
"Aku gak minta apapun.. aku gak akan minta pertanggungjawaban kamu" Anjani tampak seperti memohon pada Rafael
Millie mengintip sebelum dia masuk ke dalam ruangan tersebut, Rafael hanya diam dia tak mengatakan sepatah katapun
"Aku gak masalah kalau jadi yang kedua, aku gak minta kamu putusin Millie, aku juga gak apa apa kalo kamu gak nikahin aku, seenggaknya jadi simpanan kamu aja udah cukup"
"Anda gila? anda yang mengatakan kalau semua yang terjadi diantara kita adalah kesalahan, anda tidak meminta pertanggungjawaban tapi kenapa anda mengirim foto itu pada Millie? " ucap Rafael dengan wajah datar
"Itu.. "
"Sayang.. ini cobain, enak deh" Millie masuk membuat Anjani terdiam
"Kamu bawa apa?" Rafael berdiri menghampiri Millie
"Cobain.. enak kan?" Millie memberikan suapan pada Rafael
"Aku ke toilet dulu, kamu tunggu disini bentar ya" ucap Rafael
Millie duduk sambil menikmati kue yang dia ambil, Anjani tampak sangat kesal melihat Millie yang tidak bereaksi apapun dengan foto yang dia kirimkan
"Millie.. foto itu.. maaf" ucap Anjani
"Foto yang mana ya?" tanya Millie
"Kamu gak liat foto yang aku kirim?" Anjani tampak terkejut mendengar jawaban Millie
"Gak tau.. aku gak terima foto apapun" jawab Millie sambil kembali menyuap makanan ke mulutnya
"Kamu liat.. malem itu Rafael gak pulang dia tidur di rumah ku" Anjani meletakkan handphonenya di atas meja
"Terus?"
"Aku gak mau rebut dia dari kamu, tapi harusnya kamu tahu apa yang aku lakuin sama dia malam itu" ucap Anjani
"Aku gak ada urusan, urusan kamu sama Rafael jadi jangan libatkan aku"
"Tapi kalo kamu masih sama Rafael gimana sama aku? gimana nasib aku? siapa yang mau sama wanita yang udah gak suci?" Anjani memasang raut wajah sedih
"Kalo aku merelakan Rafael buat wanita lain lalu gimana sama aku? kamu juga tahu sejauh apa hubungan aku sama Rafael, kita sering melakukannya, lantas gimana sama masa depan aku?" jawab Millie
Anjani terdiam dia lupa hari itu pernah memergoki Millie membeli pil kontrasepsi, Dia memutar otaknya untuk menjatuhkan mental Millie
__ADS_1
"Kita bisa berbagi, aku gak masalah jadi yang kedua"
"Tapi masalah buat aku, aku gak suka orang lain menginginkan apa yang aku miliki " ucap Millie
"Kamu egois.. kamu gak memikirkan nasib wanita lain?"
"Harusnya sebelum kalian melakukan itu kamu bisa menebak apa yang akan terjadi, kamu terlalu percaya diri Anjani, gimana nasib kamu kedepannya kamu yang nentuin.. kamu udah dewasa cari jalan keluar sendiri tanpa harus mengorbankan orang lain" ucap Millie
"Aku udah coba ngomong baik baik sama kamu" Anjani menggebrak meja
"Aku juga, aku gak ngomong kasar dari tadi" jawab Millie santai
"Aku minta sekali lagi, lepasin Rafael buat aku"
"Kamu ngomong langsung di hadapan Rafael kalo kamu berani" ucap Millie
"Dengar bocah ingusan, kamu pikir aku gak bisa dapetin Rafael? kamu pikir secinta apa Rafael sama kamu? ingat terakhir kali kamu di usir sama Rafael di malam indah kalian?" Anjani mencengkeram kedua sisi wajah Millie
"Kamu pikir kali ini rencana kamu akan berjalan lancar dan sempurna? mimpi saja" ucap Millie dengan senyum smirk
"Gadis j*l*ng, di usia segini kamu berterus terang tidur dengan pria dewasa? apa orang tua kamu gak mendidik kamu dengan benar? gimana orang tua kamu kalo tau anaknya udah gak suci?"
