Youth Love

Youth Love
eps 137


__ADS_3

"Lo mau ngomong apa bang? " Tanya William


"Nih.. lo baca" William memberikan pesan yang di kirimkan Millie


"Gue juga punya sesuatu, lo harus denger " William memutar ucapan Millie yang sempat dia rekam


"Lo tau? hubungan gue sama Rafael gak akan berjalan mulus, nyokapnya gak suka sama gue dan sekarang bokap gue nyuruh gue ninggalin dia, di tambah lagi dia yang gak bisa percaya sama gue, gue capek kayaknya cuma gue yang tertekan "


"Seenggaknya sebelum lo pergi jelasin dulu semuanya sama Rafael"


"Biar gini aja, justru bagus kalo dia nyangka gue macem macem dia bisa lepasin gue dengan mudah"


Rafael mendengar rekaman suara Millie dan Rafael sekarang dia tahu kenapa Millie sangat ingin pergi darinya, dan sekali lagi dia merasa bersalah pada Millie karena selalu menelan mentah mentah ucapan orang lain


"Lo merasa bersalah kan? kalo lo emang bener-bener sayang sama dia harusnya lo jadi orang yang paling percaya, lo gak akan gampang terhasut orang lain.. bukan Millie gak cinta sama lo tapi dia menyerah karena sikap lo bang, dia udah mau berjuang di tengah kerasnya tante sama dia tapi perjuangannya di patahkan sama keegoisan lo, sama lo yang gak percaya sama dia"


"Apa dia mau maafin gue buat yang kesekian kalinya? " gumam Rafael


"Mungkin kalo ngomong baik baik dia mau maafin lo, gue rasa Millie bukan orang yang keras kepala" ucap William


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Udah siap? "


"Anggia... gue pengen ikut" Ucap Millie


"Ya gimana kan om gak ngizinin, entar aja kalo liburan lo jengukin gue"


"Kalo papa kamu ngizinin kan enak Anggia ada temennya, sayangnya kamu gak bisa ikut" ucap Cindy


"Kan Millie nanti bisa pergi sama om kalo libur, Ayo nanti kita terlambat" Danendra sudah membawa dua koper milik Anggia dan Cindy


Millie pergi menuju Bandara mengantar kepergian Anggia, Millie membawa satu koper milik Anggia dan menyeretnya mengikuti keluarga Danendra


Tiba tiba langkahnya terhenti saat mendengar suara seseorang memanggilnya, Millie hanya menatapnya tapi tetap melanjutkan langkahnya tidak menghiraukan orang tersebut


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Kamu beneran mau pulang? " Tanya mama Irene


"Iya tan.. aku udah lama ngerepotin tante sama Irene"

__ADS_1


"Kata siapa? tante Seneng kok kamu tinggal di sini jadi ada temennya, apalagi sekarang Irene tinggal di rumah mertuanya"


"Aku nanti sering sering main kesini, makasih ya tan udah baik mau nerima aku" Arumi memeluk mama Irene


"Tante udah anggap kamu seperti anak tante sendiri, kalo ada apa apa jangan sungkan minta bantuan tante ya"


"Iya tan"


"Kalo aja tante adalah orang tua kandung gue, atau mungkin dia bisa bener-bener jadi ibu kandung gue kalo Irene gak ada" Batin Arumi


Mama Irene membantu memasukkan baju Arumi kedalam tasnya, mama Irene juga membawakan tas Arumi ke depan rumah


Bibi tidak hati hati membawa tumpukan jemuran yang baru saja dia angkat hingga menabrak Arumi, Tas kecil yang di bawa Arumi terjatuh dan barang di dalamnya berserakan


Mama Irene membantu mengambil botol obat yang menggelinding ke kakinya, mama Irene sempat membaca tulisan di obat tersebut sebelum memberikannya pada Arumi


"Hati hati ya" Mama Irene melambaikan tangannya saat Arumi hendak pergi


"Obat apa ya tadi? setahu ku itu bukan obat dari psikiaternya" mama Irene tahu obat apa saja yang di berikan psikiaternya karena pernah membantu Arumi meminum obat


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Millie gak ada di rumahnya, lo tau gak dia dimana? " tanya Rafael saat menelpon William


