Youth Love

Youth Love
eps 7


__ADS_3

"Gue mau minta maaf soal kemaren malem, kalo gue gak ninggalin lo kejadian kemaren gak akan terjadi"


"Bukan salah lo.. gue aja yang ke bawa emosi" jawab Millie namun masih dengan nada ketus


"Lo pasti masih marah.. jangan marah dong, gue ajak keluar aja gimana? "


"Sama siapa? " tanya Millie


"Kita berdua aja.. gimana mau kan? tapi lo harus maafin gue"


"Oke.. traktir gue makan sepuasnya, baru gue maafin" ucap Millie


"Oke.. deal, ayo pergi" Dirga merangkul bahu Millie berjalan menuju ruang tamu untuk meminta izin pada Allea dan Max


Millie sudah memakai Hoodienya sambil berjalan mengikuti Dirga, saat di luar Dirga seperti mendengar suara tangis seseorang


"Tunggu.. '' Dirga menyuruh Millie menunggu sementara dia mencari asal suara itu


Ternyata di samping rumah Ellia sedang menangis memeluk kakinya dan menyembunyikan wajahnya di celah kedua lututnya


" El.. kenapa? " Dirga duduk di samping Ellia


Ellia menceritakan semuanya pada Dirga sambil menangis di pelukannya, Millie yang menunggu lama akhirnya menyusul Dirga dan ternyata apa yang dia lihat membuatnya kembali merasakan sesak di dadanya


"Kak.. " Millie memanggil Dirga


"Maaf Millie.. gimana kalo jalan jalannya kapan kapan aja? "


"Kalian mau pergi? pergilah.. Millie butuh hiburan" Ucap Ellia seraya menjauh mengusap air matanya


"Aku gak bisa tinggalin kamu dalam keadaan seperti ini, atau gimana kalo kita jalan bertiga aja? " tanya Dirga


"Gak usah.. kalian pergi berdua aja, gue mau pergi sama kak Ello" ucap Millie lalu pergi


"Kak pergi yok" Millie menemui Ello di kamarnya


"Males ah.. udah malem juga mau kemana? " tanpa bicara lagi Millie mengambil kunci motor Ello


"Hei.. mau ngapain? jangan macem macem Millie" Ello mengambil jaketnya mengejar Millie


"Sini kuncinya" Ello menengadahkan tangannya


"Gue aja yang bawa, kalo lo gak mau gue kenapa napa cepet naik" ucap Millie yang sudah naik ke motor menggunakan helm


"Apa lo bisa bawa motor? " Ello ragu dengan keterampilan Millie pasalnya tidak ada yang mengajarkannya mengendarai motor


Millie menghidupkan mesin motornya membuat Ello panik dan segera naik di jok belakang, Millie mengendarai motornya dengan kencang membuat Allea yang melihat berteriak teriak agar Millie menghentikan motornya


"Millie nak turun.. Ello suruh Millie turun sayang.. Ello adiknya di bonceng aja nak" teriak Allea namun anak anaknya terlanjur pergi


"Kenapa tan? " tanya Dirga yang terkejut mendengar suara Allea yang nyaring

__ADS_1


"Itu Millie.. ya ampun anak itu gak bisa bersikap seperti wanita"


"Kenapa ma? " tanya Max


"Itu pa.. Millie bawa motor , mama jadi ngilu liatnya"


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Jalan sama lo banyak yang liatin" cicit Millie, tangannya tidak lepas memeluk lengan Ello


"Mereka liat lo yang pendek kayak kurcaci, lepasin nempel banget " Ello melepas tangan Millie dari lengannya


"Kenapa emangnya? lo takut gak laku ya? " goda Millie


"Kak tunggu" Millie mengejar Ello yang berjalan meninggalkannya


Kini mereka berada di sebuah restauran cepat saji saling berhadapan, Millie senyum senyum sendiri menatap kakaknya yang hanya menunduk menikmati makanannya


"Kak lo tau gak kenapa lo gak laku? "


"Lo ngeledek gue? " Millie terkekeh melihat wajah kesal kakaknya


"Gak ngeledek itu fakta, lo pacaran gak pernah lama karena lo itu kaku kayak kanebo kering" Ello mengernyitkan keningnya


"Ngeledek lagi gue tinggal" ancam Ello


"Ampun.. gue gak ngeledekin lagi tapi... kak liat di bibir gue ada sisa makanan gak? " tanya Millie


