
"Kenapa Lo?" tanya Jason melihat Millie hanya diam dengan bibir cemberut
"Lagi kesel gue, keluar aja lah bebas ini" ucap Millie seraya mengambil tasnya
"Kuy lah... "
"Millie mau kemana?" tanya Dita
"Mau keluar aja, sumpek " jawab Millie
"Kan belum di bolehin pulang"
"Gurunya juga gak bakal tau Dita, mau ikut gak?" Dita tentu saja menggelengkan kepalanya, dia tahu jika ikut dengan Millie pasti akan ada saja masalahnya
"Ya udah Bye" Millie dan ketiga sahabatnya benar-benar pergi meninggalkan sekolah
Baru saja Millie pergi dari sekolah Rafael yang datang ke kelas Millie, Rafael celingukan mencari Millie diantara teman temannya
"Dita.. " Dita yang merasa namanya di panggil menoleh
"Iya kak?" Dita menghampiri Rafael
"Millie mana? kok gak ada di kelas?"
"Millie... Millie... udah pulang kak" jawab Dita
"Oh.. ya udah makasih ya"
"Salah gak ya? tapi kan emang Millie pulang cuma gak tau pulangnya kemana" batin Dita
...🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒...
Sore hari Millie baru kembali ke rumah, dia bersenandung sambil masuk kedalam kamarnya
"Dari mana kamu?"
"Astagfirullah.." Millie sampai terperanjat mendengar suara Rafael
"Aku tanya kamu dari mana?"
"Pulang.. pulang.. sekolah" jawab Millie sambil menatap ke arah lain
"Pulang sekolah? "
"I..iya.. kan emang pulangnya jam segini" Millie belum membaca pesan dari Dita yang memberitahu bahwa Rafael sempat mencarinya
"Ohh.. jadi pergi dari sekolah jam sembilan pagi dan sekarang pulang kerumahnya udah hampir gelap, kemana aja kamu?"
"Aku cuma jalan jalan ke mall " lirih Millie
"Kamu udah punya suami harusnya jangan banyak keluyuran sama temen cowok, ngerti?"
"Aku gak minta punya suami, karena aku tau aku masih mau hidup bebas dan gak harus jaga perasaan orang lain, harusnya kamu yang ngerti" Millie berlalu menabrak bahu Rafael masuk ke dalam kamar mandi
"Millie..." Rafael mengikuti Millie namun saat sampai di depan pintu Millie membantingnya
"Aku salah, aku minta maaf.. sayang kamu denger aku gak?"
"Gue juga sebenarnya salah, kenapa gue harus marah sama Rafael?" batin Millie
Millie membuka pintu kamar mandi tersebut lalu menatap Rafael dengan tatapan bersalah
"Maaf.. aku juga salah" lirih Millie menundukkan kepalanya
"Gak apa apa.. aku minta maaf udah bentak kamu, maksud aku kalo kemana mana itu izin dulu sama aku atau perginya sama aku" Rafael memeluk Millie membelai rambutnya serta mencium puncak kepalanya
"Iya.. lain kali aku bilang dulu" ucap Millie
"Kamu udah makan?" tanya Rafael
"Udah tadi sama temen temen aku"
__ADS_1
"Hhmm.. tega ya suami di rumah belum makan" Millie mendongak menatap Rafael
"Kamu beneran belum makan?" tanya Millie
"Beneran sayang... tadi siang aku pulang karena kamu gak ada di rumah aku pergi lagi dan sampe sekarang belum makan"
"Ayo makan dulu, maaf ya aku kira kamu makan di kantor" Millie menarik tangan Rafael hendak membawanya keluar
"Enggak... sebelum makan aku mau...." rafael menahan tangannya yang ditarik Millie
"Mau apa?" Rafael menurunkan wajahnya lalu....
Cup.. cup.. cup..
Rafael mengecup seluruh wajah Millie, Millie mendorong Rafael karena seluruh wajahnya basah dikecupnya
"Basah yang.. " Millie mengusap wajahnya dengan telapak tangan
"Yang mana yang basah? " tanya Rafael begitu ambigu
"Muka aku basah''
"Kirain yang itu" ucapnya sambil menjatuhkan dirinya di ranjang
"Yang itu apaan? gak jelas deh"
"Sini" Rafael menepuk ranjang di sebelahnya
Millie ikut berbaring di samping Rafael dan tiba tiba saja pemuda itu berguling ke atas tubuh Millie dan meletakkan kepalanya di dada Millie
"Kamu ngapain sih? sana geli " Millie mendorong kepala Rafael
"Kita pernah pacaran tapi kita kayak di nikahin paksa" ucap Rafael
"Emang di nikahin paksa, gara gara kamu aku jadi di salahin sama keluarga aku"
"Maaf... aku salah tapi beneran aku sayang sama kamu, walaupun aku berbohong pada awalnya tapi aku serius dalam pernikahan ini" Millie mengelus kepala Rafael sampai perlahan pria itu tertidur
"Sebenernya aku kesel sama kamu" Millie memandangi wajah Rafael sambil mencurahkan segala isi hatinya sampai dia juga ikut tertidur
...🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒...
