
"Gue lagi bujuk papa biar izinin gue pindah sekolah sama Anggia ke Korea" ucap Millie sambil mengaduk makanannya
"Lo ninggalin kita dong, Abra udah pergi masa lo juga pergi? " ucap Jason
"Iya.. dari pada pindah mending kita bandel lagi biar sekolah gak bosen" ucap Roy
"Pea lo masa ngajakin anak orang gak bener" Rian menoyor kepala Roy
"Kenapa sih lo bersikeras mau pindah? karena pak Rafael ya? " tanya Jason
"Masa cuma gara-gara putus lo mau pindah negara? kalo di selingkuhin suami bisa bisa lo pindah alam" kelakar Rian
"Suaminya gue kirim ke alam Barzah" ucap Millie membuat teman-temannya langsung tertawa
"Dah disini aja sekolah baik baik, aneh aneh aja lo"
William yang mengikuti Millie yang sedang nongkrong bersama teman-temannya mendengar semua yang di katakan oleh Millie
"Gue harus kasih tau bang Rafael" gumam William
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Kak Ello kemana kak? " tanya Millie saat Irene masuk ke kamar Millie
"Katanya mau main futsal sama temennya, bosen mil gak ada kegiatan" Ucap Irene seraya tidur di ranjang Millie
"Tidur aja lah, orang hamil jangan banyak kelayapan " Millie masih fokus dengan bukunya
"Bosen tidur mulu, keluar yuk, nanti kakak traktir"
"Ahh.. serius? ayo deh kalo di traktir" Millie langsung menutup bukunya
"Gampang banget berubahnya"
"Kalo ada yang traktir gas lah, ayo aku udah siap" Millie berdiri di dekat pintu menunggu Irene
"Gak mau ganti baju? "
"Enggak.. kalo orang cantik mah bebas pake apa aja cantik" ucapnya membuat Irene menggeleng
Irene menurut saja ketika Millie membawanya berkeliling mencari makanan, akhirnya Irene merasa kenyang kini tinggal Millie yang sedang menunggu pesanan crepesnya
"Yakin kakak gak mau? "
"Enggak.. ini udah kenyang banget, kamu kecil kecil makanannya banyak juga" ucap Irene
"Mumpung di traktir, aku sering ngabisin uang kak Ello apalagi dia suka kasih kartunya"
"Kamu gak di kasih sama papa? " tanya Irene
"Enggak.. mobil sama kartu cuma di kasih kalo udah kuliah"
"Tapi kamu beli motor, itu di kasih? " Tanya Irene
"Beli tapi dengan catatan aku gak boleh berhubungan sama Rafael lagi"
"Kenapa? bukannya kalian pacaran? " Millie berkata jujur pada Irene sekaligus ingin curhat tentang semua yang dia pendam selama ini
"Gara gara video itu kak.. apa lagi mami Rafael udah benci sama aku, terlalu banyak masalah aku kira kita gak cocok"
__ADS_1
"Jadi kamu beli motor itu cuma buat pelampiasan? " tanya Irene dan di jawab anggukan oleh Millie
Setelah bosan berkeliling keliling akhirnya Millie mengajak Irene untuk melihat Ello bermain futsal, Sesampainya di sana tampaknya Ello sedang beristirahat namun di sampingnya ada seorang wanita
Wanita itu adalah Arumi dengan rok pendek dan bahu lengan pendek, melihat kedatangan Irene dan Millie dengan cepat Arumi memberikan air dan mengambil sapu tangan dan mengelap keringat Ello
"Pantesan dia gak ngajak gue" gumam Irene yang dapat di dengar Millie
"Tunggu disini" Millie berlari kecil menghampiri Ello
"Kampret lo, lo tinggalin istri lo dan bawa cewek lain main futsal" Millie berkacak pinggang di hadapan Ello
"Ini adek lo? imut banget"
"Boleh kali kenalin"
"Diem lo" ucap Ello
"Pulang lo, istri lo liat kelakuan lo tadi" Millie menunjuk Irene namun dia sudah tidak ada di sana
"Loh dia kemana? " Millie kembali keluar di ikuti Ello ternyata Irene sudah pergi dengan mobilnya
"Ye.. marah sama lo gue yang di tinggal" ucap Millie
Tanpa banyak bicara Ello langsung mengambil helmnya dan naik ke motornya, saat Arumi hendak naik Millie mendorong bahunya
"Lo gila ya? udah tau istrinya marah lo masih mau ikut ikut? lo orang apa udang sih? berotak dikit napa" Millie ikut kesal melihat Ello hanya diam saja ketika Arumi mengusap keringatnya
"Jalan lo.. mampus gak dapet kunci kamar lo malem ini" ucap Millie sambil memukul punggung sang kakak
Sesampainya di rumah Ello segera berlari menuju kamarnya, Dia merasa lega ketika pintunya tidak terkunci bahkan Irene terlihat meringkuk di ranjang