"Kamu juga gak tau malu, kalo bukan j*l*Ng sebutan apa yang pantes buat kamu, salah tetap aja salah mau dia dewasa ataupun remaja, gimana orang tua kamu kalo tau anaknya tidur sama pria tanpa hubungan yang jelas, sampai disini sudah jelas bukan?" Millie menekankan hubungannya dengan Rafael
Millie membiarkan apa yang dilakukan Anjani meskipun dia mencekik lehernya, senyum mengejek tetap terlihat di wajah Millie
"J*l*ng sialan... harusnya aku gak negosiasi sama kamu, harusnya kamu mati aja" Anjani mencekik Millie dengan kuat namun tatapan Millie membuat Anjani semakin kesal
"Pergilah ke neraka" Anjani mengambil garpu dan hendak menusukkannya ke wajah Millie namun Millie menahannya
Millie menendang Anjani hingga dia mundur beberapa langkah, Millie berdiri menepuk tubuhnya seakan kotor di sentuh Anjani
"Udah selesai? cuma segitu doang? sekarang giliran aku" Millie melempar garpu yang dia pegang kearah Anjani
Saat Anjani mengelak Millie sudah berdiri di belakangnya, Millie menarik baju Anjani mengangkatnya ke belakang hingga Anjani terpental jatuh ke belakang Millie
Anjani bersusah payah untuk berdiri karena di banting Millie, Millie tertawa melihat Anjani
"Sebelum cari musuh harusnya kamu cari tahu dulu siapa yang kamu hadapi, aku bukan bocah ingusan" ucap Millie
Anjani bangkit dan menarik rambut Millie namun Millie kembali membantingnya di lantai, Anjani menarik rambut Anjani yang menelungkup di lantai
__ADS_1
"Gue gak suka berantem main Jambak jambakan, kalo Lo berani lawan gue " ucap Millie
"Lo pikir gue bego? orang macam apa yang pasang cctv di dalam kamar? " Millie membuka sebuah rekaman video di handphonenya dan menunjukkannya dihadapan Anjani
Dalam video itu Anjani membawa Rafael yang tidak sadarkan diri dan merebahkan tubuhnya, Anjani membuka kemeja Rafael lalu memeluknya dan memotretnya
Anjani membulatkan matanya bagaimana bisa Millie mendapatkan rekaman cctv dari rumahnya, Millie menarik rambut Anjani hingga wanita itu ikut berdiri
"Sekarang terus terang sama Rafael atau video ini gue sebar" ancam Millie
"Dari mana Lo dapet video itu?"
"Lo gak perlu tau.. ini peringatan terakhir buat Lo, pergi sejauh mungkin atau semua rahasia Lo gue bongkar termasuk Lo yang pake narkoba " Millie berbisik di telinga Anjani
"Sial.. dari mana bocah ingusan ini dapet semua rahasia gue?" batin Anjani
"Lepas... jangan sebar apapun, gue janji gak akan macem macem " ucap Anjani
Saat Rafael membuka pintu Millie masih di posisi berdiri menjambak rambut Anjani, Rafael segera menghampiri Millie dia tidak tahu apa yang terjadi
"Sayang.. lepasin kita bisa bicara baik-baik" ucap Rafael
"Tolong tuan.. saya tidak akan mengganggu hubungan kalian, sudah saya katakan sejak awal ini adalah kesalahan tapi Millie tidak bisa menerimanya" Anjani memasang wajah sedihnya
"Lo masih gak takut? Lo pikir Rafael akan percaya?" ucap Millie seraya menelpon seseorang
"Putar videonya'' titah Millie pada seseorang di sebrang telepon
Millie menarik tangan Rafael juga Anjani keluar ruangan bergabung bersama tamu lain, sebuah layar besar menyala dan memutar video Anjani dan Rafael
Juga video Anjani sedang menggunakan obat-obatan terlarang, Anjani menutup telinganya agar tidak mendengar ucapan orang orang
Anjani berlari pergi meninggalkan tempat tersebut, Rafael menatap tak percaya pada Millie
"Apa?" tanya Millie
"Kamu punya rekaman ini dari mana?" tanya Rafael
"Anak buah papa lebih bisa diandalkan dari pada kamu" ucap Millie seraya berjalan pergi
Rupanya saat mengambil makanan Millie menemui anak buah Max yang tampak berbaur bersama tamu lain, semua ini memang rencana Max untuk memberi pelajaran pada wanita yang sudah mengganggu anaknya
__ADS_1
"Orang tua itu..." gumam Rafael
Rafael merasa tidak berguna di hadapan sang istri karena kekuatan Max, dia baru bergerak sementara mertuanya sudah jauh melangkah di hadapannya