
"Masih sakit gak sayang? " Ello duduk di kursi yang berada di samping ranjang tempat Irene duduk bersandar
"Sakit.... Arumi gimana ya? "
"Kenapa masih mikirin dia? " tanya Ello
"Bukan mikirin dia, aku takut dia macam macam lagi"
"Kamu tenang aja, dia benar-benar di masukan ke rumah sakit jiwa sama Millie"
"Kapan kita bisa pulang? aku gak nyaman di rumah sakit terus"
"Nanti kita bilang sama papa biar kamu sama bayi kita perawatannya pindah ke rumah, minta papa cari dokter spesialis anak yang bagus sekalian" ucap Ello lalu mengecup tangan Irene
"Sekarang yang aku pikirin cuma satu" lanjut Ello
"Apa? " tanya Irene
"Gak bisa manja sama kamu" Irene mengulum senyumnya
"Iihh udah punya anak juga"
"Nanti kamar bayi biar di pisah aja, kita bayar baby sitter" ucap Ello
"Kenapa di pisah? kan kalo nangis gak kedengeran"
"Kan ada baby sitter nya, nanti dia ganggu kita kalo lagi itu" Irene mengernyitkan dahinya
"Lagi apa? " Tanya Irene
"Isshh.. suka pura-pura gak ngerti deh, itu kerja yang menghasilkan bayi"
"Astaga... jahat banget jadi bapak, masa anaknya tidur di pisah cuma karena itu? "
"Sayang... kalo lagi nanggung anaknya nangis kan pusing kepala, mending mereka pisah kamar aja sama baby sitter nya.. ya" Irene tidak habis pikir dengan suaminya yang tidak mau kalah dari bayi bayi yang baru saja dia lahirkan
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Itu bukannya papanya Millie? " Rafael hendak menjenguk Arumi di rumah sakit jiwa namun sebelum masuk dia melihat Max masuk terlebih dulu
Rafael mengikuti Max dari belakang hingga dia masuk kedalam sebuah ruangan, Rafael tidak dapat melihat siapa orang yang di temui Max dia hanya bisa mendengarkan percakapan mereka
"Sayang kamu akhirnya kesini juga" Ucap seorang wanita
"Kata perawat kamu tidak mau makan? sekarang makan atau aku tidak akan datang kesini lagi" ucap Max
"Berhenti... disana saja jangan mendekat dan cepat makan" Sepertinya wanita itu hendak mendekati Max namun Max menolaknya
"Kenapa sayang? aku masih istri kamu..Kamu harusnya bawa aku pulang"
"Waahh... Papanya Millie punya istri lain? " gumam Rafael, saat sedang serius menguping tiba tiba saja di belakangnya dia di kejutkan oleh seseorang
"Doooorrr"
__ADS_1
"Anjirr" Rafael sampai terlonjak saat salah satu pasien mengejutkannya
"Ketemu.. yeee ... kamu jaga.. ayo main haha"
"Botak lo ngagagetin gue aja " ucap Rafael sambil menjitak kepala botak orang itu
"Huuuaaaa... jahat.. kamu jahat" Orang itu menangis, Rafael memilih kabur dan mengurungkan niatnya untuk bertemu dengan Arumi
Saat dia berlari keluar tiba tiba pasien lain l membuatnya lari tunggang langgang, Berada di sekitar rumah sakit jiwa membuat dirinya merasa ikut gila
"Lama lama bisa ikutan gila gue disini terus" ucap Rafael sambil bergegas keluar
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Allea sedang menggunting daun daun mati di tanaman hias nya, tiba tiba Handphonenya berdering dan Allea pun mengambilnya
"Video apa nih? " Allea membuka video tersebut
Tampak Max sedang menyuapi seorang wanita di sebuah ruangan, wanita tersebut tersenyum senyum saat Max menyuapinya
"Suamiku.. aku mau wortel nya" ucap wanita itu
Bak petir menyambar Allea begitu terkejut mendengar wanita tersebut memanggil suaminya dengan sebutan 'suamiku', Video hanya menayangkan itu lalu mati entah apa yang terjadi setelah itu
Allea duduk lemas dengan tatapan kosong handphonenya terjatuh
Yang terjadi sebenarnya....
