Youth Love

Youth Love
Eps 118


__ADS_3


Itu ada tulisan ikuti silahkan di pencet


Sekali lagi untuk pemenang top fans yang sudah di umumkan namanya ikuti akun othor untuk informasi lebih lanjut


.


.


.


"Boleh gabung? " Tanya anak dari si penyewa villa


"Silahkan"


"Nama gue Adrian, gue memperkenalkan diri biar kalo ada apa apa kalian gak canggung panggil nama gue"


"Btw ada yang suka minum beralkohol gak? disini kan dingin kalo ada yang mau gue bawain" lanjutnya


"Gas lah bang" ucap teman teman Dirga di setujui juga oleh yang lain


Adrian membawa beberapa botol minuman beralkohol juga seabrek cemilan, Yang lain mulai minum dan memantik rokok sementara Ello hanya diam saja


"Lo gak minum? " tanya Adrian


"Gue gak pernah minum minuman beralkohol"


"Rokok? " Adrian mengulurkan rokoknya


"Enggak.. makasih"


"Dia gak pernah Neko Neko, hidupnya lempeng aja" ucap Dirga


"Beruntung dong punya suami kayak lo" ucap Adrian


"Yang beruntung gue bisa punya istri kayak dia" ucap Ello lalu membawa Irene menjauh


"Kok kesini? " tanya Irene


"Asap rokok gak baik buat ibu hamil"


"Lo serius gak pernah minum? " tanya Irene


"Gue sayang sama diri gue sendiri, gue gak mau rusak tubuh gue"


"Jangan bilang lo...? " Ello menggantung kata katanya


"Bintangnya bagus banget ya? " Irene mengalihkan pembicaraan


"Lo lagi mengalihkan pembicaraan ya? " Ello menatap Irene dengan ekor matanya


"Eng.. enggak.. gue cuma liat bintangnya bagus"


"Gue gak pernah keberatan sama masa lalu seseorang yang penting saat dia bersama gue dia mau berubah" ucap Ello


"Kenapa gue bodoh banget, dia aja cowok gak suka alkohol" batin Irene


"Lo udah ngantuk belum? " tanya Ello


"Belum.. kalo lo mau tidur duluan aja"

__ADS_1


"Gak.. yang ada nanti lo ikutan minum" bibir Irene mengerucut mendapat tuduhan seperti itu


"Ya kali.. gue juga tau gue lagi hamil, gue juga punya otak" gerutu Irene


"Kali aja gak di pake"


"Nyebelin" Irene menatap sinis Ello


"Lo tunggu disini gue bikinin susu dulu" Ello meninggalkan Irene sendiri di depan villa


"Kalian gak gabung sama yang lain? " tanya Ello yang baru saja keluar dari kamar membawa kotak susu pada Millie dan Ellia


"Males dingin" ucap Millie


"Pacar kalian mabuk tuh di depan" mendengar itu Ellia dan Millie berlari ke luar


"Nah.. mampus tuh" ucap Ello sambil berjalan menuju dapur


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Lo minum sepuasnya, gue traktir" ucap seseorang pada Sony


"Lo ada acara apa traktir gue minum? " tanya Sony


"Gue lagi gabut aja, kalo kurang lo bisa tambah" ucap Dani


Pemuda itu sengaja membuat Sony mabuk untuk mencari informasi tentang pasword flashdisk yang di pegangnya, dia awalnya terhasut oleh Sony namun sekarang dia merasa ada yang janggal bahkan Sony kerap mengganggu Millie dan Rafael tanpa alasan


"Gue mau bikin password biar gak lupa mulu, kira kira harus pake apa ya? "


"Pake tanggal yang menurut lo penting tapi jangan tanggal lahir lo karena terlalu mudah di ketahui" jawab Sony yang sudah benar-benar mabuk


"Ohh.. tanggal jadian atau tanggal lahir pacar gitu maksudnya? "


"Kalo lo pake tanggal apaan? "


"Pake tanggal lahir cewek yang gue suka, tapi sialan dia nolak gue" racaunya


"Siapa yang nolak dia? berarti bukan tanggal lahir mantan pacarnya dong" batinnya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Rafael mengangkat gelas kecil di tangannya untuk minum, belum sampai gelasnya di mulut seseorang sudah menariknya


Rafael memutar kepalanya ke belakang dimana arah orang itu berada, Rafael tersenyum mengambil kembali gelas tersebut



