Youth Love

Youth Love
eps 176


__ADS_3

Max masuk kedalam kamar dia melihat istrinya sedang berdiri di depan lemari dengan masih menggunakan handuk, Max memeluk Allea dan menyembunyikan wajahnya di ceruk lehernya


Tanpa berkata kata Allea menyingkirkan tangan Max lalu melangkah pergi, saat hendak masuk ke dalam kamar mandi Max menarik pinggangnya dan mengangkatnya lalu mendudukkan Allea di ranjang


"Dengerin aku dulu" ucap Max


"Gak ada yang perlu aku dengar lagi, kamu tanda tangani surat cerainya, Millie udah tau semuanya"


"Pantes dia cuekin aku tadi"


"Kalo semua anak anak tahu mereka juga pasti akan kecewa sama kamu" ucap Allea


"Dia bukan istri aku, dia istri dari orang yang culik kamu.. anaknya masuk penjara karena video Asusila, suaminya juga di penjara dia menjadi gila dan menganggap aku suaminya"


"Aku merasa bersalah sampai akhirnya sering jenguk dia biar dia cepet pulih, tapi semua itu hanya kebohongan.. mereka sengaja merencanakan agar aku simpatik sama dia dan menimbulkan masalah sama kamu, kamu pikir di rumah sakit jiwa siapa yang mau ngirim video itu sama kamu" lanjut Max


"Apa aku harus percaya? "


"Kenapa kamu gak bisa percaya? Aku bersumpah, aku punya semua buktinya" Max membeberkan semua bukti bukti yang ada di handphonenya pada Allea


"Itu fitnah.. aku gak mungkin menduakan kamu"


"Maaf aku udah berprasangka buruk sama kamu" lirih Allea


"Sekarang kamu percaya kan? wanita yang aku cintai di dunia ini hanya kamu, bunda, Ellia dan Millie" ucap Max seraya mendekatkan wajahnya dan menempelkan kening mereka, Max mendorong pelan tubuh Allea hingga berbaring


"Mau ngapain? " tanya Allea


"Aku kangen sama kamu"


"Nanti aja, aku mau bantu menantu kita pulang dari rumah sakit" Allea mendorong tubuh Max lalu mengambil bajunya dan bergegas masuk ke kamar mandi


"Gagal lagi" gumam Max


"Sayang... mandi bareng aja ya, buka pintunya"


"Enggak... kamu bohong nanti minta macem macem" ucap Allea


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Mami aku berangkat dulu ya"


"Tunggu.. kamu nganterin Millie ke sekolah kan? " tanya Mami Rafael


"Iya.. emang kenapa mi? "


"Mami nitip ini buat Millie dan ini buat Anna, udah lama mami gak tau kabar dia" Sejak Anna keluar dari rumah Rafael dia memang tidak pernah bertemu lagi dengan mami Rafael


"Ajak anak beruang kecil itu kesini" ucap oma Rafael yang kini telah bisa bicara dan menggerakkan kursi roda dengan satu tangannya


"Oma dia bukan anak beruang, namanya Millie"


"Dia beruang yang menggemaskan tubuhnya pendek dan kecil"

__ADS_1


"Jadi sekarang oma suka sama Millie? dia menyenangkan bukan? dari pada wanita pilihan Oma" ledek Rafael


"Huh... aku juga tau aku salah, tidak perlu di bahas" Oma Rafael ngambek dan pergi dari sana dengan wajah cemberut


"Oohh.. oma ku yang cantik ngambek ya? " Goda Rafael sambil tertawa


"Kamu suka banget isengin oma, sana berangkat nanti ke siangan"


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Rafael mengantar Millie agak jauh dari gerbang sekolah dan seperti biasa Rafael akan membuat lama acara perpisahan mereka, Rafael selalu mengulur waktu dan mempermainkan Millie sampai dia benar-benar Kesal


"Sayang liat sini" ucap Rafael ketika Millie membelakanginya


"Apa lagi? kamu cuma ngerjain aku doang"


"Enggak... Liat sini dulu" Rafael menarik tangan Millie


"Apa? "


"Aku punya sesuatu buat kamu" Rafael mengambilnya dari kursi belakang


"Apa nih? " Millie mengambilnya dari tangan Rafael


"Gak tau isinya apa itu dari mami, satu lagi tolong kasih buat Anna"


"Emmhh" Millie hanya bergumam


"Kenapa gitu? gak suka calon mertuanya perhatian sama orang lain? "


