Youth Love

Youth Love
eps 108


__ADS_3


Ini peringkat sementara yang aku ambil kemarin.. ayo yang mau dapatkan hadiahnya segera like, komen, vote dan dukungan lainnya jadilah peringkat satu untuk mendapatkan hadiahnya 🥳🥳🥳🥳


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Millie benar-benar pergi ke sekolah dengan motor barunya meskipun harus mohon-mohon terlebih dulu pada sang ibu, Semua orang yang ada di parkiran menatap Millie ketika memarkirkan motornya


"Siapa tuh? " tanya Jason pada Rian dan Roy


"Tau" keduanya menggedikkan bahu


Millie membuka helmnya membuat ketiganya membulatkan mata, Mereka berlari menghampiri Millie yang sedang merapikan rambutnya di kaca spion


"Gilaa... lo keren banget"


"Badas"


"Lo gak di omelin emak lo? " tanya Jason


"Ngomel sih.. ya gimana lagi motornya juga udah gue beli" Jawab Millie


"Lo beli motor mahal duit dari mana? "


"Ya dari bokap gue lah.. Bokap gue kan baek, yok ke kelas" Jawab Millie


"Mil.. entar lo liburan ujian akhir mau kemana? " Millie mematung sejenak, dia teringat Rafael yang akan mengajaknya ke puncak setelah libur ujian akhir sekolah


"Gak tau.. tapi opa gue punya villa di puncak kalian mau gak liburan kesana? kayaknya seru"


"Boleh... tapi bokap lo izinin gak? " Tanya Rian


"Iya.. serem gue kalo bokap lo marah"


"Serem apaan orang bokap gue baik kok" Jawab Millie


"Baik sama lo, entar kalo dia marah gak bolehin gimana? "


"Gue urus nanti, kalo kalian mau ikut tinggal ikut aja"


"Gas lah.. apa lagi kalo gratis" ucap Jason


"Dasar jiwa gratisan" Millie menoyor kepala Jason lalu pergi mendahului teman temannya


Dari kejauhan Rafael memperhatikan Millie dia merasa lega Millie selamat sampai ke sekolah, Rafael menunggu Millie di dekat rumahnya lalu mengikutinya sampai sekolah karena khawatir dengan keselamatannya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Sayang... tolong air" ucap Max


"Tunggu sebentar" Allea masih memasak sesuatu


Allea menyimpan masakan di meja namun belum memberikan air minum yang di minta Max, ternyata Allea memasak sambil menonton video di handphonenya sampai lupa yang di minta suaminya


"Sayang mana airnya? " Allea tidak merespon


"Sayang... "

__ADS_1


"Ganteng banget sih... jatuh cinta deh" Gumam Allea mengomentari aktor drakor di handphonenya


Max melihat apa yang di lihat sang istri sampai tidak menghiraukannya, Max mengeluarkan handphonenya dan membuka media sosialnya


"Wiihh... seksi banget nih cewek, body nya beuuhh.. " Ucap Max


Allea langsung melihat handphone Max ternyata video seorang wanita sedang berlenggok di iringi musik, Allea yang marah langsung memukul pipi Max


"Ngapain liat liat cewek cewek kayak gitu? punya mata jelalatan banget"


Max menatap dingin Allea lalu menaruh handphonenya, Melihat suaminya diam tak bereaksi Allea menyadari kesalahannya


"Sayang.. tadi mau minum ya? mau minum apa? "


"Gak perlu" Ucap Max hendak berdiri, Allea kembali menarik suaminya agar kembali duduk dan memeluknya


"Mau kopi, teh, atau jus? "


"Gak perlu.. aku mau beli kopi di warung janda aja" jawab Max


"Sayang maaf.. aku kan tadi lagi fokus nonton"


"Ya udah liat lagi aja, ngapain nempel nempel" Max menyingkirkan tangan Allea dari tubuhnya


"Gemes deh kalo lagi ngambek gini



" Sayang aku.. muuahh.. muuahh.. muuahh.. " Allea mencium pipi suaminya bertubi tubi


"Ehem... dunia berasa milik berdua " Millie yang baru saja datang mengejutkan keduanya


