Youth Love

Youth Love
Eps 133


__ADS_3

"Ma.. Irene kemana? " Ello berlari menuruni anak tangga


"Tadi pagi pagi udah pergi katanya mau cari buku"


"Sama siapa ma? ada yang jemput apa pergi sendiri? " Ello terlihat panik


"Gak tau.. mama gak perhatiin"


"Mampus istri lo kabur, cowok brengsek emang harus di tinggal" ucap Millie keluar dari kamar tamu


"Gue gak sebrengsek itu, gue lagi ngobrol gak perhatiin siapa yang kasih minum gue kira temen gue, lo kan tau kalo gue lagi ngobrol suka fokus gue gak sempet nolak waktu di mau lap keringet gue"


"Tetep aja istri lo udah terlanjur kecewa, hati hati nanti dia ngikutin jejak lo" Millie sengaja menakut-nakuti Ello


Ello menabrak bahu Millie hingga terjatuh lalu pergi ke luar, Millie berteriak memanggil Ello sambil melemparkan sendalnya


"Kurang ajar, sini lo" sendal Millie melayang mengenai punggung Ello


"Tunggu gue balik" ucap Ello lalu benar-benar pergi


"Sakit.. dasar gila, gue sumpahin lo di gampar sama istri lo" teriak Millie


"Ini apa sih? gak boleh doain orang gitu" Allea membangunkan Millie


"Dia nya aja nyebelin"


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Mau ngapain lagi kesini, lo udah gak di Terima lagi disini" Rafael hendak menutup pintu namun William menahannya


"Bang dengerin gue dulu bang, maafin gue.. gue yang salah Millie gak salah apapun, gue yang berusaha deketin dia semua ini karena mami dan Anna"


"Gue cuma mau Millie happy dan gak terus merasa bersalah atas kecelakaan yang menimpa lo, dia tiap hari diem diem jenguk lo waktu lo koma.. Millie sayang sama lo bang " Rafael membuka pintunya menatap wajah William mencari kebohongan disana


"Lo bohong? kalo kalian saling mencintai silahkan bersama"


"Gak bang.. Millie selalu sayang sama lo, gue emang suka sama Millie gue mau lindungi dia dari Anna dan mami... Millie sebenarnya sayang sama lo cuma karena mami gak suka sama dia Millie jadi jauhin lo.. maafin gue pernah berpikir buat rebut Millie dari lo"


"Lo harus tau ini bang.. Millie mau ikut sodaranya sekolah di Korea cuma buat lupain lo, dia masih sayang sama lo"


"Lo bisa pergi gue udah denger semuanya" Rafael mungkin masih kecewa dia menutup pintu rumah dan menguncinya


"Gue yang salah bang, gue mau ambil Millie dari lo tapi gue gak bisa, kenyataannya Millie gak bisa jauh dari lo" gumam William


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...

__ADS_1


Ello mencari Irene ke toko buku yang biasa di datangi Irene namun dia tidak ada di sana, kemudian Ello mencari ke perpustakaan yang dekat dengan rumahnya


Benar saja Irene ada disana bersama Aldi, tiba-tiba Ello menarik tangan Irene hingga membuatnya berdiri


"Lo apaan sih? bisa santai aja gak? " Irene menarik tangannya


"Bagus pagi pagi udah ngilang taunya pergi sama cowok lain"


"Bukan urusan lo juga kan, gue mau pergi sama siapapun terserah gue lo juga bisa.. pergi sana jangan bikin keributan" Irene kembali duduk membaca bukunya


"Pulang sekarang" Ello menarik tangan Irene dan menyeretnya ke luar


"Kak lo bisa ngomong baik baik, kak Irene lagi hamil" Aldi mengejar Ello karena takut terjadi sesuatu pada Irene


"Diem lo, jangan sekali kali lagi lo ketemu berduaan sama istri gue" Ello langsung memasukkan Irene dengan kasar ke dalam mobilnya


Ello masih mengatur nafasnya dia benar-benar tidak bisa menahan amarahnya, dia menoleh pada Irene yang mengusap-usap tangannya


