
Irene mengintip dari balik jendela ketika mendengar suara mobil di halaman rumah Max, dia melihat Millie dan Rafael bercanda sambil turun dari mobil
"Hai kak" ucap Millie ketika melewati Irene
"Hai" jawab Irene sambil tersenyum
Rafael mengacungkan jempolnya pada Irene dan di jawab dengan anggukan serta senyuman, ya.. Irene yang memberi ide itu pada Rafael
Ketika melihat perubahan wajah Millie saat dia mengatakan pria kesepian akan lebih mudah menerima wanita baru, Irene mengatakan itu pada Rafael hingga dia terpikirkan sebuah ide
"Mandi dulu sana" ucap Millie pada Rafael
"Iya" Jawabnya seraya mengangkat tubuh Millie seperti karung beras
"Turunin... aku nyuruh kamu mandi"
"Bantu aku mandi" Rafael membawa serta Millie masuk ke dalam kamar mandi
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Sialan.. ini pasti kerjaan bocah ingusan itu" gerutu Anjani sambil mengoleskan salep di kakinya
"Awas aja, gue bisa bikin Lo di usir lagi sama Rafael"
Anjani merencanakan sesuatu untuk membalas perbuatan Millie, wanita itu berpikir masih bisa mendapatkan Rafael sebelum terlambat
"Halo... Siapkan acaranya, jangan lupa undangan untuk semua rekan bisnis dan pasangannya" Anjani menelpon seseorang
"Buatkan satu ruangan kosong untuk tamu VIP"
"Oke Millie... permainannya kita mulai" ucap Anjani dengan menyeringai
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Di malam yang begitu dingin Rafael harus membantu mertuanya merawat bunga hias favoritnya, Meskipun dia ingin tidur dia tetap melanjutkan pekerjaannya
"Ini pot nya pindahin ke sana, jangan lupa yang layu potong" ucap Max seraya mengangkat pot besar
"Kenapa gak nanti pagi aja pa? dingin dingin gini enaknya tidur" jawab Rafael sambil memindahkan pot
"Kamu gak ikhlas bantuin saya? "
"Enggak bukan gitu pa.. papa kan udah berumur nanti kalo sakit gimana?" Max berkacak pinggang menatap Rafael
"Jadi maksud kamu, saya udah tua? kalo gitu kamu yang masih muda pindahin semua potnya, saya mau tidur" Rafael sampai menganga tidak percaya dengan apa yang di katakan mertuanya
"Yang bener aja pa..."
"Harus selesai malam ini juga, karena besok rekan bisnis papa mau liat bunga bunganya dan ingat... jangan sampai ada yang lecet" ucap Max sebelum pergi
"Nyebelin banget punya mertua, orang lagi pengen mesra-mesraan sama istri malah di suruh beresin tanaman" gerutu Rafael
Rafael menyelesaikan semuanya sendiri lalu mencuci tangan dan kembali ke kamar, saat Rafael masuk dia melihat Millie masih duduk di meja belajar
__ADS_1
"Kenapa belum tidur?" Rafael memeluk Millie serta mencium pipi dan lehernya
"Malu" Millie menutup mulut Rafael dan menjauhkan wajahnya
Rupanya Millie sedang melakukan panggilan video bersama ketiga sahabatnya, Dita juga Niko, mereka melongo melihat Millie dan Rafael
"Iihh... Millie" Dita menutup matanya
"Wahh.. kalian udah mencemari kesucian mata Dita" ucap Niko
"Ehem... ada yang ngasih kode nih" ledek Jason membuat kedua temannya tertawa
"Udah dulu ya.. bye" Millie hendak menutup sambungan teleponnya
"Mau bikin Dede bayi ya?" ledek teman temannya
"Awas ya Lo pada kalo ketemu" ancam Millie yang membuat mereka tertawa semakin kencang
"Kamu maen nyosor nyosor aja" gerutu Millie setelah menutup laptopnya
"Aku gak tau sayang.. lagian emangnya kenapa? kita udah sah ini"
"Tapi kan malu di ledekin" Rafael memutar kursi belajar Millie dan mengangkat tubuh gadis itu ke ranjang
"Udah tidur" Rafael menyelimuti tubuh Millie
"Kamu mau kemana?"
