Youth Love

Youth Love
eps 180


__ADS_3

Millie hanya bisa menghindari serangan Keenan untuk mencari titik lemahnya lebih dulu, terlebih dia hanya menggunakan satu tangannya untuk melawan


"Cepet juga, gimana nih mana tangan gue sakit banget lagi" batin Millie


"Kenapa cuma menghindar cantik? ayo lawan dong, apa sengaja ngalah biar bisa tidur sama gue?"


Millie memanfaatkan keadaan ketika Keenan lengah, kakinya terangkat begitu tinggi hingga mampu menendang wajah Keenan


"Woow.. kaki pendeknya sangat lentur" terdengar ucapan salah satu penonton


" Sialan kaki gue di bilang pendek" ucap Millie menatap tidak suka pada kursi penonton


Keenan memanfaatkan itu dan menendang perut Millie hingga di mundur beberapa langkah, Millie tersenyum smirk menatap Keenan dengan tatapan merendahkan


"Tendangan Lo lemah" ucap Millie dengan nada mengejek


"Belum tau kekuatan gue aja lo"


"B*c*t" sinis Millie


Mereka kembali berkelahi awalnya Millie mengalahkan Keenan namun pemuda itu kembali berbuat curang dan menginjak tangan Millie yang terluka


"Millie" Rafael berdiri dan kembali masuk kedalam arena


"Dimana otak Lo, dia cewek" teriak Rafael


Rafael kembali melawan Keenan meskipun sudah lemah, Millie menghampiri Rafael lalu menarik singlet yang di pakai Rafael sampai robek lalu membungkus tangannya


"Ganas juga Lo"


Keenan melawan Millie dengan segala tingkah kurang ajarnya, tangan Keenan hendak menyentuh tangan Millie namun Millie menahan tangan itu lalu memukul sendi lengannya dengan sikunya


"Aarrggh" Keenan berteriak saat tulang sendinya bergeser


"Kita seimbang, sekarang tangan Lo juga sakit kan?" ucap Millie


"Sialan Lo" Keenan berlari menghampiri Millie


Sebelum Keenan mendekat Millie menendang bagian jakun Keenan hingga dia jatuh berlutut, Keenan mengerang kesakitan


Millie menendang bagian wajah Keenan hingga dia terjatuh, Millie hilang kesadaran karena di Landa emosi


Millie hendak menginjak wajah Keenan namun Rafael memeluknya dari belakang hingga Millie kembali tersadar


"Cukup sayang.. cukup" ucap Rafael


"Aku... "


"Maksud aku menerima tantangan mereka agar tidak ada dendam lagi, dia bilang kalo dia kalah dia gak akan ganggu kita lagi, sekarang cukup.. dia udah kalah jangan buat dendam baru buat mereka" Millie hanya mengangguk

__ADS_1


"Gue harap dendam diantara kita selesai, maaf buat kesalahan gue di masa lalu karena gue gak pernah mikir dua kali kalo denger ada orang lain menindas temen temen gue" ucap Rafael


"Kita bisa berteman atau saling melupakan dan anggap kita tidak pernah saling mengenal itu terserah Lo"


"Gue minta maaf sama kalian semua mewakili temen temen gue dan tentunya untuk gue sendiri, maafin semua kesalahan kita di masa lalu sampai detik ini, gue harap dendam ini selesai" lanjut Rafael


Rafael membantu Keenan bangun lalu mereka saling berpelukan, tampaknya dendam antara mereka benar-benar telah usai dan Keenan menepati janjinya


"Heh cewek barbar.. gue minta maaf" ucap Keenan mengulurkan tangannya pada Millie


"Gue juga, jangan kurang ajar lagi sama cewek atau gue patahin tangan Lo dua-duanya" Millie menerima uluran tangan Keenan


"Tangan Lo beneran sakit?" tanya Keenan


"Ya sakit lah, tuh temen Lo yang oon pukul tangan gue pake balok kayu"


"kok gak nangis? Lo cewek jadi jadian ya?" mereka berbincang sambil berjalan turun dari ring


Millie memukul kepala Keenan dengan raut wajah kesal, Rafael hanya terkekeh sambil memeluk Millie


