
"Jangan kira Mama lupa ya sama kejadian tadi"
"Rafael bohong ma.. sumpah kita gak ngapa ngapain kok" Allea berdebat dengan Millie di kamarnya
"Keluarga Rafael malem ini datang kesini buat mempertanggungjawabkan semuanya, emang kenapa Rafael harus bohong? bukannya itu malah merugikan dia?"
"Mama masa gak percaya sama anak sendiri" Millie tidak tahu harus mengatakan apa lagi pada sang ibu
"Mama kasih tau papa kamu dulu, kamu harus siap siap sebelum mereka datang"
"Ma.. jangan kasih tau papa, Mama..." Allea pergi tanpa mendengarkan ocehan sang anak
"Aaarrgghh... punya pacar pemaksa banget sih" Millie frustasi sendiri memikirkannya
Bagaimana jadinya jika papanya tahu kabar bohong tersebut, papanya selalu berpesan untuk menjaga diri maka dari itu dia di bekali ilmu bela diri
Benar saja Millie baru merebahkan tubuhnya dan teriakan papanya membuat dia terlonjak
"Ya ampun.. mati gue" Millie segera beranjak dari tempat tidurnya karena Max sudah teriak teriak memanggil namanya
"Millie.... sini kamu" Millie berjalan menghampiri dengan wajah tertunduk
"Pa...."
"Mau alasan apa lagi kamu? " Max melayangkan tangannya namun Rafael datang dan menahannya
Mami Rafael segera membawa Millie ke dalam pelukannya, melihat Rafael membuat amarah Max memuncak
"Bajingan" Max mencengkeram kerah baju Rafael
"Aku emang salah Om dan aku minta maaf" ucap Rafael
"Pa.. dia.."
"Diam" bentak Max lagi lagi upaya Millie untuk menjelaskan selalu gagal
Kedua keluarga berbicara sementara Millie tidak di izinkan keluar dari kamar karena selalu mengganggu pembicaraan mereka
Saat keluarga Rafael pulang Millie melihat mereka dari atas balkon kamarnya, Rafael melakukan flyng kiss pada Millie sebelum pergi
"Dasar gila, gue minta putus aja kali ya" gumam Millie
.
.
Keesokan harinya Millie berniat pergi ke sekolah namun Max melarangnya, Siapa sangka rafael benar-benar sudah gila
Pagi itu juga mereka langsung mengadakan pernikahan, Millie tak bergerak sama sekali ketika sang ayah mengatakan hal itu
Di benar-benar bingung karena niatnya hari ini akan mengakhiri hubungannya dengan Rafael namun malah mereka di nikahkan hari itu juga
"Papa bercanda? papa belum dengerin penjelasan aku loh"
"Penjelasan Rafael sudah cukup jelas, kalian Memiliki hubungan bukan tidak mungkin kalian melakukannya" ucap Max
__ADS_1
"Sekarang ganti baju kamu" Millie berjalan dengan menghentakkan kakinya
"Oke... liat aja gue bikin perhitungan nanti" batin Millie
Saat proses ijab Kabul bahkan Millie tidak di beri tahu dan di jemput Setelah akad selesai
"What??? Apa apaan ini?" Millie benar-benar tidak habis pikir dengan keluarganya sendiri bisa bisanya lebih percaya perkataan Rafael di bandingkan dirinya
"Apa apaan kamu bilang? bukannya ini yang kalian mau?" ucap Max
"Bisa stres gue " gumam Millie, di memilih kembali ke kamarnya
Dari pada pusing millie lebih memilih tidur membiarkan keluarganya dan Rafael melakukan apapun, saat tengah malam seseorang tiba tiba memeluknya dari belakang
"Kak Ello pergi gak? Lo kebiasaan kalo nginep gangguin gue Mulu" Millie menganggap itu adalah Ello yang selalu menjahilinya
"Kamu kok gak turun turun? padahal aku nungguin" Sontak saja millie langsung membuka matanya ketika mendengar suara itu bukan suara kakaknya
"Kamu ngapain disini?" millie terlihat panik
"Aku suami kamu, jadi wajar dong aku tidur disini"
"Kamu kenapa bohong? kamu ngomong apa sama papa dan Mama sampe mereka gak mau dengerin aku?" Millie benar benar kesal dengan Rafael
"Gak ngomong apa apa, udah sini tidur mau kemana?" Rafael menarik tangan Millie yang menjauh darinya
"Hari ini niatnya aku mau putus sama kamu tau tau kalian mengadakan pernikahan tanpa sepengetahuan aku, ini pemaksaan namanya"
"Aku udah bilang apa yang aku mau selalu aku dapat, lagian kita udah pacaran kita saling cinta.. cewek lain biasanya bahagia bisa hidup bersama orang yang dia cintai" ucap Rafael
"Sekarang udah terlanjur sayang, kita udah nikah.. sini Bobo sama aku ini kan malam pertama kita" Millie memukul tangan Rafael yang terulur menyentuh tangannya
"Aku gak mau tau kamu gak boleh macem macem sampai aku lulus kuliah" Millie berangsur menjauh
"Yang bener aja yang, sia sia dong aku bohong buat nikahin kamu kalo gak boleh disentuh"
"Titik gak pake koma, aku gak mau punya anak sebelum lulus kuliah"
"Bisa pake pengaman yang" Millie masih kekeh takut hamil saat kuliahnya belum selesai
"Enggak.. anggap aja ini hukuman buat kamu, aku mau tidur, Bye..." Millie menggulung tubuhnya dengan selimut
"Nasib nasib " ucap Rafael sambil memeluk Millie
...🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒...
