
"Millie... " pintu ruangan Millie terbuka
Rafael langsung memeluk Millie juga menangkup wajahnya, Millie memberi kode dengan matanya namun Rafael tidak mengerti dia malah mengernyitkan dahinya
"Kamu gak apa apa? mana yang sakit? " Millie menganggukkan kepalanya, tiba tiba saja Rafael mencium kening Millie
"Ehem... " Suara Allea membuatnya terkejut dan dengan cepat menjauh dari Millie
"Tante disini? "
"Dari tadi juga disini, kamu gak apa apa? mana yang sakit? " Dirga menirukan suara Rafael
"Saking paniknya kamu sampe gak liat kita" ucap Allea sambil menggelengkan kepalanya
"Maaf tante aku terlalu khawatir dengar Millie masuk rumah sakit"
"Karena ada yang jagain untuk sementara waktu, mama mau pergi sarapan dulu.. titip anak anak tante ya" ucap Allea
"Baik tan" ucap Dirga dan Rafael bersamaan
"Kenapa kamu gak telepon aku? " tanya Rafael
"Tas sama HP aku gak ada kayaknya ke bakar deh"
"Kebakar? jadi kamu masuk rumah sakit karena kebakaran? "
"Heem... kemaren kak Ellia di culik orang, orangnya telepon aku suruh datang kesana sendiri.. taunya malah kena juga"
"Siapa suruh datang sendiri? kenapa gak minta bantuan orang" Gerutu Rafael
"Aku khawatir, katanya kalo kasih tau orang kak Ellia gak akan selamat"
"Lain kali kasih tau orang lain, aku juga pasti bantu kalo kamu kasih tau" Millie hanya menganggukkan kepalanya
"Tangan kamu kenapa? " Millie mengambil tangan Rafael yang di perban
"Ini kena panci mami, mau ngambil makanan kirain pancinya udah dingin"
"Ceroboh... Aku laper, beliin makanan dong" ucap Millie pada Rafael
"Kalian mau makan apa? " malah Dirga yang menyahut
"Gak ada beli beli, kamu lagi sakit tunggu nanti suster bawa makanan" ucap Rafael, Millie mengerucutkan bibirnya bersandar lemas
"Kamu mau aku beliin makanan? " tanya Dirga pada Ellia
"Gak usah.. kayaknya bener deh aku sama Millie nunggu makanan dari suster aja" Jawab Ellia
"Tapi kan makanannya gak enak" protes Millie
__ADS_1
"Enak kok kalo aku yang suapin, itu dia makanannya" Rafael mengambil sarapan untuk Millie dan menyuapi nya
Dirga menyuapi Ellia namun matanya sering kali mencuri curi pandang pada Rafael dan Millie yang sedang bercanda, Ellia menatap Dirga dan Millie bergantian lalu mengambil mangkuknya dan makan sendiri
"Biar aku aja " ucap Dirga
"Gak usah.. kamu pergi aja, bukannya harus ke kampus? " ucap Ellia dingin tanpa memandang Dirga, matanya fokus pada mangkuk di pangkuannya
"Lo gak pergi ke sekolah? " tanya Dirga pada Rafael
"Enggak.. gue udah izin mau nungguin Millie disini" Dirga kemudian menatap Ellia
"Aku gak perlu di tungguin, lagian mama ada disini.. kamu pergi aja" Millie dan Rafael saling menatap lalu menatap Ellia dan Dirga bersamaan
"Ya udah aku pergi.. cepet sembuh" Dirga mengusak kepala Ellia lalu pergi
Setelah kepergian Dirga kini Ellia menyimpan makanannya di meja dan berbaring memunggungi Rafael dan Millie, hening tidak ada suara hingga Rafael mencairkan suasana
"Kamu mau buah? biar aku kupas" ucap Rafael
" Enggak.. aku udah kenyang" melihat Millie terus menyingkirkan rambutnya ke belakang Rafael mengambil ikat rambut dari meja dan mengikat rambut Millie dari depan
Cup
"Nanti ada orang" ucap Millie pada saat Rafael mencium bibirnya
Rafael kembali mencium Millie membuat ruangan yang semula hanya terdengar suara mereka kini sunyi, Karena tidak ada suara Ellia berbalik lalu kembali membelakangi mereka ketika melihat Millie dan Rafael sedang berciuman mesra
"Manis" ucap Rafael sambil terkekeh membuat pipi Millie memerah
