Youth Love

Youth Love
eps 130


__ADS_3

"Apa itu majikannya? kenapa mereka terlihat mesra? mereka duduk di depan dan anak itu terlihat sangat akrab" mami Rafael kembali bertemu papa tiri Rafael dengan seorang wanita dan seorang anak yang di gendong pria itu


Mami Rafael hendak menyebrang untuk menghampiri mereka tiba tiba sebuah mobil melintas menghalangi pandangannya, kemudian mobil yang di bawa papa Rafael menghilang dari sana


"Kemana mereka? " mami Rafael celingukan mencari kemana perginya Mobil tersebut


"Tanya nanti aja kalo orangnya udah pulang" mami Rafael kembali melanjutkan perjalanannya menuju rumah


"Gimana tangan kamu? " tanya mami Rafael saat baru sampai rumah melihat Rafael sedang berusaha menggerakkan tangannya


"Lumayan udah bisa gerak sedikit sedikit"


"Bengkel kamu udah lama tutup, apa gak sebaiknya kamu tutup aja bengkelnya terus cari kerja setelah sembuh? " ucap mami Rafael


"Aku gak mau kerja di bawah kekuasaan orang, aku gak suka di tunduk sama orang lain"


"Tapi kamu perlu memikirkan masa depan kamu, berapa sih hasil kamu buka bengkel gak seberapa juga kan? " tanya mami Rafael


"Mami gak usah khawatir aku tau apa yang aku butuhkan, apa yang aku harus lakukan" jawab Rafael


"Kamu tau yang kamu apa yang baik buat hidup kamu? kalo kamu tau pasti apa yang baik buat hidup kamu, kamu gak akan berakhir seperti ini'' ucap mami Rafael lalu pergi


" Aku gak pernah nyesel mi.. mengenal Millie adalah satu kebahagiaan meskipun dia gak pernah benar-benar mencintai aku" batin Rafael


Dari kejauhan sebenarnya Millie selalu memperhatikan setiap perkembangan Rafael, di sisi lain William yang diam diam memperhatikan Rafael juga melihat Millie


Rafael belajar berjalan dengan tongkat namun dia terjatuh, Millie hendak keluar dari persembunyiannya karena khawatir dengan Rafael, namun mengurungkan niatnya saat melihat Anna membantunya berdiri


"Gue emang berniat jauhin Rafael tapi semakin hari gue semakin mikirin dia" gumam Millie


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Bisa lepas dulu gak? " ucap Irene pada Ello ketika dia tidak melepaskan pelukannya, Irene sengaja tidur membelakangi Ello


"Biar gini dulu, lo kenapa sih gak mau deket deket sama gue? " Ello pulang kuliah melihat Irene meringkuk langsung ikut tidur memeluknya


"Gue... gue... " Irene tergagap


"Gimana gue harus ngomongnya? masa gue harus jujur kalo deket dia tubuh gue kayak kesetrum" batin Irene


"Enggak.. enggak.. nanti kedengarannya aneh banget" gumam Irene


"Apanya yang aneh? " tanya Ello mendengar Irene bergumam


Ello berpindah dari belakang Irene kini berhadapan dengan Irene dan menatap wajahnya, Irene hanya melihat ke bawah dia tidak berani menatap wajah Ello

__ADS_1


"Lo liat apaan? celana gue apa isinya? " mendengar suara Ello sontak saja Irene menjadi malu dan gelagapan


"Lo.. lo ngomong apa sih? siapa juga yang mau liat begituan " gerutu Irene


"Begituan apaan? emang lo pikir apa isi celana gue? " Irene hanya diam dia takut salah bicara lagi


"Nih isi celana gue, dompet, kunci mobil, sama permen" Ello mengeluarkan isi celananya


"Lo mau yang mana? apa mau yang lain? " goda Ello


"Tau ahh.. sejak kapan lo jadi slengean gini? " Irene bangun dari tidurnya mengikat rambut ke atas kepalanya


"Sejak gue nikah sama lo" ucap Ello seraya mengecup tengkuk Irene yang terbuka


"Lo yang dulu, berisik, cerewet, petakilan, pecicilan seakan hilang setelah kejadian itu, gue merasa bersalah sekaligus kehilangan sikap lo yang menyebalkan"


"Semakin hari gue merasa hati gue semakin terbuka, bukan cuma karena ada anak kita tapi juga karena hal lain" Ello memeluk Irene dan membawanya kembali berbaring