"Cium sekali lagi"


"Enggak mau.. tadi kan udah, ini udah berasa tebel banget bibir aku" Rafael tertawa mendengar ucapan kekasihnya itu


"Peluk aja kalo gitu.. sini peluk sekali setelah itu kamu boleh turun" Millie memutar bola matanya jengah lalu memeluk Rafael


"Udah lepasin" Millie hendak menjauh namun Rafael semakin mempererat pelukannya


"Nyaman banget, bolos aja lah mending ikut aku ke kantor"


"Iisshh.. kok ngajarin gak bener? " Millie mencubit pinggang Rafael


"Tadinya pengen ngajarin yang lain, mau coba gak? " bisik Rafael dengan lembut


"Iihh... udah ahh sana pergi kamu pasti otaknya m*s*m" Millie melepaskan diri dari Rafael


"Emang aku mau ngajarin apa coba? orang aku mau ngajarin kamu cara nambal ban" Rafael terkekeh melihat wajah Millie


"Ngerjain gue mulu nih orang" batin Millie


"Buka pintunya, gerbang bentar lagi di tutup" Rafael melihat jam di pergelangan tangannya lalu membuka pintu mobilnya


Millie membuka pintu Mobil dan menurunkan sebelah kakinya, Tubuh Millie mendekat kearah Rafael dan membisikkan sesuatu di telinganya

__ADS_1


"Aku pergi dulu, jangan kangen sama aku ya" Bisiknya dengan sensual


Tangan Millie juga mengusap paha Rafael dan usapannya semakin naik, Rafael memejamkan matanya merasakan hembusan nafas Millie di telinganya


Ketika Millie menarik tangannya Rafael semakin menarik tangannya, Mata Millie membulat merasakan sesuatu yang keras


Millie bergegas kabur menutup pintu mobilnya dengan keras, Melihat Millie berlari masuk kedalam halaman sekolah membuat Rafael tertawa


"Keras banget" Ucap Millie sambil berjalan masuk kedalam kelas


"Apanya yang keras? " tanya Dita yang ternyata mengikutinya dari belakang


"Besi" Jawab Millie


"Besi kan emang keras apa yang aneh? "


"Lo gak bakal ngerti" ucap Millie


Millie melewati meja Anna dan menaruh makanan dari mami Rafael di mejanya, Anna mengambil makanan tersebut dan menaruhnya kasar di meja Millie


"Apa nih? " tanya Anna


"Dari mami tadi nitip ke gue"


"Lo mau nunjukin kalo lo deket sama mami gitu? makanya lo mau ngasih ini ke gue" Anna malah menyangka yang bukan bukan pada Millie


"Lo kok mikirnya gitu? gue cuma menyampaikan amanah gak usah berprasangka buruk, lagian itu harusnya di kasih Rafael tapi dia gak mau dan nyuruh gue yang kasih"


"Jangan jangan lo yang ngelarang, ya kan? lo takut kak Rafael deket lagi sama gue? " Millie tersenyum Smirk


"Gue gak takut, asal lo tau aja Rafael terlalu bucin sama gue dia gak mungkin berpaling sama orang lain"


"Lo gak tau aja gimana kak Rafael, dia bukan orang yang bisa di percaya.. dia selalu mempermainkan cewek cewek" Anna berharap Millie dapat termakan kata katanya


"Justru gue udah tau dia luar dalam, lo gak mau Terima? ya udah sini gue ambil lagi" Anna mengambil makanan tersebut dengan kasar


"Dia marah marah kenapa sih? " tanya Dita


"Tau.. lagi pms kali"


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Sepulang sekolah Millie pergi ke rumah Irene karena Irene dan bayi bayi bayinya sudah pulang, Millie mendiamkan ayahnya dia masih tidak Terima dengan apa yang terjadi pada ibunya


"Sayang sini" panggil Max, Millie malah pura-pura tidak melihat


"Anak papa kenapa sih manyun mulu? " Max merangkul Millie namun dia melepaskannya


"Uang jajan kurang? " sekali lagi Max bertanya namun Millie malah diam saja


"Millie gak mau punya mama baru? " Mendengar perkataan sang ayah Millie pergi keluar meninggalkan keluarganya


"Sayang mau kemana? " Rafael mengejar Millie

__ADS_1


"Kamu sih kenapa di becandain gitu? " ucap Allea


"Dia sampe segitunya, Udah lama Millie gak ngambek aku kangen" jawab Max sambil terkekeh


__ADS_2