
"Itu artinya yang kamu yang selalu menyelamatkan aku? pria dengan hoodie hitam itu kamu? "
"Aku selalu berniat membuat kamu celaka tapi nyatanya aku gak bisa, hati aku selalu mengalahkan pikiran jahat yang selalu aku rencanakan"
"Aku minta maaf aku gak pernah percaya sama kamu... saat aku berusaha mencari kebenarannya kamu tidak mau menjelaskannya, Kamu tau? aku selalu di rundung penyesalan setiap hari karena terlalu terburu-buru menyalahkan kamu" Millie hanya diam memainkan tangannya
"Aku minta kamu menjelaskan semuanya"
"Aku gak pernah berniat membunuh wanita yang kamu cinta, sampai kamu berpikir untuk balas dendam sama aku.. semua ini memang salah aku yang gak bisa mengontrol emosi tapi bukan aku yang dorong dia" Millie selalu terngiang saat Rafael mengatakan wanita itu yang dia cintai dan itu membuatnya marah
"Aku gak tau gimana dia bisa jatuh tapi sumpah Demi apapun aku gak pernah berniat mencelakai siapa pun, aku pegang tangannya supaya gak jatuh tapi Sony menendang bagian belakang punggung aku, tangan aku gak kuat nahan dia sampai akhirnya terlepas" Millie menceritakannya dengan tatapan kosong Seolah dia membayangkan sedang berada di kejadian malam itu
"Kamu yang bunuh Abra, teman teman kamu melecehkan Dita, Dan aku.. aku hampir mati demi wanita yang kamu cinta kamu mencelakai banyak jiwa.. secinta itukah kamu sampai-sampai dengan teganya kamu menyakiti orang orang yang gak bersalah"
"Jangan bilang kamu cinta sama aku, sebagian besar hati kamu untuk orang yang sudah merubah kamu menjadi seorang penjahat" ucap Millie
"Aku... "
"Aku gak bisa balik sama kamu karena banyak hal, kamu menginginkan aku cuma karena kesepian tidak ada cinta diantara kita sepertinya" Millie mengambil tasnya lalu pergi tanpa mengatakan apapun
"Millie tunggu.. " Millie tidak ingin mendengar apapun lagi
"Bukan dia yang merubahku Millie tapi kamu, kamu yang merubah penjahat ini menjadi lebih baik.. "
Millie berlari kencang untuk menjauh dari sana sementara Rafael menatap kepergian Millie, Millie berhenti di sebuah halte bus dan duduk disana menutup wajahnya dengan telapak tangan
" Gue nangis? sialan.. lo lemah, ini bukan lo Millie " Millie menghapus kasar air mata yang mengalir dengan begitu derasnya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Gimana cewek lo? "
"Udah gue unboxing.. ternyata dia masih segel dong, gak nyangka gue "
"Gila.. sat set juga lo"
"Dia datang"
"Hai sayang... kabur lagi dari asrama? " Pria itu memeluk Anggia
"Aku gak betah disana, ini gara-gara sodara aku mama jadi kirim aku ke asrama" ujar Anggia
"Nanti biar aku kasih pelajaran sodara kamu itu, gimana? "
"Kamu beneran mau bantuin aku? aku pengen banget kasih pelajaran sama dia" Anggia bergelayut manja di lengan pria itu
"Bisa di atur.. tapi gimana kalo sekarang kita melakukan sesuatu dulu"
"Apa? " pria itu memeluk Anggia sambil membisikkan sesuatu
"Aku mau kamu, aku kangen sama kamu" bisiknya
"Mau kemana Ren? " tanya teman temannya saat Rendi dan Anggia keluar
__ADS_1
"Ada urusan dulu, duluan ya" Motornya meninggalkan markas werewolf
"Gila si Rendi.. "
"Hajar terus.. haha" mereka tertawa mengetahui temannya akan menghabiskan malam dengan pacarnya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Millie baru saja keluar dari ruang fitness dengan tubuh penuh keringat, di ruang keluarga Dirga dan Ellia sedang berdiri hendak pergi
Dirga hendak menyapa Millie namun melihat wajahnya yang dingin dan tatapannya yang tajam tampaknya Millie masih marah padanya, Millie melepas kain di tangannya sambil berjalan menuju dapur untuk
"Non makan dulu, yang lain udah pada makan tinggal Non Millie aja" ucap bibi
"Bibi makan aja, aku mau pergi kok" Millie pergi ke kamar untuk mandi
Selesai mandi dan berganti pakaian Millie turun dengan tas di tangannya, hari ini Millie tidak banyak bicara dia menghabiskan waktunya di tempat fitness
"Sayang kamu belum makan, mau kemana lagi? " Allea menghadang Millie ketika menuruni anak tangga
"Aku mau ke Dojo ma"
"Makan dulu nak sedikit aja" Millie melepas tangan Allea dari lengannya
"Aku pergi ya ma" Millie pergi tanpa mendengarkan ucapan Allea
"Kenapa sayang? " Tanya Max ketika melihat sang istri berdiri di ambang pintu
