Youth Love

Youth Love
eps 179


__ADS_3

Ternyata gerak gerik mereka di pantau oleh anak buah Keenan, niat hati Rafael datang untuk mengecoh namun nyatanya mereka mengetahui rencanannya


Anna mengecoh anjing anjing itu dengan lemparan batu, disana memang tidak ada penjaga hanya ada anjing anjing yang menggonggong dengan ganasnya


"Anjingnya kenapa gak pergi pergi sih" gumam Anna sambil kembali melempar batu


"Itu siapa?" Oma ketakutan memeluk lengan Mami Rafael ketika mendengar suara batu berjatuhan


Mami Rafael mengedarkan pandangannya dan melihat kehadiran Anna, Mami Rafael juga berusaha mengusir anjing anjing itu untuk membantu Anna


"Anna pergi dari sini" ucap Mami Rafael


Anna melihat tongkat besi dan mengambilnya dan memukuli anjing anjing tersebut, karena bukan cuma satu tentu saja Anna harus bergelut hingga dia terkena gigitan di tangannya


"Lari an lari... tinggalkan tempat ini" Mami Rafael berteriak mengkhawatirkan Anna


...🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒...


"Kak..." Millie menyusul William dan teman temannya


"Pergi ke tempat bang Rafael jangan ngikutin kita" motor Millie dan William berjalan berdampingan


"Tapi Mami gimana?"


"Lo tenang aja kita udah tau lokasinya dari Anna, sekarang Lo liat keadaan bang Rafael aja gue yakin Keenan akan berbuat curang" Millie mengangguk lalu menutup kaca helm nya untuk memutar balik arah


"Gila... keren, pantesan bang Rafael sampe bertekuk lutut" ucap salah satu teman Rafael


"Jangan mengagumi milik orang lain" teman yang dia bonceng menoyor kepalanya


"Millie" William melihat dari spion Millie di hadang anak buah Keenan


"Putar balik" William memberi perintah


"Mau kemana manis? jangan buru buru gitu dong kita main dulu sebentar"


"Gak Sudi, kalian bau tengik" jawab Millie


"Pacar Lo bentar lagi mati mending Lo sama kita aja"


"Semoga malaikat maut lebih dulu ambil nyawa Lo" ketus Millie


"Kurang ajar juga nih cewek mulutnya"


"Turun" Dua orang pria menarik paksa Millie agar turun dari motornya


"Gue bisa sendiri b*ngs*t" Millie menarik kedua tangannya dengan kasar


"Tangannya aja wangi banget bro" ucap salah satu dari mereka seraya mencium tangannya sendiri


"Menjijikkan" Millie yang seorang wanita melawan beberapa pria yang main keroyok


Awalnya Millie bisa mengatasi mereka namun semakin lama konsentrasinya pecah, Tangan Millie di pukul seseorang dengan menggunakan balok kayu

__ADS_1


Millie masih melawan mereka dengan satu tangan, balok kayu melayang di atas kepala Millie namun beruntung seseorang lebih dulu menangkapnya


"Lo gak apa apa?" tanya William


"Gak.. Thanks kak"


Mereka kabur saat melihat jumlah teman William yang datang lebih banyak, William melihat Millie memegangi tangannya


"Coba gue liat"


"Gue gak apa apa.." Millie menarik tangannya yang di pegang William


"Itu pasti sakit, mereka mukulnya kenceng"


"Jangan ngurusin gue, sana pergi selamatkan Mami" ucap Millie


"Lo yakin gak apa apa?"


"Gue yakin... gue cuma mau minta bantuan satu temen Lo buat bawa motor gue" ucap Millie


"Dengan senang hati" Seseorang dengan percaya dirinya duduk di atas motor Millie


" Jagain yang benar, kalo lecet urusannya sama bang Rafael"


"Siap... ayo neng naik, biar minta anter ke bulan juga abang jabanin" ucapnya sambil terkekeh


...🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒...


