
Maaf ya guys bukan telat up nya tapi dari pihak aplikasinya review dari pagi baru di setujui sore 😭😭
"Sayangku lagi apa? "
"Iisshh.. lebay deh, kenapa nelepon? " Ketus Millie
"Masih marah ya? jangan marah dong sayang, maaf kemaren ide papa kamu"
"Sama aja, kalian sekongkol mau bikin orang jantungan? " Millie masih kesal dengan kejahilan Max dan Rafael
"Tapi aku jadi tau kalo sebenarnya kamu masih peduli sama aku, iya kan? "
"Enggak siapa yang peduli? aku gak peduli apapun tentang kamu" Ucap Millie
"Ohh... gitu, keluar sekarang aku kehujanan di luar" mendengar itu Millie mencari keberadaan Rafael dari balkon kamarnya
"Mana gak ada? "
"Berarti kamu masih peduli dong kalo cari aku" Rafael terkekeh karena berhasil menipu Millie
"Gak lucu sumpah, tau ah.. udah aku matiin ya mau tidur "
"Tunggu dulu... aku beneran kehujanan, aku di depan rumah kamu"
"Enggak.. kamu pasti bohong" Ucap Millie
"Non... di depan ada den Rafael" Bibi mengetuk pintu kamar Millie
"Jadi beneran" gumam Millie
Benar saja Rafael basah kuyup duduk di depan rumah Millie, Millie berdiri di ambang pintu menyandarkan tubuhnya dengan wajah juteknya
"Kenapa gak masuk? " Tanya Millie
"Baju aku basah"
"Ayo masuk, aku pinjemin baju kak Ello" Millie mengambil satu pasang baju Ello dan menyuruh Rafael mengganti bajunya
"Papa kamu suka maen basket ya? " Rafael melihat foto foto Max saat masih muda
"Hmm... papa dulu cowok populer di sekolah, ganteng banget kan? "
"Biasa aja, gantengan aku" jawab Rafael
"Cih... pede banget, tapi kamu gak bisa kan maen basket? " Millie mengejek Rafael
"Bisa... aku jago, waktu sekolah aku pernah menang lomba basket"
"Pasti tingkat kecamatan ya? " ucap Millie sambil terkekeh
"Sembarangan, aku berani ngadu sama papa kamu pasti aku yang menang"
"Oohh.. nantangin nih? " Max berjalan menghampiri mereka
"Enggak om.. tapi kalo om mau boleh"
"Oke... besok sore kita tanding, bawa temen temen kamu" Ucap Max
"Gak salah om? gak takut encok? " celetuk Rafael
"Sembarangan.. nanti kalah nangis" cibir Max
Millie menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Max dan Rafael yang seperti anak kecil
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Kelas gaduh karena dosen tidak masuk dan mereka hanya bercanda di dalam kelas, Ellia duduk bersama Dirga di lantai di Pojok kelas sambil bermain Game
Sementara Irene dan Ello duduk di pojok lain, Ello selalu mengganggu Irene bahkan Mencomot perut Irene sampai Irene kesal
"Ini anak lagi apa sih? bangun.. bangun jangan tidur mulu" Ello mencium perut Irene
__ADS_1
"Bisa diem gak? geli"
"Pengen gue grep... gemes banget sih kembung kembung gitu" Ello menerkam perut Irene dengan tangannya
"Iisshh.... kaget" Irene memukul tangan Ello yang tertawa melihat Irene terlonjak karenanya
"Kapan sih mulai gerak nya? perasaan lama banget" ucap Ello
"Lima atau 6 bulan, sekitar 2 bulan lagi"
"Anak anak papa lagi apa? kalo udah gede jangan bandel kayak mama ya.. jangan kecentilan " ucap Ello sambil tidur di pangkuan Irene
Irene yang kesal menjambak rambut Ello dan lagi dia hanya tertawa, Ello membalas menggigit perut Irene membuatnya marah marah
"Awas aahh.. jangan deket deket pergi sana" Irene mendorong kepala Ello
"Liat deh"
"Gue gak pernah liat Ello ketawa gitu"
"Iya... bahkan sejak dia jadi junior kita"
"Dia jadi berubah sejak sama Irene"
"Kayak bukan Ello yang kita kenal" mereka menatap Irene dan Ello
Usia Irene memang lebih tua dua tahun dari Ello karena kepintarannya Ello berhasil lulus s1 lebih awal dan sekarang menyusul s2 bersama Irene
"Minggir gak? mereka liatin kita" Irene berbisik
"Biarin aja... gue masih mau main saya bayi bayi gue" Ello tidak bergerak sedikitpun
Ello tidur di pangkuan Irene seraya mengusap dan mencium perut Irene, mereka yang melihat merasa iri dengan kedekatan Irene dan Ello
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Wiihh siapa tuh? "
"Kalo itu sih gue mau jadi sugar baby"
Max turun dari mobil dengan setelan kerja lengkap dan kacamata hitam yang bertengger di hidung mancungnya, Max berniat menjemput Millie di sekolah sore itu