"Sayang bangun gak masuk kuliah?" Irene membangunkan Ello
"Lima menit lagi, aku ngantuk banget"
"Ini udah mau jam 8 belum mandi sama sarapan katanya ada kuliah pagi" Ello mengerjapkan matanya beberapa kali lalu meraih handphonenya untuk melihat jam
"Astaga... ini gara gara anak anak bangun gantian tengah malem" Ello dengan cepat berlari ke kamar mandi
Memang setiap malam Ello yang selalu menjaga bayi bayinya karena tidak tega melihat Irene kelelahan sendiri
Baru saja masuk kamar mandi Ello sudah keluar lagi dan langsung memakai baju yang dia ambil sembarangan, Irene hanya menggeleng melihat Ello mondar mandir dengan cepat
"Sisir.. sisir dimana?" Ello mencari cari sisirnya
"Itu di depan kamu Deket body lotion " Ello sama sekali tidak melihat sisir yang berada tepat di hadapannya
"Aku berangkat dulu ya" ucap Ello kemudian mencium kening Irene
"Gak sarapan dulu?"
"Enggak sempet nanti aja sekalian makan siang" jawab Ello
"Kalian jangan rewel ya, jangan nyusahin Mama" Ello mencium kedua bayinya lalu pergi
"Kalian membuat papa jadi pontang panting"
...🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒...
"Hai mil" ucap Dirga yang baru saja tiba di rumah Max
__ADS_1
"Hai kak" jawab Millie
"Ngapain nyapa nyapa istri orang?" sergah Rafael yang baru saja turun
"Apaan sih gak jelas deh.. orang kita biasa saling sapa, Lo bukan manusia ya? jadi gak biasa nyapa orang" ucap Dirga
"Cih... Lo yang monyet" balas Rafael
"Kenapa sih ribut ribut?" Ellia menengahi
"Tau nih orang, gak jelas banget gak di kasih jatah kali" ucap Dirga
"Ngomong apa Lo? sini gak"
"Apa? Apa?" Ellia dan Millie memegangi keduanya yang mulai tersulut emosi
"Kamu apaan sih? ayo pergi" Millie menarik tangan Rafael pergi
"Awas Lo" mereka saling mengejek seperti anak kecil
"Kamu gak malu udah gede masih begitu?" ucap Millie saat mereka berada di dalam mobil
"Aku gak suka sama dia karena keliatan banget pengen deketin kamu"
"Kamu gila ya? aku istri orang, dia juga pacar kakak aku, jangan aneh aneh deh" Millie tidak habis pikir dengan yang di bicarakan Rafael
"Cuma calon kakak ipar, yang selingkuh sama ibu mertuanya aja ada apa lagi cuma sama ipar" Millie hanya bisa menggaruk kepalanya tak gatal
"Tuduhan kamu gak berdasar, udah jalan "
"Gak.. kamu harus janji dulu jangan Deket Deket sama cowok mana pun"
"Iya aku janji, sekarang jalan atau aku pergi sekolah sendiri" Ancam Millie
"Kamu aja yang nyetir " ucap Rafael
"Ya udah minggir" Rafael masih duduk di kursi pengemudi dan malah memundurkan sandaran kursinya
"Ini maksudnya gimana?" tanya Millie
"Duduk disini" Rafael menepuk pahanya
"Orang gila, aku keluar aja" Millie menggelengkan kepalanya
Pintu di kunci oleh Rafael membuat Millie mau tidak mau menuruti permintaan suaminya dari pada terlambat ke sekolah
"Kalo gak buru buru aku tampol kamu" ucap Millie sambil pindah ke kursi pengemudi
Di perjalanan sesekali Rafael mengelus kedua sisi pinggang Millie membuatnya hilang konsentrasi, Rafael akan berhenti saat Millie marah marah dan akan kembali melanjutkan kenakalannya setelah itu
"Sumpah ya kamu nyebelin tau gak? aku naik taksi aja deh" Millie menggerutu
"Ya udah aku diem, cuma peluk aja" Rafael memeluk Millie namun terus mengecup tengkuknya
"Yang bisa diem gak? gila aku lama lama" Rafael malah terkekeh
Bagaimana Millie tidak kesal pada suaminya itu, selain mencium tengkuknya Rafael juga mengelus paha Millie sambil memeluknya
Millie menambah kecepatan agar segera sampai di sekolah, sesampainya di depan sekolah Millie kembali di buat jengkel dengan permintaan Rafael yang menginginkan ini dan itu
"Kamu m*s*m banget sih?"
"Wajarlah sama istri sendiri" jawabnya tanpa rasa bersalah
Rafael merapihkan rambut Millie juga merapihkan seragam atas gadis itu, Millie keluar dengan wajah tak bisa di gambarkan bagaimana jengkelnya dia
Sementara Rafael tersenyum penuh kemenangan berhasil memperdaya istri kecilnya
"Sayang... nanti di rumah lagi ya" teriak Rafael membuat Millie malu karena banyak siswa lain
"Bisa gila gue.. gilaaa" Millie berlari masuk ke area sekolah tanpa memperdulikan Rafael
__ADS_1
"Menggemaskan.. manis.. jadi pengen cepet-cepet pulang" Gumamnya dengan wajah bahagia