Youth Love

Youth Love
eps 88


__ADS_3

"Apa yang katakan pada Rafael? kenapa membawa bajunya? " Anna hanya tertunduk


"Mami kan bilang jangan membuat dia marah, jangan melakukan sesuatu yang membuat dia membenci kamu"


"Tapi... aku.. aku.. cuma.. " Anna terbata-bata


"Dia pergi dengan wajah kesal, kamu harusnya jangan bikin dia marah"


"Dia anak mami satu-satunya, kamu buat dia pergi dari rumah" lirih mama Rafael lalu pergi seraya menghapus air matanya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Non... Non.. Tadi nyonya telpon katanya gak jadi pulang hari ini" bibi mengetuk pintu kamar Irene


"Ya... HP aku mati" padahal Irene sengaja mematikan handphonenya


Ello yang dingin selama ini kini selalu mengiriminya pesan membuatnya tidak nyaman, entah kenapa rasa sukanya pada pria yang menjadi ayah dari bayinya itu menjadi tidak ada


Sekarang dia merasa geli mendapatkan perhatian dari Ello meskipun perhatiannya itu untuk bayinya, irene turun dari kamarnya masih menggunakan piyama dengan rambut di gulung di atas kepalanya


Dia duduk di meja makan mengangkat kakinya ke atas sambil memakan nanas yang di sudah di kupas bibi, baru saja satu gigitan tiba-tiba seseorang datang merebut potongan buah nanas itu dari tangannya juga mencongkel bagian potongan yang sudah di gigit irene dari mulutnya


"Lo apaan sih? " ucao Irene sambil mengusap kasar bibirnya


"Kalo lagi hamil jangan makan ini" Ello menyimpan potongan nanas itu menjauh dari Irene


Ello mengambil pisau dan mengupas buah lain sebagai gantinya lalu di letakkan di depan Irene, Irene hanya diam memandangi Ello


"Apa freezernya lupa di colokin? atau listriknya mati? " gumam Irene


"Listrik siapa yang mati? " tanya Ello


"Pak RT " jawab Irene dengan singkat


"Susu udah di minum? " tanya Ello, namun Irene hanya diam saja


"Dimana susunya biar gue bikinin? "


"Nanti aja, gue belum sarapan" jawab Irene


"Ya udah makan, vitamin sama susunya minum"


"Lo bawel banget sih, emang lebih bagus kalo lo itu jadi gunung es.. nyebelin" Ucap Irene lalu pergi meninggalkan Ello


Bibi mendengarkan percakapan mereka dari balik pintu kamarnya yang berada di dekat dapur, dia terkejut mendengar kehamilan Irene Pantas saja dia begitu murung selama satu bulan


Ello menaiki tangga menuju kamar Irene membawa makanan dan satu gelas air hangat lalu mengetuk pintunya, Irene membuka sedikit pintunya


"Apa lagi? pulang aja sana.. bikin kesel aja" ucap Irene


"Lo masih marah? " tanya Ello


"Menurut lo? Udah pulang aja sana" Ello membuka pintu itu dengan paksa


"Makan" Ello menyimpan makanannya lalu mendudukkan Irene di ranjang


"Kenapa lo lakuin ini? " tanya Irene

__ADS_1


"Menurut lo? " Jawab Ello sambil mengulurkan sendok ke mulut Irene


"Gue gak mau.. gue gak biasa sarapan" tangan Irene menurunkan sendok tersebut


"Sekarang di perut lo ada anak gue, Gue gak mau dia kekurangan apapun" Ello menjepit kedua pipi Irene dan memaksanya makan


"Gue.. emmphtt" Irene langsung berlari ke kamar mandi dan memuntahkan semua isi perutnya


"Lo gak apa apa? " Ello menyusul Irene ke kamar mandi


"Jangan kesini" Irene mendorong Ello tanpa berbalik


Dia takut Ello akan jijik melihatnya namun ternyata Ello malah menahan rambut Irene ke belakang agar tidak terkena muntahannya, Irene berkeringat dengan nafas terengah


"Minggir" Irene menyingkirkan tubuh Ello lalu kembali ke kamarnya untuk berbaring


"Gue gak tau lo menderita seperti ini" gumam Ello ketika melihat Irene memejamkan matanya seraya memijat kepalanya sendiri