"Gak boleh emang? mau berduaan di rumah ya? " goda Millie


"Ini anak" ucap Allea


"Jangan bikin adek lagi ya.. yang dua aja udah ribet"


"Kamu yang bikin ribet" Mendengar perkataan ibunya Millie mencebikkan bibirnya


"Tapi sayang kan? Aku kan anak yang paling cantik, lucu, dan menggemaskan" Kelakar Millie sambil menopang dagunya dengan kedua tangan


"Iya menggemaskan sampe sampe pengen mama tampol"


"Mama suka sinis deh kalo di ganggu.. haha.. selamat pacaran" Ucap Millie lalu pergi


"Millie tunggu" Max berjalan kearah Millie dan membawanya ke ruang keluarga


"Apa pa? perasaan aku gak bikin salah" Millie mengira Max akan memarahinya


"Siapa juga yang mau marahin kamu, kamu selesai ujian kapan? " Tanya Max


"Kayaknya beberapa hari lagi deh, kenapa pa? "


"Anak anak di panti asuhan mau ke tempat bermain gitu nanti kamu bantu ibu panti ya" ucap Max


"Kok aku sih pa? kan ada kak Ello sama kak Ellia"

__ADS_1


"Ello kan mau nikah, mereka juga masih harus masuk kuliah.. papa kan minta tolong karena kamu libur" Millie sebenarnya ingin menghabiskan waktu liburnya untuk berada di rumah


"Ya udah deh, tapi... ada satu syarat"


"Syarat apa? tapi jangan aneh aneh" Max seolah tau keinginan anaknya selalu di luar nalar


"Izin sama opa mian dong pa.. aku mau pake villanya sama temen temen aku"


"Kan... aneh aneh, disana siapa yang mau ngawasin kamu? gak usah lah, bawa aja temennya kesini barbequean disini" jawab Max


"Ya udah aku gak mau bantu juga"


"Ya udah motornya papa sita sama uang jajan di kurangin, gimana? " Millie memberangus kesal, Dia kira bisa mendapatkan izin dengan cara seperti itu


"Papa nyebelin"


"Papa kan niatnya baik, kalo kalian disini kenapa napa gimana? apalagi kalo gak ada yang ngawasin" Millie hanya manggut-manggut


"Jadi gimana? " lanjut Max


"Ya gimana lagi gak bisa nolak juga kan? "Max tersenyum mengeluarkan dompetnya


" Nih nanti papa kasih dana nya " Max mengeluarkan kartunya membuat senyum Millie mengembang


"Kalo ini baru aku suka" Millie hendak mengambil kartu tersebut namun Max kembali memasukkannya kedalam dompet


"Nanti aja kalo jadi " Millie kembali lemas setelah gagal memegang kartu itu


"Hiisshh... papa.. "


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Kenapa kamu ninggalin mami demi wanita itu? Kamu gak pernah seperti ini sebelumnya" Mami Rafael memandangi foto anaknya


" Mungkin anak itu sudah mempengaruhi Rafael, aku udah bilang sama kamu lebih baik aku pergi aja daripada kamu sama Rafael ribut " Papa tiri Rafael merubah raut wajahnya menjadi sedih


"Aku mau dia sadar gadis itu gak baik buat dia tapi dia gak mau dengar"


"Kamu yang sabar aja, jangan marah sama Rafael nanti dia semakin marah sama kamu" ucap mami Rafael


"Apa bener papa kak Rafael jahat? dia baik gitu kok, jangan jangan papanya Millie emang jahat" Batin Anna ketika mendengar pembicaraan orang tua Rafael


"Gue harus bawa kak Rafael kembali gimana pun caranya" Gumam Anna


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Ayo pulang, kita harus ambil gaun pengantin" Ello mengajak Irene yang sedang menikmati bakso bersama Arumi


"Bentar punya Arumi belum abis"


"Makan lama banget sih.. bisa cepetan gak sih? " gerutu Ello


"Marah marah mulu heran deh" ucap Irene


"Kalo buru buru lo pergi aja, gue biar pulang sendiri aja nanti "


"Kita masih bisa nunggu kok.. iya kan? " Irene menarik ujung baju Ello

__ADS_1


"Hmmm" dengan terpaksa Ello mengikuti apa yang di katakan Irene


__ADS_2