"Sana ahh.. lo bau" Irene melepaskan tangan Ello dari tubuhnya
"Mau makan apa? biasanya kalo malem malem suka ngemil"
"Gue udah kenyang tadi udah jajan sama Millie, mandi sana lo bau" Irene mendorong tubuh Ello
"Cium dulu" Irene memalingkan wajahnya
"Kenapa, gak mau? " Irene bangun dari tidurnya dan pergi ke luar
Saat Ello mengejarnya Irene sudah mengunci Ello di dalam kamar, Ello menggedor pintu beberapa kali namun tidak ada yang membukanya karena Millie mengatakan pada semua orang rumah untuk membiarkan Ello
Irene tidur di kamar Millie setelah keluar dari kamar Ello, ketika mereka hendak tidur tiba-tiba pintu kamar terbuka
"Ngapain sih tidur di sini? ayo pindah ke kamar" Ello sampai harus turun lewat balkon
"Enggak mau, gue mau disini aja" Irene berusaha melepaskan tangannya dari Ello
"Balik gak? ayo.. "
"Gak mau.. gue mau disini, jangan maksa dong" Pergelangan tangan Irene sampai memerah karena di cengkram terlalu kuat
"Gue bilangin papa kalo lo masih maksa, sana pergi salah lo sendiri ngapain diem aja di deketin cewek mentang mentang gak ada istri"
"Diem deh, lo emang provokator.. lo aja yang tidur di luar" Ello mendorong Millie sampai di pintu
"Gak.. ini kamar gue, sekarang lo pergi " Mereka terlibat saling dorong dan berteriak teriak
__ADS_1
"Kalian kenapa sih malem malem ribut? " suara Max menghentikan keduanya
"Papa.. kak Ello nya tuh bikin ulah " Millie merengek menghampiri sang ayah namun tiba-tiba pintu kamarnya di kunci dari dalam
"Papa liat.. kak Ello"
"Kamu tidur di kamar tamu aja ya, biarin mereka urus masalah mereka sendiri kamu jangan ikut campur" Max membawa Millie menjauh dari sana
"Aku kesel aja kak Ello pasti bikin kak Irene sakit hati"
"Mungkin cuma salah paham, kamu jangan menggunakan naluri kamu sebagai wanita yang cemburuan nya minta ampun, gunakan logika juga.. kalo gak pake ini bisa kacau" Max menunjuk kepala Millie
"Ya udah deh.. aku tidur sama papa ya" Millie hendak mendekat namun Max mendorongnya perlahan hingga dekat pintu kamar tamu
"Kalo itu papa gak mau, tidur sendiri" Max memasukkan Millie lalu menutup pintunya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Lo salah paham.. gue gak kesana sama dia"
"Gue gak peduli juga, mau sama siapa lo pergi itu urusan lo" jawab Irene dingin
"Bukannya lo bersikap seperti ini karena cemburu? "
"Enggak... ngapain cemburu kalo gue juga bisa? " ucap Irene
"Bisa maksudnya? lo mau pergi sama cowok? " Tanya
"Bukan urusan lo, gue mau pergi sama siapapun itu urusan gue.. mulai sekarang jangan campuri urusan masing masing" Ello menindih Irene dan mengunci pergerakannya
"Lo jangan macem macem, lo pikir gue gak bisa kasar? "
"Lo apaan sih? lepasin gak? kalo gak lepasin gue teriak" Ancam Irene
"Teriak aja" Irene yang kesal memukul hidung Ello dengan kepalanya
"Arrrggghhh.. kalo hidung gue patah gimana? " Ello memegangi hidungnya
"Bodo amat, gue gak peduli" Irene pergi meninggalkan Ello dan masuk ke kamarnya lalu menguncinya dari dalam
"Irene buka... jangan sampe gue dobrak ya"
"Mau lo dobrak, mau lo ancurin, mau lo bom sekalian gue gak peduli" gumam Irene lalu tidur menutup telinganya dengan bantal
Pagi pagi semua orang di rumah Max berkutat dengan kesibukan mereka sendiri, Irene pagi pagi sekali sudah bersiap hendak pergi sebelum Ello keluar dari kamar Millie
"Udah siap sayang mau kemana? bukannya hari ini libur? " tanya Allea
"Aku mau cari buku ma.. nanti bilangin sama Ello ya aku buru buru" Irene mencium tangan Allea dan Max lalu pergi
"Mereka ribut kenapa sih? " tanya Max
"Tuh anak kamu bikin ulah, kata Millie mereka nyusul ke tempat futsal terus liat Ello sama Arumi pake lap lap mukanya sendiri, ya istrinya jadi ngambek tuh" jawab Allea
"Wajarlah orang ganteng selalu di deketin cewek" celetuk Max
"Wajar? enak banget ngomong wajar, wajar buat cowok buaya kayak kamu" Allea yang kesal memukul suaminya dengan gagang sapu
"Sayang aku cuma bercanda"
__ADS_1
"Tau ah.. pagi pagi bikin kesel aja, tidur di luar malem ini" Allea mendumel seraya pergi meninggalkan suaminya