Ello duduk di samping Irene dan membantu memijat kepala Irene, wajah Irene pucat dengan keringat bercucuran


"Lo harus makan, dikit aja abis itu minum susu baru lo tidur lagi''


"Entar dulu, gue lemes" jawab Irene, dia tidak menolak ketika ello memijat kepalanya karena dia membutuhkan itu


"Gak apa apa.. makan sambil tiduran aja" Akhirnya Irene makan sambil setengah berbaring juga kepalanya di pijat oleh Ello


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Millie... Apa yang sebenarnya terjadi sama kakak lo? " tanya Aldi ketika berjalan berdua menuju gerbang


"Kepo lo" jawab Millie


"Sialan.. dia gak pernah kurang ajar sama cewek, kemaren kayaknya ada yang sengaja bikin mereka berdua gak sadar" ucap Millie


"Lo pulang sama siapa? mau sekalian? "


"Sayang... " Panggil Rafael, Millie pun tersenyum berlari ke arahnya


"Gue duluan ya" ucap Millie sebelum pergi


Bukannya memberikan helm dengan lembut Rafael malah melemparkannya ke arah Millie, beruntung helm tersebut dapat di tangkap oleh Millie


Millie mengerucutkan bibirnya sambil naik ke motor, wajah Rafael juga nampaknya sangat sangat kesal


"Kamu kenapa? " tanya Millie


"Gak apa apa" singkat Rafael


Sesampainya di bengkel dekat Rafael masih menunjukkan wajah muram, Millie mengikutinya kemana pun dia melangkah


Saat Rafael berbalik dia tidak sengaja menabrak Millie hingga jatuh terduduk, Millie meringis saat tangannya terkena sesuatu dan


"Kamu gak apa apa? " Rafael membantu Millie berdiri


"Gak apa apa" Jawab Millie sambil berlalu ke kamar mandi


"Kamu ngapain? " tanya Rafael menyusulnya

__ADS_1


"Cuci tangan" Rafael melihat darah mengalir dari tangan Millie


"Sayang.. maaf.. kenapa kamu gak bilang kalo kamu luka? " Rafael mengambil tangan Millie dan meniup nya lalu mencium luka di tangan Millie


"Aku gak apa apa" ucap Millie


"Maaf aku gak sengaja" ucap Rafael seraya membalut luka Millie


"Gak apa apa, kamu kenapa mukanya kecut dari tadi? " Millie menangkup wajah Rafael


"Aku kesel sana Anna di tambah lagi tadi liat kamu berduaan sama Aldi"


"Tadi Aldi nanya soal kak Ello dan kak Irene, kesel sama Anna kenapa? " tanya Millie


"Kesel aja"


"Ya.. keselnya itu kenapa? " tanya Millie


"Kalo dia tau bahaya" batin Rafael


"Gak apa apa.. aku cuma kesel aja sama dia ada di rumah mami"


"Jadi kamu kesel gara-gara itu? "


"Bang... " Seseorang memanggilnya di depan


"Selamat" batin Rafael


"Ada orang... Aku ke depan dulu" Rafael ke depan menemui orang tersebut di ikuti Millie


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Mami maaf.. nanti aku ngomong sama kak Rafael lagi" lirih Anna


"Selesaikan masalah kalian, bawa kembali Rafael ke sini" ucap mami Rafael


"Iya... " lirihnya


Sepulang sekolah Anna pergi ke bengkel untuk menemui Rafael, ternyata disana Rafael dan Millie sedang makan di piring yang sama


Anna tidak percaya Millie seorang anak orang kaya mau makan sepiring berdua apalagi hanya makan makanan sederhana, mereka terlihat sedang tertawa sambil makan


"Kak.. " Anna menghampiri mereka


Millie menoleh sambil tersenyum tapi tidak dengan Rafael, pemuda itu tidak menoleh sama sekali


"Masuk.. kenapa bengong di situ? " ucap Millie


"Kak.. gue mau minta maaf"


"Gue lagi gak mau bahas itu,nanti aja" ucap Rafael


"Emang bahas apa? " tanya Millie


"Itu sebenarnya kemaren gue.... "


Hai guys..

__ADS_1


mari kita doakan saudara saudara kita yang terkena musibah di cianjur Jawa Barat, semoga mereka di beri ketabahan dan kemudahan...


__ADS_2