"Itu loh Millie, dari pulang sekolah belum makan sampe malem di ruang fitness terus sekarang pergi ke Dojo"
"Gak tau, dia gak biasanya murung gitu.. aku jadi khawatir"
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Itu kan... cowok emang gak bisa di percaya, siang ngomongnya apa malem kelakuannya kayak apa" gumam Millie
Sebelum ke Dojo Millie meminta driver ojek yang dia tumpangi mampir di bengkel Rafael, Millie berhenti dari kejauhan
Dia memeluk seorang wanita yang tampaknya sangat dekat dengannya, Millie mengenali wanita yang berpelukan dengan Rafael adalah teman Ellia yaitu Arumi
Yang terjadi sebenarnya Arumi datang ke bengkel untuk membujuk Rafael agar kembali bergabung dengan teman temannya dan meminta maaf juga meminta Rafael melupakan Millie, Rafael menolak dia masih tetap pada pendiriannya
Arumi menangis karena tidak ada siapapun lagi yang dekat dengannya selain Roshie dan Rafael, Akhirnya Rafael menenangkan Arumi karena tidak enak juga di lihat pelanggannya
"Millie" Rafael melepaskan pelukannya dan mengejar Millie yang berjalan menjauh dari sana
"Millie tunggu... kenapa kamu balik lagi? " Rafael menahan tangan Millie
"Cuma kebetulan lewat, Aku buru buru mau ke Dojo" Millie menepis tangan Rafael
"Jangan jauhin aku, aku gak tenang kalo kamu bersikap seperti ini" Rafael lebih memilih berkata kasar padanya dari pada Millie memanggil 'aku dan kamu' tapi sikapnya dingin
"Sebaiknya jangan ganggu akun lagi, ini demi kebaikan aku dan kamu.. anggap kita tidak pernah saling mengenal" ucap Millie lalu pergi
__ADS_1
"Padahal dia sendiri yang datang kesini tapi kenapa didia bilang jangan ganggu dia, aku tau kamu juga sebenarnya gak bisa lupain aku" Rafael tersenyum lalu kembali membawa motornya mengejar Millie
"Bang... lo mau kemana? " teriak Arumi namun tidak di gubris oleh Rafael
"Bang berhenti.. " Rafael menghadang motor yang di tumpangi Millie
"Gimana mbak? "
"Ya udah saya turun disini aja, ini ongkosnya bang" Millie membayar Ongkos lalu driver ojek onlinenya pergi
"Naik" Millie masih mematung tidak menerima helm dari Rafael, Rafael turun dari motornya lalu memakaikan helmnya di kepala Millie
"Kamu masih marah? Aku udah minta maaf, aku mau kita lupain semuanya"
"Lupain semuanya? lalu gimana sama Abra dan Dita? "
"Dengar... sama seperti kamu, aku gak tau apapun tentang itu dan aku sama sekali gak pernah menyuruh mereka melakukan itu" Rafael menyentuh kedua lengan Millie
"Dan aku pun sama seperti kamu, sulit mempercayainya.. apalagi perkataan kamu gak pernah sesuai dengan kenyataannya"
"Gak sesuai kenyataan gimana? "
"Siang ngomongnya malam kelakuannya beda lagi, padahal buaya gak punya lidah tapi buaya yang satu ini pinter banget bersilat lidah" gerutu Millie
"Ohh.. jadi kamu..? " Rafael sengaja menggantung kata katanya
"Siapa yang cemburu? udahlah gak mau aku ngomong sama kamu"
"Siapa juga yang bilang kamu cemburu?" goda Rafael
"Aku buru buru gak ada waktu buat ladenin kamu" Millie menabrak baju baju Rafael dan melewatinya, Rafael memeluk Millie dari belakang dan membisikkan sesuatu di telinganya
"Mau pergi kemana? helmnya belum di copot"
"Ya udah nih... bawa sana pergi" Millie terburu-buru membuka helmnya hingga pengait nya tidak bisa di lepas
Rafael tersenyum melihat tingkah Millie yang sedang marah, bibirnya mengerucut dia juga mengumpat ketika helmnya tidak bisa di lepas
"Gak usah di buka, katanya buru buru ayo aku anter"
"Gak" Millie melipat tangannya di dada
"Ayo lah.. nanti kamu telat atau aku harus Gendong naik ke motor? " Rafael hendak mengangkat tubuh Millie
"Gak usah.. aku bisa naik sendiri" lagi lagi Rafael tersenyum
"Aku gak tau apa yang ada di pikiran kamu, kamu selalu berlagak ingin menjauh tapi kenyatannya kamu juga gak bisa" batin Rafael
"Peluk dong aku kedinginan, gara-gara buru buru ngejar kamu jadi gak sempet ambil jaket"
"Suruh siapa? aku gak minta di kejar juga" ucap Millie sambil memeluk Rafael
"Bukannya cewek suka di kejar? "
__ADS_1
"Gak... siapa yang mau di kejar cowok kayak kamu? " cibir Millie
"Jadi mending di kejar anjing apa di kejar aku? " Millie tidak menjawab pertanyaan Rafael membuat pemuda itu terkekeh akhirnya Millie kalah tidak bisa berkata-kata lagi