"Astaga gue lupa bilang.. dia pernah bilang hari ini mau berangkat ke Korea sama sodaranya"


"Kenapa lo gak bilang? " Rafael merasa frustasi saat William mengatakan Millie sudah berangkat


"Gue lupa bang, susul dulu ke bandara bang kali masih belum pergi"


Rafael dengan taksinya pergi menuju Bandara, Rafael mencari Millie ke setiap sudut dan dia menemukan Millie menarik kopernya


"Millie.. Millie" Rafael berteriak memanggil nama Millie sambil melambaikan tangannya, Millie hanya menoleh lalu kembali melanjutkan langkahnya tanpa menghiraukan Rafael


"Millie" saat hendak mengejar Millie Rafael terjatuh karena kakinya masih menggunakan gips


Rafael menjadi pusat perhatian terlebih saat seseorang membantunya berdiri, Rafael kembali berlari dengan tongkatnya namun dia kembali jatuh


Rafael merutuki kebodohannya sampai dia tidak ingin bangun lagi, Rafael merasa dirinya amat bersalah pada Millie karena selalu curiga dan tidak pernah memberi kepercayaan padanya


"Jangan pergi.. " Rafael sangat bersedih menundukan wajahnya

__ADS_1


Tiba-tiba sebuah sepatu berdiri di hadapannya Rafael dengan cepat mengusap air matanya dan menatap orang tersebut dari bawah ke atas, Millie menggelengkan kepalanya sambil menyilang tangannya di dada


"Gak tau malu apa? bangun.. kamu di liatin orang" Millie membantu Rafael berdiri


Tiba-tiba Rafael memeluk Millie dengan erat membuatnya mematung, Rafael terisak menenggelamkan wajahnya di bahu Millie


"Maaf.. aku bodoh, harusnya aku percaya sama kamu.. jangan pergi aku mohon jangan pergi"


"Emangnya siapa yang mau pergi? " ucap Millie membuat Rafael langsung melepaskan pelukannya


"Kamu.. bukannya mau ke Korea? "


"Enggak jadi.. ayo pergi malu di liatin orang" Millie membawa Rafael keluar dari bandara


Millie membeli dua ice cream untuknya dan untuk Rafael mereka kini sedang duduk di sebuah taman, keduanya tidak bicara hanya Rafael yang sesekali melirik Millie


"Aku tau kamu pasti masih marah, mungkin aku juga udah gak pantes dapat maaf dari kamu, aku berulang kali melakukan kesalahan yang sama"


"Aku udah maafin kamu, aku tau sifat kamu, watak kamu, perkiraan aku bener akhirnya kamu akan minta maaf juga" jawab Millie


"Kamu juga mancing emosi aku, pake bilang gak ada perasaan sama aku" Rafael terkesan marah marah


"Gak usah marah marah, emang aku gak punya perasaan apa apa kok"


"Liat aku" Rafael menarik tangan Millie kasar agar duduk menghadapnya


"Sekarang coba katakan kalo kamu gak punya perasaan sama aku" Rafael menangkup dagu Millie dengan satu tangannya


"Aku.. gak punya perasaan apapun sama kamu"


"Katakan lagi"


"Aku gak punya perasaan apapun sama kamu" Sampai beberapa kali Rafael terus menerus menyuruh Millie mengulangi kata katanya


"Aku benci sama kamu" ucap Millie lalu menepis tangan Rafael dan berbalik membelakanginya


Rafael memeluk Millie dari belakang dan menopangkan dagunya di bahu Millie, Rafael menadahkan tangannya di hadapan Millie dan benar saja air matanya menetes membasahi telapak tangan Rafael


"Kalo kamu gak punya perasaan apapun, kenapa kamu nangis? "


"Aku gak nangis, udah lah aku mau pulang" Millie beranjak dari duduknya berjalan menjauh, Tiba-tiba langkahnya terhenti dan kembali berjalan kearah Rafael

__ADS_1


"Kenapa balik lagi? " tanya Rafael


"Aku masih punya rasa kemanusiaan, ayo pulang" Millie membantu Rafael berdiri dan berjalan berdampingan mencari taksi


__ADS_2