"Aku mau mandi, gak cium apa bau keringat? papa kamu nyuruh mindahin pot malem malem mana gede gede banget lagi"
"Aku lebih suka bunga desa " ucap Rafael sambil tertawa
"Makan tuh bunga desa" Millie melempar bantal ke wajah Rafael
"Ciee... cemburu" goda Rafael
"Kepedean" Millie meringkuk menutup tubuhnya dengan selimut
"Mandi ahh.. mau cari bunga desa"
"Bunga ****** sekalian" gerutu Millie membuat Rafael tertawa sambil melangkah ke kamar mandi
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Kamu kenapa senyum senyum sendiri?" Ello melihat istrinya bersembunyi di pintu dapur sambil senyum-senyum
"Ssttt... jangan ganggu" Irene menariknya agar Ello ikut bersembunyi di belakangnya
Rupanya Irene sedang mengintip Rafael dan Millie di dapur, Rafael sedang memasak untuk Millie namun istri kecilnya itu selalu mengganggunya
"Kamu ngapain ngintipin mereka? " tanya Ello
"Kepo... aku mau kasih asi anak anak dulu" ucap Irene lalu pergi
__ADS_1
Ello keheranan mengikuti Irene meninggalkan dapur, sementara pasangan suami istri yang sedang memasak masih melanjutkan aktivitasnya
"Jangan sentuh masakan aku" ucap Rafael sambil berjalan kearah kulkas
Millie mengambil sendok dan mengisinya dengan garam tanpa sepengetahuan Rafael, dia menambahkan kuah dari masakan Rafael
"Cobain dulu, siapa tau ada yang kurang" ucap Millie sambil menyodorkan sendok yang dia pegang
Rafael menerima suapan dari tangan Millie namun setelah itu dia memuntahkannya di wastafel, Millie mengulum senyumnya sambil membelakangi Rafael
"Kok asin banget sih.. gak usah di makan" Rafael hendak membuang masakan tersebut namun Millie menahannya
"Jangan.... masakannya enak kok, aku yang nambahin garam di sendok terus kamu makan" ucap Millie sambil nyengir kuda
"Astaga... nakal banget sih"
"Jangan.. berhenti... Rafael " Rafael menggelitik Millie sampai dia duduk lemas karena terus tertawa
"Udah... gak lucu" ucap Millie seraya mengambil air minum
Ketika sedang minum tiba-tiba Rafael mengangkat tubuh Millie keatas meja, air minum yang di pegang Millie tumpah membuat baju bagian depan Millie basah kuyup
"Gak bisa diem banget sih.. tuh liat jadi basah " Millie menggerutu
"Maaf.. ya udah sini aku bantu lepas" dengan jahilnya Rafael mengangkat baju Millie ke atas
"Iihh... gak usah, aku bisa sendiri" ucap Millie sambil memukul lengan suaminya
"Mau kemana?" tanya Rafael saat melihat Millie turun dari meja
"Mau ganti baju, gak liat baju aku basah kuyup?" jawab Millie sambil berlalu
"Tunggu.." Rafael mematikan kompor lalu mengejar Millie ke kamarnya tanpa melepas celemek yang dia gunakan
"Mau ngapain? itu masakannya gimana?" tanya Millie ketika melihat suaminya mengunci pintu kamar
"Mau bantuin kamu"
"Gak usah... terusin sana masak, aku laper" baru saja Millie membuka lemari pakaian tiba-tiba Rafael mengangkat tubuhnya dan melemparnya ke ranjang
"Kamu gak bisa kabur" ketika Rafael hendak memulai aktivitasnya tiba-tiba pintu di ketuk seseorang dari luar
"Non.. ada yang nganter undangan " ucap bibi
"Millie.. jangan di buka" bisik Rafael
Bukan Millie namanya jika tidak membuat Rafael kesal, Millie menjatuhkan Rafael lalu sembarangan mengambil baju yang tergantung di kepala ranjang dan memakainya
"Non.. ini..." ucapan bibi terhenti saat melihat Millie memakai baju Rafael terbalik sementara Rafael duduk di ranjang tanpa mengenakan baju dan hanya menggunakan celana pendek
Millie melirik ke bawah lalu melirik Rafael, dengan cepat Millie menyambar undangan dari tangan bibi dan masuk kembali kedalam kamar
"Makasih bi" ucap Millie sambil menutup pintu
__ADS_1
"Anak muda siang siang begini" ucap bibi sambil menggelengkan kepalanya