
"Aku tanya sekali lagi siapa yang kamu anterin tadi pagi?" tegas Millie
"Sayang dengerin dulu.. itu.. itu.. kolega aku, kita meeting di luar terus mobilnya mogok jadi aku anterin aja"
"Emang dia gak bisa pesen taksi online? emang meeting pagi pagi buta sampe gak ada kendaraan lain? " Millie mendorong Rafael lalu masuk ke kamar dan mengunci pintunya
"Sayang.. jangan marah dong, aku gak macem macem cuma nganterin dia doang"
Millie tidak menjawab dia hanya mengikuti kata kata Rafael sambil mengejeknya, lama Rafael membujuk Millie namun istri kecilnya itu tak juga membukakan pintu
Akhirnya Rafael memilih menyelesaikan pekerjaannya sambil menunggu Millie keluar, di dalam kamar Millie hanya berguling guling lalu memeriksa lemari yang ada di dalam kamar
"Ngapain dia bawa baju ganti segala? " Millie melihat beberapa baju tergantung disana
"Kok sepi ya.. apa Rafael keluar?" Millie penasaran menempelkan telinganya di pintu
"Rafael ngobrol sama siapa?" Millie menajamkan pendengarannya saat mendengar Rafael berbicara dengan seseorang yang baru saja masuk
"Apa ada yang perlu di bahas lagi? sepertinya hari ini tidak ada janji bertemu?" tanya Rafael
"Saya kesini mau mengajak makan siang, anggap saja sebagai rasa terimakasih karena tuan sudah mengantar saya tadi pagi"
"Ohh.. soal itu, tapi maaf nona Anjani saya sudah makan siang.. lain kali saja karena pekerjaan saya juga sedang menumpuk " jawab Rafael sambil tersenyum
"Begitu rupanya.. bagaimana kalau saya traktir teh atau kopi nanti sore?"
"Ehem... sayang aku bosen, pinjem hp kamu" tiba tiba Millie keluar dan berdiri di samping Rafael
"Ngambeknya udah?" mendengar perkataan Rafael Millie langsung mencubit paha Rafael di bawah meja
"Ini siapa? adik anda?"
"Perkenalkan ini Millie, tunangan saya" Millie menatap Rafael dengan sinis dari ujung matanya
"Masih SMA?" sepertinya wanita itu cukup terkejut
"Ya Tante eehh.. maksudnya kakak.. aku masih SMA tapi karena kak Rafael ngejar ngejar aku jadi aku terpaksa tunangan sama dia" ucap Millie
"Ahh.. maaf dia suka bercanda" balas Rafael
"Tidak apa.. saya masih ada janji dengan seseorang, kalau begitu saya permisi"
"Lain kali saja saya traktir dan bawa juga adik kecil ini" lanjut Anjani lalu pergi
"Keluar juga kamu ya.." Rafael menarik Millie hingga duduk di pangkuannya
"Tunangan ya... Lepas aku mau pulang " Millie menyingkirkan tangan Rafael yang melingkar di tubuhnya
"Gemes banget sih.. sayang orang gak tau kalo kita udah nikah, emangnya kamu mau gosipnya nyebar kan kamu belum lulus sekolah "
__ADS_1
"Tau ah.. Aku mau jalan jalan sama temen temen aku" Millie berdiri dari pangkuan Rafael
Setelah mengambil handphonenya Millie mengambil tasnya yang tergeletak diatas sofa, Rafael mencari sesuatu diatas meja namun tidak menemukannya
"Cari ini? nih aku kembaliin" Millie mengambil remote control yang digunakan Rafael untuk mengunci pintu
"Bye.." Millie melempar remote tersebut kearah Rafael dan Rafael menangkapnya
"Dasar nakal.." Rafael mengejar Millie yang sudah menghilang di balik pintu
"Sayang tunggu.. hei kenapa marah marah? ayolah " Rafael mengekori Millie dari belakang hingga menjadi pusat perhatian bawahannya
"Sayang... Aku anter ya" Millie menghentikan langkahnya ketika Rafael menahan tangannya
Bukannya menuruti perkataan Rafael namun Millie dan suaminya itu malah berkelahi kecil, Rafael menangkis pukulan Millie lalu mencengkeram kedua tangannya menjadi satu dan memikulnya seperti karung beras di pundaknya
