Youth Love

Youth Love
eps 178


__ADS_3

"Mami.. " Millie berlari kecil memeluk mami Rafael


"Aku bawain kue buat mami sama oma" lanjut Millie


"Kok repot repot sih? kamu kesini aja mami udah seneng"


"Gak repot orang kuenya aku yang bayar" Sergah Rafael, Millie hanya menjulurkan lidahnya menanggapi Rafael


"Gak apa apa dong.. uang Rafael uang Millie juga"


"Ehem... hei anak beruang kamu gak mau nyapa oma? " Oma Rafael keluar menggunakan kursi roda


"Oma apa kabar? Oma makin cantik aja" Millie mencium tangan oma lalu memeluknya


"Kamu ngeledek?"


"Enggak.. oma emang makin cantik kok, Kita makan kue sama mami " Millie mendorong kursi roda oma menuju dapur


Rafael yang baru saja keluar dari kamar mendengar suara tawa perempuan itu dari dapur, Saat di lihat rupanya Millie sedang di suruh menyanyikan lagu anak TK sambil memperagakan tariannya


"Udah ahh.. oma aku capek"


"Haha... kamu.. kamu lucu sekali" Ucap oma di sela tawanya


Rafael tersenyum sambil menyilangkan tangannya di dada, wajah Millie memerah saat melihat Rafael ternyata sudah berdiri di ambang pintu memperhatikannya


"Malu banget" gumam Millie sambil berpura-pura mengambil air minum


Setelah melihat itu Rafael pergi begitu saja meninggalkan dapur, Millie merasa Rafael masih marah padanya tentang kejadian di toko kue itu


"Sayang kasih ini sama Rafael ya" Mami Rafael menyiapkan beberapa potong kue di piring


"Iya mi" Millie berjalan menghampiri Rafael yang sedang duduk bersandar di sofa sambil bermain handphone


"Kamu masih marah ya? " tanya Millie seraya duduk di samping Rafael


"Enggak.. biasa aja" jawab Rafael namun terkesan cuek tak menatap Millie sama sekali


"Wiihh... Soraya makin seksi aja" ucap Rafael membuat Millie langsung menatapnya horor


"Siapa Soraya? " tanya Millie


"Mantan aku, body nya kaya UIk gitar Spanyol" Millie mengambil bantal sofa dan memukul Rafael tepat di bawah pinggangnya


Posisi Rafael yang setengah tertidur membuat bagian pinggang ke bawahnya datar dan dengan mudah untuk Millie memukul bagian terlarang nya


"Ssshhhh.... awww. . . " Rafael meringis memegangi bagian bawahnya


"Kok di pukul yang"


"Sukurin, aku mau pulang.. bye" Millie mengambil tasnya lalu pergi meninggalkan rumah Rafael bahkan dia lupa berpamitan pada oma dan mami


Rafael mengejar Millie sambil berjalan memegangi asetnya, Sayangnya Millie sudah masuk ke dalam taksi yang dia cegat


"Sial.. niat nya manas-manasin dia malah gue yang menderita" gumam Rafael sambil kembali ke dalam


"Jalan kamu kenapa gitu, ambeien? " tanya mami Rafael

__ADS_1


" Di tiban bantal" jawab Rafael sambil pergi ke kamarnya


"Di tiban bantal gimana? " tanya mami Rafael dengan wajah bingung namun sang anak tak menjawab dan menutup pintu kamarnya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Cowok sialan... liat aja gue juga bisa balas dendam" gerutu Millie saat turun dari taksi


"Non.. " supir taksi memanggil Millie


"Gak apa apa pak kembaliannya ambil aja" ucap Millie


"Bukan Non masalahnya.. "


"Apa sih pak? saya kan udah bayar " Millie berbalik menatap supir taksi tersebut


"Ini uangnya lima ribu Non, ongkosnya 39000" Millie membulatkan matanya


"Astaga.. pak maaf banget gara-gara saya lagi bete jadi salah ngasih uang" Millie kembali mengambil uang selembar lima puluh ribu dari sakunya.


"Kembaliannya ambil aja.. sekali lagi maaf ya pak"


...🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒...


"Gue denger besok malem ada tarung bebas, Lo ajak Rafael abisin dia disana"


"Dimana?" tanya Keenan


"Nih alamatnya" teman Keenan memberikan selembar kertas


"Kalo dia gak mau?"


"Gimana?" Keenan di bisikan sesuatu oleh temannya


"Bagus juga ide Lo, cabut sekarang guys" Keenan mengajak teman temannya pergi untuk menjalankan rencananya


...🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒...