"Kalo kamu masih minum aku gak mau ngomong sama kamu lagi"


"Oke... enggak" Rafael kembali menurunkan tangannya


"Ayo ikut" Millie menarik Rafael agar pergi dari sana


"Cih... sama cewek aja takut" ucap Dirga tanpa tahu Ellia di belakangnya sudah berdiri sedari tadi


"Gerah ya"ucap teman Dirga memberi kode dengan matanya


" Si Rafael lebay banget baru gak di ancam gitu aja langsung nurut, apaan jadi cowok lembek banget" ucap Dirga sambil meneguk kembali minuman yang tersisa di tangannya


"Oh.. jadi kamu cowok gentle yang gak takut sama ancaman perempuan? " ucap Ellia persis di belakang telinga Dirga

__ADS_1


"Sayang.. aku cuma becanda" Dirga mengikuti Ellia yang pergi dari sana


"Emmhhh... ngeledek orang tapi sendirinya juga sama" ucap teman temannya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Makanan apa nih? gak enak banget" Rendi melempar makanan beserta piringnya ke bawah


"Jangan di lempar gitu dong, kalo gak suka gak usah di makan"


"Lo gak becus nyenengin suami, bikin makanan aja gak bisa" Rendi menekan kedua pipi Anggia dengan satu tangannya


"Kalo gini gue mending makan di luar aja" Rendi menghempas kasar wajah Anggia


Anggia menangis memungut pecahan piring dan membersihkan sisa makanannya, sikap Rendi langsung berubah saat mereka pindah


Rendi selalu bicara dengan tinggi dan selalu kasar pada Anggia, padahal baru satu hari mereka pindah


"Gue gak boleh nyerah, gue harus baik baik aja" ucap Anggia pada dirinya sendiri


Dia tidak mungkin memberitahukan hal ini pada orang tuanya, karena Danendra sudah mengatakan pahit manisnya kehidupan rumah tangganya harus dia telan sendiri karena tidak menuruti perkataan orang tuanya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Ello keluar dengan segelas susu hangat di tangannya, dia melihat Irene sedang berbincang dengan Adrian


"Ini susunya" ucap Ello dingin lalu pergi


"Gue masuk dulu ya" Irene mengambil susunya lalu mengikuti Ello ke kamar


Ello menjatuhkan dirinya di ranjang lalu mengambil handphone, Irene duduk di tepi ranjang dia ragu untuk bicara melihat Ello sama sekali tak melirik nya


"Gue.. gue.. mau tidur"


"Tidur aja" singkat Ello


"Lo enggak mau tidur? " tanya Irene


"Gue bisa tidur nanti" Irene tak bicara lagi dia tidur membelakangi Ello


"Ya ma... baik baik aja kok, Irene udah tidur"


"Baik baik disana, jaga Millie ya"


"Iya... " Irene mendengar Ello bicara lewat telepon dengan Allea


Irene selalu bertanya pada Ello namun hanya di jawab dengan jawaban singkat, karena merasa di acuhkan Irene lebih memilih pura-pura tidur menutup seluruh tubuh hingga kepalanya dengan selimut


"Dia kenapa sih? masa iya dia marah gue ngobrol sama Adrian? " batin Irene


"Gue tau dia gak cinta sama gue jadi gak mungkin kalo dia cemburu" tiba tiba sebuah tangan melingkar di pinggangnya dan mengelus perut Irene


Irene menutup matanya rapat rapat dia tidak menyangka Ello akan memeluknya, padahal setiap malam setelah dia tidur Ello selalu memeluknya


Irene juga merasakan Ello mencium kepalanya dari balik selimut, hati Irene berdebar kencang dia benar-benar tidak menyangka Irene mau menciumnya juga memeluknya


"Apa ini? dia peluk cium gue? kenapa gue jadi gemeteran? " batin Irene


Tiba-tiba selimutnya disingkap oleh Ello membuat Irene terkejut, Ello kembali memakai selimutnya sambil memeluk Irene


"Lo gemeteran kenapa? " rupanya Ello merasakan tubuh Irene yang gemetar?

__ADS_1


"Udah diem.. lo kedinginan makanya gemeteran" ucap Ello memeluk erat Irene yang berusaha melepaskannya


"Bukan kedinginan, tapi lo yang bikin gue gemeteran" batin Irene


__ADS_2