa lo udah coba minta pertanggungjawaban?" gadis itu menceritakannya semuanya pada Millie


"Jadi dia menolak bertanggung jawab? gue yang nanti ngomong sama dia.. lo jangan khawatir gue akan bantu sampai lo dapat keadilan"


"Makasih" lirihnya

__ADS_1


"Ya.. gue pulang dulu, minta nomor lo nanti gue kabarin" Gadis itu memberikan nomornya sebelum Millie pulang


"


__ADS_2