"Jangan liatin terus" Millie menutup wajah Rafael yang memandanginya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Ellia kemana? " tanya Arumi pada Ello
"Rumah sakit" singkat Ello
"Apaa? maksudnya dia kenapa? "
"Sakit" Setelah mendengar jawaban Ello yang singkat padat jelas Arumi kembali duduk di kursinya
"Kenapa mereka selamat? siapa yang menyelamatkan mereka? " Batin Arumi
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Mereka Selamat" Sony terkejut saat mendengar itu dari Arumi
"Apa? gimana bisa? mereka di ikat gak mungkin mereka selamat"
__ADS_1
"Siapa yang selamat? selamat kenapa? " tanya Rafael, mereka diam seketika
"Kalian buat ulah? "
"Eng.. enggak bang" jawab yang lain
"Kenapa emangnya kalo kita bikin ulah? apa lo masih peduli sama geng kita? lo sibuk ngurusin cewek yang bikin Roshie mati" ucap Sony
"Jaga mulut lo, lo pikir gue gak usaha? " Rafael mencengkram baju Sony
"Usaha? usaha apa? di kasih apa lo bang sama dia? lo udah di kasih enak sama dia makanya lupa sama kita? Terus aja hajar sampe bunting" Rafael memukul wajah Sony dan terus menghajarnya tanpa henti
Teman temannya melerai mereka dan menenangkan Rafael, Sony terus menerus menjelek jelekan Millie membuat Rafael semakin emosi
"Gimana enak gak punya anak SMA? masih sempit apa udah longgar? " Sony terus memprovokasi Rafael
"Anj**g... dia gak kayak gitu, tutup mulut lo" Teriak Rafael seraya berontak ingin kembali memukul Sony
"Pergi sono, jangan peduliin kita lagi.. kita bisa tanpa lo"
"Udah bang.. udah pergi dulu aja" Yang lain membujuk Rafael agar pergi karena ucapan ucapan Sony semakin membuat panas suasana
"Makan tuh j*l*ng" teriak Sony ketika Rafael pergi
Rafael menggila mengendarai motornya dengan ugal-ugalan dia tidak mengerti dengan dirinya sendiri, entah kenapa dia sangat marah ketika Millie di lecehkan seperti itu
"Aaaaaarrrgggghhh" Rafael berhenti di sebuah jembatan dan berteriak
Rafael duduk di jembatan mengontrol emosinya meletakkan tangannya di atas kepalanya, merasa kesal dengan dirinya sendiri
"Maaf Roshie... gue gak bisa" lirih Rafael
Alih alih membalas dendam seperti yang dia katakan nyatanya dia malah melindungi Millie seperti yang di katakan Arumi, dia tidak bisa membiarkan Millie dalam bahaya seperti contoh nya kemarin
Saat Millie berlari dengan terburu buru Rafael mengikutinya dengan mobil, setelah mengikutinya cukup jauh dia kehilangan jejak beruntung taksi yang membawa Millie berpapasan dengannya
Setelah mendapatkan petunjuk dari sopir taksi Rafael menemukan tempat yang di maksud sang sopir, namun api sudara menyambar dari dalam
Rafael ragu ragu untuk masuk dia teringat dendamnya namun hatinya meyakinkannya untuk menolong Millie, dengan waktu yang cukup lama dia berpikir akhirnya Rafael mengganti bajunya menyelamatkan keduanya
Setelah berhasil membawa keduanya dalam mobil Rafael menemukan sebuah handphone tergeletak di tanah, dia menurunkan mereka di pinggir jalan lalu menelpon Ello
Setelah mobil Ello datang baru lah Rafael yang bersembunyi pergi setelah memastikan mereka baik baik saja
Rafael berdiri dan kembali melajukan mobilnya menuju rumah sakit untuk bertemu Millie, setidaknya bertemu dengan Millie bisa mengurangi segala bebannya
Sesampainya di rumah sakit Millie sedang tidur, Ello pun yang menjaga mereka tidur di sofa, Rafael duduk disamping Millie di sebuah kursi
Rafael menggenggam tangan Millie lalu meletakkan kepalanya di samping tempat tidur Millie, tanpa dia sadari dia tertidur dengan posisi seperti itu
__ADS_1