
"Pak Toto akan mengawasi kamu selama di sekolah, kamu tidak boleh keluar rumah selain di waktu sekolah" ucap Max ketika sarapan
"Gak perlu pa.. papa kenapa sih? "
"Kamu yang kenapa? gak ada penawaran dan jangan membantah" ucap Max
"Ma.. " Allea menatap Millie lalu menggeleng
"Oke.. berangkat pak, udah gak punya selera makan" Millie mengambil tasnya lalu pergi di ikuti supir barunya
Millie benar-benar kesal pada ayahnya yang mulai mengekangnya, di sekolah dia tidak banyak bicara meskipun tiga teman pemudanya selalu mengajaknya bercanda
"Manyun mulu, kenapa? " tanya Jason
"Bete gue, masa ke sekolah di tungguin, kayak anak TK "
"Kenapa di tungguin? perasaan kita baik akhir akhir ini? " tanya Rian
"Tau.. lo bikin ulah ya? " tanya Roy
"Enggak sama sekali.. ini masalah lain" jawab Millie
"Millie... kenapa foto pak Rafael di hapus? " tanya Dita
"Gue gak sengaja upload itu, kepencet waktu tidur" ucap Millie
"Tapi fotonya asli kan? "
"Ya asli lah Dita, ngapain gue ngedit ngarang ngarang kek gitu" ucap Millie dengan kesal
"Berarti Millie udah di cium cium dong sama pak Rafael? " Millie menggaruk kepalanya lalu menutup wajahnya
"Udah jangan tanya lagi, nih makan aja jangan ribut" Niko memberikan makanan pada Dita agar tidak terus mengoceh
"Papa sama mama tau loh Millie.. kamu pasti kena marah nanti" ucap Niko
"Gue gak akan ketemu opa sama oma kalo gitu" jawab Millie
"Lagian lo pacaran gitu banget, mau aja lagi di sosor sosor" cibir Niko
Millie mengambil makanan dari tangan Millie dan menyumpal mulut Niko dengan makanan tersebut, teman temannya hanya tertawa melihat Millie yang terlanjur kesal dengan Niko dan Dita
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Pagi.. " Irene menyapa teman satu kelasnya, kini bukan hanya Ello yang dia sapa
"Pagi.. " jawab teman temannya
"Irene tumben gak nyapa Ello" ledek temannya
"Udah nyerah ya Ren? "
"Gue sadar udah cukup mengganggu selama ini" jawab Irene sambil tersenyum
Irene berubah 180° drajat dari dia yang pecicilan, make up tebal, dan berisik kini lebih pendiam dan terlihat natural, Ello sempat melirik ke arah Irene karena penasaran dengan wajahnya tanpa make-up
Irene tersenyum saat matanya beradu pandang dengan Ello, Ello tersenyum meskipun samar dan sebentar lalu kembali dengan wajah dinginnya
__ADS_1
"Seenggaknya dia lirik gue, dua perubahan yang cukup baik, tersenyum dan melirik" batin Irene
"Ello makasih udah pinjemin bukunya" Arumi memberikan bukunya pada Ello
"Hmm.. " hanya itu yang terdengar dari mulut Ello
"Makan siang nanti ada waktu gak? " Tanya Arumi
"Gue harus pergi, kalo lo mau ajak makan siang sorry gue gak ada waktu" jawab Ello
Irene tersenyum dalam hatinya dia merasa lega Ello juga tidak begitu dekat dengan Arumi, handphone Ello bergetar dan dia menjawab sebuah panggilan
"Ada apa? " Tanya Ello
"Kenapa makan siang di luar? "
"Ohh.. iya, udah ada supir kan? ketemu disana aja ya"
"Hmm.. belajar yang bener" Ello bicara dengan lembut membuat wanita-wanita itu iri
Namun orang yang mengenal Ello dengan benar sudah tahu bahwa yang menelponnya adalah Millie termasuk Ellia dan Irene, handphone Irene juga bergetar saat menerima sebuah pesan
"Anak baik" gumamnya seraya tersenyum membaca pesan tersebut
"Jangan kempesin ban mobil lagi, aku repot pagi pagi balik ke restauran" Irene membalas pesan dari Millie
"Oke.. sorry 🤭🤭" Millie kembali membalas pesan Irene
Saat makan siang Millie mengajak kakaknya dan Irene makan siang bersama di cafe dekat sekolah, Ello sudah menunggu disana sementara Millie dan Irene kebetulan masuk bersamaan