"Kayaknya Rafael banyak berubah setelah bersama si beruang kecil" ucap Oma


"Bukan cuma Rafael tapi Millie juga" ucap mami Rafael sambil memotong dahan bunga yang layu


"Memangnya si beruang kecil itu kenapa?" tanya Oma


"Dia itu anaknya bandel, suka tawuran, bolos sekolah, dia sering di panggil guru bp" jawab mami Rafael


"Si beruang kecil itu? mana mungkin" Oma tidak percaya, melihat tubuh Millie yang pendek dan imut imut adalah seorang berandal


"Andin itu gurunya Millie, Rafael juga pernah gantiin Andin di sekolah dan mengajar di sekolah Millie"


"Oohh.. astaga, calon cucu menantu ku seorang berandal" gumam Oma


"Dia jago bela diri ma.. tapi sekarang Mama sayang kan sama dia?" ucap Mami Rafael


"Lumayan, dia pandai mengambil hati wanita tua ini" jawab mami Rafael


Mami Rafael dan Oma menoleh ketika melihat pintu gerbangnya di buka dan sekelompok pemuda masuk membuat keributan, Satpam di rumahnya di Ringkus lalu mereka memaksa membawa Oma dan Mami Rafael ke dalam mobil

__ADS_1


"Mami... siapa mereka?"gumam Anna melihat Mami dan Oma Rafael di bawa paksa


Anna yang awalnya berniat mengunjungi Mami Rafael akhirnya melihat kejadian itu dan mengejar mereka


...🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒...


"Lo kenapa bang?" tanya teman temannya saat Rafael hanya diam saja


"Lagi gak mood ngomong gue" jawab Rafael


"Lo pasti lagi berantem sama Millie?" tebak William


"Kok Lo tau?"


"Udah bisa ditebak, Lo kalo lagi ada masalah sama Millie hidup Lo kayak gak gak bergairah" ledek William


"B*c*t Lo" ketus Rafael


Handphone Rafael berdering membuatnya antusias menjawab telepon yang dia kira itu panggilan dari Millie, Sesaat kemudian teman temannya memandang ke arah Rafael yang sedang berteriak memaki seseorang dari balik telepon


"Kenapa bang?" tanya William


"Mami sama Oma di culik Keenan sama anak buahnya, dia ngajak gue tarung bebas buat bebasin Mami"


"Dia pasti ngelakuin hal kotor buat ngalahin Lo, mending jangan bang kita selamatkan Mami dengan cara lain aja" ucap William


"Nyawa Mami dan Oma dalam bahaya dan gak bisa nunggu lagi, kalian boleh ikut kalo mau tapi jangan bertindak sesuka kalian inget nyawa nyokap gue ada sama mereka"


"Halo.. kenapa an?" William menjawab telepon dari Anna


"Apa? Jangan gegabah, kita kesana sekarang tunggu disitu"


"Kenapa? " tanya Rafael


"Mami sama Oma di kurung dan di luar jeruji besi itu ada beberapa anjing gila, Anna udah Share lokasinya"


"Gue harus selamatkan Mami" Rafael hendak pergi namun william menahannya


"Jangan... sebaiknya Lo sama sebagian anak anak datang ke pertandingan itu, gue yakin Lo bisa ngalahin dia dan yang lain ikut gue buat bebasin Mami" ucap William


"Oke... gue percayakan Mami dan Oma sama Lo, Ayo pergi" Mereka pergi dengan arah yang berlawanan


...🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒...


"Tumben gak main?" tanya Allea pada Millie


"Lagi males aja ma" Millie sedang mengotak-atik handphonenya


Tiba-tiba sebuah pesan dari William masuk membuatnya terperanjat, Millie dengan cepat berlari menuju kamarnya mengambil jaket dan kunci motornya


"Loh mau kemana? katanya males keluar?" tanya Allea ketika melihat Millie berlari menuju pintu keluar


"Ada perlu bentar" ucap Millie sambil berbalik lalu pergi


"Cih... anak itu gak jelas banget" gumam Allea


Hai readers.... maaf ya kalian pasti nungguin kelanjutan cerita ini, di kehidupan nyata othor lagi repot banget ikut suami pindah ke Jakarta

__ADS_1


othor akan berusaha up lagi seperti biasa, mudah mudahan gak ada kendala ya


Makasih buat yang masih setia sama novel othor sampe suka nanya kelanjutannya 😘😘😍😍😍


__ADS_2