"Suamiku.. aku mau wortel nya"
"Dengar... aku bukan suamimu, suamimu berada di penjara bersama anakmu, apa kamu sudah ingat sekarang? "
"Enggak.. enggak.. kamu suami aku" Mama Raisa menggelengkan kepalanya
"Aku punya istri dan anak anak, aku selalu datang kesini hanya sebagai rasa simpatik, aku berpikir sekarang sudah cukup kamu tidak bisa terus bergantung padaku" ucap Max
"Enggak.. enggak tunggu.. aku ikut" Mama raisa terburu-buru berdiri hendak mengejar Max namun Max dengan langkah besarnya pergi meninggalkan tempat itu
Setelah dari rumah sakit jiwa Max bergegas pulang sebelum terlambat dari waktu nya pulang kerja, Sesampainya dia di rumah keadaan rumah tidak seperti biasanya
Anak anaknya memang tidak ada di rumah setiap Sore namun yang membuatnya berbeda ialah sang istri yang tidak kelihatan batang hidungnya, Max pergi kekamar namun tidak ada siapapun di sana
"Bi... istri saya kemana bi? " Max memanggil pelayan di rumahnya
"Nyonya tadi pergi tuan"
"Pergi? sama sopir? " Tanya Max
"Enggak tuan.. nyonya pergi bawa mobil sendiri"
"Dia bilang mau kemana? " Bibi malah menggeleng
"Saya khawatir tuan, nyonya tadi pagi sakit kepala tapi sekarang pergi.. saya udah larang tapi nyonya tetep pergi, kayaknya nyonya lagi galau"
__ADS_1
"Galau kenapa? " tanya Max
"Kalo itu bibi gak tau, cuma keliatan aja dari raut wajahnya"
"Dia kemana ya? " Max sudah menelponnya berkali-kali namun Allea tidak menjawabnya
Sudah beberapa teman Allea max telepon untuk menemukan keberadaannya, hingga hari sudah gelap Allea belum juga kembali
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Allea baru saja pulang dari panti asuhan Milik keluarganya, disana dia bermain bersama anak anak untuk menghilangkan kesedihannya
Dia mengira saat pulang dia akan melupakan semuanya namun nyatanya dia tidak bisa melakukannya, Allea kembali menangis saat sedang menyetir
Setelah menghapus air matanya tiba-tiba pandangan Allea menjadi kabur dan kepalanya yang merasa pusing, Allea masih bisa menahannya di jalanan yang ramai namun saat mulai jalan sepi Allea tidak bisa menahannya lagi
Mobilnya hilang kendali berjalan terseok-seok lalu menabrak pohon lalu terguling, Beberapa orang yang melintas berhenti untuk menolong Allea dan menelpon Ambulance untuk membawanya ke rumah sakit
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Mama udah pulang pa? " tanya Ellia
"Belum.. kira kira mama kalian kemana ya? " Anak anaknya mulai pulang satu persatu dan mereka menanyakan hal yang sama
"Mama gak biasanya loh pa ngilang gini, lagi berantem?" ucap Millie
"Kamu ini... papa gak punya masalah apa apa sama mama kamu, pulang kerja tau tau udah gak ada"
"Apa kalian ada yang bikin mama bete? " Millie menunjuk kedua adiknya
"Yang ada kakak yang selalu bikin pusing" Jawab Michelle
"Kakak serius" Millie bersiap mengangkat tangannya untuk memukul Michelle
"Udah.. udah.. kalian apaan sih orang lagi khawatir juga" Ellia menegur keduanya
"Tuan.. tuan.." Bibi berjalan cepat menghampiri Max dan anak anaknya dengan wajah panik
"Apa sih bi?" Ucap Max, dia sudah terbiasa dengan bibi yang rempong dan suka membuat orang penasaran
"Nyonya.. itu tuan nyonya.. "
"Kenapa bi ngomong yang jelas" Ucap Millie
"Anu.. itu.. anu.. "
Plak
"Nyonya masuk rumah sakit" bibi baru lancar bicara setelah Millie memukulnya
"Apa? " ucap mereka bersamaan
"Rumah sakit mana? " Tanya Max
__ADS_1
"Kasih ibu, tuan" Max dan anak anaknya berlarian menuju mobil mereka dan bergegas kerumah sakit