"Sini gue liat" Irene menjauhkan tangannya saat tangan Ello terulur hendak memeriksa


Ello melihat pergelangan tangan Irene memerah karena dia terlalu kencang mencengkram tangannya, Ello merasa bersalah melihat Irene hanya diam saja


"Maaf.. gue udah marah marah sama lo"


"Gue gak pergi sana Arumi, gue malah gak tau dia ada disana.. gue terlalu fokus ngobrol sampe gak liat kalo yang kasih gue minum itu dia"


"Lo gak perlu jelasin apapun, gue turun ya gue bawa mobil sendiri" ucap Irene hendak membuka pintu mobil


"Lepasin" Irene melepaskan tangan Ello yang memeluknya dari belakang


"Jangan marah"


"Enggak.. gue gak marah sekarang lepasin gue mau turun" Ello memasangkan sabuk pengaman pada Irene lalu mengemudi dengan kecepatan tinggi menuju rumahnya


"Gue mau pulang ke rumah orang tua gue"


"Gak... lo gak bisa kemanapun dengan keadaan marah, gue gak mau masalah ini semakin lama, kita harus selesaikan ini"


Sesampainya di kediaman Max, Ello menarik tangan Irene menuju kamarnya bahkan tidak menghiraukan Millie yang menyapa mereka


Ello mengunci pintu kamarnya dan membawa Irene duduk berhadapan di ranjang, Irene hanya diam saja entah kenapa rasanya malas hanya untuk memandang wajah Ello


"Maaf... semalem aku gak tau kalo dia ada disana, aku gak ajak kamu karena takut pulang malem.. kamu lagi hamil gak baik angin malam buat kamu"


"Gue udah denger, udah gue gak mau bahas lagi" ucap Irene

__ADS_1


"Gak mau bahas gimana? jelas jelas lo masih marah, gue harus apa biar lo gak marah lagi"


"Gue udah gak marah, gue mau ketemu Millie dulu" Irene hendak berdiri namun Ello memeluknya dan menjatuhkannya di ranjang


"Jangan kemana mana, gue mau gini bentar aja" Ello memeluk Irene menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Irene


"Ello.. jangan.. " Irene mendorong Ello ketika menggigit lehernya


"Iisshh.. ada bekasnya" Irene menggerutu melihat lehernya dari pantulan handphone


"Sengaja.. itu tanda biar orang tau lo udah ada yang punya"


Irene bangun dan beralih duduk di atas tubuh Ello dan membalas menggigit leher Ello, Ello menggulingkan tubuh Irene dan bertukar posisi


"Lo membuat kesalahan besar dan lo harus bertanggung jawab" ucap Ello


"Enggak.. enggak mau lepasin"


.


.


Millie sedang mengambil minum di dapur tiba-tiba Ello datang dengan rambut yang masih basah, mata Millie fokus melihat leher Ello yang terdapat tanda merah


"Lo udah baikan? " tanya Millie


"Udahlah, dapet jatah lagi " mendengar jawaban kakaknya membuat air yang dia minum menyembur


Millie menatap kepergian kakaknya yang tidak malu membahas hal itu pada adik kecilnya


"Millie ada yang nyariin tuh di depan" teriak Ello


"Bentar" Millie berjalan menuju halaman rumahnya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Keesokan harinya di kampus Arumi melihat Irene dan Ello yang baru saja datang, Arumi menghampiri Irene untuk meminta maaf dan menjelaskan masalah kemarin


"Irene gue minta maaf, kemaren gue kebetulan liat Ello sama temen-temennya main futsal jadi gue pengen liat.. gue gak bermaksud buat lo marah gue cuma gak bisa aja liat orang keringetan"


"Gak apa apa.. Ello udah jelasin semuanya, gue masuk dulu ya" Irene seolah menjaga jarak dengan Arumi


Arumi tidak mengajar melihat tanda merah di leher Ello dan Irene dia tahu persis apa yang terjadi diantara mereka


"Gue gak suka.. gue gak mau liat lo bahagia" gumam Arumi seraya mengepalkan tangannya

__ADS_1


__ADS_2