"Anak nakal" Rafael memukul b*k*Ng Millie lalu kembali membawa Millie ke ruangannya
"Lucu banget ya mereka"
"Iya.. kesannya kayak adik kakak"
"Mana pake berantem segala " bawahan Rafael hanya bisa senyum senyum sendiri melihat tingkah Millie dan Rafael
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Bawa file yang kemarin saya suruh revisi" Max menelpon sekretarisnya
"Kamu mau ngelenong dimana? " bukannya tertarik melihat sekretarisnya namun Max malah mencibirnya
Bagaimana tidak sekretarisnya memakai rok mini dengan belahan di pahanya juga baju yang begitu ketat hingga menghimpit kedua gunung kembarnya
"Ini filenya tuan.. ada yang lain yang bisa saya bantu" sekretaris itu tidak menghiraukan perkataan Max dan berdiri berdekatan dengan atasannya itu
"Kamu kalo kerja pake baju yang bener, sakit mata saya liatnya" ucap Max sambil membubuhkan tanda tangannya
"Nih.. udah keluar sana" Max memberikan map tanpa menoleh sedikitpun
"Saya permisi tuan" Sekretaris baru itu pergi dengan perasaan kecewa
Ketika sekretaris baru itu keluar dari ruangan Max dia berpapasan dengan Allea, Allea sampai menatap dari atas sampai ke bawah melihat penampilan sekretaris baru yang begitu seksi membuat sang sekretaris tersenyum kikuk
"Suamiku ada?" tanya Allea mencairkan suasana
"Ada nyonya, silahkan" jawabnya sambil membuka pintu
"Sayang.. kamu sibuk gak?"
"Enggak.. kebetulan kamu Dateng, aku laper banget" ucap Max sambil bangkit dari kursinya
__ADS_1
Max melangkah mendekati Allea lalu memeluk juga mencium kedua pipinya, sekretaris itu mengintip dari celah jendela apa yang di lakukan atasan bersama istrinya
"Apa bagusnya istrinya itu? lebih seksi juga gue" batinnya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Hari ini kamu gak masuk kuliah?" tanya Irene
"Enggak dulu deh, aku mau bantu kamu di rumah jaga baby"
"Kan ada bibi, kamu fokus aja selesaikan kuliah kamu biar cepet dapet kerja" Ello tersenyum sambil merangkul Irene
"Kamu lupa siapa orang tua aku? gak perlu kerja, kita gak akan kekurangan uang" ucap Ello
"Tapi aku gak mau punya suami pengangguran, yang harus kasih nafkah itu suami bukan mertua" jawab Irene sambil mencubit perut Ello
"Sshh.. sakit kebiasaan deh" Ello memukul pelan tangan Irene
"Makanya kerja, apa kata orang kalo rumah tangga kita masih di biayai orang tua"
"Iya.. iya sayang aku cuma bercanda, selesai kuliah aku masuk perusahaan papa" Irene mengembangkan senyumnya mendengar ucapan sang suami
"Bagus kalo gitu.. sekarang makan terus pergi kuliah, aku udah susah susah siapin sarapan jangan sampe gak dimakan"
"Aku selalu makan walaupun rasanya asin" Ucap Ello sambil terkekeh
"Oh.. asin ya, kalo gitu aku gak masak lagi mulai hari ini" Irene menepis tangan Ello lalu pergi
"Eehh.. aku cuma bercanda, sayang mau kemana?"
"Kepo banget sih" gerutu Irene
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Kenapa tuh?" Michelle berbisik pada adiknya
"Sstt.. entar dia denger" mereka sedang membicarakan Millie yang pulang dengan keadaan cemberut di ikuti oleh Rafael
"Ngapain bisik bisik? ngomongin gue" Millie mengomel pada kedua adiknya
"Siapa yang ngomongin kakak? pede banget" jawab Michelle
"Tadi apa bisik bisik liatin gue? "
"Aku gak ikutan" Exel secepat kilat menghilang dari sana
"Sensi banget sih, lagi dapet ya?" ucap Michelle sambil berlari kabur dari hadapan Millie
"Sayang kenapa harus marahin mereka sih?"
__ADS_1
"Diem" ucap Millie dengan nada ketus lalu pergi
"Gemes banget dia cemburu gini" gumam Rafael lalu berlari menyusul Millie