"Lo ngapain disini? " tanya Ello
"Anak nakal" Millie hanya tersenyum lebar menampakkan giginya tanpa rasa bersalah
"Rame rame kan seru, ayo cepet pesan makanan keburu gue masuk" ucap Millie
Irene tampak tertawa kecil ketika Millie selalu menceritakan sebuah guyonan sementara Ello kadang hanya tersenyum smirk, Arumi mengawasi mereka dari kejauhan
"Jadi lo punya backing-an? karena lo deket sama Millie berarti lo juga target gue" gumam Arumi
"Kak Ello sebenarnya gak gini loh kalo cuma kita berdua, dia sebenarnya orangnya seru cuma kalo depan orang lain jadi kulkas berjalan aja" ucap Millie
"Bisa diem gak? "
"Gak.. dia juga yang paling care sama aku kak, dia yang paling ngerti aku"
"Kalian punya hubungan yang baik ya.. aku anak tunggal jadi gak bisa ngerasain punya sodara itu kayak gimana" ucap Irene
"Gak apa apa kak.. aku siap jadi adik kakak" sergah Millie
"Jangan mau.. dia suka ngabisin duit" Ucap Ello
"Tapi sayang kan? kan? " Millie memeluk tangan Ello sambil mengedip-ngedipkan matanya
"Isshh.. menjijikkan" Ello menutup wajah Millie dengan telapak tangannya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
__ADS_1
"Lagi ngapain? " Rafael menelpon Millie
"Abis makan, kamu udah makan belum? " tanya Millie
"Belum.. ini lagi mau beli makan, keluar bentar" Millie segera berdiri berjalan menuju balkon
Rafael keluar dari tempat persembunyiannya melambaikan tangan ke arah Millie, Millie menghela nafas kasar melihat Rafael berada di bawah sana
"Kamu ngapain disitu, katanya mau beli makan "
"Aku kangen sama kamu, gimana aku bisa makan kalo gak ketemu kamu? " ucap Rafael
"Kan bisa video call"
"Aku mau liat kamu langsung, aku mau pastiin kamu baik baik aja... Aku mau peluk kamu" Rafael membuka tangannya
"Tapi aku gak mau" jawab Millie sambil terkekeh
"Masa? kalo ketemu aku gak akan lepasin kamu" ucap Rafael
"Tapi kayaknya kita gak bisa ketemu, papa nyuruh orang buat ikut aku kesekolah, aku juga gak di bolehin keluar selain waktu sekolah" lirih Millie
"Gak apa apa.. anggap aja nabung kangen iya kan? aku pergi ya.. nanti aku video call"
"Motor kamu dimana? " tanya Millie
"Aku simpan lumayan jauh dari sini, aku kangen sama kamu.. muah.. muah.. muuuaahh" Rafael terkekeh sendiri dengan tingkah lakunya
"Malu gak? " tanya Millie sambil tertawa kecil
"Enggak.. beneran aku kangen"
"Aku juga.. jangan telat makan, jaga kesehatan" ucap Millie
"Kamu juga.. sampai ketemu di lain waktu" Rafael melambaikan tangannya lalu pergi
"Dramatis banget hidup gue, ini pasti biang keroknya si Sony sialan" gumam Millie
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Irene tunggu.. " Ello memanggil Irene ketika Irene berjalan lebih dulu
"Kenapa? " tanya Irene
"Ini.. ini punya lo kan? tadi jatoh" ucap Ello
"Ahh.. iya, makasih ya.. gue duluan" Irene tidak banyak basa basi lagi
Ello mematung menatap kepergian Irene seperti ada yang berbeda di hari harinya ketika Irene berhenti mengganggunya, meskipun wanita lain masih memberinya hadiah tapi ketika Irene bersikap normal membuatnya kesepian
Tidak ada lagi Irene yang pecicilan mengikutinya kemana pun dia pergi, tidak ada Irene yang berisik yang selalu mewarnai harinya
"Kenapa gue merasa sepi kalo dia bersikap seperti ini? " gumam Ello
"Aaaaaaaaaa.. Irene jangan" Ello berlari ketika mendengar suara teriakan
Kira kira apa yang terjadi?
__ADS_1
jangan lupa like komen Vote dan bunganya ya 🥰🥰🥰😍😍😍