Anak buah Keenan yang baru saja datang berjalan menuju kearah Rafael, teman teman Rafael hendak menghadangnya namun Rafael menahan mereka


"Ngapain Lo kesini" ucap Rafael


"Lo mau tau? pacar Lo mungkin bentar lagi kehilangan satu tangannya atau mungkin nyawanya" anak buah Keenan memutar sebuah video dimana salah satu dari mereka memukul tangan Millie dengan balok kayu dan menghadapkannya pada Rafael


"Sialan... Kalian gak seharusnya sentuh dia" Rafael berteriak dengan lantang


Rafael hendak pergi namun tidak bisa karena pertandingan kedua di mulai, Rafael mulai kehilangan konsentrasinya karena memikirkan orang tua dan orang yang di cintai nya


Keenan memanfaatkan situasi dan menyerang Rafael bertubi tubi, Rafael menggelengkan kepalanya


Pandangannya mulai kabur suara suara semakin terdengar tidak jelas, akhirnya Rafael jatuh tersungkur


"Mati Lo, susul temen Lo ke neraka" Keenan mengambil bangku kayu yang tadi dia duduki dan hendak memukul Rafael yang sudah jatuh tersungkur


"Hhiiyyaa.."


...🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒...


Anna duduk tersudut memegangi tangannya di kelilingi anjing yang sepertinya siap untuk menerkamnya, tiba tiba sebuah batu melayang mengenai kepala salah satu anjing


William baru saja sampai bersama teman temannya, mereka membawa obor dengan api yang menyala dan menakut nakuti anjing tersebut


"Lo gak apa apa?" William membangunkan Anna

__ADS_1


"Gak apa apa gimana, Lo gak liat tangan gue" Anna meringis mengusap air matanya


"Lagian Lo di suruh pergi gak nurut, mereka gak bener bener mau celakain Mami sama Oma, tujuan mereka itu bang Rafael" William mengambil palu dari sakunya dan memukul gembok untuk membuka pintu


"Kamu gak apa apa nak? makasih kalian udah selamatkan kami" ucap Mami Rafael sambil memeluk Anna


"Rafael mana? cucuku mana?" Oma celingukan mencari Rafael


"Kita harus ke rumah sakit dulu buat periksa keadaan Oma , Mami dan Anna" William mengalihkan pembicaraan


"Cucuku mana? tadi.. tadi.. mereka bilang mau di habisin, siapa yang di habisin? "Oma terlihat begitu khawatir


"Bang Rafael aman sama Millie dan teman temannya yang lain, sekarang kita ke rumah sakit dulu ya Oma" bujuk William


"Tapi bener cucuku baik baik aja? dia sama si beruang kecil?" Oma meyakinkan


"Beruang kecil?" gumam mereka saling menatap


"Millie, beruang kecil itu Millie" jawab Mami Rafael


"Oohh.." ucap mereka bersamaan


...🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒...


Keenan mengayunkan tangannya hendak memukul kepala Rafael dengan bangku kayu, sedikit lagi bangku tersebut mengenai kepala Rafael tiba-tiba bangku kayu tersebut melayang dan patah berhamburan


"Hei siapa itu.. turunin dia" teriak penonton


Suasana menjadi kacau dan para penjaga berniat menurunkan Millie namun pemilik tarung bebas tersebut melarang, dia ingin tahu seberani apa gadis kecil ini


"Anak manis ternyata masih hidup?" ucap Keenan dengan nada mengejek


"Lo gak bisa dengan mudah menyingkirkan nyawa seseorang, Lo bukan Tuhan" jawab Millie


"Cih... liat pacar Lo hampir mati, itu tandanya gue bisa menyingkirkan siapapun yang gue mau"


"Haha... lucu banget, Lo bisa ngalahin Rafael karena Lo curang.. Lo mengancam dengan kelemahan lawan membuat konsentrasinya buyar dan memanfaatkan keadaan" ucap Millie


"Kalo pun Lo menang itu gak terhormat sama sekali, lebih terhormat Rafael kalau pun dia mati hari ini karena dia berusaha membebaskan orang tuanya" lanjut Millie


"Bibir Lo yang mungil ternyata cerewet juga, jadi pengen gigit" mendengar Keenan mengatakan hal seperti itu Rafael hendak kembali berdiri namun Millie melarangnya


"Biar aku aja, bawa dia" ucap Millie pada teman temannya Rafael


"Gue suka cewek barbar" ucap Keenan dengan percaya diri


"Tapi gue gak suka cowok tengil" ucap Millie


"Kalo Lo kalah gue gak akan habisin Lo, gue cuma minta Lo temenin gue tidur semalem aja gak usah lama lama"


"Anjing peliharaan gue aja gak pernah gue bawa masuk ke rumah, sementara anjing liar minta di temenin tidur... mimpi Lo" hardik Millie


"Sialan" Keenan tersulut emosi dan mulai menyerang Millie

__ADS_1


__ADS_2