Millie berlari kecil lalu memeluk Max dan mencium pipinya, Mereka mengira Millie menjadi simpanan om om setelah putus dengan Rafael
"Daddy... aku mau belanja" rengek Millie manja membuat Max mengernyitkan dahinya
"Daddy? " gumam Max, Millie mengedipkan matanya
"Ohh.. ya ayo kita pergi" Ucap Max, teman satu sekolah Millie semakin banyak yang menatap mereka
"Kartunya" Millie menadahkan tangannya lalu Max memberikan black card di tangan Millie
Mereka semua membulatkan matanya dengan mulut menganga, bisik bisik semakin ramai terdengar di telinga
Setelah kepergian Millie dan Max mereka semakin gencar membicarakan Millie yang menjadi sugar baby, tiba tiba Niko dan Dito lewat di tengah mereka
"Ini kenapa rame rame? " tanya Dita
"Lo gak tau Millie jadi simpanan om om? "
"Iya dia punya sugar daddy"
"Masa sih? " Dita dan Niko saling pandan
"Om omnya udah tua tapi ganteng"
"Millie juga di kasih black card " Dita jadi curiga Millie mengerjai mereka
"Om.. om yang ini? " Niko memberikan foto keluarganya
"Iya.. loh kok ada di foto keluarga lo? "
__ADS_1
"Kakak ipar gue, ini bokapnya Millie" ucap Niko
"Sialan kita ketipu"
"Makanya jangan suka kepo, yang kita lihat belum tentu kita tahu kebenarannya.. jangan suka ngomongin orang" ucap Dita lalu pergi bersama Niko
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Mereka sore itu benar-benar berniat bertanding Basket, Rafael dan William Dirga bersama teman temannya sementara Max bersama Dito cs
"Om serius? nanti encok om" ucap Rafael
"Heh anak muda.. kalian kalo kalah jangan nangis" ucap Max
Max dan Rafael memulai permainan dengan skor tim Rafael lebih unggul, Penontonnya tentu saja anak dan istri mereka
Ello tidak ikut bertanding karena Irene melarangnya dia hanya duduk di samping istrinya, Irene sangat bersemangat bersama Millie dan Dita menyemangati papa mereka
"Ayo pa... papa bisa, papa terbaik" teriak Dita dan Millie begitu pun Irene
"Hhiihh.. diem jangan loncat loncat" Ello menarik tangan istrinya agar duduk
Pertandingan babak pertama selesai mereka istirahat lebih dulu sebelum melanjutkan, Rafael menghampiri Millie dan bersandar di pundaknya
"Bangun sana kamu keringetan" Millie mendorong kepala Rafael
"Liat bokapnya Millie badannya gede banget, tattoan lagi" ucap William melihat Max membuka bajunya
"Keren tattonya ampe penuh gitu"
"Apaan tatto doang gue juga punya" ucap Rafael
"Emang lo punya bang? " tanya William
"Tanya aja Millie dia pernah liat" Wajah Millie sontak saja memerah
"Kenapa tanya aku? "
"Kamu kan pernah liat tatto di badan aku, ya kan? " Millie dengan cepat menggeleng
"Enggak tau ah.." Millie tersipu malu
"Yqng bener... mau liat lagi?" goda Rafael
"Enggak.. jangan" Millie menarik bawah baju Rafael agar tidak disingkapnya
"Emang tau tatto nya ada di mana? " Tanya Rafael
"Tau.. di perut kiri kanan" jawab Millie spontan
"Itu tau" Sontak saja Rafael dan teman temannya tertawa
"Iihh... tau ahh" Millie merajuk menggeser duduknya menjauhi Rafael
" lebih keren punya aku kan? punya papa kamu bentar lagi juga keriput, nanti tatto naganya jadi cacing" ucap Rafael mendapat pukulan dari Millie
"Kamu nanti gak di restuin mampus" ucap Millie
"Gemes banget sih, pengen cium deh" Rafael mencubit kedua pipi Millie
"Cium kalo berani" Millie menantang Rafael, dia menyangka Rafael tidak akan berani melakukannya
Rafael celingukan melihat orang orang yang sedang sibuk mengobrol di sekitarnya, Rafael menarik kepala Millie dan mendaratkan kecupan di bibirnya
"Beuuhh... masih sempet sempetnya, bapak nya liat kelar lo" teman temannya mendorong Rafael
Rafael hanya tertawa sementara Millie mematung dia memutar tubuhnya membelakangi teman teman Rafael, William hanya tersenyum kecut melihat itu ada perasaan kesal di hatinya melihat Rafael mencium Millie
"Kenapa? malu ya? " Goda Rafael
"Kalo ketauan papa bisa di tampol kamu" ucap Millie
__ADS_1
"Gak apa apa biar langsung di nikahin sekalian" Millie mencubit yang hanya tertawa dia selalu senang melihat Millie kesal