"Mungkin awalnya gue nikahin lo sebagai rasa tanggung jawab aja tapi semakin hari, setiap hari, setiap saat, setiap waktu yang gue jalani sama lo menumbuhkan perasaan sayang dan cinta gue sama lo" Ello membelai wajah Irene


Entah ilmu gendam atau hipnotis yang di miliki Ello sampai Irene seperti orang bodoh, Irene hanya diam saja menatap wajah Ello yang juga menatapnya namun tangannya tidak tinggal diam


Ello mengangkat selimut untuk menutup tubuh keduanya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Sony kelaparan dia juga tidak tahu harus kemana untuk mencari makan, Akhirnya Sony memutuskan untuk pergi ke pasar untuk mencari pekerjaan


Setelah bekerja sebagai kuli panggul barulah Sony mendapatkan uang untuk makan, saat sedang makan tiba tiba seorang preman datang membuat kerusuhan


Setelah Berkelahi dengan Sony mereka pergi begitu saja, sepertinya kehidupan Sony akan benar-benar sulit sekarang


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Kakak... pinjem buku dong" Millie mengetuk pintu kamar Ello


Ello terbangun dari tidurnya begitupun Irene, Irene menutup wajahnya dengan telapak tangan dia amat malu mengingat kejadian yang baru saja dialaminya


"Jangan dibuka" pekik Ello saat melihat gagang pintu di putar


Bukan Millie namanya jika menuruti perkataan orang lain, Millie membuka pintunya dan menyembulkan kepadanya


"Aaahh... kalian... kalian.. hihi gue bilangin mama ahh" Millie menutup pintunya kembali lalu berlari sambil tertawa


Malu bukan Kepalang ketika Millie memergoki keduanya hanya di tutupi selimut tanpa pakaian, Irene sekarang bahkan menenggelamkan tubuhnya kedalam gulungan selimut

__ADS_1


"Kenapa bisa? gue... gue... haishhh" Irene mengacak rambutnya sendiri


"Kenapa sayang? kenapa kayak ikan kehabisan air? " Ello melihat Irene bergerak gerak tidak karuan di dalam selimut


"Aduh.. gimana nih? gue malu, gue gak mau liat muka dia" batin Irene saat Ello berusaha membuka selimutnya


"Bisa keluar dulu gak? " ucap Irene


"Kenapa harus keluar? gue mau mandi bareng"


"Apalagi ini? gue bisa gila" batin Irene


"Ayo mandi" Ello menarik selimut yang menutupi tubuh Irene


"Ahh... gue mandi duluan ya" Irene membungkus tubuhnya dengan selimut lalu berlari masuk ke kamar mandi dan menutupnya


Irene bersandar di pintu dengan jantung berdebar kencang, akhirnya dia menjadi istri Ello yang seutuhnya


"Menggemaskan" ucap Ello seraya tersenyum


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Mau jalan jalan sayang? " tanya Cindy pada Anggia


"Aku mau ke rumah Millie ma.. aku belum ketemu sama dia"


"Ayo mama antar" Anggia dan Cindy sedang menuju rumah Millie


"Kamu mau beli sesuatu buat di bawa kesana? " tanya Cindy melihat anaknya hanya diam dengan tatapan kosong


"Beli apa ya ma? ak gak tau harus beli apa"


"Kita mampir ke toko kue kalo gitu, bukannya Millie suka Black Forest? "


"Iya, dia suka black Forest.. " pandangan mata Anggia tidak lepas dari jalanan yang baru saja di laluinya


"Kenapa sayang? kamu melihat sesuatu? " tanya Cindy


"Itu jalan ke rumah Rendi ma.. aku gak mau ke sana lagi.. aku gak mau ke sana lagi.. " Anggia histeris padahal jalan itu sudah terlewati


"Sayang.. sayang.. tenang nak liat mama gak ada yang akan melukai kamu lagi, mereka udah di jebloskan ke penjara" Cindy memegangi tangan Anggia yang menutup kupingnya sendiri


"Aku takut ma.. mereka jahat, mereka pukul aku" Cindy memeluk anaknya yang tampak sangat ketakutan


"Tenang sayang mereka sudah mendapatkan balasan yang setimpal, gak ada yang jahat sama kamu lagi, kamu aman sekarang"

__ADS_1


Setelah Anggia tenang barulah Cindy kembali melanjutkan perjalanannya


__ADS_2