"Lap dong.. ayo lap kak" Millie merengek sambil meletakkan satu lembar tisu di tangan Ello


"Lo kenapa sih? sakit? " Ello keheranan tapi tetap saja dia menuruti keinginan adiknya itu


"Sekarang elus kepala gue" Ello malas berdebat dia hanya mengikuti permintaan adiknya


"Sini.. " Millie menggerakkan jari telunjuknya agar Ello mendekat


Ello mendekatkan wajahnya pada Millie namun siapa sangka Millie mencium pipinya, Ello mengedarkan pandangan ke sekeliling restauran ternyata semua mata menatap mereka


Pantas saja Millie bersikap berlebihan dia sedang mengerjai kakaknya, Millie cekikikan menundukkan kepalanya melihat wajah Ello memerah menahan malu


"Kebangetan lo" Millie tidak berani menatap wajah kakaknya dia tertunduk seraya tertawa pelan


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Millie.. " Abra dan ke tiga temannya menghampiri Millie


"Apa? Gue lagi suntuk nih.. keluar bentaran boleh kali ya" ucap Millie


"Lo mau bolos? gila.. mau ketauan lo? "


"Kalian gak mau ikut? gue males sekarang pelajaran guru rese" tanya Millie, teman temannya saling memandang

__ADS_1


"Kalo lo cabut gue ikut deh" Jason setuju, lalu semuanya ikut


Mereka memanjat dinding tinggi di belakang sekolah, ke empat teman laki-lakinya sudah melompat keluar namun ketika Millie hendak melompat tiba tiba saja kakinya di tarik seseorang


"Woi.. lepas nanti gue jatuh" Millie Menendang nendangkan kakinya


"Turun kamu" suara bariton itu amat Millie kenal


"Lepasin dulu pak, gimana turunnya ini? " Rafael masih memegangi kaki Millie, satu kakinya terpeleset dan membuatnya jatuh menimpa tubuh Rafael


Millie senyum senyum membuat raut wajah seimut mungkin agar tidak di hukum, Rafael bangun sambil mengangkat tubuh Millie di ketiaknya dengan satu tangannya


"Pak.. lepasin pak, jangan gini malu" Millie memohon ketika Rafael membawanya menuju lapangan


"Tau malu kamu? sebagai pelajar apa kamu tidak malu kabur memanjat dinding? kamu itu perempuan tapi kelakuannya bikin orang emosi" Millie mendongak menatap Rafael dengan mata berbinar dan bibir menekuk menggemaskan


"Bapak lepasin.. malu" Rafael tidak mempan dengan wajah imut Millie, akhirnya Millie menutup wajahnya ketika mereka jadi tontonan para murid di jam istirahat


"Berdiri disini, beri hormat pada bendera sampai jam istirahat selesai" Ucap Rafael lalu pergi


Millie mengepalkan tangannya melayangkan tinjunya di udara mengarah pada Rafael, ketika Rafael berbalik Millie segera kembali menghormat pada tiang bendera


"Beruntung banget Millie di gendong guru baru yang ganteng itu"


"Apa kita harus kabur juga biar bisa di gendong? "


"Millie bikin orang iri aja"


"Beruntung banget gurunya bisa gendong Millie"


"Pengen deket sama Millie aja ngeri, ini malah gendong"


Para murid perempuan dan laki-laki saling bergumam merasa iri pada Rafael juga pada Millie, Millie yang galak sulit di dekati.. dia hanya mau di ajak berteman seperti keempat temannya jika sudah mengarah pada perasaan Millie akan berubah jadi garang


"Millie mau bolos lagi ya? kenapa sih Millie nakal banget? " Dita datang membawakan air dingin untuk Millie


"Kenapa sih Dita bawel banget? " Millie membalik pertanyaan dengan nada bicara Dita


"Iihh.. Millie gitu "


"Diem laper gue" Millie mengambil jajanan dari tangan Dita dan memakannya


"Itu kan punya Dita.. Millie.. " Dita merengek


"Ya ampun... berisik banget ginian doang" Millie memasukkan sisa jajanannya ke mulut Dita


"Udah kunyah jangan ngomong lagi" ucap Millie ketika Dita hendak bicara


Up ke dua udah meluncur ya guys.. jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca


Like komen Vite dan bunga nya jangan lupa 😍😍😘😘🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2