Rebecca melihat sosial media Rafael yang mengunggah sepasang kaki berada di atas ranjang, Rebecca mengetik sesuatu lalu kembali menyimpan handphonenya
"Kayaknya dia udah dapet anak kecil itu, liat aja sampe kapan dia akan bertahan dengan mainannya" ucap Rebecca
Akhirnya postingan foto tersebut di penuhi komentar komentar dari para mantan Rafael terlebih yang sudah dia sakiti
Juga komentar teman-teman Rafael yang menanyakan kaki siapa yang sedang berada bersamanya, godaan juga banyak mereka lontarkan namun si pengunggah belum melihat komentar komentar tersebut
...🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒...
__ADS_1
"Kok susah gerak? jangan jangan gue ketindihan" batin Millie saat dia kesulitan menggerakkan tubuhnya
ketika membuka matanya millie melihat Rafael memeluknya dengan tangan dan kakinya dengan erat
"Pantesan.." ucap Millie
Millie menyingkirkan tubuh Rafael dengan kasar menggulingkannya ke samping, ketika Millie hendak bangun tiba-tiba Rafael kembali menariknya
"Mau kemana?" bisik Rafael membuat bulu kuduk Millie berdiri
"Kenapa tegang gitu?" Rafael memeluk erat Millie sambil terus berbisik di telinganya
"Bisa lepasin gak?" ucap Millie
"Kenapa emang?"
"Aku.. aku.. kebelet" Millie mulai merasa sedang dalam bahaya
"Bohong... kamu pasti takut kan? kamu tau, ini apa?" Rafael semakin mendekatkan tubuhnya
Millie menggigit tangan Rafael yang melingkar di tubuhnya lalu menyikut perut Rafael dan kabur masuk kedalam kamar mandi
"Aaarrgghhh... kamu galak banget sih yang" teriak Rafael mengusap pergelangan tangannya
"Sukurin... pagi pagi udah ditodong, kayak maling aja" Millie kembali teringat sesuatu yang menodongnya dari belakang membuatnya bergidik
"Aduh... gimana gue keluar kan gak bawa baju? masa harus handukan gini entar dikira mau godain dia lagi" setelah mandi Millie lupa membawa baju ganti
"Yang.."
"Apa? mau di temenin mandi? " jawab Rafael
" Bukan.. tolong dong ambilin Pengering rambut di kamar Michelle"
"Iya" ketika mendengar pintu tertutup kembali Millie bergegas keluar mengambil baju seragamnya lalu masuk lagi ke dalam kamar mandi
"Yang kata Michelle dia gak pernah pake Pengering rambut punya kamu" ucap Rafael saat kembali
"Udah ketemu aku lupa " jawab Millie
Millie keluar sudah lengkap dengan baju seragamnya, tatapan Rafael membuat Millie tersenyum kikuk
"Kamu boongin aku kan?"
"Enggak.. siapa yang bohong" jawabnya
"Kamu nyuruh aku keluar buat ambil baju kan?"
"Enggak.." Millie mengalihkan tatapannya ke arah lain
"Tadi seragamnya di gantung di sana sebelum aku keluar" Rafael menunjuk tempat seragam Millie yang semula tergantung
"Kalo iya kenapa? abis aku malu lupa bawa baju" Rafael maju selangkah demi selangkah dan Millie mundur seiring majunya langkah Rafael
"Kamu nakal" Rafael mengangkat pinggang Millie dengan kedua tangannya lalu mendudukkannya di atas meja rias
__ADS_1
"Bisa diem gak nanti bajunya kusut" entah apa yang di lakukan Rafael pada Millie setelah itu