Panitia memanggil Rafael dan Millie sebagai pemenang, wajah Millie tampak tak percaya ketika mereka memberikan sejumlah uang yang di bungkus amplop


"Ini beneran uang? tebel banget" Millie mengintip isi amplop tersebut


"Kalo kamu mau uang lebih banyak kamu ikut kita aja sebagai petarung di club kita" ucap si pemilik tarung bebas tersebut


"Maaf saya gak kekurangan uang" jawab Millie


"Hiisshh.. karena aku suka uang, kenapa? kamu gak suka? ya udah ini buat aku aja"


"Ambil aja, aku gak butuh"


"Serius?" tanya Millie dengan wajah berbinar


"Bagi bagi ya mil" ucap teman-teman Rafael


"Kalian urusan duit aja cepet, gak nanya gitu keadaan kita" gerutu Millie


"Hehe... Lo gak apa apa mil, bang?"


"Telat Lo" hardik Millie


"Wanita memang selalu benar"


"Benar benar membuat kesal" jawab mereka diiringi tawa


Rafael hanya terkekeh sambil merangkul Millie yang sedang kesal karena di tertawakan teman-teman Rafael


...🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒...

__ADS_1


Setelah mendapatkan perawatan Rafael dan Millie menuju ruangan dimana Oma , Mami dan Anna berada


"Sayang kamu gak apa apa?" Mami Rafael berdiri memeluk Millie dan Rafael yang di penuhi memar


"Mami gak apa apa? " tanya Millie


"Gak apa apa sayang, Mami lega banget kalian pulang dengan selamat"


"Harusnya aku yang bilang gitu" ucap Rafael


"Mami dan Oma selamat berkat Anna dan teman teman kamu, kamu harus berterimakasih sama Anna karena dia rela melawan anjing anjing itu sampai di gigit" Rafael menghampiri Anna


"Thanks udah nyelametin Oma sama Mami dan sorry buat sikap buruk gue selama ini" ucap Rafael


"Aku juga mau minta maaf sama kakak sama Millie juga, aku berusaha dapetin perhatian kakak dengan cara yang salah"


"Gue juga mau minta maaf atas semua kata kata gue yang udah nyakitin lo, semoga kita bisa berteman baik ya" ucap Millie


"Tangan kamu kenapa?" tanya Oma


"Gak apa apa Oma, cuma tulangnya retak sedikit" jawab Millie


"Apa? tulang retak kamu bilang gak apa apa? kamu ini orang apa bukan?" sontak saja pertanyaan Oma Rafael menjadi tertawaan pasalnya mereka juga merasa heran dengan Millie


Meski pun terluka dia akan tetap mengatakan tidak apa apa dan baik baik saja, entah dia memang tidak merasa sakit atau dia kuat menahan rasa sakitnya


"Gimana nanti kalo orang tua kamu liat keadaan kamu?" tanya Mami Rafael


"Itu dia masalahnya, aku takut kau pulang takut di omelin Mama" ucap Millie sambil cengengesan


"Mil.. mil.. tangan ampir patah aja bilang gak apa apa, masa di omelin takut" ledek teman Rafael


"Heh.. surga berada di bawah telapak kaki ibu, Lo gak takut sama emak Lo? jangan jangan Lo anak durhaka" ucap Millie


Tawa kembali terdengar dari ruangan itu


Setelah dari rumah sakit Rafael mengantar Millie pulang, benar saja dugaan Millie


Allea begitub cerewet menanyakan keadaan keduanya, dan menyakan apa yang terjadi sebenarnya


Rafael hendak jujur namun Millie lebih dulu menginjak kaki Rafael, Millie mengatakan luka luka itu mereka dapatkan saat membantu orang yang kecopetan


"Ya ampun.. kalian sampe babak belur gini" ucap Allea


"Ini tangan kenapa? " Tanya Allea


"Jatoh ma kena aspal" jawab Millie


"Bohong dosa loh, katanya surga di bawah telapak kaki ibu" bisik Rafael

__ADS_1


"Berbohong demi kebaikan itu di perbolehkan" jawab Millie membuat Rafael terkekeh


__ADS_2